Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Sinkronisasi Data Terhadap Industri Kecil Menengah (IKM) Pada Dinas Perindutsrian, Perdagangan, Koperasi, Dan IKM Provinsi Kalimantan Timur Alfarisi, Naufal; Sitania, Farida Djumiati
Jurnal Teknik Industri (JATRI) Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Teknik Industri (JATRI)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jatri.v2i1.1234

Abstract

Sektor industri dapat digolongkan menjadi beberapa jenis, tapi yang utama sektor industri dibagi menjadi tiga yaitu industri besar, industri sedang, dan industri kecil proses industrialisasi dan pembangunan industri ini sebenarnya merupakan satu jalur kegiatan untuk meningkatkan kesejahtraan rakyat dalam arti tingkat hidup yang lebih maju maupun taraf hidup yang lebih bermutu. Dengan kata lain pembangunan industri itu merupakan suatu fungsi dari tujuan pokok kesejahtraan rakyat bukan merupakan kegiatan yang mandiri untuk hanya sekedar mencapai fisik saja. Hal ini berarti pula sebagai suatu usaha untuk meningkatkan produktivitas tenaga manusia disertai untuk meluaskan ruang lingkup kegiatan manusia. Dengan demikaian dapat diusahakan secara “vertical” semakin besarnya nilai tambah pada kegiatan ekonomi dan sekaligus secara “horizontal” semakin luasnya lapangan kerja produktif bagi penduduk yang semakin bertambah. Industrialisasi tidak terlepas dari usaha untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia dan kemampuan memanfaatkan secara optimal sumber daya alam dan sumberdaya lainnya. Sinkronisasi ini merupakan bentuk bantuan kepada para pelaku ikm dalam bentuk pendataan oleh pihak dinas perindutsrian, perdagangan, koperasi dan IKM provinsi kalimantan timur. Tujuan yang ingin dicapai adalah (1) Meningkatkan pengetahuan masyarakat pada daftar IKM yang menjadi sarana pengembangan (2) meningkatkan kemampuan IKM dalam hal perkenalan industri mereka ke masyararakat luas. (3) memberikan respon positif terhadap perkembangan industri khususnya di Kaltim. Tugas bidang industri mempunyai fungsi seperti penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang industri, penyiapan bahan koordinasi perencanaan program di bidang industri, penyiapan bahan pembinaan, bimbingan, pengendalian dan pengaturan teknis perencanaan industri, penyiapan bahan pembinaan, bimbingan, pengendalian dan pengaturan teknis pembinaan usaha industri, penyiapan bahan pembinaan, bimbingan, pengendalian dan pengaturan teknis informasi industri dan Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh kepala bidang sesuai dengan tugas dan fungsinya. Dalam pengerjaanya dimana para pelaku memberikan data baik produk maupun dimana produk tersebut bisa didapatkan dengan contoh alamat dan juga profil sosial media. Pada pengerjaan kali ini sinkronisasi dilakukan guna adanya pembaharuan terhadap data yang sudah ada maupun data terbaru yang telah didapat dari pelaku ikm itu sendiri.
PENERAPAN KOMPOR MINYAK JELANTAH SEBAGAI SUBSTITUSI BAHAN BAKAR PADA INDUSTRI UMKM MAKANAN Sanjaya, Ari Susandy; Sukmono, Yudi; Sitania, Farida Djumiati; Widada, Dharma; Wijaya, Muhammad Farhanuddin; Khiyarinnisa, Faza
Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri Vol. 7 No. 1 (2025): Periode April 2025
Publisher : LPPM Universitas Nusa Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33480/abdimas.v7i1.6161

Abstract

In daily life, stoves are essential tools used in cooking. They play an important role in energy use for households and small businesses, especially MSMEs (Micro, Small, and Medium Enterprises). In Samarinda and surrounding areas, food-related MSMEs are growing rapidly, ranging from snacks to trendy beverages. One of the major components of production costs is fuel. The 3-kg LPG cylinder, commonly called the "melon gas," is widely used due to its affordability and availability in urban areas. However, frequent shortages cause price instability and make it unreliable. To address this, a community service program was conducted through education and mentoring on the use of stoves fueled by used cooking oil as an alternative. Emission test results showed that a stove using used cooking oil reached 303°C with O₂ at 11.13%, CO at 9 ppm, and NaO at 16 ppm in 1 minute. In comparison, a gas stove reached 310.2°C with O₂ at 12.28%, CO at 61 ppm, and no NaO detected. These results show that used cooking oil can be a cost-effective alternative for MSMEs. It not only provides a solution to the unstable LPG supply but also helps reduce environmental impact by reusing waste oil from food processing. The used-oil stove has been well received by local entrepreneurs as an affordable and eco-friendly option.
Implementasi tojok ergonomis bagi pekerja pada perkebunan kelapa sawit Ladeppung, Muara Badak Pawitra, Theresia Amelia; Sitania, Farida Djumiati; Sukmono, Yudi; Widada, Dharma; Wijaya, Muhammad Farhanuddin
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 8, No 4 (2025): November
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v8i4.2855

Abstract

Pada proses pemanenan buah kelapa sawit, pekerja menggunakan tojok konvensional yang dinilai kurang ergonomis, terutama pada bentuk dan ukuran pegangannya. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk merancang tojok ergonomis dengan tujuan meningkatkan kenyamanan pekerja saat menaikkan buah sawit ke truk. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan analisis data kuantitatif. Hasil perancangan menghasilkan tojok berbahan stainless steel dengan panjang 120 cm, berat 0,9 kg, lebar pegangan 16 cm, diameter pegangan 2,7 cm, dan panjang mata tojok 21 cm. Pegangan berbentuk T diubah menjadi lebih ergonomis. Evaluasi penggunaan tojok ergonomis dilihat dari perbandingan nilai keluhan Gotrak dan Ergonomics Risk Assesment (ERF) menunjukkan penurunan risiko ergonomis, seperti berkurangnya segmen tubuh berisiko tinggi dari 4 menjadi 1 dan peningkatan segmen tubuh berisiko rendah dari 7 menjadi 8. Skor ERF turun dari 9 menjadi 8, dan potensi bahaya pada leher, bahu, tubuh, dan pergelangan kaki berkurang signifikan, sehingga meningkatkan kenyamanan pekerja.
S Analisis Risiko Dan Penentuan Strategi Mitigasi Proses Pengiriman Barang Dengan Menggunakan Metode FMEA (Studi Kasus : PT.XYZ) Abdullah Azzam; Ridwan, Syaiful M; Sukmono, Yudi; Sitania, Farida Djumiati
Jurnal Teknik Industri (JATRI) Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Teknik Industri (JATRI)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/7ktz3063

Abstract

PT. XYZ merupakan sebuah perusahaan yang bergerak pada bidang jasa, dan berfokus pada pelayanan jasa pengiriman barang yang mencakup seluruh wilayah Indonesia. Dalam proses pengiriman barang yang dilakukan oleh PT. XYZ pasti tidak terlepas dari permasalahan yang ada. Permasalahan yang terjadi pada jasa pengiriman barang di PT. XYZ yaitu kesalahan pengiriman, kerusakan barang, kelalaian pegawai dalam bekerja, resiko terhadap pencurian, dan resiko terhadap kebakaran. Untuk mengatasi persoalan yang terjadi pada PT. XYZ, maka diperlukan pengaplikasian manajemen risiko. Analisis dan Mitigasi Risiko yang terjadi pada PT.XYZ dilakukan dengan menggunakan metode Failure Mode Effect Analysis (FMEA). Dari hasil identifikasi didapatkan total keseluruhan risiko yang terjadi di PT.XYZ sebanyak 13 risiko. Hasil pengolahan data menggunakan metode FMEA diketahui pada faktor risiko proses sortir barang dengan nilai RPN tertinggi yaitu pada risiko barang rusak dengan nilai RPN sebesar 300, pada faktor risiko proses pengiriman barang RPN tertinggi yaitu risiko pengiriman barang tidak sampai tujuan dengan nilai RPN sebesar 240, dan pada faktor pengiriman barang RPN tertinggi yaitu risiko pengembalian barang yang bermasalah dengan nilai RPN sebesar 70. Hasil dari diagram cause effect barang rusak yang merupakan sebab akibat dari barang rusak didapatkan hasil pada bagian method adalah tidak ada SOP tertulis, pada bagian man adalah kelalaian karyawan dalam pemindahan barang dengan cara dilempar, dan pada bagian machine adalah barang tertindih dengan barang lain sehingga barang mengalami kerusakan. Hasil dari diagram cause effect pengiriman tidak sampai tujuan yang merupakan sebab akibat dari pengiriman tidak sampai tujuan didapatkan hasil pada bagian method adalah tidak ada SOP tertulis dalam pengiriman barang, pada bagian man adalah kelalaian karyawan dalam melakukan pengiriman barang, dan pada bagian machine adalah terjadi kendala pada kendaraan saat melakukan pengiriman barang.
Analisis dan Strategi Mitigasi Risiko pada Proses Supply chain Produk Crude Palm Oil dengan Menggunakan Metode Supply chain Operation Reference dan Failure Mode and Effects Analysis (Studi Kasus: PT XYZ) Wulandari, Intan; Sitania, Farida Djumiati
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 8 No. 4 (2025): October
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v8i4.48420

Abstract

PT. XYZ, a Crude Palm Oil (CPO) producer, faces challenges such as delivery delays 2-3 times monthly and poor Fresh Fruit Bunch (FFB) quality, including unripe, overripe, or rotten fruits, reducing production yields and profits. To address this, risk management is essential. Using the SCOR model, the study identifies 26 risks across planning, sourcing, production, delivery, and return activities. FMEA evaluates and prioritizes these risks, finding 6 in planning, 7 each in sourcing and production, 4 in delivery, and 2 in return. The Action priority method highlights five high-priority risks: vehicle damage, raw material delays, broken conveyor chains, production process failure s, and main engine damage. Root cause analysis, fishbone diagrams, and assessment of failure Effects support identifying 15 alternative mitigation strategies. This approach aims to minimize disruptions, improve supply chain efficiency, and protect PT XYZ profitability.
Ergonomic Risk Assessment on Palm-Oil Harvesting Workers in East Kalimantan Pawitra, Theresia Amelia; Fathimahhayati, Lina Dianati; Sitania, Farida Djumiati
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 20 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang in collaboration with Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI Tingkat Pusat) and Jejaring Nasional Pendidikan Kesehatan (JNPK)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v20i4.31236

Abstract

Along with the growth of the palm-oil industry in Indonesia, work-related musculoskeletal disorders (WMSD) experienced by palm-oil harvesting workers also increased. This paper aims to evaluate ergonomic risk factors among harvesting palm workers in East Kalimantan and to propose suggestions to mitigate the risks. A total sample of 70 workers from 3 plantations in Muara Wahau, Babulu, and Muara Badak was observed in 2023. Gotrak survey and ergonomic risk factor (ERF) questionnaire of SNI 9011:2021 were utilized for determining the WMSD and identifying the ergonomics risk, respectively. The result showed that 91% of workers experienced pain after work, and 72% frequently experienced physical fatigue. The Gotrak survey on cutting and carrying bunches activity revealed high exposure risk for the neck (97%), followed by the shoulder (77%) and knee (55%). Meanwhile, during the activity of loading bunches onto the truck, high exposure risk occurs in the shoulders (73%), elbows (53%), and knees (53%). The result of the Kruskal-Wallis statistical test indicates that there is a difference in Gotrak levels among the three locations. The Gotrak level in Muara Wahau is the highest, followed by Babulu and Muara Badak. The results of the ERF questionnaire showed that loading to truck, followed by carrying FFB to the fruit collection point, were the two activities with high ERF scores, i.e., 39 and 34, respectively. Finally, improvements such as stretching exercises before and during work, as well as redesigning ergonomic T-hook and egrek, will mitigate the risk.
Inventory Management of Spare Parts Using ABC Classification Method (Case Study: PT Bina Sarana Sukses) Mentaruk, Ayup; Sitania, Farida Djumiati; Wahyuda, Wahyuda
IJIEM - Indonesian Journal of Industrial Engineering and Management Vol 6, No 2: June 2025
Publisher : Program Pascasarjana Magister Teknik Industri Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/ijiem.v6i2.28212

Abstract

The increasing coal production directly requires special attention in inventory management. This research aims to categorize spareparts inventory based on ABC classification. PT Bina Sarana Sukses has 20,108 spare parts. The method used is ABC classification, dividing inventory into three categories based on the type of inventory and the amount of capital used. The classification results in three classes A, B, and C. Class A absorbs IDR 9,482,425,725 or 80.5% of the total inventory value, consisting of 26 items (25%). Class B absorbs IDR 1,819,909,151 or 15% of the total inventory value, consisting of 33 items (32%). Class C absorbs IDR 478,231,982 or 4.5% of the total inventory value, consisting of 45 items (43%). Based on the classification results, different control strategies are applied for each spare part class. Class A includes strict supervision, automatic ordering, and procurement priority. Class B includes periodic control and supplier evaluation. Class C includes minimal control and needs evaluation.
Analisis Pengendalian Persediaan Suku Cadang Menggunakan Metode Economic Order Quantity dan Silver Meal Bara, Yogi Zefanya Batu; Wahyuda, Wahyuda; Sitania, Farida Djumiati
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 8 No. 4 (2025): October
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v8i4.50521

Abstract

Spare parts inventory is a crucial component in supporting the smooth operation of mining service companies, one of which is PT. XYZ. The company faces excess inventory of workshop support spare parts, particularly oil filters (21707133, 21707132) and fuel filter (22480372). Data processing begins with a variability test, followed by forecasting, and then inventory calculations using the Economic Order Quantity (EOQ) and Silver Meal (SM) methods. The variability test results indicate that oil filters are static (V<0.25), while fuel filters are dynamic (V≥0.25). Forecasting is conducted using a moving average, with MAPE values of 14%, 13%, and 12% respectively. The results show that the total inventory cost amounted to Rp398,085 or 39% lower than the company’s current policy. The optimal order quantity for fuel filter 22480372 from periods 1 to 12 in succession is 20, 21, 20, 18, 18, 19, 18, 18, 20, 20, 19, and 19. 
Aplikasi Konsep Lean Untuk Minimasi Waste Menggunakan Value Stream Mapping Pada Warehouse Spare Parts Riyadi, Aldi Wibawan; Sitania, Farida Djumiati; Wahyuda
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i4.938

Abstract

Warehouse PT XYZ memiliki peran strategis sebagai pusat distribusi spare parts untuk memastikan kelancaran aktivitas hauling. Hasil observasi menunjukkan adanya berbagai bentuk pemborosan (waste) seperti waktu tunggu, kesalahan pengambilan spare parts, serta gerakan yang tidak perlu yang mengindikasikan belum optimalnya proses operasional pada warehouse. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi alur proses dan persentase efisiensi proses operasional warehouse, mengidentifikasi jenis dan penyebab waste, serta memberikan rekomendasi perbaikan untuk meminimasi waste dengan pendekatan lean warehouse. Metode yang digunakan bersifat kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan dan wawancara. Tools analisis yang digunakan meliputi Value Stream Mapping (VSM) untuk memetakan aktivitas serta menghitung Process Cycle Efficiency (PCE), dan Fishbone Diagram untuk mengidentifikasi akar penyebab pemborosan. Hasil penelitian menunjukkan nilai awal PCE sebesar 63%, dengan 37% waktu termasuk aktivitas non-value added dan necessary non-value added. Nilai ini masih berada di bawah standar minimal perusahaan yaitu 75%. Enam jenis waste teridentifikasi, termasuk transportation, waiting, motion, dan inappropriate processing. Akar penyebab utama meliputi layout kerja yang tidak efisien, SOP yang belum optimal, serta sistem pencarian spare parts yang belum terintegrasi. Usulan perbaikan yang dirancang berupa integrasi sistem informasi, perbaikan tata letak, serta pelatihan rutin operator dan mekanik diharapkan dapat mempercepat lead time order fulfillment spare parts serta meningkatkan efisiensi operasional warehouse.
Analisis Pengendalian Persediaan Dengan Menggunakan Metode Economic Order Quantity Mahendra, Rahul Ihza; Sitania, Farida Djumiati; Wahyuda, Wahyuda
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 9, No 2 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jti.v9i2.22677

Abstract

UMKM XYZ merupakan usaha produk amplang yang berdiri sejak tahun 2010. Produk amplang yang diproduksi oleh UMKM XYZ yaitu amplang ikan bandeng. UMKM melakukan produksi amplang 3 kali dalam sebulan, dalam sekali produksi dapat menghasilkan kurang lebih 90 kg amplang dengan ikan yang diperlukan sebanyak 50 kg tiap produksinya. Pada pemesanan ikan, UMKM melakukan 2 kali pemesanan sebanyak 20 kg sampai 30 kg, karena pemesanan yang tidak terjadwal dan kuantitas pemesanan yang kurang tepat mengakibatkan UMKM mengalami kekurangan ikan dan tingginya biaya persediaan. Dari permasalahan pada UMKM Karya Usaha Bersama dilakukan penelitian menggunakan metode EOQ untuk menentukan berapa kuantitas pemesanan ikan dan meminimalisir biaya persediaan. Dari hasil perhitungan lot sizing dengan metode EOQ didapatkan bahwa kebijakan UMKM memiliki biaya pemesanan tertinggi, yaitu sebesar Rp. 1.976.000,00 sedangkan biaya pemesanan pada metode EOQ lebih rendah 25%, yaitu sebesar Rp. 494.000,00. Pada biaya penyimpanan metode EOQ memiliki biaya yang lebih tinggi yaitu sebesar Rp.503.568.12 karena pengoptimalan persediaan pada UMKM yang mengalami kekurangan ikan, pada kebijakan UMKM memiliki biaya yang rendah yaitu sebesar Rp. 150.975,33. Pada total biaya persediaan UMKM yaitu sebesar Rp. 2.126.975,33 sedangkan pada metode EOQ 47% lebih rendah yaitu Rp. 997.568,12. Secara keseluruhan metode EOQ merupakan metode yang paling baik dalam merencanakan persediaan ikan untuk 12 periode mendatang karena menghasilkan biaya persediaan yang paling minimum dan mengurangi resiko kehabisan ikan dibandingkan dengan metode kebijakan. Kata kunci: Persediaan, bahan baku, EOQ.