Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Association Of Anthropometric Measurement, Uric Acid, Vitamin D, Albumin, And Diabetes Mellitus With Frailty In The Elderly A Study At Bina Bhakti Elderly Home Santoso, Alexander Halim; Martin, Alfianto; Jap, Ayleen Nathalie; Lumintang, Valentino Gilbert; Alvianto, Fidelia
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KEDOKTERAN Vol. 4 No. 1 (2025): April : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrike.v4i1.4929

Abstract

Frailty is a common syndrome in older adults, marked by declining physiological reserves and increased vulnerability to adverse health outcomes. It impacts quality of life and links to higher morbidity, mortality, and healthcare needs. Identifying frailty markers early helps prevent or delay its onset. In Indonesia, frailty affects 10–20% of the elderly, with higher rates in rural areas and those over 75, driven by poor nutrition, chronic diseases, and limited healthcare access. This study explores these factors and their relationship with frailty in elderly residents of Bina Bhakti Elderly Home. This cross-sectional study analyzed anthropometric measurement, uric acid, vitamin D, albumin, and diabetes mellitus with frailty in 42 elderly residents, excluding those with cognitive impairments, acute illnesses, or psychiatric disorders. The analysis identified fasting blood glucose, HbA1c, and albumin as significant predictors of frailty, highlighting the importance of glucose regulation and nutritional status in frailty risk among the studied population. Fasting blood glucose, HbA1c, and albumin emerged as key predictors of frailty, highlighting the roles of glycemic control and nutritional health in reducing frailty risk. Lower fasting blood glucose and higher albumin levels were protective, while higher HbA1c increased vulnerability. Targeted interventions in these areas may effectively mitigate frailty risk.
PENGARUH MINUM KOPI TERHADAP TEKANAN DARAH PADA MASYARAKAT WILAYAH PUSKESMAS BUKATEJA Lestari, Margi; Martin, Alfianto
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.52226

Abstract

Kopi merupakan minuman yang sudah dikonsumsi sejak dahulu hingga saat ini dan menjadi bagian dari sebagian masyarakat Indonesia. Senyawa aktif kafein yang terkandung di dalam kopi diketahui dapat mempengaruhi tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan rerata tekanan darah sebelum dan sesudah minum kopi pada masyarakat wilayah Puskesmas Bukateja. Penelitian ini merupakan penelitian experimental secara pretest-posttest design yang dilaksanakan di wilayah Puskesmas Bukateja bulan Juli 2022-April 2023. Sampel penelitian adalah masyarakat Desa Tidu, Kecamatan Bukateja yang berusia 18-65 tahun dan mengkonsumsi kopi. Sampel diperoleh secara consecutive non-random sampling. Analisis data dilakukan dengan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 34 (68%) responden dari 50 responden mengkonsumsi kopi secara rutin setiap hari. Rerata tekanan darah sistolik sebelum minum kopi adalah 131,98 ± 19,58 mmHg dan tekanan darah diastolik 85,26 ± 10,43 mmHg. Tekanan darah sistolik setelah minum kopi pada 15 menit sebesar 132,86 ± 18,67 mmHg, pada 30 menit sebesar 128,38 ± 16,37 mmHg, pada 60 menit sebesar 127,72 ± 18,32 mmHg dan tekanan darah diastolik setelah minum kopi pada 15 menit sebesar 85,08 ± 9,52 mmHg, 30 menit sebesar 84,16 ± 9,16 mmHg dan 60 menit sebesar 83,70 ± 10,58  mmHg. Terdapat perbedaan rerata signifikan dari tekanan darah sistolik sebelum minum minum kopi dengan setelah 30 dan 60 menit minum kopi, serta perbedaan rerata signifikan dari tekanan darah diastolik sebelum minum kopi dengan setelah 60 menit minum kopi
Skrining Diabetes Sederhana: Gula Darah Sewaktu dan HbA1c pada Pekerja Kantoran di Kawasan Sudirman Martin, Alfianto; Santoso, Alexander Halim; Jap, Ayleen Nathalie; Johan, Richver Framanto
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/drksn621

Abstract

Pendahuluan: Diabetes melitus merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada kelompok usia produktif, terutama di lingkungan kerja dengan aktivitas sedentari dan tekanan tinggi. Pemeriksaan gula darah sewaktu (GDS) dan HbA1c menjadi metode sederhana yang dapat digunakan untuk mendeteksi dini risiko diabetes. Metode: Kegiatan PKM ini menggunakan pendekatan Plan-Do-Check-Act (PDCA). Sebanyak 57 karyawan perkantoran aktif di Kawasan Sudirman berpartisipasi dalam pemeriksaan GDS dan HbA1c. Data diperoleh melalui pengambilan darah kapiler dengan alat digital, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui distribusi frekuensi, nilai rata-rata, simpangan baku, median, serta rentang nilai minimum–maksimum. Hasil: Pemeriksaan menunjukkan variasi kadar GDS dan HbA1c antarindividu. Nilai rata-rata yang diperoleh memberikan gambaran awal kondisi glikemik karyawan, dengan sebagian responden berada pada kisaran yang memerlukan perhatian. Hasil ini menegaskan adanya potensi risiko diabetes pada pekerja kantoran dengan gaya hidup sedentari dan beban kerja tinggi. Kesimpulan: Skrining sederhana menggunakan GDS dan HbA1c di tempat kerja terbukti efektif sebagai langkah deteksi dini sekaligus meningkatkan kesadaran pekerja mengenai pentingnya menjaga kesehatan metabolik. Program ini berpotensi dikembangkan lebih lanjut melalui edukasi berkelanjutan dan dukungan perusahaan untuk pencegahan diabetes.