Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengembangan media pembelajaran fisika berbantuan javascript pada materi pokok listrik statis Insana, Nur; Erniwati, Erniwati; Alfat, Sayahdin
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol. 8 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jrkpf.v8i2.21052

Abstract

Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penerapan Revolusi Industri 4.0 yang menuntut pembelajaran berbasis ICT yaitu pemanfaatan media pembelajaran berbasis komputer terkhususnya dalam proses pembelajaran fisika sehingga memudahkan peserta didik memahami konsep fisika yang bersifat abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran fisika berbantuan JavaScript pada materi pokok listrik statis, memverifikasi validitas dan kepraktisannya. Penelitian ini merupakan model penelitian Research and Development yang dikembangan oleh Borg dan Gall tapi dibatasi hanya sampai dengan tahapan kelima. Hasil penelitian sebagai berikut; Pertama, JavaScript dapat digunakan dalam mengembangkan media pembelajaran fisika pada materi Listrik Statis dengan mudah dikarenakan bahasa ini bersifat open source, high level language, menawarkan kemudahan dan fleksibel. Kedua, hasil analisis validitas menggunakan indeks yang diusulkan oleh Aiken menyatakan bahwa hasil validitas Ahli Materi diperoleh skor rata-rata “0.82” berkategori “Sangat Tinggi” dan Ahli IT/Media diperoleh skor rata-rata “0.78” berkategori “Tinggi”. Ketiga, hasil uji terbatas menunjukan presentase respon Peserta Didik sebesar 86.56% berkategori “Sangat Baik” dan respon Pendidik memperoleh rata-rata sebesar 3.42 berkategori “Baik”. Sehingga disimpulkan bahwa “pengembangan media pembelajaran fisika menggunakan JavaScript pada materi pokok listrik statis” sukses menjadi media pembelajaran dengan kategori valid dan praktis digunakan sebagai media pembelajaran.Kata kunci: Media Pembelajaran, Medan Listrik, Potensial Listrik, JavaScript Abstract. This research is motivated by the application of Industry Revolution 4.0 that demands ICT-based learning, which uses computer-based learning media specifically in the physics learning process so it makes it easy for learners to understand the concept of abstract physics. The study aims to design a physics learning media on a static electricity subject using JavaScript and verify its validity and practicality. This research is a Research and Development method developed by Borg and Gall but it is limited to only five stages. Its results are; First, JavaScript can easily be used to design a physics learning media on the subject of static electricity because the language is open source, high-level language, offering ease and flexibility. Second, results of validity analysis using the index proposed by Aiken stated that the results of the validity of Material Experts have shown an average score of "0.82" categorized as "Very High" and "0.78" on "High" category from IT/Media Experts. Third, limited result tests shown the percentage of learner's response by 86.56% on the "Excellent" category, and the educator's response obtained an average of 3.42  in the "Good" category.  We concluded that "physics learning media development on the subject of static electricity using JavaScript"  has successfully become a learning medium with valid and practically used as a learning medium.Keywords: Learning Media, Electric Field, Electric Potential, JavaScript
Heavy Metal Absorption in Lasolo Bay using a Composite of Cashew-Based Activated Charcoal and Iron Sand, Southeast Sulawesi, Indonesia Eso, Rosliana; Irawati; Bahdat; Asmadin; Arman; Alfat, Syahdin; Hasan, Erzam S
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 17 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v17i2.63332

Abstract

This study used a composite of activated charcoal and iron sand extract to reduce the concentrations of heavy metals (Cu, Ni, Zn, Pb, and Cd) in polluted seawater. The grain size of the composite was varied to 60 mesh, 100 mesh, and 200 mesh, with a ratio of activated charcoal to iron sand of 2:3 to optimize absorption. The composite was then compacted into pellets with compaction pressures of 42.2 Pa, 84.8 Pa, and 141.5 Pa, respectively, to achieve optimum compressive strength. The concentrations of heavy metals were measured using an Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). The optimal compaction pressure for the composite was found to be 141.5 Pa, with absorption efficiencies of 61% for Zn, 96% for Pb, 48% for Cd, 90% for Cu, and 94% for Ni. According to the research results, the highest absorption was obtained in composites with a grain size of 200 mesh, with absorption efficiencies of 62.21% for Zn, 96.87% for Pb, 48.14% for Cd, 90.98% for Cu, and 94.15% for Ni. The greater the compaction pressure exerted on the composite, the higher the absorption percentage of the composite pellets. Conversely, a finer grain size also contributes to higher absorption.
Analisis Kuantitatif Model SEMF: Studi Perbandingan Terhadap Data Eksperimen Massa Nuklida Napirah, Mardiana; Alfat, Sayahdin; Naim, Naim; Abdin, Abdin; Israwati, Wa Ode; Zaldin, Zaldin
DIFFRACTION: Journal for Physics Education and Applied Physics Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : Pendidikan Fisika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/diffraction.v7i2.16712

Abstract

Semiempirical Mass Formula (SEMF) merupakan salah satu model teoretis yang digunakan untuk memperkirakan massa inti dan energi ikat nuklida. Meskipun sederhana, akurasi SEMF sangat bergantung pada nilai parameter yang digunakan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja beberapa set parameter SEMF dari literatur berbeda dalam memprediksi massa nuklida ringan stabil. Data eksperimen diambil dari Atomic Mass Evaluation (AME2020), sedangkan perhitungan teoretis dilakukan menggunakan SEMF dengan empat set parameter berbeda. Seluruh perhitungan dilakukan menggunakan Microsoft Excel 2021 dengan presisi bawaan double-precision, tanpa pembulatan manual maupun penggunaan makro, sehingga operasi aritmetika berlangsung konsisten melalui formula standar spreadsheet.  Hasil analisis menunjukkan adanya variasi akurasi antar model. Model IV memberikan performa terbaik dengan nilai MAE terkecil, yaitu 0,00199 u, yang konsisten dengan kecenderungan selisih massa dan error absolut yang lebih kecil. Temuan ini menunjukkan bahwa untuk nuklida ringan stabil pada rentang A = 1 hingga A = 55, model tanpa suku pairing justru menghasilkan prediksi massa yang lebih baik. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa SEMF tetap relevan digunakan dalam studi massa nuklida, dan bahwa pembaruan atau reevaluasi parameter perlu dilakukan untuk memastikan ketepatan model dalam era data massa berpresisi tinggi.