Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Malaria Surveillance Mapping in Yogyakarta Special Region, Indonesia Nuraisyah, Fatma; Nurlaily, Nova; Ruliyandari, Rochana; Irjayanti, Apriyana; Irmanto, Maxsi; Sugiarto, Sugiarto
Journal of Epidemiology and Public Health Vol. 7 No. 4 (2022)
Publisher : Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26911/jepublichealth.2022.07.04.12

Abstract

Background: Kulon Progo is one of contributing malaria cases in Indonesia and eliminating incidence malaria still unsolved problem in Indonesia. This study aims to analyze the relationship between mosquito breeding sites, the distribution of malaria cases through Arc-GIS specifically for buffering and spatial analysis in Kulon Progo Regency from 2015 to 2021.Subjects dan Method: This descriptive research retrospective approach was conducted from secondary data on malaria cases in Kulon Progo between 2015 and 2021. The variable research in this study are positive malaria cases diagnosed using the traditional method of thick blood and thin smear. The sampling technique in this study used total sampling, in totally 265 cases were included. The Data on malaria cases in Kulon Progo Health Office were used as instruments to develop the spatial map and questionnaires served as a confirmation sheet for demographic characteristic. GPS (Global Positioning System) 10.3 used to determine the coordinates of malaria cases. Data on malaria cases are presented in a six-year time series. Area classification using Arc-GIS 10.1 software with buffer analysis and visualization data was utilized to determine the distribution pattern of malaria.Results: Incidence declined sharply 23.9 to 0.4 cases per 100,000 in 2015 to 2021. The purely cluster of malaria cases trend were in the watershed area at a distance of <250 meters in Kokap Sub-district. Malaria cases were mostly found in rice fields with a distance of <250 meters in Samigaluh Sub-district. All malaria cases were in the garden areas of <250meters in Nanggulang and the forest area of >250 meters in the Kalibawang Sub-district. Conclusion: Probability of malaria transmission are rivers, rice fields and gardens. It is necessary to hold training on the use of the Arc-GIS application for surveillance officers.Keywords: Gis, malaria, mapping, surveillance. Correspondence: Fatma Nuraisyah, Faculty of Public Health, Universitas Ahmad Dahlan, Indonesia. Kapas street No. 9, Semaki, Special Region of Yogyakarta, Post Box: 55166; email: fatma.nuraisyah@ikm.uad.ac.id. Mobile: 6285747232100.
Pendidikan Kenakalan Remaja di Panti Asuhan Muhammadiyah Prambanan Yogyakarta Solikhah, Solikhah; Ruliyandari, Rochana; Marwati, Tri Ani
APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1: Januari 2023
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/apma.v3i1.359

Abstract

Secara biologis masa remaja merupakan masa transisi dari anak-anak menjadi orang dewasa. Pada masa peralihan tersebut, remaja masih mencari jati diri dan identitas yang sebenarnya termasuk para remaja yang tinggal di panti asuhan. Remaja di panti asuhan memerlukan perhatian ekstra karena mereka kehilangan sosok orang tua pada usia belia. Remaja yang gagal dalam membentuk jati diri akan terlibat dalam perilaku menyimpang termasuk kenakalan remaja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan sebagai upaya untuk memberikan edukasi pengetahuan dan pencegahan kenakalan remaja kepada remaja di Panti Asuhan Muhammadiyah Prambanan Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah ceramah tatap muka dan diskusi pada tanggal 20-21 Oktober 2022. Langkah untuk mengukur pemahaman remaja terkait materi edukasi tentang kenakalan remaja dan cara pencegahannya, maka dilakukan pre-test dan pos-test untuk mengukur pemahaman mereka tentang kenakalan remaja dan cara pencegahannya. Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mereka dalam pencegahan kenakalan remaja sebanyak 21%. Pemahaman kenakalan remaja penghuni panti asuhan menjadi sangat penting dikarenakan remaja merupakan salah satu usia rentan dan masa transisi yang mudah dipengaruhi oleh lingkungan dan teman sebaya. Sebagai salah satu bentuk keluarga baru yang belum mengenal satu sama lain, pemahaman kasih sayang dan perhatian antar penghuni panti perlu ditingkatkan untuk mencegah kenakalan remaja.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Media Video Tentang Seks Pranikah terhadap Tingkat Pengetahuan dan Sikap pada Remaja: Literature Review: The Influence of Health Education Using Video Media About Premarital Sex on the Level of Knowledge and Attitudes in Adolescents: Literature Review Putri, Irkhamni Nabila Amalia; Djannah, Sitti Nur; Ruliyandari, Rochana
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 5: MAY 2024 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i5.5101

Abstract

Latar belakang: Remaja rentan terhadap seks pranikah, dengan 40.5% remaja perempuan dan 38.7% remaja laki-laki telah terlibat dalam perilaku tersebut. Pendidikan kesehatan, terutama melalui media video, penting untuk mengurangi risiko perilaku seks pranikah dan dampak negatifnya pada remaja. Tujuan: Literature review ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan media video tentang seks pranikah terhadap tingkat pengetahuan dan sikap pada remaja. Metode: Dalam literature review ini, metode PRISMA diterapkan untuk mencari dan menganalisis artikel penelitian terkini (2019-2024) mengenai pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media video terhadap tingkat pengetahuan dan sikap remaja terkait seks pranikah. Penelusuran dilakukan pada mesin pencarian Google Scholar, Pubmed, dan ProQuest. Kriteria kelayakan dan proses pengkajian digunakan untuk memilih 9 artikel berkualitas tinggi, dengan manajemen referensi dilakukan menggunakan Mendeley. Hasil: Pendidikan kesehatan melalui media video terbukti memiliki dampak signifikan dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang seks pranikah. Metode video lebih efisien dalam menyampaikan informasi kepada remaja. Selain itu, pendidikan kesehatan melalui media video juga berperan penting dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja. Namun, beberapa penelitian menyatakan bahwa video edukasi cenderung hanya memengaruhi pengetahuan remaja tanpa berdampak pada sikap remaja. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan melalui video secara signifikan meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja tentang seks pranikah. Meskipun metode video terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan, pengaruhnya terhadap sikap remaja cenderung bervariasi.
Determinan Pencegahan Hipertensi Putra, Sah Mikanda Pratama; Handayani, Lina; Ruliyandari, Rochana
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan untuk mendeskripsikan determinasi pencegahan hipertensi di Puskesmas Banguntapan III Bantul. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan pedoman observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan model Miles and Huberman yang meliputi tahapan data reduction, data display, dan conclusion drawing/ verification. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pengetahuan informan meliputi pengertian penyakit hipertensi, jenis-jenis hipertensi, cara mengelola penyakit hipertensi, dan cara menghindari penyakit hipertensi. Sikap informan berkaitan dengan sikap yang dirasakan apabila mengalami hipertensi berulang, dan sikap agar terhindar dari risiko hipertensi. Keyakinan informan untuk sembur dari hipertensi dibuktikan dengan berolahraga, tidak meminum minuman keras sama sekali, mengontrol tekanan darah setiap hari, dan minum obat teratur. (2) Puskesmas telah memiliki ruang pemerikansaan hipertensi yang bersih, peralatan kesehatan yang memadai, memiliki ruang tunggu, ruang pemeriksaaan, dan apotek. (3) Informan melakukan konseling dan penyuluhan. Petugas kesehatan mendengarkan keluhan, menyampaikan bahayanya apabila tidak minum obat secara teratur, menanyakan kemajuan yang anda peroleh selama melakukan pengobatan, memberikan binbingan terhadap pengelolaan hipertensi yang baik, memberikan obat, tidak pernah menakuti saya akibat hipertensi, dan bersikap sopan dan ramah dalam memberikan pelayanan.
Analysis of Staff with Excellent Performance at the Central General Hospital of the Eastern Region (Benchmarking Analysis: Performance Accountability Report of Government Agencies of Dr. Wahidin Sudirohusodo General Hospital Makassar and Dr. Johannes Leimena General Hospital Ambon 2021-2023) Rahaded, Aisa Barkah; Ruliyandari, Rochana
Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jkmp.v5i1.2573

Abstract

Background: The increasingly fierce level of competition makes an organization must have good performance. This is based on the 2021-2023 Government Agency Performance Accountability Report (LAKIP) which has key performance indicators (KPIs) for excellent performance on hospital staff. So that Dr. Johannes Leimena Ambon Hospital became motivated by RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar so that both contribute to the vertical Technical Implementation Unit Hospital (UPT Hospital) in Eastern Indonesia. Research Methods: Literature research by conducting a bencmarking analysis method at RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar and Dr. Johannes Leimena Ambon Hospital based on LAKIP 2021-2023. Results and Discussion: The achievement of staff indicators with excellent performance can exceed the target every year at Dr. Wahidin Sudirohusodo Hospital, while Dr. Johannes Leimena Ambon Hospital has not been able to measure staff indicators with excellent performance in 2021. Therefore, there is planning for resource efficiency by providing education and training, placing staff according to their competence, and the importance of support or motivation provided by the hospital for its employees. Conclusion: Dr. Wahidin Sudirohusodo Hospital Makassar and Dr. Johannes Leimena Hospital Ambon can exceed the target achievement of staff with excellent performance in 2022. However, in 2023, there was a change in the Business Strategic Plan for the implementation of KPIs.
Intervensi Kampung Keluarga Berkualitas: Identifikasi Strategi Penanganan Stunting di Imogiri, Bantul Ruliyandari, Rochana; Utami, Fitriana Putri; Agustin, Helfi
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 05 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v14i05.4018

Abstract

Stunting menjadi permasalahan penting yang harus ditangani segera karena tidak hanya merupakan permasalahan tumbuh kembang tetapi juga dapat mempengaruhi kualitas hidup seorang anak hingga dewasa. Upaya penanggulangan stunting berupa intervensi gizi spesifik dan sensitive yang melibatkan peran masyarakat didalamnya, salah satunya peran Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi intervensi Kampung KB sebagai strategi penanganan stunting di Imogiri, Bantul. Penelitian ini berdesign kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang dilakukan dengan Focus Group Discussion (FGD) pada dua Kampung KB di Imogiri, Bantul. Subjek penelitian peserta FGD adalah stakeholder Kesehatan dan tokoh Masyarakat yang dipilih secara purposive. Data yang terkumpul dianalisis dengan tema analisis. Hasil penelitian menunjukkan upaya penanganan stunting oleh Kampung KB berupa kerjasama lintas sektor dengan mengedepankan local wisdom ditujukan untuk meningkatkan peran orang tua dalam pengasuhan anak, peningkatan pengelolaan sumber pangan bergizi dan sanitasi lingkungan tempat tinggal. Diperlukan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat guna memaksimalkan upaya intervensi gizi sensitif untuk pencegahan stunting di Imogiri, Bantul.
FACTORS INFLUENCING HAND HYGIENE COMPLIANCE IN HYGIENE STAFF AT GRHASIA YOGYAKARTA HOSPITAL Mahdar, Mahdar; Sukesi, Tri Wahyuni; Ruliyandari, Rochana
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 8 No. 4 (2024): DESEMBER
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v8i4.2510

Abstract

Hospitals are health facilities that provide outpatient and inpatient services to patients. In addition, hospitals can be a source of infection transmission for staff, patients, and other visitors. To prevent nosocomial infections in health workers, hospitals have the responsibility to protect all health workers, one of the efforts is to implement hand hygiene practices. Hand hygiene compliance in hospital settings in particular is influenced by several factors, including predisposing, enabling, and reinforcing elements, as well as support from management and the chief hygienist. The purpose of this study was to determine the relationship between predisposing, enabling, and reinforcing factors. The method used was quantitative correlation with a cross-sectional approach. The population of this study were 36 janitors, with a sample size of 36 respondents who were still active as janitors at Grhasia Hospital. Sample selection using the Total sampling method, using an analysis system carried out using Chi-Square. From the results of the bivariate test, there were the results of the highest number of respondents with early adult age as much as 63.9%. Gender 97.2% p-value 1000. Tenure is 80.6% p-value 0.163. Education as much as 97.2% p-value 1000. Good knowledge as much as 75% p-value 0.255. Positive attitude 58.3% p-value 0.626. Complete facilities 86.1% p-value 0.466. Motivation 58.3% p-value 1000. so that with these results there is a relationship between age, gender, tenure, education, attitude, facilities and motivation with an α value <0.05. While the results of the multivariate test obtained the results Age, tenure and attitude have a great opportunity to increase hand hygiene compliance in janitors. Hand hygiene compliance in janitors can be influenced by the age of janitors, length of service and positive attitudes in janitors.
Prioritizing Health Problems In Dukuh Demangan, Bantul, Yogyakarta Using Community Diagnosis And Hanlon Method Ruliyandari, Rochana; Indah Purwanti, Dwi; Nur Djanah, Sitti; Solikhah, Solikhah; Nuraisyah, Fatma
International Journal of Health and Pharmaceutical (IJHP) Vol. 3 No. 3 (2023): August 2023
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijhp.v3i3.189

Abstract

Community diagnosis is an activity to determine the existence of a problem by collecting data on the community. Community diagnosis is an activity to explore the main issues faced by the community based on existing facts and take strategies and follow-up plans to resolve these problems. The study aimed to determine the description of health problems through community diagnosis in Dukuh Demangan, Sewon District, Bantul Regency. The method used in this research is quantitative andqualitative. The study design used in implementing the Field Learning Experience is adescriptive study. After determining the priority of the problem using the Hanlon method. The result shows that hypertension is the priority of health problems in Dukuh Demangan.