Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search
Journal : Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)

Pemanfaatan Ampas Tebu (Saccharum Officinarum L) dan Tempurung Kelapa Sebagai Bahan Baku Pembuatan Briket yani, irma; masrullita, masrullita; Nasrul Za, Nasrul Za; sulhatun, sulhatun; sylvia, novi; Hasfita, Fikri
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 4 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i4.16699

Abstract

Masalah besar di negeri pada masa ini yaitu energi. Keperluan akan energi setiap tahunnya akan meningkat. Pemanfaatan sumber energi alternatif yang potensial di Indonesia adalah biomassa yang sering di temui di lingkungan sekitar. Bahan yang digunakan untuk bahan baku penelitian ini yaitu limbah ampas tebu dan tempurung kelapa. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji apakah briket yang dibuat memiliki kualitas yang baik sesuai dengan SNI. Penelitian ini menggunakan bahan baku ampas tebu (saccharum officinarum L) dan tempurung kelapa dengan perekat tepung tapioka menggunakan variasi konsentrasi perekat 5%, 10% dan 15% serta variasi perbandingan bahan baku 30:70, 50:50 dan 100:0. Pembentukan  briket arang dilangsungkan dengan menggunakan metode karbonasi untuk mengganti bahan membentuk zat arang dengan membakar di area tertutup dengan udara yang minim. Uji proximate dilakukan dalam penelitian ini. Hasil penelitian membuktikan bahwa perbandingan ampas tebu dan tempurung kelapa dengan perbandingan bahan baku 50:50 dengan perekat 10% merupakan arang terbaik dengan kualitas: kadar air 5,46%, kadar abu 7,73%, Volatile matter 12,57%, dan nilai kalor yang didapatkan sebesar 5313,09 kal/g. Dari hasil penelitian ini menampilkan bahwasanya arang briket yang didapat bagus dan tidak mudah hancur. Pemilihan limbah ampas tebu dan tempurung kelapa dapat dijadikan bahan baku alternatif dalam pembuatan arang. Pemilihan perekat tepung tapioka dapat dimanfaatkan, karena tepung tapioka benar dapat menaikkan kadar arang briket yang dihasilkan. 
PEMBUATAN FORMULA LOTION ANTI NYAMUK DARI MINYAK ATSIRI SEREH WANGI (CITRONELOL OIL) Nainggolan, Yuni O; Masrullita, Masrullita; dewi, Rozanna; ZA, Nasrul; Kurniawan, Eddy
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 2 No. 5 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Desember 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v2i5.7866

Abstract

Minyak sereh wangi (Citronella oil) adalah salah satu minyak atsiri komersial Indonesia yang diperoleh melalui proses penyulingan. Minyak Citronella mengandung minyak esensial dengan komponen geraniol (20-40%), citronellal (25-50%), dan citronellol (10-15) yang menimbulkan aroma, sehingga dapat digunakan sebagai repellent atau pengusir nyamuk. Minyak Citronella adalah insektisida alami murah dan efektif, juga dapat digunakan dengan aman dan praktis, sehingga dapat dikembangkan menjadi lotion anti nyamuk. Untuk menjaga stabilitas minyak Citronella dalam bentuk lotion, perlu formulasi lotion anti nyamuk yang tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas dari formulasi lotion dari bahan aktif dari oleum Citronella dan untuk mengetahui hasil evaluasi dilakukan pada Lotion Citronella. Metode yang digunakan dalam pembuatan lotion Citronella adalah metode peleburan. Evaluasi dilakukan seminggu setelah pembuatan sediaan lotion, yaitu uji organoleptik, uji pH, uji homogenitas, dan uji viskositas. Hasil evaluasi sediaan lotion minyak Citronella, antara lain, pada uji organoleptis lotion tidak berubah, tetap berwarna putih, memiliki bau khas Citronella dan tekstur lembut. Hasil pemeriksaan pH, lotion mengalami perubahan pH, tetapi rata-rata pH 7. Dalam uji homogenitas, lotion tidak menunjukkan butiran kasar pada kaca transparan atau bisa dikatakan lotion bersifat homogen. Pada uji viskositas menggunakan alat viscometer visco cool 6, diperoleh viskositas yang berbeda-beda hal itu dipengaruhi oleh konsentrasi minyak atsiri sereh wangi, karena semakin tinggi konsentrasi minyak atsiri yang digunakan makan semakin tinggi juga viskositas lotion yang diperoleh.
PEMANFAATAN EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI (PSIDIUM GUAJAVA L) UNTUK FORMULASI PEMBUATAN LULUR (BODY SCRUB) DENGAN PENAMBAHAN SCRUBBER CANGKANG TELUR AYAM Fitriani, Fitriani; Meriatna, Meriatna; Masrullita, Masrullita; kamar, Iqbal; Nurlaila, Rizka; Zulmiardi, Zulmiardi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 4 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i4.17137

Abstract

Krim lulur merupakan produk kosmetik yang digunakan dalam perawatan kulit. Salah satu bahan alami yang dapat digunakan dalam pembuatan krim lulur adalah ekstrak daun jambu biji, yang dikombinasikan dengan scrubber cangkang telur ayam. Kedua bahan tersebut memiliki kandungan antioksidan yang tinggi. Telah dilakukan penelitian pemanfaatan ekstrak daun jambu biji (psidium guajava l) untuk formulasi lulur (body scrub) dengan penambahan scrubber cangkang telur ayam. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui hubungan antara cangkang telur ayam dan waktu pengadukan terhadap pembuatan lulur (body scrub). Ekstrak daun jambu biji dengan berat massa 2 gram, sedangkan cangkang telur ayam divariasikan dengan berat massa 5 gram, 10 gram, 15 gram dan 20 gram dengan waktu pengadukan selama 4 menit, 8 menit, 12 menit dan 16 menit. Metode penelitian yang dilakukan meliputi pengujian sediaan uji organoleptik, uji daya sebar dan uji pH. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang membedakan dengan yang sebelumnya adalah penambahan variasi cangkang telur ayam 5 gram, 10 gram, 15 gram dan 20 gram sebagai scrubber dalam penelitian lulur. Menunjukkan hasil sediaan krim lulur yang memenuhi evaluasi fisik dan daya sebar adalah lulur dengan berat massa 5 gram dan 10 gram dengan tekstur semi padat dan lembut, aroma wangi Grapefruit essential oil, berwarna hijau kecoklatan dengan daya sebar sebesar 5,5 - 6,4 cm, pH sebesar 6,4 - 7. Lulur dengan berat massa 15 gram dan 20 gram tidak memenuhi evaluasi fisik dan daya sebar karena memiliki tekstur yang padat dengan daya sebar 3,9 - 4,6 cm. Lulur memiliki pH sesuai dengan pH pelembab kulit.
PEMBUATAN SABUN BATANG ORGANIK (OPAQUE) dari TEH DAUN KOPI GAYO ROBUSTA Hesni, Yuli; Ginting, Zainuddin; Sylvia, Novi; Masrullita, Masrullita; Mulyawan, Rizka
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 2 No. 3 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v2i3.6806

Abstract

Daun kopi gayo robusta ( Coffea Canophora Leave) Merupakan salah satu tanaman alam yang dapat digunakan menjadi teh herbal, teh daun kopi telah di kenal masyarakat indonesiai sebagai minuman herbal yang kaya antioksidan . Namun pada penelitian ini daun kopi robusta di manfaatkan sebagai bahan baku dalam pembuatan sabun batang organik. Sabun batang organik disebut dengan sabun ramah lingkungan karena menggunakan bahan yang alami dan mudah terurai di lingkungan,sehingga dapat mengurangi pencemaran lingkungan. Pemanfaatan limbah daun kopi kini di olah menjadi teh daun kopi di mana teh daun kopi sangat bermanfaat dalam pembuatan sabun batang organik sebagai antiseptik karena teh daun kopi mengandung alkaloida,saponin,flavanoid dan polifenol. Maka dari salah satu upaya mengurangi limbah daun kopi gayo robusta dengan memanfaatkan daun teh menjadi bahan baku dalam pembuatan sabun batang oranik. Adapun standar kualitas sabun telah di atur dalam SNI 3532-2016 yaitu dengan kadar air maksimal kurag dari 14%, kadar alkali bebas maksimal kurang dari 0,1%. Pada setiap sampel telah memenuhu kriteria SNI 3532-2016, namun dalam nilai pH terjadi perubahan peningkatan dalam penambahan teh daun kopi namun tidak berdampak pada waktu mencapai reaksi. Pada uji organoleptik panelis lebih menyukai Run 2 dengan massa teh daaun kopi 4 gr dan dengan waktu mencapai reaksi 2 menit.   
Ekstraksi Minyak Biji Ketapang sebagai Bahan Baku Biodiesel Aulia, Yeni; Meriatna, Meriatna; Masrullita, Masrullita; Sylvia, Novi; Muarif, Agam; Ulfa, Raudhatul
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 2 No. 5 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Desember 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v2i5.9116

Abstract

Ketapang merupakan salah satu tumbuhan yang memiliki kandungan minyak berkisar 60%, dimana minyak tersebut mengandung trigliserida yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku biodiesel. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisa pengaruh konsentrasi pelarut dan waktu ekstraksi terhadap kualitas minyak yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan dengan proses ekstraksi menggunakan pelarut non-polar (N-heksana) dan dilanjutkan dengan proses distilasi untuk memisahkan pelarutnya. Hasil penelitian diperoleh yield optimum pada konsentrasi 80% selama 4 jam sebesar 37,84%, densitas 0,84 gr/ml, viskositas 15,32 cP, kadar air 0,58%, dan kadar FFA 0,664%. Berdasarkan hasil analisa komposisi senyawa trigliserida didapat Metil palmitat 40,34%, metil linoleat 6,77%, metil oleat 34,04%. metil ricinoleat 6,74%, metil stearat 4,63%, metil trans-9-octadecenoat 6,64%, metil octadecanoat 0,85%.Berdasarkan hasil analisa, minyak biji ketapang yang diperoleh telah memenuhi syarat untuk dijadikan bahan baku pembuatan biodiesel.
PEMBUATAN EDIBLE FILM DARI PATI KULIT SINGKONG MENGGUNAKAN PLASTICIZER SORBITOL DENGAN ASAM SITRAT SEBAGAI CROSSLINKING AGENT Husna, Uswatun; Masrullita, Masrullita; hakim, Lukman; Sylvia, Novi; Azhari, Azhari
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 6 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i6.17135

Abstract

Kulit tanaman singkong dibuang sebagai limbah industri dan jarang dimanfaatkan. Berdasarkan kandungan di dalamnya, kulit singkong mengandung semua yang mungkin dibutuhkan seseorang untuk nutrisi: air, kalsium, magnesium, fosfor, protein, serat, karbohidrat, dan 44-59% pati. Karena kandungan pati pada kulit singkong cukup tinggi, maka dapat dibuat film yang dapat dimakan (edible film) dengan menggunakan bahan baku pati kulit singkong. Pada penelitian sebelumnya tidak ada perbandingan antara karagenan dan asam sitrat dan uji meliputi, kuat tarik, elongasi, derajat swelling, uji biodegradability dan uji pengemasan, penelitan ini melakukan perbandingan antara karagenan dan asam sitrat dan uji meliputi kuat tarik, elongasi, derajat swelling dan uji pengemasan perbandingan dengan membandingkan   karagenan dan asam sitrat. Produk makanan dapat dilapisi dan dikemas dengan menggunakan film yang dapat dimakan, yaitu lapisan tipis yang terdiri dari bahan-bahan yang dapat dimakan. Karena film yang dapat dimakan bersifat terbarukan dan dapat terurai secara hayati, film ini dapat digunakan sebagai pengganti plastik sintetis yang ramah lingkungan, yang lebih sulit terurai oleh alam. Mempelajari kondisi operasi untuk memproduksi film yang dapat dimakan dari kulit singkong adalah tujuan dari proyek ini.
PENGARUH PERBANDINGAN KONSENTRASI BAHAN BAKU PEKTIN BUAH PISANG DAN KONSENTRASI TEPUNG TAPIOKA TERHADAP KARAKTERISTIK EDIBLE FILM Ismi, Aulia; Nurlaila, Rizka; Fibarzi, Wiza Ulfa; Masrullita, Masrullita; Suryati, Suryati; Retnowulan, Sri Rahayu
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 6 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i6.16640

Abstract

Edible film ialah lapisan tipis yang dapat dikonsumsi yang terbuat dari bahan-bahan yang aman untuk manusia. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengidentifikasi karakteristik dan kualitas edible film terhadap variasi bahan baku yaitu pektin buah pisang dan tepung tapioka. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang belum pernah dilakukan yaitu nenggunakan tahap pembuatan edible film dilakukan dengan cara mencampurkan dan memanaskan pektin buah pisang dan tepung tapioka terhadap masing-masing berat 4 gram dan 100 ml aquades kemudian masing-masing larutan dicampurkan dengan variasi perbandingan yang telah ditentukan kemudian dicampurkan dan diaduk hingga tercampur selama 30 menit disuhu 75°C kemudian tuang kedalam cetakan kaca dengan ukuran 19×9 cm kemudian dioven selama satu hari dengan suhu 65°C. Penelitian ini menggunakan variasi perbandingan konsentrasi pektin dan tepung tapioka pada 1:4 (v/v), 2:3 (v/v), 3:2 (v/v), 4:1 (v/v). Pada penelitian ini didapatkan nilai kuat tarik dan elongasi yaitu 12,36 Mpa dan 4,5%, pada perbandingan pektin dan tepung tapioka sebanyak 4:1 (v/v) didapatkan nilai kadar air, ketebalan dan derajat swelling berturut-turut yaitu 5,613%, 0,16 mm dan 32,328%. Berdasarkan hasil uji Fourier Transform Infra Red (FTIR) edible film dengan pektin buah pisang dan tepung tapioka memiliki kandungan dengan panjang gelombang pada 3284,21 cm-1 merupakan gugus fungsi hidroksil (-OH) dan kemudian panjang panjang gelombang 996,59 cm-1 merupakan gugus fungsi karbonil (-C=O). Hasil uji FTIR menunjukan bahwa edible film yang telah disintesis memiliki panjang gelombang yang serupa dengan bahan baku penyusunnya.
SINTESIS MEMBRAN KITOSAN PADUAN POLIETILEN GLIKOL (PEG) BM4000 Lutvia, Faiza; Meriatna, Meriatna; Suryati, Suryati; Masrullita, Masrullita; ZA, Nasrul; Zulmiardi, Zulmiardi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 5 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - October 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i5.10255

Abstract

Kitosan adalah polimer alami yang memiliki sifat non toksik, hidrofil, biokompatibel dan biodegradabel dan dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan membran. Pada penelitian ini dilakukan modifikasi membran kitosan yang dipadukan dengan Polietilen glikol berat molekul 4000/PEG 4000 (kitosan-PEG4000) dan mengkarakterisasi membrannya. Mula-mula kitosan dan PEG4000 dilarutkan dan dipadukan dengan perbandingan tertentu, kemudian larutannya diubah menjadi bentuk membran. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya tetapi dengan menggunakan kitosan sedangkan pada penelitian ini menggunakan paduan kitosan-PEG dengan komposisi yang berbeda dan waktu pengeringan yang tertentu. Membran kitosan-PEG diperoleh dengan memvariasikan perbandingan kitosan-PEG sebesar 2:8; 4:6; 6:4; dan 8:2 (v/v) dan dengan waktu pengeringa 24 jam, 48 jam, 72 jam, dengan karakterisasi membran dilakukan dengan pengujian pengembangan/swelling, , ketahanan terhadap pH dan FTIR untuk mengetahui gugus fungsinya. Hasil karakterisasi membran kitosan-PEG 4000 menunjukkan bahwa semakin banyak penambahan PEG dalam membran menghasilkan membran yang memiliki kemampuan swelling tinggi,  memiliki ketahanan pH pada range 14.
OPTIMASI KONDISI PROSES TRANSESTERFIKASI IN-SITU DARI BIJI MAHONI (SWIETENIA MAHAGONI) MENGGUNAKAN METODE RESPONSE SURFACE METHODOLOGY Pradesti, Salsa; Meriatna, Meriatna; Masrullita, Masrullita; Mulyawan, Rizka; Bahri, Syamsul; Zulmiardi, Zulmiardi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 1 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i1.19143

Abstract

Bahan bakar pengganti diesel yang ramah lingkungan dan dapat diperbaharuhi biasanya terbuat dari minyak tumbuhan dan lemak hewan. Minyak tumbuhan mahoni mengandung 52,5%, yang merupakan minyak non pangan yang mengandung trigliserida dan dapat digunakan untuk membuat biodiesel. Transesterifikasi in situ adalah inovasi dalam produksi biodiesel yang menyederhanakan proses konvensional dengan mengombinasikan proses ekstraksi dan tranesterifikasi menjadi satu tahap. Penelitian ini sebelumnya sudah pernah dilakukan, yang belum pernah dilakukan adalah pengolahan biodiesel dari biji buah mahoni dengan menggunakan metode response surface methodology (RSM). Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari sifat biodiesel yang dibuat dari biji mahoni melalui proses transesterifikasi in-situ. Dengan menggunakan RSM (Response Surface Methodology), kami dapat menentukan waktu reaksi dan volume metanol yang ideal untuk transesterifikasi in-situ biodiesel dari biji mahoni. Variabel bebas yang dipelajari adalah variasi volume pelarut (800,900,1000 ml) dan waktu reaksi transesterifikasi in situ (60,120,180 menit) dan diamati hasil optimasinya terhadap yield, densitas, bilangan asam dan viskositas. Yield paling optimal didapat pada variasi volume pelarut dan waktu reaksi 1000 ml dan 180 menit yaitu 28,492%. Hasil GC-MS biodiesel minyak biji mahoni yaitu asam linoleat sebesar 26,76% dan 19,96%, asam oleat 19,31% dan asam stearat sebesar 15,86%.
PEMBUATAN BAHAN DASAR LULUR SCRUBBER DENGAN PENAMBAHAN AROMA TERAPI DARI NILAM Sitorus, Sarifah; Masrullita, Masrullita; Sulhatun, Sulhatun; Sylvia, Novi; Fibarzi, Wiza Ulfa; Nurmalita, Nurmalita
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 2 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Mei 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i2.19179

Abstract

Tanaman kemiri mempunyai banyak manfaat bagikehidupan manusia karena hampir semua bagiantanaman dapat dimanfaatkan. Didalam biji kemirimemiliki kandungan minyak yang tinggi yaitu sekitar35%-65% dari berat bijinya. Minyak kemiri digunakanuntuk mengurangi rambut rontok, menjaga kesehatanrambut dan menjaga kelembaban kulit selain itu ampas kemiri memiliki aroma yang khas dan teksturyang sangat lembut sehingga ampas kemiri dapatdiolah menjadi produk yang berguna bagi masyarakat, salah satunya adalah lulur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji mengkaji proses pembuatanlulur ampas kemiri dan pengaruh waktu pengadukanterhadap produk lulur yang dihasilkan. Proses pembuatan lulur menggunakan bahan baku kemiri, aquadest, propil paraben, propilen glikol, trietanolamin, metil paraben 24, parfum nilam, asamstearat dan kertas perkamen. Variabel tetap yaitu asamstearate, trietanolamin , propilen glikol, metil paraben, propil paraben, parfum nilam, minyak zaitun, dan suhupenyimpanan. Sementara itu, variabel bebas yaitu berat ampas kemiri (20 gram, 30 gram, 40 gram, 50 gram) dan waktu pengadukan (2 menit, 4 menit, 6 menit dan 8 menit). Sampel yang telah didapatkemudian diuji, yang meliputi pengujian organoleptik, pengukuran pH, uji daya sebar dan uji stabilitas. Hasil penelitian didapat bahwa lulur dengan kondisioptimum terbaik adalah lulur pada run 2,3,6 dan 7 (konsentrasi 20,30 gram dengan waktu pengadukan 4 dan 6 menit). Hasil yang didapat telah memenuhistandar organoleptik (tidak bau tengik dan tekstursemi padat) dan standart daya sebar (5-7 cm) adalahlulur dengan konsentrasi 20 gram dan 30 gram yaitumemiliki tekstur semi padat dengan daya sebar 5-6,1 cm.