Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN

PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISTIK DALAM PENDIDIKAN ISLAM (SEBUAH PILIHAN PEMBELAJARAN AKTIF BAGI MAHASISWA STAIN PAMEKASAN) Mukhid, Abd.
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 6, No 2 (2011)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pembelajaran konstruktivistik meskipun datangnya dari Negara non muslim, tetapi patut dipertimbangkan untuk diapli­kasi­kan dalam dunia pendidikan. Per­tim­ba­ngannya adalah bahwa pembelajaran konstruktivitik ber­pusat kepada pebelajar (learners). Pertimbangan lain diantaranya ada­lah pebelajar menjadi aktif dalam pembelajaran. Pebelajar dapat mem­bangun pemahaman mereka sendiri melalui kerja kolaborasi dan terhindar dari persaingan individual. Pebelajar bisa mengek­spre­sikan ide, gaga­san, penge­tahuan, pemahaman, dan berpikir kritis mereka le­wat dis­kusi, presentasi, sharing informasi, berdebat, dan lain-lain me­lalui ta­hap-tahap engage, explore, explain, extend/elaborate, dan evaluate.
SELF-EFFICACY (Perspektif Teori Kognitif Sosial dan Implikasinya terhadap Pendidikan) Mukhid, Abd.
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 4, No 1 (2009)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Self-efficacy is judgement of a person to his acabilities to plan and implement the action to reach certain goals. Social cognitive theory views self-efficacy as one’s beliefs to his own capasity in completing the assigned duties. This theory lies on three factors of reciprocal determinism, personal factors, behavi­ors, and environmental influence, which has positive impacts to be implemented in education.
STRATEGI SELF-REGULATED LEARNING (Perspektif Teoritik) Mukhid, Abd.
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 3, No 2 (2008)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Self-regulated learning secara umum dicirikan sebagai partisipan yang aktif yang mengontrol secara efisien pengalaman belajar mereka sendiri dengan cara yang berbeda, mencakup menentukan lingkungan kerja yang produktif dan menggunakan sumber-sumber secara efektif, mengorganisir dan melatih informasi untuk dipelajari, memelihara emosi yang positif selama tugas-tugas akademik, dan mempertahankan kepercayaan motivasi yang positif tentang kemampuan mereka, nilai belajar, dan faktor-faktor yang mempengaruhi belajar. Pebelajar pengaturan diri (self-regulation learners) belajar melalui pengalaman dan refleksi diri (self-reflection).
MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN MELALUI SISTEM PEMBELAJARAN YANG TEPAT Mukhid, Abd.
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 2, No 1 (2007)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Pendidikan yang berkualitas telah memasuki babak baru dalam dunia pendidikan. Tak satu pun lembaga penyelenggara pendidikan yang luput dari tuntutan ini. Tuntutan tersebut tidak pandang pilih, baik tingkatannya maupun orang-orangnya, apakah itu di tingkat pendidikan dasar atau pun di tingkat perguruan tinggi; apakah bertindak sebagai pimpinan/kepala sekolah, atau sebagai dosen, guru, karyawan, maupun peserta didik. Semua dituntut secara bersama-sama dalam menciptakan pendidikan yang ber­kualitas. Tentunya tuntutan tersebut disesuaikan dengan tugas dan perannya masing-masing, serta berdasarkan standar atau ukuran kualitas yang telah ditetapkan. Salah satu pertanda bahwa pendidi­kan tersebut berkualitas adalah terlaksananya sistem pembelajaran secara tepat/baik, yang secara menyeluruh  melibatkan semua komponen-komponen yang ada dalam sistem pembelajaran.