Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Pemanfaatan Cairan Asam Laktat dari Fermentasi Limbah Kubis (Brassica Oleracea) untuk Pengawetan Buah Tomat dan Anggur Maulinasari, Dhita; Sugiharto, Agung; Khuzaimah, Siti; Estiyantara, Nurhadi
Jurnal Teknologi Bahan Alam Volume 3, Issue 1, April 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jtba.v3i1.3714

Abstract

Larutan limbah kubis (Brassica oleracea) merupakan hasil akhir dari fermentasi limbah kubis. Solusi ini dapat digunakan sebagai pengawet alami untuk buah-buahan. Limbah kubis menghasilkan asam laktat. Asam laktat bersifat asam dan digunakan untuk menurunkan pH dan menekan pertumbuhan bakteri lain, termasuk yang mudah rusak. Asam laktat ini dapat dibentuk melalui proses fermentasi yang berlangsung dengan adanya aktivitas spontan Lactobacillus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas limbah kubis (Brassica Oleracea) dalam mengawetkan buah anggur dan tomat melalui uji organoleptik. Penggunaan larutan limbah kubis (Brassica Oleracea) sebagai pengawet alami yang sederhana dan efektif, serta memberikan fakta kepada masyarakat tentang limbah kubis yang dapat digunakan sebagai pengawet alami yang tidak berbahaya. Penelitian ini dilakukan dengan enam perlakuan yaitu buah anggur dan tomat tanpa perendaman (kontrol), buah anggur dan tomat direndam selama 1 hari, 2 hari hingga 5 hari. Variasi perendaman buah anggur dan tomat ini berpengaruh nyata terhadap rasa, warna, aroma, dan tekstur yang dibuktikan dengan melakukan uji organoleptik. Berdasarkan hasil uji organoleptik, untuk buah anggur tanpa perendaman mengalami penyusutan yang cukup signifikan di hari ke-5 yaitu dengan berat 4,623 gr, sedangkan untuk buah anggur dengan perendaman mengalami penyusutan pada hari ke-6 dengan berat 1.675 gr. Untuk buah tomat tanpa perendaman, mengalami penyusutan yang cukup signifikan di hari ke-5 yaitu dengan berat 4.239 gr, sedangkan untuk buah tomat dengan perendaman mengalami penyusutan pada hari ke-6 dengan berat 0.881 gr
Pengaruh Durasi Waktu Aerasi Pengolahan Air Limbah dengan Sistem Lumpur Aktif (Bioflokulasi) terhadap Penurunan BOD (Biological Oxygen Demand) Air Limbah Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta Indriyani, Lusi; Sugiharto, Agung
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2022: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The hospital is one of the health service facilities as an effort to improve and maintain public health. As the population continues to increase, the need for health care facilities also increases. For hospital wastewater, in general, it is a mixture of all domestic wastewater (waste from bathrooms, kitchens, used washing water), clinical wastewater, laboratory wastewater and the results of various other activities in the hospital. The presence of domestic wastewater results in a high content of organic substances in hospital wastewater.This study uses a quantitative case study with experimental research methods in the field to determine the effect of aeration time on the reduction of BOD. From the results of the research that has been done, it can be seen from the graph above that wastewater without aeration with a residence time of t=0 hours the BOD parameter is 42.11 mg/l, in wastewater aeration with the addition of biofloc for t=1 hour the BOD value is equal to 35.28 mg/l, in wastewater aeration with the addition of biofloc for t=3 hours the BOD value is 34.98 mg/l, in wastewater aeration with the addition of biofloc for t=6 hours the BOD value is 34.88 mg/l. The activated sludge system is quite effective in wastewater treatment. The longer the residence time of wastewater aeration, the smaller the value of BOD levels. The optimal time duration for the aeration process is 8 hours, which is appropriate because the maximum time for aeration processing is 8 hours.
Pengaruh Curah Hujan terhadap Parameter Air Limbah Rumah Sakit X di Surakarta Alfandi, Rochmad; Sugiharto, Agung
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2024: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencemaran air yakni terhalangnya pemanfaatan perairan akibat terdapatnya akumulasi faktor ataupun organisme ke dalam perairan. Rumah sakit bisa dikatakan menjadi salah satu lokasi bertemunya orang-orang sakit dan sehat yang berpotensi terjadi pencemaran lingkungan. Penelitian yang dilakukan bersifat observasional dengan cara grab sampling hal ini dilaksanakan ketika musim hujan hasil pengolahan air limbah rumah sakit tidak stabil atau hasilnya tidak menentu. Teknik analisis data secara deskripsi menggunakan analisis ANOVA satu arah, analisis regresi sederhana dan menghitung efektivitas sistem pengolahan air limbah. Berdasarkan hasil perhitungan curah hujan terhadap parameter air limbah (BOD,COD) diperoleh nilai hasil uji t-Tes berpasangan menunjukkan pada inlet mempunyai nilai p=0,005126 (p<0,05). Dan untuk outlet nilai hasil uji t-Tes berpasangan menunjukkan pada outlet mempunyai nilai p=0,020034 (p<0,05). Hasil uji ANOVA satu arah menunjukkan curah hujan tidak mempengaruhi parameter air limbah RS X di Surakarta. Analisis regresi menunjukan parameter IPAL rumah sakit x di Surakarta pada bak inlet meningkat dan pada bak outlet menurun pada musih hujan namun tidak disebabkan oleh curah hujan karena nilai korelasi yang dihasilkan jauh dari kostanta regresi. Efisiensi tertinggi dalam pengolahan limbah cair di IPAL terdapat pada minggu kedua bulan Februari dengan nilai efisiensi sebesar 91,39% pada BOD dan 92,03% pada COD.
Minyak Nilam sebagai Bahan Pembuatan Parfum: Review Budiawan, Ilham; Haryana, Riswana Stiana; Azizah, Putri Rizki Nur; Rakotoarisoa, Solofo Roger; Khusna, Laila Al; Jannah, Nabilah Miftachul; Kamaratih, Azzahra Ardya; Sugiharto, Agung; Harismah, Kun
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2024: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth) merupakan tanaman yang berasal dari keluarga Lamiacea, tergolong kedalam tanaman tropis penghasil minyak atsiri. Nilam tumbuh subur di beberapa daerah Indonesia. Indonesia menjadi salah satu pengekspor minyak atsiri terbesar di Asia tenggara. Minyak nilam memiliki aroma yang kuat, berat dan telah berabad-abad digunakan sebagai parfum dan bahan dupa. Parfum adalah campuran minyak esensial, pelarut, senyawa aromatik, dan fiksatif untuk memberikan wewangian. Klasifikasi parfum tergantung pada jumlah proporsi senyawa aromatiknya. Minyak nilam memiliki kandungan esensial minyak atsiri sehingga sering digunakan sebagai parfum. Komponen utama pada minyak nilam yaitu minyak atsiri sebesar 64,9% dari total kandungan didalamnya. Minyak nilam juga memiliki daya fiksatif yang kuat, sehingga memiliki aroma yang tahan lama bila digunakan dalam industri parfum. Selain banyaknya sisi positif dari pemanfaatan minyak atsiri nilam, penggunaan minyak atsiri nilam, juga perlu ditinjau dari metode perolehannya yang mana ekstraksi yang dilakukan perlu memperhatikan dampak lingkungan.
Pengaruh Rasio C/N, Konsentrasi VOC dan Perbandingan Starter Kotoran Sapi Terhadap Efektivitas Produksi Biogas dari Limbah Organik Domestik Okkan Abinata R; Dustin Nurcahya Putra Kurniawan; Ilham Aji Nugroho; Agung Sugiharto
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Oktober - November 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i4.1420

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh rasio C/N, konsentrasi senyawa organik mudah ?menguap (VOC), dan perbandingan starter kotoran sapi terhadap efektivitas produksi biogas dari limbah ?organik domestik. Proses produksi biogas dilakukan dengan metode fermentasi anaerob menggunakan digester ?berkapasitas 15 liter. Tiga parameter utama diuji, yaitu variasi rasio C/N (15, 20, dan 25), variasi konsentrasi ?air (sebagai pengencer VOC) dengan raiso (1:0,5; 1:2, dan 1:2,5), dan perbandingan jumlah starter kotoran ?sapi terhadap limbah organik (1:0,5; 1:2; dan 1:3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio C/N yang lebih ?tinggi meningkatkan produksi biogas dan kadar metana (CH?), dengan hasil terbaik pada rasio C/N 25 yaitu ?tekanan 59,7 kPa dan kadar CH? sebesar 69%. Konsentrasi VOC memengaruhi kestabilan fermentasi, di mana ?terlalu banyak air mengurangi tekanan dan kandungan metana. Rasio starter yang lebih kecil terhadap limbah ?organik (1:0,5) justru menghasilkan tekanan dan kadar CH? lebih tinggi dibandingkan rasio starter yang lebih ?besar. Kesimpulannya, kombinasi rasio C/N yang tepat, konsentrasi bahan yang seimbang, dan penggunaan ?starter yang proporsional sangat memengaruhi efektivitas produksi biogas dari limbah organik domestik.?
PENERAPAN INSINERATOR RAMAH LINGKUNGAN UNTUK ATASI SAMPAH DI DESA GONILAN Riza, Ramzul Irham; Aklis, Nur; Sugiharto, Agung; Al-mu’tashim, Mas’ud Fajar; Kurnia, Dicky
Abdi Teknoyasa Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6, Nomor 2, Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Gonilan, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo, merupakan kawasan padat penduduk yang didominasi mahasiswa, menghasilkan volume sampah mencapai 40 ton per bulan. Permasalahan utama adalah penumpukan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang melebihi kapasitas, menyebabkan bau tak sedap, pencemaran udara, dan potensi penyakit. Tujuan pengabdian ini adalah menerapkan teknologi tepat guna insinerator ramah lingkungan untuk mengurangi volume sampah secara signifikan dan meningkatkan kesadaran masyarakat. Mitra pengabdian adalah Tim Pengelolaan Sampah Mandiri (P2SM) RW X Desa Gonilan. Metode yang digunakan meliputi analisis kondisi eksisting, perancangan dan pembuatan insinerator, sosialisasi, serta pendampingan operasional. Hasil menunjukkan bahwa insinerator berdimensi 50x50x80 cm dengan suhu operasional 800-900°C mampu mereduksi volume sampah hingga lebih dari 90%. Residu abu nantinya dapat dimanfaatkan masyarakat untuk membuat paving blok, menambah nilai ekonomi. Partisipasi aktif masyarakat melalui P2SM dalam penyediaan infrastruktur dan pengoperasian alat menjadi kunci keberhasilan, membangun rasa kepemilikan dan kemandirian. Makna hasil ini adalah terciptanya model pengelolaan sampah berkelanjutan berbasis komunitas yang mengintegrasikan solusi teknis dengan pemberdayaan sosial, menjadikan Desa Gonilan sebagai role model bagi desa lain.