Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Tingkat Kesadaran dan Partisipasi Pedagang Kaki Lima Menjaga Kebersihan Taman Rinjani sebagai Ruang Terbuka Hijau Uswatun Hasanah Hadi; Suroso Suroso; Ramli Akhmad; Armin Subhani
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 5, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v5i2.4331

Abstract

Kebersihan menjadi tanggung jawab bersama, terutama bagi Pedagang Kaki Lima yang berjualan di kawasan Ruang Terbuka Hijau Taman Rinjani Kota Selong Kabupaten Lombok Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesadaran dan partisipasi Pedagang Kaki Lima dalam menjaga kebersihan Taman Rinjani Kota Selong sebagai Ruang Terbuka Hijau. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik wawancara terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Terdapat 52 dari 112 orang sebagai sampel dan subjek penelitian yaitu pedagang kaki lima yang berjualan di Taman Rinjani Kota Selong. Adapun teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan: 1) tingkat kesadaran Pedagang Kaki Lima terhadap kebersihan berada dalam kategori sedang. Hal ini dibuktikan dengan persentase sebesar 50% Pedagang Kaki Lima sadar akan kebersihan lingkungan. 2) partisipasi Pedagang Kaki Lima dalam menjaga kebersihan lingkungan didominasi oleh partisipasi berupa pengeluaran uang/dana dengan kategori tinggi. Hal ini ditunjukkan dengan presentase sebesar 82,54% Pedagang Kaki Lima berpartisipasi membayar retribusi kebersihan.
Pengembangan Lembar Kerja Spatial Thinking to Solving Problem pada Program Studi Pendidikan Geografi Armin Subhani; Sri Agustina
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 2, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v2i2.1105

Abstract

Berpikir spasial merupakan kompetensi utama yang harus dimiliki mahasiswa dalam menyelesaikan masalah geografi. Berdasarkan kebutuhan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan lembar kerja mahasiswa pada mata kuliah hidrologi dasar. Lembar kerja dirancang berbasis kemampuan berpikir spasial (spatial thinking) dan penyelesaian masalah (solving problem). Metode pengembangannya mengikuti prosedur Dick dan Carey yang terdiri dari Sembilan langkah dan dibagi empat tahap; (1) perancangan, (2) pngembangan, (3) validasi dan uji produk. Data yang dikumpulkan terdiri dari data uji validasi dan uji coba lapangan. Validasi melibatkan ahli teknologi pembelajaran, ahli materi Hidrologi, dan ahli bahasa. Uji coba lapang terbatas melibatkan I kelas yang terdiri dari 10 orang mahasiswa. Hasil analisis data menunjukkan, validasi kelayakan penyajian dari ahli teknologi pembelajaran dikategorikan baik dengan skor 3. Berdasarkan tabel keputusan, nilai tersebut menunjukkan lembar kerja hasil pengembangan dapat digunakan, tetapi perlu direvisi. Validasi kelayakan isi/materi diperoleh skor 3 dinilai cukup baik. Berdasarkan tabel keputusan, nilai tersebut menunjukkan lembar kerja hasil pengembangan dapat digunakan tapi perlu direvisi juga. Validasi kelayakan bahasa dari ahli bahasa, diperoleh skor 4,3, skor tersebut dinilai sangat baik, berdasarkan tabel keputusan, lembar kerja tidak perlu direvisi dari segi bahasa. Kemudian dari hasil uji coba lapangan, diperoleh skor 4,5 kategori sangat baik, dan menurut tabel keputusan, lembar kerja tidak perlu direvisi, layak digunakan dari sisi kemudahan memahami, kemenarikan, dan keterbacaan. 
Pengembangan Model dan Metode Perhitungan Bonus Demografi Lalu Muh. Kabul; Julio Nedo Darenoh; Armin Subhani
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 4, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v4i2.2664

Abstract

Penelitian sebelumnya mengenai perhitungan bonus demografi masih terfokus hanya pada satu model, yakni rasio ketergantungan yang mencakup dua metode, yaitu metode Cheung et al dan Adioetomo. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Lombok Timur dan terdiri dari dua model, yakni model rasio ketergantungan dan model ekonomi daur hidup. Model rasio ketergantungan mencakup empat metode yaitu metode Cheung et al., Adioetomo, Komine Kabe, dan Golini. Sedangkan model ekonomi daur hidup mencakup dua metode yaitu rasio dukungan dan rasio daur hidup kesejahteraan pensiun terhadap total pendapatan tenaga kerja. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengembangan model dan metode perhitungan bonus demografi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil bahwa model yang dikembangkan dalam perhitungan bonus demografi hanya model rasio ketergantungan, sedangkan model ekonomi daur hidup belum dikembangkan. Merujuk pada keempat metode dalam model rasio ketergantungan, tiga metode yang telah dikembangkan yakni metode Cheung et al, Adioetomo, Komine Kabe, sedangkan metode Golini belum dikembangkan. Berdasarkan metode Cheung et al., Kabupaten Lombok Timur telah mengalami bonus demografi pada tahun 2035-2045, tetapi berdasarkan metode Adioetomo dalam periode 2020-2045 belum mengalami bonus demografi dan berdasarkan metode Komine dan Kabe akan mengalami bonus demografi dalam periode 2020-2045.
Gerakan Sadar Lingkungan (Darling) dan Siap Siaga Bencana (Sigana) Melalui Program Geography Partner Schools (GPS) Armin Subhani; Hasrul Hadi; Sri Agustina
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 2, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v2i1.865

Abstract

Tren bencana dan degradasi lingkungan di Indonesia terus meningkat. Pemerintah dan masyarakatpun sigap dalam mengantisipasi hal tersebut. Program penanggulangan serta edukasi bermunculan dalam berbagai komunitas. Salah satunya komunitas formal berbasis sekolah. Potensi Sekolah sebagai basis gerakan dapat dilihat dari aspek kuantitas, distribusi, multi level, dan multi fungsi. Namun potensi tersebut tidak selalu menjadi jaminan positif apabila gerakan sadar lingkungan dan siap siaga bencana diterapkan di semua sekolah. Perlu ide kreatif dalam mengaplikasikan Darling dan Sigana. Salah satunya melalui ide dan gagasan Geography Partner Schools (GPS). GPS mengusung visi Sekolah Berwawasan Lingkungan dan Mitigasi Bencana (SWALIBA), dan diharapkan mampu mewadahi pemerhati lingkungan dan bencana dari berbagai kalangan khususnya insan geografi. Hasil sosialisasi di dua sekolah menunjukkan respon yang positif dari para guru dan siswa. Respon dilihat dari dukungan pelaksanaan kegiatan GPS yang terdiri dari dukungan dalam bentuk; (1) kesiapan tenaga , (2) kesiapan alat dan bahan,(3) kesiapan prosedur, (4) kesiapan lingkungan, dan (5) kesiapan pendanaan. Responden berjumlah 30 orang, terdiri dari 7 orang guru dan 23 orang siswa. Secara keseluruhan 75% responden menyatakan cukup siap untuk mendukung pelaksanaan GPS.
Penguatan Kesiapsiagaan Stakeholder dalam Pengurangan Risiko Bencana Alam Gempabumi Hasrul Hadi; Sri Agustina; Armin Subhani
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 3, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v3i1.1476

Abstract

Tercatat ratusan ribu korban jiwa berjatuhan pasca bencana alam gempabumi yang pernah terjadi di Indonesia.  Tingginya angka korban jiwa dan kerugian harta benda menjadi indikasi rendahnya kesiapsiagaan stakeholder (multipihak) dalam menghadapi bencana alam gempabumi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kesiapsiagaan stakeholder dalam menghadapi bencana alam gempabumi. Kajian ini menggunakan metode studi literatur dengan membedah teori dan konsep serta data-data sekunder yang relevan. Berdasarkan hasil kajian diperoleh kesimpulan bahwa tingkat kesiapsiagaan stakeholder yang terdiri dari komunitas pemerintah, masyarakat dan sekolah harus terus ditingkatkan sampai level sangat siap dalam menghadapi bencana alam gempabumi. Dengan demikian risiko bencana alam gempabumi seperti jatuhnya korban jiwa, kerugian harta benda dan gangguan psikologis akan dapat dikurangi dengan signifikan.
Analisis Sistem Informasi Geografis Perubahan Penggunaan Lahan di Kecamatan Labuhan Haji Husnul Adawiyah; Tuti Mutia; Armin Subhani; Lalu Muh. Kabul; Agus Marjan Saputra
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 5, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v5i1.3674

Abstract

Meningkatnya kebutuhan lahan untuk pembangunan mendorong terjadinya kegiatan alih fungsi lahan, terutama perubahan dari lahan pertanian ke lahan permukiman. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) menganalisis perubahan penggunaan lahan, 2) mencari kesesuaian penggunaan lahan terhadap RTRW, 3) memetakan sebaran daerah yang mengalami perubahan penggunaan lahan dari lahan pertanian menjadi permukiman. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan dokumentasi, analisis data perubahan penggunaan lahan dari pertanian ke permukiman dari tahun 2011-2020 menggunakan software QGIS 3.10 dengan tahapan digitasi, deliniasi, dan interpretasi dan overlay peta. Hasil penelitian menunjukkan: 1) perubahan penggunaan lahan di kecamatan labuhan haji terdiri dari permukiman (bertambah), tanah terbuka (berkurang), pertanian lahan kering (berkurang), pertanian lahan kering campur (berkurang), sawah (bertambah), dan perkebunan (bertambah); 2) tingkat kesesuaian lahan terhadap RTRW pada tahun 2011 sebesar 100%, sedangkan pada tahun 2020 tingkat kesesuaian lahannya berkurang menjadi 33,53%; dan 3) daerah yang mengalami perubahan penggunaan lahan dari lahan pertanian menjadi permukiman terdapat di 9 desa/kelurahan di Kecamatan Labuhan Haji, yaitu Kelurahan Tanjung, Desa Teros, Desa Labuhan Haji, Desa Kertasari, Kelurahan Suryawangi, Desa Korleko Selatan, Kelurahan Ijobalit, Desa Tirtanadi, dan Desa Banjarsari dengan didominasi oleh perubahan lahan sawah menjadi permukiman seluas 187,42 hektar.
Penanggulangan Krisis Air Bersih di Desa Seriwe Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur Baiq Tahyatul Wafi; Armin Subhani
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 1, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v1i2.858

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penanggulangan krisis air bersih di Desa Seriwe Kecamatan Jerowaru. Seiring dengan pertambahan jumlah penduduk Desa Seriwe, maka permintaan air bersih akan terus meningkat. Belum optimalnya pelayanan PDAM di Desa Seriwe membuat pemenuhan air bersih menjadi terganggu. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Untuk memperoleh data dilapangan dilakukan dengan teknik observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam. Teknik sampel menggunakan sampel purposive sampling, dengan subjek penelitian terdiri dari pemerintah Desa Seriwe dan masyarakat Desa Seriwe yang merasakan dampak langsung krisis air bersih. Setelah data terkumpul, data kemudian dianalisis dengan teknik analisis kualitatif, interactive model. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa usaha penaggulangan krisis air bersih yang dilakukan oleh pihak pemerintah yaitu dengan menyediakan bak penampungan air bersih yang merupakan bantuan dari BNPB. Sementara itu, usaha yang dilakukan oleh masyarakat untuk menanggulangi krisis air bersih yaitu dengan membeli air bersubsidi dari PDAM yang dijual menggunakan mobil tangki air.
Perencanaan Sarana dan Prasarana Penanganan Bencana Kebakaran pada Wilayah Pemukiman Padat Penduduk di Kota Mataram Lalu Muh. Kabul; Muaidy Yasin; Armin Subhani
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 5, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v5i2.4358

Abstract

Penelitian sebelumnya mengenai perencanaan sarana dan prasarana penanganan bencana kebakaran  masih bersifat parsial, belum komprehensif. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara kepadatan penduduk dan tingkat risiko kebakaran dan perencanaan sarana dan prasarana penanganan bencana kebakaran yang bersifat komprehensif meliputi alat pemadam api ringan, hidran, personil pemadam kebakaran, mobil pemadam kebakaran, dan pos pemadam kebakaran.  Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil bahwa kepadatan penduduk memiliki hubungan signifikan dengan tingkat risiko kebakaran dimana semakin tinggi kepadatan penduduk, diikuti dengan tingkat risiko kebakaran yang semakin tinggi. Dari sisi perencanaan, keberadaan kondisi sarana dan prasarana penanganan bencana kebakaran di Kota Mataram masih jauh dari kebutuhan ideal. Oleh karena itu, untuk mencapai kebutuhan ideal, maka setiap tahun perlu dilakukan perencanaan yang dituangkan dalam rencana kerja Dinas Pemadam Kebakaran Kota Mataram.                
Pengelolaan Sampah di Sepanjang Sempadan Sungai Kelurahan Pancor dan Kelurahan Sekarteja M. Akhirudin Nurul Huda; Hasrul Hadi; Armin Subhani
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 4, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v4i1.2273

Abstract

This study aims to determine the description of waste management along the river border of Pancor and Sekarteja villages. Determination of data sources is done by purposive sampling, which is chosen with specific considerations and objectives, for example, to people who are considered important and know about problems and waste management. Data collection techniques carried out by observation, in-depth interviews, and documentation. The data collected in this study were analyzed with a qualitative descriptive approach. Furthermore, to test the level of validity of the data carried out by cross-checking (triangulation) especially source triangulation and technical triangulation. Based on the results of the study it can be concluded that the description of waste management along the river border is carried out with seven stages, namely: 1) the presence of garbage generation; 2) worship; 3) direct waste disposal into rivers, vacant land and stove fires; 4) collection; 5) burning rubbish in the yard or on the roadside; 6) the process of transportation by officers to the final disposal site and 7) the final processing (controlled landfill). Thus it can be seen that the community only collects waste around their neighborhoods such as vacant land, as well as several points around the river border. In addition, there are also those who collect it at a temporary landfill which is then transported again to the landfill.
CREATIVITY IN LEARNING GEOGRAPHY TEACHER IN AREAS PRONE CATASTROPHE Armin - Subhani
Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Vol. 2 No. 1 (2016): Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jiis.v2i1.8557

Abstract

Indonesia has the potential for disaster is high, so the intensity and effects gets serious attention from the government. Efforts mitigasipun done by involving many parties, including schools. Submission you information about the disaster and its mitigation is considered very effective if done through the school. However, the uncertainty of disaster mitigation in the curriculum become a problem for the schools, especially schools located in disaster-prone areas. In connection with that, to overcome the problem, the role of teachers of geography are considered to have a strategic role in integrating disaster by learning geography lesson, without disturbing the existing school curriculum. This condition requires creativity in teaching geography teacher. Creativity can be done in four simple steps: 1) preparing the material matrix of geography and disasters, 2) determine the learning model, 3) determine the strategies and methods of learning, and, 4) develop a draft implementation of learning. With these four steps, learning a disaster can integrate with a geography lesson to be implemented in a geography lesson at school. Keywords: Disaster-prone areas, the creativity of teachers, teaching geography