Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Hubungan Tingkat Pendidikan Orang Tua dengan Kesehatan Anak Anggraeni, Titik; Sunaryanti, Sri Sayekti Heni; Sarwoko, S
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak merupakan investasi orang tua, bangsa dan negara di masayang akan datang, sehingga kesehatan anak baik fisik, mental,spiritual maupun sosial sangat diperlukan. Banyak faktor yangberperan dalam kesehatan anak, diantaranya tingkat pendidikanorang tua. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungantingkat pendidikan orang tua dan kesehatan anak. Dari data yangdiperoleh di desa Metuk, dengan sampel Ibu yang mempunyai anakusia 0 – 5 tahun berjumlah 138 responden, analisis data dilakukandengan uji korelasi Camers’V diperoleh hasil ada hubungan antaratingkat pendidikan orang tua dengan kesehatan anak. (sig: 0,000)
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG MENSTRUASI DENGAN KONSEP DIRI SISWI SDN 1 DALEMAN, TULUNG, KLATEN Sunaryanti, Sri Sayekti Heni; Sarwoko, S; Anggraeni, Titik
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Dimulainya masa pubertas seringkalidideskripsikan sebagai peristiwa utama dalam sejarah remaja.Perubahan pada masa puber sering menimbulkan kecemasan danmenuntut perubahan yang cukup bermakna dalam konsep diri, yangmungkin dapat menyebabkan krisis identitas. Menstruasi sebenarnyamerupakan gejala biologis yang alami, progresif, dan positif sebagaitanda biologis dari kematangan seksual. Respon terhadap masapubertas ini perlu didukung dengan pengetahuan yang cukup agarawal masa puber tidak menyebabkan timbulnya masalah kesehatanremaja yang serius.Tujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan tentang menstruasidengan konsep diri pada siswi SDN 1 Daleman, Tulung, Klaten.Metode: Jenis penelitian ini adalah analitik korelasional denganrancangan Cross Sectional. Sampel diambil dengan purposivesampling sebanyak 30 responden. Data pengetahuan dan konsep diridiperoleh dengan menggunakan kuesioner. Analisa data denganmenggunakan Uji korelasi Kendall TauHasil: (1) Tingkat pengetahuan responden kurang baik: 13,5%, cukup:34,6% dan kurang 9,6%; (2) Konsep diri responden dalam kategorikurang 5,8%, cukup 11,5 % dan baik40,4 %; (3) Berdasarkan analisisuji korelasi Kendall diketahui terdapat hubungan yang signifikanpengetahuan tentang menstruasi dan konsep diri di SDN 1 Daleman,Tulung, Klaten, dengan nilai 0,636 (p:0,000)Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan pengetahuan tentangmenstruasi dan konsep diri pada siswi SDN 1 Daleman, Tulung,Klaten.
Meta-Analisis Efektivitas Konsumsi Telur Rebus terhadap Peyembuhan Luka Post Operasi Iswahyuni, Sri; Rejo, Rejo; Mubarok, Ahmad Syauqi; Sunaryanti, Sri Sayekti Heni; Widiyanto, Aris
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 3 (2024): Juni 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i3.2650

Abstract

Proses penyembuhan luka pasca operasi dipengaruhi oleh kecukupan asupan nutrisi terutama pola makan mengingat tingginya kandungan protein yang diperlukan untuk proses penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi dan menganalisis efektivitas konsumsi telur rebus terhadap peyembuhan luka post oprasi. Penelitian ini merupakan penelitian sys¬te¬ma¬tic review dan meta- analysis denagn menggunakan diagram PRISMA. Pencarian artikel dilakukan berdasarkan kriteria kela¬yakan Model PICO. P= Pasien post oprasi; I= Konsumsi telur rebus; C= Tidak konsumsi telur rebus; O= Luka post oprasi. Artikel yang digunakan berasal dari 1 dat¬a¬b¬a¬se, yaitu: Google Scho¬lar. Dengan kata kun¬ci antara lain "patient" AND "boiled egg" AND “post-operative wound” AND “randomized controlled trial”. Artikel dianalisis menggunakan digram PRISMA dan aplikasi Review Manager 5.3. 4 artikel dengan de¬sain studi randomized controlled trial yang akan digu¬nakan sebagai sumber meta-analisis efektivitas konsumsi telur rebus terhadap peyembuhan luka post oprasi. Menunjukan bahwa tidak konsumsi telur rebus menurunkan kemungkinan terjadinya penyembuhan luka pada pasien post oprasi. Pasien yang tidak konsumsi telur rebus menurunkan peyembuhan luka post oprasi sebesar -1.89 kali dibandingkan pasien yang penyyembuhan luka post oprasi yang konsumsi telur (SMD= -1.89; CI 95%= -2.75 hingga -1.04; p=0.001), dan hasilnya signifikan secara statistik. Meta-analisis dari 4 studi randomized controlled trial menyimpulkan bahwa tidak konsumsi telur rebus menurunkan kemungkinan terjadinya penyembuhan luka pada pasien post oprasi.
Meta-Analisis Pengaruh Debu terhadap Gangguan Fungsi Paru di Lingkungan Kerja Iswahyuni, Sri; Mubarok, Ahmad Syauqi; Atmojo, Joko Tri; Handayani, Rina Tri; Sunaryanti, Sri Sayekti Heni
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i5.4379

Abstract

Paparan debu mineral diketahui menyebabkan perubahan karakteristik pada mekanisme pernapasan dan volume paru-paru dalam pola yang terbatas. Gangguan fungsi paru akibat paparan partikel debu dapat bersifat restriktif, obstruktif, atau kombinasi keduanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi pengaruh debu terhadap gangguan fungsi paru di lingkungan kerja. Penelitian ini merupakan penelitian systematic review dan meta-analisis. Pencarian artikel dilakukan berdasarkan kriteria kelayakan Model PICO meliputi: P Masyarakat di lingkungan kerja; I= Paparan debu; C= Tidak terpapar debu; O= Gangguan fungsi paru. Artikel yang digunakan berasal dari 3 database, yaitu: PubMed, Google Scholar, dan Science Direct. Kata kunci yang digunakan antara lain “dust” AND “impaired lung function” AND “work environment” AND “cross section study”. Kriteria inklusi dalam penelitian ini meliputi artikel fulltext dengan desain studi cross-sectional, ukuran hubungan yang digunakan adalah adjusted Odds Ratio (aOR), artikel diterbitkan dalam rentang 2020-2021, dan outcome adalah gangguan fungsi paru. Artikel dianalisis menggunakan digram PRISMA dan aplikasi Review Manager 5.3.Hasil penelusuran 6 artikel dalam penelitian yang berasal dari 1 benua Eropa (Kanada) dan 5 benua Asia (Indonesia, Korea Selatan, China) menunjukan bahwa terpapar debu di lingkungan kerja meningkatkan kemungkinan terjadinya gangguan pada fungsi paru pada masyarakat di lingkungan kerja. Masyarakat di lingkungan kerja terpapar debu meningkatkan kemungkinan terjadinya gangguan pada fungsi paru sebesar 2.09 kali dibandingkan dengan masyarakat di lingkungan kerja yang tidak terpapar debu (aOR= 2.09; CI 95%= 1.40 hingga 3.14; p< 0.004), dan hasilnya signifikan secara statistik. Meta-analisis dari 6 studi cross-sectional menyimpulkan bahwa terpapar debu di lingkungan kerja meningkatkan kemungkinan terjadinya gangguan pada fungsi paru pada masyarakat di lingkungan kerja.
Risk Factors of Asthma among Adolescent and Adults: A Systematic Review Study and Meta-Analysis Iswahyuni, Sri; Rejo, Rejo; Sunaryanti, Sri Sayekti Heni; Fajriah, Asruria Sani; Yuniarti, Tri; Nurhayati, Isnani
Journal of Epidemiology and Public Health Vol. 6 No. 4 (2021)
Publisher : Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.781 KB)

Abstract

Background: Asthma is a global public health problem that affects the quality of life of patients and is associated with the number of deaths each year. Factors such as genetics, environment and behavior are believed to have a significant relationship to the development of asthma. This study aimed to identify risk factors for asthma in adolescents and adults.Subjects and Method: This was a systematic review and meta-analysis with a search for articles published by the online database PubMed in 2016 to 2021. The dependent variable was asthma. The independent variables were several risk factors that influence diseases such as smoking, age, and others. Data were analyzed using RevMan software version 5.3.Results: A subgroup analysis was conducted from 4 articles which stated that cardiovascular related There were a total of 12 articles analyzed in this study. Subjects who had allergic rhinitis (OR= 3.80; 95% CI= 1.65 to 8.77; p= 0.001) had a greater risk of developing asthma than those who did not. This also applies to subjects who smoke (OR= 1.53; 95% CI= 1.32 to 1.78; p= 0.001), live in urban areas (OR= 1.46; 95% CI= 1.13 to 1.89; p= 0.03), are female. (OR= 1.19; 95% CI= 0.91 to 1.55; p= 0.001).Conclusion: Asthma is more susceptible to people who have allergic rhinitis, smoke, live in urban areas, are female.Keywords: asthma, prevalence, risk factors.Correspondence:
The Impact of Long-Term Particulate Matter with Diameter Micrometers ≤2.5 Exposure on Type 2 Diabetes Risk: A Meta-Analysis Anggraeni, Titik; Sarwoko; Herbasuki; Sunaryanti, Sri Sayekti Heni
Journal of Epidemiology and Public Health Vol. 10 No. 3 (2025)
Publisher : Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26911/jepublichealth.2025.10.03.10

Abstract

Background: The rising global prevalence of type 2 diabetes (T2D) has prompted investigations into environmental risk factors beyond traditional lifestyle causes. Air pollution, particularly fine particulate matter (PM₂.₅) has emerged as a potential contributor to diabetes. This systematic review synthesizes evidence from large scale cohort studies to evaluate the association between long term air pollution exposure and T2D risk. Subjects and Method: We analyzed prospective cohort studies (2020–2025) assessing air pollution and incident T2D, sourced from PubMed, Web of Science and EMBASE using the search terms: ("air pollution" OR "PM2.5") AND ("type 2 diabetes" OR "T2D") AND ("cohort" OR "longitudinal"). We using PECO framework (Populatio= adults population; Exposure=High Exposure of PM2.5; Comparison=Low Exposure of PM2.5; Outcomes=T2D). The independent variable was Exposure of PM2.5 and dependent variable was T2D. Primary studies included were cohort manuscript published in english with year of publication between 2020 until 2025, reported adjusted hazard ratios (aHR), and the subjects was adults without diabetes at baseline. Studies were evaluated using the CASP Scale, and data were analyzed using RevMan 13. Results: This study includes 9 papers, using Cohort study designs, from China, United Kingdom, South Korea and United States. PM₂.₅ exposure consistently increased T2D risk with stronger effects at lower exposure levels (aHR = 1.24; 95% Cl = 1.07 to 1.42; p=0.004). Conclusion: Long-term PM₂.₅ exposure significantly increases T2D risk and progression