Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

THE QUALITY ASSESSMENT ON EUPHEMISM AND DISPHEMISM TRANSLATION OF BBC ONLINE NEWS TEXT Meilasari, Priska
Widya Warta No. 01 Tahun XLI/Januari 2017
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.826 KB)

Abstract

Setiap karya terjemahan perlu dinilai kualitas terjemahannya. Demikian pula penerjemahan istilah yang eufemistik dan disfemistik pada teks berita media online BBC. Media online BBC telah diterjemahkan ke berbagai bahasa, salah satunya adalah bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan menilai kualitas terjemahan teks berita online BBC khususnya ungkapan eufemisme dan disfemismenya. Data penelitian ini diambil dari www.bbc.com dan terjemahannya dari www.bbc.com/Indonesia yang berjumlah 156 data. Penelitian ini menggunakan Translation Quality Assessment rujukan Nababan (2012). Teknik pengumpulan data dengan analisis dokumen, kuesioner, dan focus group discussion. Teknik analisis data menggunakan model analisis isi Spradley. Hasil penilaian kualitas terjemahan menunjukkan bahwa sebagian besar ungkapan eufemisme dan disfemisme pada teks berita online BBC diterjemahkan secara akurat pada bahasa sasaran (75%), hanya sebagian kecil ungkapan diterjemahkan dengan kurang akurat (21,8%,) dan tidak akurat (2,9%).
INSTAGRAM TRANSLATION MACHINE: HOW PROBLEMATIC IS IT? Meilasari, Priska
Widya Warta No. 01 Tahun XLIII/Januari 2019
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mesin penerjemah begitu marak akhir-akhir ini. Salah satunya adalah yang terintegrasi dalam aplikasi Instagram. Namun, seperti halnya mesin penerjemah lain, mesin penerjemah pada Instagram ini pun belum berhasil menerjemahkan suatu text sebaik penerjemah manusia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa bermasalah hasil terjemahan mesin penerjemah ini dengan melihat teknik penerjemahan apa yang dipakai. Teknik penerjemahan yang dipakai dalam analisis adalah 18 teknik penerjemahan Molina dan Albir. Dengan mengetahui kesalahan pilihan teknik penerjemahan, peneliti kemudian dapat memberikan saran penerjemahan dengan mengaplikasikan teknik yang tepat. Sehingga, focus kedua dalam penelitian ini adalah untuk memberikan saran penerjemahan pada permasalahan terjemahan. Data penelitian ini adalah 48 caption dari akun Instagram @detikhot. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik analisis dokumen sementara teknik analisis data adalah dengan membandingkan teks dalam bahasa sumber dan bahasa sasaran untuk melihat permasalahan yang ada dalam penerjemahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir keseluruhan hasil terjemahan bermasalah karena penggunaan teknik penerjemahan yang tidak tepat.
Development of exotic cultural tourism after the COVID-19 pandemic in Gunungsari Village Madiun Indonesia Meilasari, Priska; Yustisiana, Rr. Arielia; Waluyo, Lorensius Anang Setiyo
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jp.v5i1.2921

Abstract

This Society Service Program aimed to explore the unique tourism offered by Gunungsari Tourism Village of Kabupaten Madiun. Gunungsari people, through their Tourism Awareness Group (Kelompok Sadar Wisata) Sentono Taruno Puroboyo has offered Javanese Culture tourism packages which are branded as “Backdoor Tourism” and “Kampung Ajar Kejawen”. The programs arranged to develop this tourism village have been modified to fit in Covid 19 pandemic situation. The programs are documentary literature writing, Javanese culture-themed short story competition, bilingual travel guide, English for tourism training, protective health gear procurement for tourism place, Javanese manuscript writing on lontar leaves, and decorative display made of “Janur Kuning” (young leaf of big palm tree) through youtube channel, and digital technology training. Therefore, some methods and approaches are used in this program, including Participatory Rural Appraisal, Participatory Technology Development, Community Development, persuasive, and educative. This program has equipped Pokdarwis members with enough knowledge to communicate in English, manage the website and youtube channel, and supply their protective health gear. The direct impact of this program on Gunungsari tourism is the significant increase in the number of visitors coming on-site by applying strict health protocol in the tourism place to ensure tourist security.
Resonansi Kampung Pentigraf sebagai Komunitas Sastra 4.0 Indonesia Saputra, Ardi Wina; Meilasari, Priska
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.795 KB) | DOI: 10.25139/fn.v3i2.2785

Abstract

Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi menuntut manusia melakukan perubahan di berbagai sektor, termasuk sastra. Bentuk perubahan dalam bidang sastra adalah terwujudnya komunitas sastra daring. Salah satu komunitas sastra daring tersebut adalah Komunitas Kampung Pentigraf Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk melihat esensi dan resonansi Komunitas Kampung Pentigraf Indonesia. Metode penelitian yang diguanakan adalah penelitian kualitatif. Objek penelitian berupa Komunitas Kampung Pentigraf Indonesia. Data yang diolah berasal dari laman jejaring sosial Kampung Pentigraf Indonesia. Hasil penelitian ini adalah wujud esensi dan resonansi Komunitas Kampung Pentigraf Indonesia.
AN ANALYSIS ON THE TRANSLATION OF BILINGUAL CHILDREN’S STORY BOOK Meilasari, Priska
Widya Warta Vol 2 (2020): No. 02 Tahun XLIV/Juli 2020
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buku cerita anak-anak dua bahasa (Indonesia-Inggris) tidak begitu sulit ditemukan di pasaran saat ini. Buku cerita dua bahasa semacam ini diharapkan dapat menjadi jembatan bagi anak-anak untuk mengenal bahasa asing khususnya bahasa Inggris sejak dini. Namun, seringkali, penerjemahan buku cerita yang ditulis dalam bahasa Indonesia dan kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris mengalami pergeseran (shift). Dengan adanya pergeseran tersebut, pembaca buku cerita anak-anak tentu harus menyesuaikan diri dan mulai memahami adanya perbedaan sistem bahasa antara bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pergeseran apa saja yang terjadi dalam penerjemahan cerita anak-anak dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris, pergeseran apa yang paling banyak terjadi dan perbedaan sistem bahasa apa yang paling menonjol. Pergeseran yang ditemukan pada cerita anak-anak dalam penelitian dikelompokkan berdasarkan teori pergeseran Catford (dalam Hatim & Munday, 2004). Temuan penelitian menunjukkan bahwa pergeseran yang paling banyak terjadi adalah pergeseran structural (structure shift).
ANALISIS PENGGUNAAN BAHASA DALAM SLOGAN POLITIK DAN KANDUNGAN PENDIDIKAN KARAKTER Adhani, Agnes; Meilasari, Priska
Widya Warta Vol 2 (2021): No. 02 Tahun XLV/Juli 2021
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aims of this research are to know the language varieties that are used, to describe the sentence construction, to reveal the communicative act, and to expose the contended charactereducation in political slogans. This is a descriptive qualitative research on 37 political slogans retrieved from news, political portal, or political party’s website on internet. From this research, it is shown that (1) the language varieties that are used in political slogan: 28 data of Indonesian langauge, 7 data of slang expressions, 1 datum of Javanesse language, and 1 data of English language, (2) the sentence constructions that are applied are 20 data of exclamative sentences, 11 data of declarative sentences, 5 data of imperative sentences, and 1 datum of interogative sentence, (3) communicative acts that are shown in 37 data is clasiffied into asserting (20 data), suggesting (11 data), and inviting (6 data), (4)  there are 7 educational values found in political slogans, they are (a) 11 data of caring values, (b) 8 data of creative values, (c) 6 data of tough values, (d) 4 data of nasionalism values, (e) 3 data of politeness and communicativeness value, (f) 3 data of religious values, and (g) 2 data of honesty values.
Resonansi Kampung Pentigraf sebagai Komunitas Sastra 4.0 Indonesia Saputra, Ardi Wina; Meilasari, Priska
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.795 KB) | DOI: 10.25139/fn.v3i2.2785

Abstract

Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi menuntut manusia melakukan perubahan di berbagai sektor, termasuk sastra. Bentuk perubahan dalam bidang sastra adalah terwujudnya komunitas sastra daring. Salah satu komunitas sastra daring tersebut adalah Komunitas Kampung Pentigraf Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk melihat esensi dan resonansi Komunitas Kampung Pentigraf Indonesia. Metode penelitian yang diguanakan adalah penelitian kualitatif. Objek penelitian berupa Komunitas Kampung Pentigraf Indonesia. Data yang diolah berasal dari laman jejaring sosial Kampung Pentigraf Indonesia. Hasil penelitian ini adalah wujud esensi dan resonansi Komunitas Kampung Pentigraf Indonesia.
Pentigraf sebagai inovasi pembelajaran sejarah pada masyarakat di era disrupsi Ardi Wina Saputra; Priska Meilasari
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 6 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v6i2.13522

Abstract

Berdasarkan temuan yang dipaparkan oleh Christensen, saat ini masyarakat sedang berada pada era disrupsi. Semua bidang sudah mulai terdisrupsi, termasuk pendidikan. Pendidikan sejarah merupakan salah satu bidang yang rentan terdisrupsi apabila tidak dikemas secara inovatif. Salah satu inovasi yang dapat dilakukan untuk menarik minat masyarakat dalam belajar sejarah adalah melalui cerpen tiga paragraf (pentigraf). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pembelajaran pentigraf sejarah yang dapat diaplikasikan di masyarakat dan mengetahui buku kumpulan pentigraf sejarah yang berhasil diterbitkan oleh Komunitas Roode Burg Soerabaia. Metode penelitian ini adalah penelitian observasi partisipatoris. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pentigraf sejarah yang diterbitkan oleh Komunitas Roode Burg Soerabaia. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini terdiri dari tiga yaitu (1) observasi, (2) wawancara, dan (3) studi pustaka. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian berupa (1) strategi pembelajaran pentigraf sejarah yang dapat diaplikasikan di masyarakat; (2) buku kumpulan pentigraf sejarah yang berhasil diterbitkan oleh Komunitas Roode Burg Soerabaia dan diseminasikan pada masyarakat. Simpulan penelitian ini adalah wujud strategi dan contoh buku untuk membelajarkan pentigraf pada masyarakat. Oleh karena itu, strategi pembelajaran pentigraf dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran maupun di tengah masyarakat sebagai bentuk inovasi dalam bidang pendidikan.
Development of exotic cultural tourism after the COVID-19 pandemic in Gunungsari Village Madiun Indonesia Priska Meilasari; Rr. Arielia Yustisiana; Lorensius Anang Setiyo Waluyo
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jp.v5i1.2921

Abstract

This Society Service Program aimed to explore the unique tourism offered by Gunungsari Tourism Village of Kabupaten Madiun. Gunungsari people, through their Tourism Awareness Group (Kelompok Sadar Wisata) Sentono Taruno Puroboyo has offered Javanese Culture tourism packages which are branded as “Backdoor Tourism” and “Kampung Ajar Kejawen”. The programs arranged to develop this tourism village have been modified to fit in Covid 19 pandemic situation. The programs are documentary literature writing, Javanese culture-themed short story competition, bilingual travel guide, English for tourism training, protective health gear procurement for tourism place, Javanese manuscript writing on lontar leaves, and decorative display made of “Janur Kuning” (young leaf of big palm tree) through youtube channel, and digital technology training. Therefore, some methods and approaches are used in this program, including Participatory Rural Appraisal, Participatory Technology Development, Community Development, persuasive, and educative. This program has equipped Pokdarwis members with enough knowledge to communicate in English, manage the website and youtube channel, and supply their protective health gear. The direct impact of this program on Gunungsari tourism is the significant increase in the number of visitors coming on-site by applying strict health protocol in the tourism place to ensure tourist security.
Linguistic and Cultural Problems in Javanese-English Subtitle of CAPCIPTOP! Short Movie Priska Meilasari
Jurnal Lingua Idea Vol 13 No 1 (2022): June 2022
Publisher : Faculty of Humanities, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jli.2022.13.1.5794

Abstract

The presented paper is focusing on the Javanese-English subtitle. The data involve a culture-bound short movie entitled “CAPCIPTOP!” uploaded on Youtube by Ravacana Film. The samples of this study are fifteen students joining subtitling class in the even semester of the academic year 2020/2021 at Widya Mandala Catholic University. The research findings show that students are facing two common problems namely linguistic and cultural problems in subtitling Javanese to English. Those problems are crucial as they are closely related to how a translator transfers messages from Javanese to English completely and minimize the misunderstanding among the viewers. This study is concluded with some suggestions for students in dealing with the problems in Javanese-English subtitling.