p-Index From 2021 - 2026
5.041
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Perancangan Game Edukasi 3D Rumah Adat Indonesia dengan Pendekatan Gamifikasi Berbasis Third Person Perspective Pradhana, Faisal Reza; Musthafa, Azis; Saputra, Eka Rangga
Techno.Com Vol. 24 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : LPPM Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62411/tc.v24i4.14978

Abstract

Rumah adat merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang mencerminkan identitas dan nilai dari setiap daerah. Namun, minat siswa dalam mempelajari budaya lokal mulai menurun akibat pengaruh budaya asing dan minimnya media pembelajaran interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan game edukasi interaktif 3D bertema rumah adat Indonesia dengan pendekatan gamifikasi berdasarkan kerangka Mechanics, Dynamics, and Aesthetics (MDA). Game dikembangkan menggunakan Unreal Engine 5.4 dengan pemrograman C++, sedangkan aset 3D dibuat menggunakan Blender dan karakter dirancang melalui Metahuman. Penelitian ini menggunakan metode System Development Life Cycle (SDLC) dengan model waterfall, serta divalidasi oleh ahli materi dan pengguna menggunakan skala Likert. Hasil pengujian menunjukkan skor 84% dari ahli materi, 85,63% dari pengguna, dan tingkat pemahaman siswa sebesar 92,7%, yang seluruhnya termasuk dalam kategori sangat layak. Oleh karena itu, game edukasi rumah adat Indonesia dinilai layak digunakan sebagai media pembelajaran interaktif yang dapat meningkatkan motivasi, pemahaman, dan minat siswa terhadap budaya lokal. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambah konten rumah adat dan memperluas area eksplorasi dalam game.   Kata Kunci – Game Edukasi, Gamifikasi, MDA Framework, Rumah Adat, Software Development Life Cycle.
Pemanfaatan Urin Kambing sebagai Bahan Pupuk Organik Cair di Desa Mrayan Kecamatan Ngrayun Kabupaten Ponorogo Parwi, Parwi; Isnatin, Umi; Reza Pradhana, Faisal; Kurniawan, Rahmad; Ahda Sabila, Muhammad
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20779

Abstract

Background: Desa Mrayan memiliki potensi besar dalam pengembangan pupuk organik cair berbahan dasar urin kambing, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, pemanfaatan urin kambing sebagai bahan baku pembuatan pupuk organik cair menjadi solusi yang tepat. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini yaitu memberikan peningkatan ketrampilan anggota BUMDes dalam pembuatan pupuk organik cair berbahan baku urin kambing. Metode: Program ini dilaksanakan dengan bermitra bersama BUMDes Lestari Desa Mrayan, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, dengan jumlah anggota mitra sebanyak 20 orang. Terdapat tiga tahapan metode, yaitu: sosialisasi, pelatihan dan pendampingan, monitoring dan Evaluasi. Efektivitas kegiatan diukur melalui indikator kuantitatif, yaitu jumlah anggota mitra yang mampu memproduksi pupuk organik cair secara mandiri. Hasil: Hasil kegiatan sosialisasi didapat peningkatan pengetahuan tentang potensi pupuk organik cair sebesar 76%. Hasil pelatihan diperoleh peningkatan ketrampilan petani sebesar 80%.  Kegiatan pendampingan dilakukan untuk mendampingi petani dalam membuat sarana pemisah kotoran kambing yang berbentuk padat dan cair, dan pengoperasian alat fermentasi anaerob. Kesimpulan: Kegiatan pelatihan pembuatan pupuk organik cair, pendampingan pembuatan sarana pemisah kotaran kambing, pendampingan pengoperasian alat fermentasi anaerob dapat meningkatkan ketrampilan anggota mitra sebesar 80%.
Peta Dinamis 3 Dimensi pada Gedung Universitas Darussalam Gontor Berbasis Augmented Reality Pradhana, Faisal Reza; Taufiqurrahman, Taufiqurrahman; Fauzan, Ady
INTENSIF: Jurnal Ilmiah Penelitian dan Penerapan Teknologi Sistem Informasi Vol 5 No 2 (2021): August 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.786 KB) | DOI: 10.29407/intensif.v5i2.15327

Abstract

Darussalam Gontor University (Unida Gontor) is a campus with a fairly rapid development of infrastructure. The paper-based building prototype design belonging to UNIDA Gontor is considered not able to visually represent the building that has been or will be built. This research aims to provide a prototype design update using more modern and dynamic technology that can be seen from all sides of the building and does not require physical storage, also can be used anytime and anywhere.The Application content is taken through the visual data collection stage in the form of detailed photos of buildings taken through cameras and drones. This media is based on Android which uses marker based augmented reality technology to implement 3-dimensional visualization of campus building objects, which are created through the steps of the waterfall model. The test is carried out in two stages, namely the suitability of the application with various android devices which shows compatibility with devices with a minimum size of 5 inches. The second test was conducted by distributing questionnaires to the staff of the facilities and infrastructure division of Unida Gontor with an average score of 90%, and the lecturers and multimedia student group 89.52%.
PENINGKATAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU MATEMATIKA PENGAJAR SANTRI MELALUI PELATIHAN TERSTRUKTUR Harmini, Triana; Dihin Muriyatmoko; Aziz Musthafa; Faisal Reza Pradhana; Oddy Virgantara Putra; Widya Kurniawan; Eko Prasetio Widhi
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9 No 2 (2025): Amaliah Jurnal: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v9i2.6002

Abstract

This community service research aims to address the low professional competence of mathematics teachers at the Darussalam Gontor Putri Modern Islamic Boarding School Campus 3, where the majority of teachers (75%) have non-science backgrounds. The intervention was carried out through a Structured Training model consisting of four sessions that focused on strengthening key mathematical concepts (Circles, Trigonometry, and Function Limits) and Problem-Based Learning (PBL) model training for pedagogical integration. The activity involved 20 teachers and was evaluated using a Pre-Test and Post-Test. The initial Pre-Test results showed an average professional competence score of only 58.5 (out of 100). Following the intervention, quantitative analysis using n-Gain revealed a significant increase in competence, with most participants reaching the Medium category and 6 participants achieving the High category (n-Gain ≥ 0.70). In addition, 95% of participants successfully designed innovative PBL-based lesson plans. In conclusion, the structured training model proved effective in addressing teachers' specific knowledge gaps, while enhancing instructional planning skills, thereby significantly increasing teachers' professional readiness to create a productive learning environment.
Deteksi Sampah Organik dan Anorganik Menggunakan Model YOLO Berbasis Dataset Roboflow Fahmi, Miftahuddin; Pradhana, Faisal Reza; Nurahman, Muhammad Daffa
Explore: Jurnal Sistem Informasi dan Telematika (Telekomunikasi, Multimedia dan Informatika) Vol 16, No 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jsit.v16i2.4600

Abstract

Upaya memilah sampah organik dan anorganik di Indonesia masih jauh dari ideal, terutama karena keterbatasan sarana pendukung dan rendahnya partisipasi masyarakat. Kondisi ini menunjukkan perlunya pendekatan yang lebih otomatis agar proses identifikasi jenis sampah tidak sepenuhnya bergantung pada interaksi manusia. Penelitian ini mengeksplorasi kemampuan algoritma deteksi objek YOLOv8 dalam membedakan dua kategori sampah melalui citra. Sebanyak 3.169 gambar dari platform Roboflow digunakan sebagai dataset, kemudian model dilatih menggunakan skema transfer learning dengan bobot awal YOLOv8n pada resolusi 640×640 piksel selama 100 epoch. Kinerja model dinilai menggunakan metrik Precision, Recall, serta mean Average Precision (mAP). Model menghasilkan Precision 0,968, Recall 0,970, mAP@0,5 sebesar 0,986, dan mAP@0,5:0,95 mencapai 0,922. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa YOLOv8 mampu melakukan identifikasi objek sampah secara akurat dan stabil, sehingga berpotensi menjadi komponen inti dalam pengembangan sistem pengelolaan sampah berbasis visi komputer di masa depan.
Pemanfaatan Teknologi Markerless Augmented Reality untuk Edukasi Interaktif Budaya Alat Musik Tradisional Jawa Timur Pradhana, Faisal Reza; Widhi, Eko Prasetio; Fadhil, Muadz
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI) Vol 8, No 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v8i6.10071

Abstract

Abstrak - Penelitian ini membahas pengembangan aplikasi edukasi alat musik tradisional Jawa Timur berbasis Markerless Augmented Reality (AR). Latar belakang penelitian ini adalah menurunnya minat siswa terhadap alat musik tradisional akibat metode pembelajaran konvensional yang kurang interaktif. Tujuan penelitian ini adalah merancang aplikasi pembelajaran interaktif berbasis AR untuk meningkatkan pemahaman dan ketertarikan siswa terhadap budaya lokal. Metode pengembangan yang digunakan adalah Software Development Life Cycle (SDLC) model Waterfall yang meliputi tahapan analisis kebutuhan, desain, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Pengujian dilakukan melalui uji fitur menggunakan metode uji black box, uji ahli materi, dan uji pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi berjalan dengan baik pada sebagian besar perangkat Android dengan tingkat penerimaan pengguna sebesar 85,15% dan penilaian ahli materi sebesar 85% dalam kategori sangat baik. Aplikasi ini terbukti efektif dalam meningkatkan interaktivitas dan pemahaman pengguna terhadap alat musik tradisional Jawa Timur. Dengan demikian, teknologi Markerless AR berpotensi besar sebagai media pembelajaran modern yang mendukung pelestarian budaya lokal melalui pendekatan edukatif yang menarik dan inovatif.Kata kunci : Markerless AR; Alat Musik Tradisional; Edukasi Interaktif; SDLC Waterfall; Pelestarian Budaya;Abstract - This study discusses the development of an educational application for East Javanese traditional musical instruments based on Markerless Augmented Reality (AR). The background of this research lies in the declining student interest in traditional instruments due to conventional and less interactive learning methods. The aim of this study is to design an interactive AR-based learning application to enhance students’ understanding and appreciation of local culture. The development method used is the Software Development Life Cycle (SDLC) Waterfall model, consisting of requirement analysis, design, implementation, testing, and maintenance stages. The application was tested using black box testing, material expert validation, and user testing. The results show that the application functions well on most Android devices, achieving an 85.15% user acceptance rate and an 85% expert evaluation score categorized as very good. The application effectively improves user interactivity and understanding of East Javanese traditional musical instruments. Therefore, Markerless AR technology holds great potential as a modern learning medium to support cultural preservation through an engaging and innovative educational approach.Keywords: Markerless AR; Traditional Musical Instruments; Interactive Education; SDLC Waterfall; Cultural Preservation;
PENGEMBANGAN EDUWISATA BERBASIS MADU TRIGONA SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KEMANDIRIAN EKONOMI DESA Pradhana, Faisal Reza; Firmansah, Yayan; Zulkarnain, Ismail Abdurrozzaq; Arifah, Dian Afif
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.35953

Abstract

Abstrak: Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di wilayah pedesaan Ponorogo bagian selatan untuk mendukung pengembangan kawasan wisata edukasi lebah “Mrayan Trigona Park.” Diskusi bersama mitra, yaitu KTH Enggal Mulyo Lestari dan BUMDes Mrayan, mengidentifikasi tiga masalah utama, yaitu keterbatasan sarana produksi dan media pembelajaran, belum tersedianya fasilitas on the spot, serta rendahnya literasi digital untuk promosi wisata berbasis teknologi. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam produksi, manajemen usaha, dan pemasaran digital. Pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui pelatihan, pendampingan, dan praktik lapangan dengan melibatkan 28 peserta. Evaluasi dilakukan melalui observasi, pre-test post-test, dan wawancara. Hasil menunjukkan peningkatan terukur, yaitu produktivitas madu naik dari 1,2 menjadi 2,3 liter per stup per bulan, 85% peserta memperoleh skor di atas 80 pada pelatihan manajemen usaha, dan skor literasi digital meningkat dari 52 menjadi 86. Capaian ini menunjukkan efektivitas program dalam memperkuat kapasitas masyarakat dan tata kelola wisata edukasi lebah.Abstract: This community engagement program was conducted in southern rural Ponorogo to support the development of the educational bee tourism site “Mrayan Trigona Park.” Discussions with partner groups, the Forest Farmers Group (KTH) Enggal Mulyo Lestari and BUMDes Mrayan, identified three key issues, namely limited production and learning facilities, the absence of on-site amenities, and low digital literacy for technology-based tourism promotion. The program aimed to strengthen community capacity in production, business management, and digital marketing. Implementation used a participatory approach through training, technical assistance, and hands-on practice involving 28 participants. Evaluation was conducted through observations, pretest posttest, and interviews. Results show measurable improvements, namely honey productivity increased from 1.2 to 2.3 liters per stup per month, 85% of participants scored above 80 in business management training, and digital literacy scores rose from 52 to 86. These outcomes demonstrate the program’s effectiveness in enhancing community capacity and improving governance of the educational bee tourism initiative.