Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Menggali Makna Kebudayaan Ritus Dalok Masyarakat Dayak Uud Danum (Tinjauan Filosofis Konsep Simbol Kebudayaan Ernst Cassier) Andreas
Borneo Review Vol. 3 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52075/br.v3i2.301

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna-makna kebudayaan yang terkandung dalam ritus dalok. Ritus dalok biasanya merupakan ritus untuk mengangkat tulang belulang leluhur yang telah meninggal belasan sampai puluhan tahun. Selain kegiatan angkat tulang, dalok juga bisa dilakukan dengan menyemen makam leluhur yang sudah meninggal. Proses ritus kebudayaan ini bisa berlangsung tiga sampai tujuh hari. Tujuan penelitian ini memberikan pemahaman kepada pembaca tentang makna budaya dalok Masyarakat Dayak Uud Danum di provinsi Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan tiga pertanyaan penuntun sebagai cara mendeskripsikan pembahasan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan, yaitu pengumpulan buku-buku Ernst Cassirer dan juga buku-buku kebudayaan. Dalam penelitian ini, penulis menemukan makna budaya dari ritus dalok yaitu mengandung makna penghormatan manusia terhadap Ranying Hatalla dan roh leluhur yang merupakan sesuatu yang bersifat metafisik. Penghormatan ini akan mengalirkan nilai-nilai yaitu berupa ketaatan, hormat dan sikap tanggung jawab untuk merawat dan mengembangkan adat-istiadat.
Steering, Throttle Dan Brake Prediction pada Simulator Self-Driving Car Memanfaatkan CNN Raharjo, Andre Nyoto; Andreas
Intelligent System and Computation Vol 2 No 2 (2020): INSYST:Journal of Intelligent System and Computation
Publisher : Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (d/h Sekolah Tinggi Teknik Surabaya)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52985/insyst.v2i2.147

Abstract

Manusia dapat mengendarai mobil dengan cara belajar sendiri, belajar dari orang lain atau dengan menirukan cara mengemudi orang lain. Dalam mengemudikan mobil pengemudi akan melihat kondisi jalan dan kondisi mobil sebagai pertimbangan untuk menentukan kontrol kemudi yang akan dijalankan seperti nilai steering angle, throttle dan brake. Dengan pembelajaran atau menirukan kebiasaan manusia, mesin juga mampu untuk melakukan hal yang sama yang dapat dilakukan oleh manusia seperti mengemudikan mobil. Maka dari itu akan dibuat program yang dapat mengemudikan mobil dengan menentukan nilai steering angle, throttle dan brake menggunakan data gambar kamera depan mobil, nilai steering angle, throttle, brake dan speed terakhir mobil. Aplikasi akan dibuat menggunakan Keras untuk pembuatan model, training dan testing. Berbagai teknik augmentasi gambar digunakan untuk menghasilkan gambar baru dengan jumlah tidak terbatas dari data gambar asli yang dikumpulkan. Program menggunakan simulator mobil untuk melakukan pengumpulan data dan uji coba program. Simulator dipilih sebagai media karena mudah dalam hal pengumpulan data dan tidak ada risiko terjadi kecelakaan seperti pada dunia nyata. Dengan adanya program ini, mesin dapat mengemudikan mobil secara otonom. Dari hasil eksperimen disimpulkan bahwa performa terbaik model tercapai pada model yang menggunakan dataset Lake dan Mountain, menggunakan augmentasi data, menggunakan channel warna YUV, menggunakan gambar dan state dari mobil sebagai input, learning rate 0.0001, dan drop out 0.5.
PELATIHAN MENGHIAS POT DEKORATIF BERBAHAN GIPSUM BAGI UMKM ANAK BERKESULITAN BELAJAR JAKARTA Andreas; Suhartono, Alvinna; Aurelia, Tania; Maureen, Jeanne
Jurnal Serina Abdimas Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v1i1.23920

Abstract

Works of art have a sale value and can be used as a business opportunity. The existence of Covid-19 pandemic has opened up opportunities for works of art such as potted plants with various motifs to be traded, in line with the increasing public interest in ornamental plants. One type of pot that can be used as a business opportunity is a pot made from gypsum. Besides easy to make, this pot also requires minimal capital compared to the profits you get. This makes it a suitable business to be run by Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs), for Children with Learning Difficulties (ABB) under the auspices of the Special Children Care Foundation (YPAS). However, the pots that have been made need to be decorated with attractive motifs and colors so that the selling value of the pots increases. For this reason, Tarumanagara University (UNTAR) lecturers and students are collaborating with YPAS in holding training in decorating decorative plant pots made of gypsum for ABB in Jakarta. This training guides ABB participants in decorating pots with wall paint, pylox, tire markers, and other tools and materials. There are several techniques that can be applied, for example marbling, stencils from paper cut out, stamping shapes from sponges, creating textures using brush, drawing various shapes on the surface, to gluing eggshells with or without coloring first. It is hoped that with this training, ABB can increase the selling value of the gypsum plant pots, and help the continuity of ABB's MSMEs. Karya seni memiliki nilai jual dan dapat dijadikan sebagai peluang bisnis. Adanya pandemi Covid-19 membuka lebih banyak peluang bagi karya seni seperti pot tanaman berbagai motif untuk diperjualbelikan seiring dengan meningkatnya minat masyarakat dalam tanaman hias. Salah satu jenis pot yang dapat dijadikan peluang bisnis adalah pot berbahan gipsum. Selain mudah dibuat, pot ini juga membutuhkan modal yang minim dibandingkan dengan keuntungan yang didapatkan. Hal ini menjadikannya sebagai usaha yang cocok dijalankan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), bagi Anak Berkesulitan Belajar (ABB) dalam naungan Yayasan Peduli Anak Spesial (YPAS). Namun, pot yang sudah dibuat perlu dihias dengan berbagai motif dan warna yang menarik agar nilai jual pot bertambah. Untuk itu, dosen dan mahasiswa Universitas Tarumanagara (UNTAR) bekerja sama dengan YPAS dalam mengadakan pelatihan dalam menghias pot tanaman dekoratif berbahan dasar gipsum bagi ABB di Jakarta. Pelatihan ini membimbing peserta ABB dalam menghias pot dengan cat tembok, cat semprot, spidol, dan alat serta bahan lainnya. Ada beberapa teknik yang dapat diterapkan dengan media tersebut, misalnya sejenis marbling, stencil dari cetakan kertas, melakukan stamp berbagai bentuk dari spons, menciptakan tekstur menggunakan kuas, menggambar berbagai bentuk di atas permukaan pot, hingga menempelkan kulit telur dengan atau tanpa diwarnai terlebih dahulu. Diharapkan dengan adanya pelatihan ini, ABB dapat meningkatkan nilai jual pot tanaman gypsum yang akan dijual, dan membantu kelangsungan UMKM ABB.
EDUKASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI POSTER BILINGUAL UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR Prasetyaningrum, Dian Islami; Andreas; Najla Salma Hanifah; Maulana, Achmad Fadhil
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 01 (2026): JANUARI 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa sekolah dasar mengenai pengelolaan sampah melalui penggunaan poster bilingual sebagai media edukasi yang menarik, mudah dipahami, dan relevan dengan kebutuhan pembelajaran usia dini. Sasaran kegiatan adalah siswa kelas 1–3 SD Al Ma’unnah di Dusun Suwaluhan, Desa Tawangargo, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Metode pelaksanaan meliputi penyusunan poster bilingual, sosialisasi materi, aktivitas interaktif, serta praktik langsung memilah sampah organik dan non-organik. Selain itu, siswa diajak memanfaatkan limbah plastik untuk membuat pot sederhana yang kemudian digunakan untuk menanam TOGA (Tanaman Obat Keluarga), sehingga mereka tidak hanya memahami konsep daur ulang, tetapi juga mengenal manfaat tanaman obat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa merespons dengan antusias, mampu membedakan jenis sampah, serta menunjukkan peningkatan kesadaran lingkungan. Guru memberikan apresiasi terhadap penggunaan media visual-bilingual yang dinilai efektif memperkuat pembelajaran dan menumbuhkan kebiasaan positif. Program ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kegiatan berkelanjutan melalui penambahan materi visual, praktik rutin pemilahan sampah, dan pengembangan kebun TOGA sekolah.
Laserasi Kornea Penetran dengan Katarak Traumatika: Laporan Kasus Made Astri, Asvinia; Sadri, Irsad; Andreas; Atnil, Daniel
Oftalmologi : Jurnal Kesehatan Mata Indonesia Vol 7 No 3 (2025): Oftalmologi: Jurnal Kesehatan Mata Indonesia
Publisher : Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/ojkmi.v7i3.91

Abstract

Pendahuluan: Trauma okular merupakan penyebab penting morbiditas visual; insidensi open globe injury diperkirakan 3,5–4,5 per 100.000 populasi per tahun. Kornea dan lensa merupakan struktur yang paling sering terdampak, dan katarak traumatika dapat muncul segera setelah trauma. Laporan kasus: Laki-laki 54 tahun datang dengan keluhan penglihatan mata kiri buram sejak 2 hari setelah terkena serpihan plafon. Visus 1/300, tekanan intraokular 13 mmHg. Pemeriksaan slit-lamp menunjukkan laserasi kornea full-thickness zona I dengan edema kornea, pupil lonjong dengan iris tertarik/inkarserata ke arah luka, lensa keruh total, dan shadow test (-). Pasien mendapat antibiotik sistemik dan antibiotik topikal. Dilakukan penjahitan kornea menggunakan benang nilon monofilamen 10-0 dengan teknik simple interrupted, disertai ekstraksi lensa dan implantasi intraocular lens (IOL) okuli sinistra dalam anestesi umum. Pembahasan: Penutupan laserasi kornea sedini mungkin merupakan langkah utama untuk memulihkan integritas bola mata dan menurunkan risiko komplikasi infeksi. Waktu tindakan katarak traumatika dan implantasi IOL dapat disesuaikan dengan kondisi segmen anterior; pada kasus ini, tindakan satu tahap memberikan perbaikan visual tanpa komplikasi bermakna selama evaluasi 1 bulan. Simpulan: Penggunaan terminologi BETT untuk menegakkan diagnosis serta tatalaksana operatif yang cepat dan evaluasi pascaoperasi yang ketat dapat menghasilkan luaran visual yang baik pada laserasi kornea penetran dengan katarak traumatika.
The Posthuman Perspectives on Futuristic Technology in Mickey 17 (2025) Andreas; Putri Ayienda Dinanti
Calakan : Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol. 4 No. 1 (2026): Maret
Publisher : PT. Alahyan Publisher Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61492/calakan.v4i1.432

Abstract

This research examines how futuristic technology influences human identity and ethics in the movie Mickey 17 (2025) through Robert Pepperell’s posthumanism theory. The story follows Mickey Barnes, an “Expendable,” a cloned human whose body is continuously reprinted and whose memories are digitally stored. This condition raises fundamental questions about individuality, humanity, and the value of life. The study aims to identify the futuristic technologies shown in the movie and analyze their impacts on human existence. Using a qualitative descriptive method, the analysis focuses on key scenes and dialogues, supported by books, journals, and previous research on posthumanism and science fiction. The findings reveal that technologies such as the reprinting machine, memory hard drive, bioreactor, cell bioreactor, space suit, spaceship, and translator device function as tools for human survival but also blur the line between humans and machines. These technologies generate new ethical issues, particularly for cloned characters like Mickey, who face identity loss, dehumanization, and commodification. The study concludes that Mickey 17 portrays a posthuman future in which technology strengthens human abilities but simultaneously threatens human dignity. The movie invites viewers to rethink life, individuality, and moral responsibility in a world shaped by powerful technological advancements.