Claim Missing Document
Check
Articles

Periode Akhir Revolusi Fisik di Bali, 1946-1949 Arta, Ketut Sedana; Yasa, I Wayan Putra; Pageh, I Made; Pardi, I Wayan
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 8 No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v8i1.22326

Abstract

This research aims to investigate Puputan Margarana and its impact on the physical revolution in Bali, both from a military and psychological perspective, and then to gain a clearer understanding of the tactics and strategies of resistance in Bali following the Puputan Margarana. This study employs historical methods encompassing heuristics, criticism, interpretation, and historiography. The research findings indicate that the impact of Puputan Margarana resulted in psychological turmoil for the fighters in the Buleleng region, leading to sadness and a profound sense of loss due to the fall of Ngurah Rai and his staff. The post-Puputan Margarana physical revolution in Bali witnessed the reorganization of MBU-DPRI and the emergence of MBI, along with various persuasive actions to implement the minimum Banyuning program, the infiltration of DPRI's influence into government organs, and acts of violence against those openly supportive of NICA. With the achievement of the Renville Agreement in 1948, the shift in resistance in Buleleng came to be known as the "penurunan" (covert withdrawal) and "penyerahan" (official surrender), as orchestrated by Wijakusuma and the core leaders of MBU-DPRI.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENGGUNAAN MEDIA SCHOOLOGY UNTUK PEMBELAJARAN DARING DI ERA PASCA PANDEMI COVID 19 BAGI GURU – GURU DI SMP SATAP N 3 SUKASADA Ketut Sedana Arta; Desak Made Oka Purnawati; I Wayan Putra Yasa; Raden Ahmad Ginajar Purnawibawa
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Media Ganesha FHIS Vol 3 No 2 (2022): November, Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Media Ganesha FHIS
Publisher : Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/p2mmgfhis.v3i2.1472

Abstract

The main objectives of this activity are: (1) Improving the professional development of teachers in the context of utilizing LMS (Schoology) media as online learning media (2) Improving the ability of teachers to compile and present learning materials and evaluations in LMS (Schoology) (3 ) Improving student learning outcomes by using the LMS (Schoology) application. The results of the activity showed that the teachers at SMP Negeri One Roof 3 Sukasada they did not have sources of information related to LMS (Learning Management System) media, especially schoology so that there was no attempt to update the online learning system, and only focused on using social media Whatshap; (2) teachers at SMP Negeri 3 Sukasada One Roof have done online learning but it has not been done optimally, this happens because most teachers use social media applications such as whatshaap and google classroom, and do not provide space for students to learn interactively; (3) most of the teachers complained about online learning because students had decreased interest in learning, this can be seen. Most of the students were late or did not submit their assignments for various reasons such as not having cellphones, damaged cellphones and network problems; (4) teachers at SMP SATAP Negeri 3 Sukasada have never received training on Learning Management Systems (LMS), such as Schoology, so they do not know the advantages or disadvantages of the schoology
Interaksi Sosial Antara Mahasiswa Agama Hindu Dengan Katolik Di Lingkungan FHIS Undiksha Dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sosiologi SMA Tarigan, Mayarninta; Yasa, I Wayan Putra; Sitompul, Lola Utama
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 12, Nomor 3 November 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/sosialisasi.v1i3.77593

Abstract

Indonesia dikenal sebagai negara majemuk dengan keberagaman suku, ras, agama, dan budaya yang menjadi ciri khas bangsa ini, termasuk pada lingkungan univesitas. Perbedaan ini menciptakan dinamika interaksi sosial yang menarik untuk dikaji, khususnya interaksi antara mahasiswa Hindu sebagai kelompok mayoritas dengan mahasiswa Katolik sebagai kelompok minoritas. Penelitian bertujuan mengidentifikasi bentuk, faktor dan interaksi sosial mahasiswa Hindu dengan Katolik di lingkungan FHIS Undiksha sebagai sumber belajar Sosiologi di SM. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, dengan metode purposive sampling. analisis yang dilakukan dalam penelitian ini, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian yakni bentuk interaksi sosial banyak terwujud melalui kegiatan akademik dan organisasi, seperti kerja kelompok dalam mengerjakan tugas kuliah, mengikuti kepanitiaan bersama, serta berpartisipasi dalam organisasi mahasiswa dan kegiatan bakti sosial lintas agama. Faktor-faktor yang memengaruhi dapat dikaji dari beberapa aspek seperti adanya hubungan perbedaan agama justru mempererat hubungan melalui sikap saling menghargai dan membangun toleransi, adanya hubungan dengan struktur fungsi sosial yakni memperkuat kohesi sosial dan membangun interaksi yang inklusif serta produktif, adanya tujuan seperti mahasiswa saling mengenal tradisi dan budaya agama lain, seperti ikut merayakan hari besar agama teman, yang semakin mempererat hubungan dan memperdalam pemahaman lintas agama. Potensi sebagai sumber belajar sosiologi di SMA sangat besar, seperti pengertian interaksi sosial. Materi mengenai interaksi sosial tidak terlihat pembahasannya dengan jelas. Sehingga untuk memperkaya pemahaman mengenai interaksi sosial dalam hubungan sosial maka dibentuklah pembelajaran kontekstual dengan bahan interaksi mahasiswa FHIS Undiksha sebagai pelengkap materi hubungan sosial.
Exploring Colonial Photographs Potential as a Historical Source on Reconstructing Buleleng Maritime History Ahmad Ginanjar Purnawibawa; I Wayan Putra Yasa
Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Sriwijaya University in collaboration with  Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Se-Indonesia (P3SI) dan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI). 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jc.v13i1.2

Abstract

Abstract: This article explores a possible way to use historical photographs archives and their untapped potential as invaluable historical sources. Focusing on the maritime history of Buleleng from 1920 to 1940 AD, this study explores the multifaceted digitized photos. These photos offer insights into the maritime landscape of Buleleng, shedding light on its pivotal role as a thriving center of maritime commerce and cultural exchange in Bali during the early 20th century. Through a visual history approach and critical analysis of a diverse range of photographs, this research shows the potential of photographs as historical sources to reconstruct the maritime past of Buleleng. The analysis in this article showed that historical photographs could provide varied information, such as different types of boats, commodities, activities, and daily life of people in the maritime-led life of Buleleng. Abstrak: Artikel ini mengeksplorasi tahapan dalam menggunakan arsip foto sejarah dan potensinya yang belum dimanfaatkan sebagai sumber sejarah yang sangat berharga. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah foto-foto kolonial yang terkait dengan sejarah maritim Buleleng pada tahun 1920 hingga 1940 M. Foto-foto ini memberikan wawasan tentang lanskap maritim Buleleng, menyoroti peran pentingnya sebagai pusat perdagangan maritim dan pertukaran budaya yang berkembang di Bali pada awal abad ke-20. Melalui pendekatan sejarah visual dan analisis kritis terhadap foto-foto tersebut, penelitian ini menunjukkan potensi foto sebagai sumber sejarah untuk merekonstruksi sejarah maritim Buleleng. Analisis dalam artikel ini menunjukkan bahwa foto-foto sejarah dapat memberikan informasi yang beragam, seperti berbagai jenis perahu, komoditas, aktivitas, dan kehidupan sehari-hari masyarakat maritim Buleleng.
PELUANG DAN TANTANGAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DI SEKOLAH DASAR Ni Putu Suci Pramesti; I Gusti Agung Mastri Mahadewi Widyas Putri; I Wayan Putra Yasa
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Press
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.9553

Abstract

Differentiated learning is a crucial instructional method for meeting the diverse characteristics of every student. This study aims to examine the opportunities and constraints in implementing differentiated instruction for fifth-grade students at SD Negeri 2 Sesetan. Participants included the fifth-grade homeroom teacher, Mrs. Yansi Rahayuni Listiari, S.Si., S.Pd., and 28 fifth-grade students. The research utilized a descriptive qualitative approach with data collection techniques consisting of in-depth interviews, classroom observation of the learning process, and analysis of supporting documents. The data analysis process involved the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that the educator continuously implements differentiation in terms of media and teaching methods through the use of videos, visual illustrations, concrete manipulatives, group discussions, peer tutoring, and individual assistance. The practice of content, process, and product differentiation was evident in certain subjects but was not yet fully implemented in the observed Mathematics instruction. Challenges faced by the teacher included time constraints, the demand for creativity, and the lack of an adaptive assessment rubric. This research confirms that the implementation of differentiated learning at SD Negeri 2 Sesetan has positive potential but requires strengthening in the aspects of planning, assessment, and professional support to become more optimal and sustainable.
Analisis Makna Relief pada Penyengker Pura Dalem Kelod Sangsit dalam Perspektif Siwa Budha Sutrisni, Putu Eka; Pageh, I Made; Yasa, I Wayan Putra
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 8 No. 1 (2026): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v8i1.3099

Abstract

Relief pada suatu pura memiliki potensi baik dari segi sejarah dan maknanya yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Tujuan dari penelitian ini yakni menganalisis makna relief pada penyengker Pura Dalem Kelod Sangsit dalam persfektif Siwa-Budha. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni penelitian sejarah. Adapun data-data dalam penelitian ini dikumpulkan secara kualitatif dan disajikan dalam bentuk deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sangsit, Sawan, Buleleng, Bali. Dalam penelitian ini instrument yang digunakan untuk mengumpulkan data yakni observasi, wawancara, studi pustaka dan dokumen. Hasil dari penelitian ini yakni relief yang terpahat pada penyengker Pura Dalem Kelod Sangsit tidak hanya sebagai media estetika, juga sebagai media yang menyampaikan ajaran moral dan spiritual yang berkaitan dengan tradisi Siwa-Budha. Relief yang terpahat menggambarkan karma phala manusia akibat perbuatannya sendiri, salah satunya terpahat relief arwah di bawah pohon  yang daunnya yakni pedang sebagai simbol hukuman dari perilaku yang bertentangan. Peneitian ini diharapkan  dapat memberikan informasi mengenai makna relief pada penyengker Pura Dalem Kelod Sangsit dalam persfektif Siwa-Budha dan sebagai pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Integrasi Nilai Kearifan Lokal Tri Hita Karana dengan Pancasila dan 4 Pilar Kebangsaan Komang Gde Satria Wibawa; Ni Made Andini Isaka Nariswari; Bunga Roulina Manalu; Daniel Honin; I Wayan Putra Yasa
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9397

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara konsep Kearifan Lokal Tri Hita Karana, Pancasila, dan 4 Pilar Kebangsaan dalam memperkuat kehidupan berbangsa dan bernegara melalui pendekatan literature review. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengkaji sepuluh artikel ilmiah yang relevan terkait penerapan nilai-nilai Tri Hita Karana dalam kehidupan sosial, pendidikan, budaya, dan kebangsaan. Proses analisis dilakukan dengan mengidentifikasi, menyeleksi, serta mengevaluasi berbagai sumber literatur untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai keterkaitan antara nilai kearifan lokal Bali dengan ideologi nasional Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep Tri Hita Karana memiliki keselarasan yang kuat dengan nilai-nilai Pancasila, terutama dalam mencerminkan hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan (parhyangan), manusia dengan sesama manusia (pawongan), dan manusia dengan lingkungan (palemahan). Ketiga aspek tersebut sejalan dengan nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial yang terkandung dalam Pancasila. Selain itu, Tri Hita Karana juga berkaitan erat dengan implementasi dharma agama dan dharma negara yang mendukung penguatan 4 Pilar Kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Penerapan nilai-nilai Tri Hita Karana dalam kehidupan masyarakat terbukti mampu memperkuat karakter bangsa, meningkatkan sikap toleransi, menumbuhkan rasa persatuan, serta menciptakan kehidupan yang harmonis dan berkelanjutan. Dengan demikian, integrasi kearifan lokal Tri Hita Karana dengan nilai-nilai kebangsaan dapat menjadi landasan penting dalam membangun masyarakat Indonesia yang berkarakter, toleran, dan berwawasan kebangsaan.
Sejarah Lahirnya Dan Perkembangan Event Cosplay Di Kota Singaraja Nalsali Natan Stefanus Bukit; I Wayan Putra Yasa; Fitri Noviani
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5936

Abstract

Penelitian ini membahas sejarah lahirnya dan perkembangan event cosplay di Kota Singaraja sebagai bagian dari pengaruh budaya populer Jepang di Indonesia. Fenomena meningkatnya minat masyarakat terhadap budaya Jepang, khususnya cosplay, mendorong terbentuknya komunitas serta penyelenggaraan berbagai event sebagai ruang ekspresi dan interaksi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi proses terbentuknya event cosplay serta faktor-faktor yang melatarbelakangi perkembangannya di Kota Singaraja. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, melalui teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan event cosplay berlangsung secara bertahap, dimulai dari inisiatif individu, berkembang melalui interaksi antar penggemar, hingga terbentuknya komunitas yang terorganisir. Faktor utama yang mempengaruhi perkembangan tersebut meliputi interaksi sosial antar komunitas, peran media sosial dalam penyebaran informasi, serta dukungan masyarakat dan pemerintah daerah. Selain sebagai bentuk hiburan, event cosplay juga berfungsi sebagai sarana pembentukan identitas diri, peningkatan kreativitas, serta mendukung promosi budaya dan pariwisata lokal. Dengan demikian, event cosplay di Kota Singaraja tidak hanya menjadi fenomena budaya, tetapi juga memiliki kontribusi sosial dan ekonomi bagi masyarakat setempat.
HISTORICAL ROOTS OF SOCIAL HARMONY AMONG MULTI-RELIGIOUS COMMUNITIES IN THE PETIK LAUT TRADITION OF CANDIKUSUMA VILLAGE - BALI: Jejak Historis Harmoni Sosial Masyarakat Multi Agama pada Tradisi Petik Laut di Desa Candikusuma, Bali I Putu Diva Widanankara Diva; I Wayan Putra Yasa; Desak Made Oka Purnawati
Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Vol 10 No 3 (2026): SANTHET: (JURNAL SEJARAH, PENDIDIKAN DAN HUMANIORA) 
Publisher : Proram studi pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/santhet.v10i3.8510

Abstract

This study aims to determine the background of the coastal community of Candikusuma Village in carrying out the sea harvest tradition, the forms of collaboration in the sea harvest tradition in Candikusuma Village, and aspects of character education that can be used to develop a history learning supplement in high school. This research is a qualitative study using descriptive methods. Informants in this study were selected by snowball sampling. The informants in this study were the Head of Candikusuma Village, the Head of the Banjar Tirtakusuma Environment, the head of the sea harvest committee, representatives of Hindu religious leaders, representatives of Islamic religious leaders, and representatives of Christian religious leaders. Research data were collected through interviews, observations, and documentation. The results of the study indicate that the background of the sea harvest tradition is carried out as a form of gratitude to God Almighty for the marine products obtained, as well as a request for safety, blessings, and smoothness in carrying out activities as fishermen. Forms of collaboration in the implementation of the sea harvest tradition are seen from the active involvement of the entire community in every stage of the activity, from preparation to the main implementation. Furthermore, the sea harvest tradition encompasses various educational aspects that can be utilized as learning resources in high school history lessons, including spiritual, social, cultural, and historical aspects. This tradition demonstrates the continuity of cultural values and practices passed down from previous generations, making it a contextual and relevant resource for local history learning in students' lives.
Vihara Dharma Ratna dan Klenteng Zhong Yi Miao di Semarapura Kauh, Klungkung, Bali (Sejarah, Nilai Multikultur, dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah di SMA) Ni Nengah Dwi Sri Mahayani; I Wayan Putra Yasa; I Putu Hendra Mas Martayana
Keraton: Journal of History Education and Culture Vol 7 No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/keraton.v7i1.6424

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui sejarah pendirian Vihara Dharma Ratna dan Klenteng Zhong Yi Miao di Kelurahan Semarapura Kauh, Klungkung, Bali, untuk mengetahui aktualisasi nilai multikultur yang dilakukan oleh komunitas Tionghoa di dua tempat ibadah tersebut, untuk mengetahui kontekstualisasi nilai-nilai multikultur di Vihara Dharma Ratna dan Klenteng Zhong Yi Miao sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode penelitian sejarah yang mencakup heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendirian Vihara Dharma Ratna dan Klenteng Zhong Yi Miao merupakan wujud dari dua kepercayaan yaitu Buddha dan Konghuchu. Kedua tempat ibadah ini mulai dibangun setelah periode ketertutupan, yaitu di tahun 2002 oleh komunitas Tionghoa Klungkung. Keberadaan Vihara Dharma Ratna dan Klenteng Zhong Yi Miao di dalam satu areal mencerminkan nilai-nilai multikultur yang diaktualisasikan melalui aktivitas keagamaan. Nilai multikultur dari Vihara Dharma Ratna dan Klenteng Zhong Yi Miao dapat dikontekstualisasikan sebagai sumber belajar sejarah di SMA pada Fase E (Kelas 10) dan Fase F (Kelas 12).
Co-Authors Ahmad Ardiyansah Ahmad Ginanjar Purnawibawa Albertus Agas AlfiatulJanah Anjali, Alina Ratna Arti, Luh Puji Arvitria, Devi Wina Aryantika, I Kadek Adi Berliana Dhea Shalsa Billa Bintang Prakasa Bunga Roulina Manalu Cala, Maria Ulda Chelsea Mery Andrea Sinambela Chris Steven Sado Fodhe Au Daniel Honin Desak Made Oka Purnawati Dewa Ayu Putu Kartika Sugiantari Dr. Tuty Maryati,M.Pd . Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum . Drs. I Wayan Mudana,M.Si. . Fitri Noviani Gede Sudi Artha Nugraha Gede Wirata Gregorius A.S Jamlean Hajaro, Nugraha Hestiqoma Maulida I Gusti Agung Mastri Mahadewi Widyas Putri I Gusti Putu Suharta I Kadek Adi Aryantika I Ketut Sedana Arta I Made Arya Suta Wirawan I Made Pageh I Nyoman Ananta Wasistha I Putu Dandy Riartha I Putu Diva Widanankara Diva I Putu Wisnu Saputra I Wayan Arya Mahendra I Wayan Lasmawan I Wayan Mudana I Wayan Pardi I Wayan Pardi I Wayan Suartika I Wayan Suastra I Wayan Surya Eka Saputra Ida Bagus Putu Arnyana Irwan Nur Ivanka Angelina Dheyanita Prasada Jamlean, Gregorius A.S Kadek Arlinda Devi Suyanti Kardila, Maria Marisa Karo, Hemi Sari Br Ketut Sedana Arta Ketut Sedana Arta Ketut Tuti Ayu Komang Gde Satria Wibawa Komang Risna Anjliani Lola Utama Sitompul Luh Putu Sendratari M.Si Drs. I Ketut Margi . Maria Marisa Kardila Muhammad Daffy Rizaldy Nalsali Natan Stefanus Bukit Nama, Ida Bagus Putu Adi Ni Kadek Marhaeni Desyantari Ni Luh Putu Pebri Artayani . Ni Made Andini Isaka Nariswari Ni Made Ary Widiastini Ni Made, Putri Oktadewi Ni Nengah Dwi Sri Mahayani Ni Putu Purwati Swari Ni Putu Ratna Ayu Lestari Ni Putu Suci Pramesti Ni Wayan Fany Juniasih Ni Wayan Ratih Paramita nia_septinawati - Nova Dena Putri Irawan Nyoman Dini Andiani Paramita, Ni Wayan Ratih Putu Indah Pramesti Putu Indah Rahmawati Putu Rara Anggie Prasisthia Rara Putu, Putu Intan Novitalia Raden Ahmad Ginajar Purnawibawa Raden Ahmad Ginajar Purnawibawa Ridwan Aditya Rizaldy, Muhammad Daffy satria dwi mahendra Sitompul, Lola Utama Sutrisni, Putu Eka Tarigan, Mayarninta Tarsisius Nogu, Gaudensia Yani Nogu Terezawati, I Gusti Ayu Made Diana Tuti Ayu, Ketut Wardana Putra, Putu Gilang Eka Wayan Ariastana Wirawan, I Gusti Made Arya Suta