Claim Missing Document
Check
Articles

Implikasi Sosial Budaya Pergeseran Penggunaan Bahasa Ibu Pada Masyarakat Desa Adat Batulantang, Petang, Badung Terezawati, I Gusti Ayu Made Diana; Mudana, I Wayan; Putra Yasa, I Wayan
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v6i2.691

Abstract

Perubahan sosial seringkali dikaitkan oleh pergeseran budaya termasuk dalam penggunaan bahasa ibu. Pergeseran penggunaan bahasa ibu sebagai simbol interaksi antar individu berdampak signifikan pada aspek sosial budaya masyarakat. Namun hal ini kerap kurang disadari oleh masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji implikasi sosial budaya dari pergeseran bahasa ibu pada kehidupan masyarakat Desa Adat Batulantang, Petang, Badung. Penelitian ini mengaplikasikan pendekatan penelitian secara kualitatif deskriptif. Teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi digunakan sebagai teknik pengumpulan data. Temuan penelitian mengidentifikasi bahwa secara sosial pergeseran bahasa mengubah makna dalam Bahasa Bali, yang mendorong generasi muda yang tak menguasai bahasa Bali halus beralih ke Bahasa Indonesia karena lebih praktis dan sopan. Sementara itu, secara budaya nilai – nilai adat dan identitas kolektif tetap dipertahankan melalui penggunaan Bahasa Bali dalam ritual keagamaan dan upacara adat. Dengan demikian, penggunaan bahasa ibu mengalami perubahan makna pada segi prinsip kesopanan namun tetap berperan sebagai simbol budaya dan alat pelestarian nilai – nilai tradisional. Penelitian ini kaya akan pengetahuan mendalam mengenai implikasi pergeseran bahasa ibu pada aspek sosial dan budaya yang dapat berkontribusi terhadap studi linguistik sosial dan kajian kebudayaan lokal dalam konteks globalisasi.
FENOMENA TAWURAN REMAJA DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BAHAN AJAR SOSIOLOGI KELAS XI SMA (STUDI KASUS DI MUNCAR, BANYUWANGI, JAWA TIMUR) Arvitria, Devi Wina; Sendratari, Luh Putu; Yasa, I Wayan Putra
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v6i1.96091

Abstract

This study aims to find out the background of the emergence of the phenomenon of teenage brawls in Muncar, Banyuwangi, East Java; to find out the impact of the phenomenon of teenage brawls in Muncar, Banyuwangi, East Java; to find out the elements contained in the phenomenon of teenage brawls in Muncar, Banyuwangi, East Java which can potentially be used as a source of teaching materials. This research uses a case study approach with a qualitative research type. Data collection methods used in the form of interviews, observation and study of documents. The findings from this study are: (1) the phenomenon of teenage brawls is caused by internal factors, external factors, situational factors and non-realistic conflicts, (2) the phenomenon of teenage brawls has a negative impact in the form of labeling and positive in the form of group solidarity, (3) sources teaching materials that can be used are in the form of handouts supplemented by the factors that cause brawls, conflict theory and the resulting impacts.
POTRET IDEOLOGI PATRIARKI LEWAT KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP PEREMPUAN DALAM FILM LIKE & SHARE SEBAGAI SUMBER AJAR SOSIOLOGI DI SMA I Putu Wisnu Saputra; Luh Putu Sendratari; I Wayan Putra Yasa
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 6 No. 3 (2024): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v6i3.97533

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potret ideologi patriarki yang terdapat dalam Film Like & Share, bentuk – bentuk kekerasan seksual terhadap perempuan dalam Film Like & Share, dan aspek – aspek apa yang terdapat dalam Film Like & Share yang dapat dijadikan sebagai sumber ajar sosiologi di jenjang SMA. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa teknik komunikasi tidak langsung dan teknik studi dokumentasi. Analisis data serta teknik pengujian keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis teks milik Roland Barthes. Adapun hasil dari penelitian ini adalah potret ideologi patriarki tergambarkan melalui aksi berbagai aparatus negara yaitu Ideological State Apparatus (ISA) yang di antaranya adalah ISA Sekolah, ISA Keluarga, dan ISA Hukum dan Repressive State Apparatus (RSA) yang di antaranya adalah RSA Kepolisian, bentuk kekerasan seksual terhadap perempuan yang di antaranya adalah kekerasan seksual fisik dan kekerasan seksual simbolik (verbal). Kekerasan seksual yang terjadi secara fisik direpresentasikan dengan aksi pemerkosaan yang dilakukan oleh Devan kepada Sarah. Sementara itu, kekerasan seksual yang terjadi secara verbal direpresentasikan dengan pelecehan seksual yang diterima oleh Lisa dan Sarah di akun channel Youtube mereka, aspek – aspek yang dapat dijadikan sebagai sumber ajar sosiologi jenjang SMA di antaranya adalah aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Aspek kognitif berkaitan dengan kompetensi bagi peserta didik baik ideologi patriarki maupun kekerasan seksual. Aspek afektif yang berkaitan dengan nilai Profil Pelajar Pancasila. Aspek Psikomotorik yang berkaitan dengan keterampilan peserta didik dalam mencegah kasus kekerasan seksual.
GAYA PACARAN TIDAK SEHAT (TOXIC RELATIONSHIP) PADA REMAJA DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SOSIOLOGI DI SMA (STUDI KASUS DI DESA SELABIH, TABANAN, BALI) Ni Putu Ratna Ayu Lestari; Luh Putu Sendratari; I Wayan Putra Yasa
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 6 No. 3 (2024): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v6i3.97536

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui mengapa hubungan toxic relationship bisa terjadi pada para remaja di Desa Selabih, untuk mengetahui bentuk-bentuk gaya pacaran yang toxic relationship yang terjadi pada remaja di Desa Selabih, untuk mengetahui aspek- aspek apa saja yang mempengaruhi hubungan toxic relationship pada remaja di Desa Selabih yang dapat dimanfaatkan menjadi sumber belajar Sosiologi di SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa toxic relationship adalah hubungan dimana terdapat perilaku "toxic" dari salah satu pasangan dalam hubungan yang dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan psikologis dari seseorang. Terjadinya penyimpangan sosial yang terjadi pada gaya pacaran toxic relationship dikalangan remaja dipengaruhi oleh beberapa faktor-faktor penyebab, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Terdapat beberapa bentuk kekerasan yang terjadi pada gaya pacaran yang toxic relationship dikalangan remaja, yaitu kekerasan verbal atau emosional, kekerasan seksual, dan kekerasan fisik. Jika dikaitkan dengan sumber belajar Sosiologi SMA, gaya pacaran yang tidak sehat (toxic relationship) pada remaja relevan untuk dijadikan sebagai sumber belajar Sosiologi di SMA.
PERAN GRHA DI SMA NEGERI BALI MANDARA SEBAGAI AGEN SOSIALISASI DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SOSIOLOGI DI SMA Berliana Dhea Shalsa Billa; Mudana, I Wayan; Putra Yasa, I Wayan
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 6 No. 3 (2024): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terbentuknya Grha dilatarbelakangi karena faktor sosial budaya, politik, serta perlindungan dan keamanan. Adapun model pembentukan dalam Grha yakni pembiasaan, keteladanan (roll model), dan pengawasan. Dengan model pembentukan karakter tersebut menumbuhkan 8 nilai karakter pada siswa yakni sikap religius, jujur, toleransi, disiplin, demokratis, mandiri, bersahabat/komunikatif, dan peduli lingkungan. Kemudian, aspek-aspek yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar di jenjang SMA pada Grha diantaranya adalah aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Aspek kognitif berkaitan dengan melatih pola pikir siswa dalam mempelajari proses sosialisasi yang terjadi di masyarakat. Aspek afektif berkaitan dengan minat dan sikap siswa dalam mempelajari proses sosialisasi yang terjadi di Grha dan bagaimana model pembentukan karakter pada Grha. Aspek psikomotorik berkaitan dengan pengetahuan siswa mengenai proses sosialisasi di masyarakat khususnya di sekolah dengan mempelajari Grha di SMA Negeri Bali Mandara.
PERKAWINAN ENDOGAMI DI DESA ADAT KAYUBIHI, BANGLI DAN POTENSI SEBAGAI SUMBER BELAJAR SOSIOLOGI DI SMA: FAKTA SOSIAL DAN IMPLIKASINYA Wardana Putra, Putu Gilang Eka; Putra Yasa, I Wayan; Sitompul, Lola Utama
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 6 No. 3 (2024): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fakta sosial perkawinan endogami, implikasi dari perkawinan endogami, dan aspek sosial yang terdapat dalam perkawinan endogami yang dapat menjadi sumber belajar Sosiologi di SMA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Untuk memperoleh data yang akurat pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan beberapa teknik yakni, observasi, wawancara, dan studi dokumen. Pada penelitian ini terdapat empat tahapan analisis data, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hal tersebut, hasil dari penelitian ini yaitu (1) terdapat beberapa faktor masyarakat Desa Adat Kayubihi tetap melaksanakan perkawinan endogami yakni perkawinan endogami di Desa Adat Kayubihi sebagai media mempertahankan warisan, perkawinan endogami di Desa Adat Kayubihi dilakukan oleh keluarga yang tidak memiliki anak laki-laki, dan perkawinan endogami dilakukan karena berdasarkan kepercayaan agama Hindu anak laki-laki memiliki tanggung jawab sebagai penerus keluarga. (2) Implikasi dari perkawinan endogami di Desa Adat Kayubihi berpengaruh kepada kehidupan masyarakat baik itu budaya, kesehatan, dan hubungan sosial. (3) Perkawinan endogami memiliki beberapa aspek yang dapat dijadikan sumber belajar Sosiologi seperti aspek kognitif, aspek afektif, dan aspek psikomotorik.
DAMPAK FENOMENA CULTURE SHOCK TERHADAP ADAPTASI SOSIAL-BUDAYA PADA MAHASISWA PERANTAU DI UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SOSIOLOGI DI SMA (STUDI KASUS PADA MAHASISWA PERANTAU BATAK DAIRI) Karo, Hemi Sari Br; Mudana, I Wayan; Putra Yasa, I Wayan
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 6 No. 3 (2024): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengapa fenomena culture shock pada mahasiswa perantau terjadi, dampak yang dialami oleh ikatan mahasiswa Batak Dairi dalam menghadapi culture shock, adaptasi sosial budaya mahasiswa Batak Dairi yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar Sosiologi di SMA. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Model analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data milik Miles dan Huberman yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, verifikasi data penarikan. Teknik pengecekan keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi sumber sama triangulasi metode. Adapun dari hasil penelitian ini berfokus pada penyebab terjadinya culture shock yang terjadi pada mahasiswa perantau terutama mahasiswa Batak Dairi dalam beradaptasi yang disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal, dampak dari culture shock ini menyebabkan dua implikasi yaitu positif dan negatif. Dampak positifnya adalah pengembangan ketrampilan adaptasi, peningkatan pemahaman lintas budaya, dan ketrampilan sosial dan komunikasi. Sementara dampak negatifnya stress dan kecemasan serta kesepian dan isolasi sosial. Serta aspek – aspek sumber belajar dapat dijadikan sebagai sumber belajar sosiologi, seperti aspek afektif, kognitif, dan aspek psikomotorik dan disesuaikan dengan Kurikulum K13 yaitu materi perubahan sosial.
Vihara Dharma Ratna dan Klenteng Zhong Yi Miao di Semarapura Kauh, Klungkung, Bali (Sejarah, Nilai Multikultur, dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah di SMA) Mahayani, Ni Nengah Dwi Sri; Yasa, I Wayan Putra; Martayana , I Putu Hendra Mas
Keraton: Journal of History Education and Culture Vol 7 No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/keraton.v7i1.6424

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui sejarah pendirian Vihara Dharma Ratna dan Klenteng Zhong Yi Miao di Kelurahan Semarapura Kauh, Klungkung, Bali, untuk mengetahui aktualisasi nilai multikultur yang dilakukan oleh komunitas Tionghoa di dua tempat ibadah tersebut, untuk mengetahui kontekstualisasi nilai-nilai multikultur di Vihara Dharma Ratna dan Klenteng Zhong Yi Miao sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode penelitian sejarah yang mencakup heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendirian Vihara Dharma Ratna dan Klenteng Zhong Yi Miao merupakan wujud dari dua kepercayaan yaitu Buddha dan Konghuchu. Kedua tempat ibadah ini mulai dibangun setelah periode ketertutupan, yaitu di tahun 2002 oleh komunitas Tionghoa Klungkung. Keberadaan Vihara Dharma Ratna dan Klenteng Zhong Yi Miao di dalam satu areal mencerminkan nilai-nilai multikultur yang diaktualisasikan melalui aktivitas keagamaan. Nilai multikultur dari Vihara Dharma Ratna dan Klenteng Zhong Yi Miao dapat dikontekstualisasikan sebagai sumber belajar sejarah di SMA pada Fase E (Kelas 10) dan Fase F (Kelas 12).
Peninggalan Sarkofagus Di Desa Pangkungparuk, Seririt, Buleleng, Bali Dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah Di SMA Rara, Putu Rara Anggie Prasisthia; I Ketut Sedana Arta; I Wayan Putra Yasa
Keraton: Journal of History Education and Culture Vol 7 No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/keraton.v7i1.6425

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui peninggalan sarkofagus di Desa Pangkungparuk, Seririt, Buleleng, Bali dan potensinya sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan tahap – tahap: Teknik Penentuan Lokasi Penelitian, penelitian ini berlokasi di Desa Pangkungparuk, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Teknik Penentuan Informan, yaitu purposive sampling dan snow ball, Teknik Pengumpulan Data, observasi, wawancara, studi dokumen. Teknik Keaslian Data, Teknik Analisis Data, Teknik validasi data, triangulasi metode dan triangulasi sumber, Menarik Kesimpulan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa : peninggalan sarkofagus masih ada hingga kini di Desa Pangkungparuk, karena peninggalan megalitik berupa sarkofagus masih dihormati dan dijaga dianggap sebagai media penguburan pada masa protosejarah dengan memiliki status sosial yang tinggi. Latar belakang dibuatnya sarkofagus sebagai media penguburan sekunder di Desa Pangkungparuk, karakteristik bekal kubur pada peninggalan sarkofagus. Terakhir Implementasi Peninggalan Sarkofagus di Desa Pangkungparuk sebagai sumber belajar sejarah di SMA dengan menggunakan metode PJBL, guru diharapkan dapat mengimplementasikan Peninggalan Sarkofagus di Desa Pangkungparuk ke dalam materi ajar agar dapat dijadikan sebagai pembelajaran sejarah lokal.
Akulturasi Budaya Lokal Dan Budaya Eropa Pada Bangunan Gereja Kristus Raja Pagal, Kelurahan Pagal, Manggarai, NTT Dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah Di SMA Tarsisius Nogu, Gaudensia Yani Nogu; Maryati, Tuty; Yasa, I Wayan Putra
Widya Winayata : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v13i1.74588

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the process of cultural acculturation between Manggarai’s indigenous traditions and European influences through a case study of Christ the King Church in Pagal Village, Manggarai, East Nusa Tenggara. The research background traces back to the European expansion into the archipelago from the 16th century under the “gold, glory, gospel” paradigm, which not only pursued the spice trade but also carried a missionary agenda. In-depth interviews with key informants including a traditional elder, the parish council chair, the parish priest, the village head, administrative staff, and a history teacher revealed that the Pagal community embraced Catholic teachings prior to the arrival of the Dutch and subsequently integrated these with local cultural values. The qualitative methodology employed heuristic source gathering, field observation, structured and spontaneous interviews, and document analysis, followed by source criticism, interpretation, and historiography. architectural analysis highlights the integration of mbaru gendang elements—symbols of Manggarai unity—within the church’s structure and ornamentation, including its dome, nativity scene decorations, and the practice of celebrating mass in traditional attire and local language. this reciprocal process of acculturation has reinforced local identity and promoted values of tolerance, religiosity, and patriotism. the findings recommend leveraging Christ the King Church in Pagal as a historical learning resource for senior high schools to foster character education through an understanding of cultural acculturation.   Keywords: acculturation, church architecture, learning resource, history.
Co-Authors Abdurrahim, Habib Ahmad Ardiyansah Albertus Agas Anjali, Alina Ratna Arti, Luh Puji Arvitria, Devi Wina Aryantika, I Kadek Adi Berliana Dhea Shalsa Billa Bintang Prakasa Cala, Maria Ulda Desak Made Oka Purnawati Dr. Tuty Maryati,M.Pd . Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum . Drs. I Wayan Mudana,M.Si. . Gede Wirata Gregorius A.S Jamlean Hajaro, Nugraha Hestiqoma Maulida I Gusti Putu Suharta I Kadek Adi Aryantika I Ketut Sedana Arta I Made Arya Suta Wirawan I Made Pageh I Nyoman Ananta Wasistha I Putu Dandy Riartha I Putu Wisnu Saputra I Wayan Arya Mahendra I Wayan Lasmawan I Wayan Mudana I Wayan Pardi I Wayan Suartika I Wayan Suastra I Wayan Surya Eka Saputra Ida Bagus Putu Arnyana Irwan Nur Ivanka Angelina Dheyanita Prasada Jamlean, Gregorius A.S Kadek Arlinda Devi Suyanti Kardila, Maria Marisa Karo, Hemi Sari Br Ketut Sedana Arta Ketut Sedana Arta Ketut Tuti Ayu Komang Risna Anjliani Lola Utama Sitompul Luh Putu Sendratari M.Si Drs. I Ketut Margi . Mahayani, Ni Nengah Dwi Sri Maria Marisa Kardila Martayana , I Putu Hendra Mas Muhammad Daffy Rizaldy Nama, Ida Bagus Putu Adi Ni Kadek Marhaeni Desyantari Ni Made Ary Widiastini Ni Made, Putri Oktadewi Ni Putu Ratna Ayu Lestari Ni Wayan Fany Juniasih Ni Wayan Ratih Paramita Nova Dena Putri Irawan Nur, Irwan Nyoman Dini Andiani Paramita, Ni Wayan Ratih Putu Indah Rahmawati Putu, Putu Intan Novitalia Raden Ahmad Ginajar Purnawibawa Raden Ahmad Ginajar Purnawibawa Rara, Putu Rara Anggie Prasisthia Ridwan Aditya Rizaldy, Muhammad Daffy satria dwi mahendra Sitompul, Lola Utama Tarigan, Mayarninta Tarsisius Nogu, Gaudensia Yani Nogu Terezawati, I Gusti Ayu Made Diana Tuti Ayu, Ketut Wardana Putra, Putu Gilang Eka Wayan Ariastana Wirawan, I Gusti Made Arya Suta