Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

EFEKTIVITAS PELAKSANAAN SEKOLAH MINGGU ONLINE DI GEREJA BETLEHEM OESAPA BARAT Noti, Yetri Anisa; Rantung, Djoys Anneke; Naibaho, Lamhot
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 No. 2 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i2.45850

Abstract

Efektivitas Pelaksanaan Sekolah Minggu Online di Gereja Betlehem Oesapa Barat. Latar belakang dari penulisan artikel ini adalah untuk mencari tahu bagaimana keefektifan pelaksanaan sekolah minggu online. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan pelaksanaan sekolah minggu online di gereja Betlehem Oesapa Barat. Metode penelitian yang dipakai dalam penulisan ini adalah penelitian kualitatif. Adapun yang dimaksud dengan penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif. Penelitian ini dilakukan di GMIT Betlehem Oesapa Barat, yang menjadi subjek dari penelitian ini adalah 3 orang guru sekolah minggu. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pengamatan, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan sekolah  minggu online yang dilakukan oleh anak-anak saat pandemi covid-19 di gereja Betlehem Oesapa Barat tidak efektif karena banyak anak-anak yang tidak mempunyai hp dan radio untuk mengikuti ibadah sekolah minggu, sekolah minggu yang diterapkan kurang menarik minat anak-anak  untuk mengikuti ibadah sekolah minggu,  kurangnya motivasi dari orang tua kepada anak-anak . Jadi, dalam pelaksanaan sekolah minggu yang diterapkan oleh badan pengurus sekolah minggu (PAR) tidak dapat dikatakan efektif. Sebab sekolah minggunya hanya melalui radio dan anak-anak tidak berinteraksi langsung dengan guru sekolah minggu dan teman-teman sehingga anak-anak acuh tak acuh dengan  ibadah sekolah minggu yang sudah disiapkan. Kesimpulannya guru sekolah minggu mengajak anak-anak yang tidak mempunyi hp dan radio untuk bergabung bersama dengan teman-teman lain yang mempunyai hp supaya anak-anak tidak bertumbuh sendiri tetapi merasakan sekolah minggu juga. Jangan hanya karena merasakan kehadiran sekolah minggu saja tetapi yang lebih penting adalah imannya.  
Pengembangan Kurikulum Kontekstual Pak Berbasis Nilai Kristiani Dan Aspirasi Belajar Peserta Didik Menurut Campbell Wyckoff Santoso, Desy Irawati; Ndolu, Yusthina Hardiyati; Laia, Fernis; Rantung, Djoys Anneke; Stepanus, Stepanus
Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 10, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/rfidei.v10i2.301

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kurikulum kontekstual Pendidikan Agama Kristen yang berakar pada nilai-nilai Kristiani dan aspirasi belajar peserta didik, dengan merujuk pada pendekatan pedagogis menurut Campbell Wyckoff. Dalam konteks perubahan zaman dan keragaman kebutuhan peserta didik, kurikulum PAK dituntut untuk lebih relevan, holistik, dan transformatif. Pendekatan kontekstual dipilih karena mampu menghubungkan nilai-nilai iman Kristen dengan realitas hidup sehari-hari peserta didik, sehingga pembelajaran menjadi bermakna. Campbell Wyckoff menekankan pentingnya pemahaman perkembangan iman anak dan remaja sebagai dasar dalam merancang strategi pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dan refleksi teologis-pedagogis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kurikulum PAK yang kontekstual harus mempertimbangkan nilai-nilai kasih, keadilan, dan pengharapan dalam Kristus, serta memperhatikan suara dan harapan belajar peserta didik. Rekomendasi yang dihasilkan meliputi desain kurikulum yang dialogis, partisipatif, dan relevan dengan konteks sosial peserta didik, guna membentuk pribadi yang beriman, kritis, dan peduli terhadap sesama.
Tantangan Pendidikan karakter di era digital Sagala, Kartika; Naibaho, Lamhot; Rantung, Djoys Anneke
Jurnal Kridatama Sains dan Teknologi Vol 6 No 01 (2024): JURNAL KRIDATAMA SAINS DAN TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53863/kst.v6i01.1006

Abstract

In a digital environment, students are exposed to various stimulations that can influence the formation of their character. The main challenges include how to teach honesty and responsibility amidst the abundant flow of information, as well as guiding the younger generation to develop digital literacy that is balanced with life values. Other challenges include the development of cyberbullying behavior, social media addiction, and lack of supervision in the use of technology. Collaborative efforts are needed between educators, parents and related parties to create a balanced educational environment, where technology can be a tool that supports character development, not an obstacle to it. Therefore, innovative strategies and holistic approaches need to be implemented so that the character of education remains relevant and effective amidst dynamic changes in this digital era. The aim of this research is to solve the challenges of character education in the digital era and solutions to overcome them. The method used in this research is a library study. The results of this research show that with the right strategy, such as integrating character values in the digital curriculum and actively involving parents, character education in the digital era can become a solid foundation for positive personal development in an increasingly connected generation.
Analisis Gaya Mengajar Guru SMA Terhadap Minat Belajar Siswa Lekahena, Welly Sany; Naibaho, Lamhot; Rantung, Djoys Anneke
Jurnal Kridatama Sains dan Teknologi Vol 6 No 01 (2024): JURNAL KRIDATAMA SAINS DAN TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53863/kst.v6i01.1068

Abstract

This research aims to analyze the relationship between teachers' teaching styles at the high school level and students' interest in learning. Student interest in learning is an important factor in achieving optimal learning outcomes. Problems that often occur in the classroom are incompatibility of teaching styles with student needs, lack of creativity and innovation, lack of interaction and participation, not being aware of the diversity of student learning styles, and lack of use of educational technology. Therefore, this research was conducted to determine the influence of high school teachers' teaching styles on students' interest in learning. The method used in this research is literature study. The results of the analysis show that there is a correlation between the teacher's teaching style and students' learning interest. A teaching style that is interactive, supports student participation, and motivates their creativity tends to have a positive impact on interest in learning. On the other hand, a teaching style that is monotonous and less interactive can potentially reduce students' interest in learning. These findings provide important implications for the development of teaching methods in high school, by emphasizing the need to pay attention to teaching styles that can stimulate students' interest in learning. This research can be a basis for preparing guidelines for developing teacher professionalism and improving the education system that focuses on the quality of learning at the high school level.
Pembelajaran Transformatif Pendidikan Agama Kristen di Era Teknologi Digital Darti, Darti; Rantung, Djoys Anneke; Naibaho, Lamhot; Boiliu, Noh Ibrahim
Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 8, No 2: September 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/rfidei.v8i2.175

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan sumbangsih pada dunia pendidikan khususnya Pendidikan Agama Kristen. Menghadapi era teknologi digital, guru Pendidikan Agama Kristen harus dapat melakukan transformasi dalam pembelajaran khususnya di sekolah. Upaya transformasi tersebut harus mampu memahami karakteristik generasi milenial dan generasi Z untuk menentukan strategi mengajar yang efektif. Melalui teori pembelajaran transformatif, guru Pendidikan Agama Kristen dapat mengadaptasi pemebelajaran transformatif bahwa dalam konteks Indonesia, transformasi pendidikan Kristen memiliki tujuan yaitu, mempromosikan ciri dari kewarganegaraan yang berilmu, serta menghayati identitas kebersamaan secara kolektif dalam satu kesatuan. Hal ini didasari karena pendidikan Kristen berasal dari, oleh dan untuk warga gereja dan pada saat yang sama merupakan warga negara, yang bersifat publik. Adapun metode yang digunakan dalam tulisan ini ialah metode literatur yaitu dengan menggali ide dan mengutip pendapat dari penulis buku serta artikel yang dapat menjadi acuan tulisan ini. Hasil dari penelitian ini penulis menyimpulkan bahwa tujuan utama PAK adalah membawa peserta didik untuk mengenal lebih dekat kepada kasih Allah dalam Kristus.
Analisis Perilaku Kenakalan Anak Usia 9-12 Tahun di SD Negeri 071109 Bawoganowo Terkait Pola Asuh Orang Tua Kristen Desa Bawoganowo Kecamatan Toma Kabupaten Nias Selatan Harefa, Sejiwahati; Rantung, Djoys Anneke; Naibaho, Lamhot
Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 9, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/rfidei.v9i2.202

Abstract

Lingkungan keluarga sangat penting untuk anak sebagai sarana utama dalam mengenal berbagai macam didikan, binaan, pengarahan, pembiasaan, dan pengasuhan karena anak merupakan generasi penerus masa depan. Pengasuhan orang tua terhadap anak berbeda-beda. Terkait dengan pola asuh orang tua pada anak, pola pengasuhan terdiri dari pola asuh demokratis, pola asuh membiarkan dan pola asuh penelantaran. Namun orang tua lalai dalam mengasuh anak, awalnya memperhatikan dan terus mengarahkan, mendidik dan membimbing anak, berubah pola pengasuhan orang tua karena faktor orang tua yang sibuk kerja dan juga kurangnya pengawasan dan bimbingan orang tua pada anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat studi kasus dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terjadinya perilaku kenakalan anak dan penerapan pola asuh orang tua pada diri anak usia 9-12 tahun. Hasilnya menunjukan perilaku anak suka berkelahi sama teman dengan alasan hanya main-main, tidak memakai kaos kaki pendek alasan hilang, sengaja mengeluarkan ujung baju sekolah dari celana karena ukuran baju kekecilan.
Berpikir Kritis Melalui Metode Mind Mapping dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Halawa, Timotius Prasetyo; Brek, Meiskewaty; Rantung, Djoys Anneke; Naibaho, Lamhot
Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 9, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi penggunaan metode mind mapping dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen guna meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Mind mapping diterapkan melalui berbagai aktivitas seperti diskusi kelompok, analisis teks agama, dan refleksi pribadi. Penulisan artikel ini menggunakan metode kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode mind mapping efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam mengorganisir dan menghubungkan konsep agama Kristen secara visual, serta mengidentifikasi hubungan sebab-akibat, memecahkan masalah, dan menganalisis pemikiran mereka secara lebih efektif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan metode mind mapping dapat menjadi pendekatan yang efektif dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, memperkuat pemahaman tentang ajaran agama Kristen, dan mengaitkannya dengan konteks kehidupan mereka.
Adolescent strategies for dealing with mental and moral problems are based on the perception of the Psalms Noti, Yetri Anisa; Naibaho, Lamhot; Rantung, Djoys Anneke
Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 1 No. 3 (2023): Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.662 KB)

Abstract

Adolescence is a transitional period from childhood to adulthood. Adolescence is closely related to self-discovery and they find a lot of offers from the surrounding environment in the form of character and personality traits that they can try depending on their perception and direction. Religious adolescents have guidelines in their lives, religious adolescents will place God as the centre of their lives, determine that everything must be based on the laws that God gives, and all teenagers' actions must aim not to violate the laws given by God. The method used in this research uses qualitative research methods with literature studies. The researcher reviewed and used various information and previous research, as well as conducted textual, contextual, and biblical implementation research on the book of Psalms by selecting or correlating verses related to mental and moral problems faced by the writers of Psalms when they experienced mental and moral inner turmoil from what they experienced in the lives written in the book of Psalms. Christian teenagers should live in spiritual and mental closeness to God. The best way is to not hang out with people who have moral problems. Not walking and sitting with the wicked. Be willing to accept the logical consequences of being separated from those who do not practice God's goodness.