Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Perceptions of Tourism Promotion and Business Challenges in Makassar: A Survey on Digital Marketing Effectiveness for Tourism Businesses Maryam Yusuf; Intan Fauzia Amalia; Faisal Akbar Zaenal
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 2 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i2.99322

Abstract

Kota Makassar sebagai destinasi wisata semakin meningkat khususnya untuk daya tarik budaya, sejarah, dan alamnya sehingga sangat penting untuk mengeksplorasi pemasaran digital dalam mempromosikan pariwisatanya. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki peran pemasaran digital dalam mempromosikan pariwisata di Makassar, dengan fokus pada tantangan yang dihadapi oleh pelaku bisnis pariwisata lokal dalam memanfaatkan platform digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap 13 generasi milenial yang mengunjungi Anjungan Pantai Losari, sebagai destinasi wisata populer di Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial melalui Instagram dan TikTok, memainkan peran penting dalam menarik wisatawan dengan menampilkan konten visual yang menarik. Namun, tantangan seperti keterbatasan literasi digital, keterampilan teknis yang kurang memadai, dan ketidakkonsistenan kehadiran online di berbagai platform menghambat efektivitas upaya pemasaran digital. Selain itu, kurangnya informasi detail tentang paket wisata dan terbatasnya anggaran untuk iklan digital menjadi hambatan besar bagi bisnis lokal. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa pemasaran digital memberikan peluang untuk promosi pariwisata tetapi dalam berbisnis memerlukan sebuah investasi untuk meningkatkan kemampuan digital, membuat konten yang menarik, dan memanfaatkan platform secara strategis untuk meningkatkan jangkauan. 
Eksplorasi Faktor Pengalaman dan Lokasi dalam Pemilihan Restoran: Perspektif Konsumen Intan Fauzia Amaliah; Faisal Akbar Zaenal; Maryam Yusuf
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 4 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i4.95653

Abstract

Pemilihan lokasi dan pengalaman dalam memilih restoran menjadi faktor penting oleh konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi faktor pengalaman dan lokasi yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam memilih restoran pada Nucifera Cafe and Pastry di Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dilakukan dengan 10 konsumen berusia 16-45 tahun, dilengkapi dengan pengamatan langsung terhadap atmosfer restoran (observasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman pribadi, terutama kunjungan sebelumnya yang positif, sangat mempengaruhi kunjungan ulang. Selain itu, lokasi strategis restoran sangat penting, terutama bagi pengunjung pertama kali. Namun, faktor seperti biaya parkir yang tinggi juga tercatat sebagai hambatan potensial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa lokasi berperan penting dalam menarik pelanggan baru, kualitas makanan, layanan, dan suasana restoran lebih berpengaruh dalam membangun loyalitas pelanggan. 
Pendampingan Pemanfaatan Pangan Lokal sebagai Produk Kuliner Desa Wisata Langda, Kabupaten Enrekang Dianafitry Hasan, Lily; Zaenal, Faisal Akbar; Manaf, Syahrial; Anas, Muh.; Astrid, Astrid; Zulkarnain, Riziki
PADAIDI: Journal of Tourism Dedication Vol. 1 No. 1 (2024): Januari-Juni
Publisher : Politeknik Pariwisata Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33649/padaidi.v1i1.116

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Prodi Seni Kuliner, Politeknik Pariwisata Makassar menyoroti pentingnya keterlibatan masyarakat secara langsung dalam pembangunan desa melalui pendekatan Community Based Tourism (CBT) untuk mencapai hasil yang lebih berkelanjutan dan berdampak positif secara sosial dan ekonomi. Studi ini dilakukan di Desa Wisata Langda, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, Indonesia, yang memiliki potensi besar untuk pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Melibatkan masyarakat lokal dengan tingkat kepemilikan yang kuat dan partisipasi aktif adalah kunci utama dalam mencapai pariwisata yang berkelanjutan. Kegiatan bimbingan teknis yang diselenggarakan oleh Prodi Seni Kuliner telah berhasil dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola bahan lokal menjadi produk kuliner. Hasil evaluasi menunjukkan kepuasan yang tinggi dari peserta, yang memberikan wawasan berharga bagi penyelenggara untuk meningkatkan kualitas kegiatan di masa mendatang. Implikasi dari kegiatan ini adalah potensi pengembangan pariwisata Desa Langda melalui pengembangan produk kuliner lokal yang berkelanjutan, yang dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi lokal dan memperkuat daya tarik pariwisata di tingkat regional maupun nasional. Kesimpulannya, pendekatan Community Based Tourism telah berhasil meningkatkan potensi pariwisata lokal dan dapat membuat Desa Langda menjadi destinasi pariwisata yang lebih menarik dan berdaya saing di masa depan.
Implementasi Pembelajaran Cake Decoration pada Siswa Berkebutuhan Khusus (Tunarungu) oleh Politeknik Pariwisata Makassar Zaenal, Faisal Akbar; Anas, Muhammad; Mustamin, Hasmawati Mansyur; Septian, Hilman; Faina, Nur
Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS Vol. 10 No. 2 (2024): Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/bp.v10i2.80-89

Abstract

This community service project aims to implement cake decoration learning for deaf students at SLB.C YPPLB 2 Makassar. This program is a collaboration between the Makassar Tourism Polytechnic and SLB.C YPPLB 2 Makassar, aiming to provide vocational skills to students with special needs. The teaching methods used include visual, manual, cooperative, and total communication methods, with deductive, expository, and heuristic strategies. The training was conducted over two days, covering the introduction of tools and materials, basic piping bag techniques, making buttercream frosting, cake covering techniques with fondant, creating decorations, and cake decoration design. The training results showed an improvement in students' cake decoration skills, evident from the independent projects they produced. The tiered wedding cake they made demonstrated a good understanding of structure, decoration techniques, and creativity in design. This program not only enhanced the students' technical skills but also boosted their confidence. The implications of this program include career development potential in the culinary industry for deaf students and the importance of collaboration between higher education institutions and special needs schools in creating inclusive learning opportunities.
Pendampingan Pemanfaatan Pangan Lokal sebagai Produk Kuliner Desa Wisata Langda, Kabupaten Enrekang Dianafitry Hasan, Lily; Zaenal, Faisal Akbar; Manaf, Syahrial; Anas, Muh.; Astrid, Astrid; Zulkarnain, Riziki
PADAIDI: Journal of Tourism Dedication Vol. 1 No. 1 (2024): Januari-Juni
Publisher : Politeknik Pariwisata Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33649/padaidi.v1i1.116

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Prodi Seni Kuliner, Politeknik Pariwisata Makassar menyoroti pentingnya keterlibatan masyarakat secara langsung dalam pembangunan desa melalui pendekatan Community Based Tourism (CBT) untuk mencapai hasil yang lebih berkelanjutan dan berdampak positif secara sosial dan ekonomi. Studi ini dilakukan di Desa Wisata Langda, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, Indonesia, yang memiliki potensi besar untuk pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Melibatkan masyarakat lokal dengan tingkat kepemilikan yang kuat dan partisipasi aktif adalah kunci utama dalam mencapai pariwisata yang berkelanjutan. Kegiatan bimbingan teknis yang diselenggarakan oleh Prodi Seni Kuliner telah berhasil dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola bahan lokal menjadi produk kuliner. Hasil evaluasi menunjukkan kepuasan yang tinggi dari peserta, yang memberikan wawasan berharga bagi penyelenggara untuk meningkatkan kualitas kegiatan di masa mendatang. Implikasi dari kegiatan ini adalah potensi pengembangan pariwisata Desa Langda melalui pengembangan produk kuliner lokal yang berkelanjutan, yang dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi lokal dan memperkuat daya tarik pariwisata di tingkat regional maupun nasional. Kesimpulannya, pendekatan Community Based Tourism telah berhasil meningkatkan potensi pariwisata lokal dan dapat membuat Desa Langda menjadi destinasi pariwisata yang lebih menarik dan berdaya saing di masa depan.