Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

EVALUASI JENIS KERUSAKAN JALAN DENGAN METODE (PCI) DAN ANGGARAN PENANGANANNYA (STA 474 – STA 476 Aceh Tamiang) Widodo; Purwandito, Meilandy; Alamsyah, Wan
Jurnal Media Teknik Sipil Samudra Vol 5 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jmtss.v5i2.4492

Abstract

Transportasi merupakan prasarana yang bertujuan untuk perkembangan,kemajuan daerah dan dapat menghubungkan sosial, budaya, dan ekonomi antara daerah. Namun jika kondisi jalan mengalami kerusakan maka akan mengganggu kenyamanan, keselamatan berkendara, keindahan dan mempengaruhi kinerja perkerasan yang akan berdampak pada penurunan kualitas jalan. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi tipe keparahan kerusakan dengan menganalisa kondisi kerusakan dengan menggunakan metode PCI (Pavement Condition Index) sampai di dapat cara perbaikan serta biaya perbaikannya. Metode PCI merupakan penilaian kondisi terhadap kerusakan dengan index nilainya 0 sampai 100 . 0 yaitu kondisi kerusakan yang sangat buruk dan100 adalah nilai sempurna. Berdasarkan hasil penelitian terhadap kondisi jalan yang terdapat pada jalan Banda Aceh – Medan STA 474+000 – STA 476+000 Aceh Tamiang yaitu terdapat jenis – jenis kerusakan berupa retak kulit buaya, rusak tambal, alur, lubang, butiran lepas, amblas, retak memanjang, retak melintang, penurunan bahu jalan, retak bulan sabit, retak blok. Nilai PCI pada ruas jalan tersebut yaitu 51,65 termasuk kondisi sedang. Untuk penanganan kerusakan, survei identifikasi jalan dan penanganan yang digunakan pada kondisi ruas jalan dilakukan motode P2 yaitu pelaburan aspal. Penanganan untuk keseluruhan kondisi perkerasan dengan anggaran biaya penanganan disesuaikan dengan harga satuan yang berlaku. Sehingga didapat anggaran penanganan untuk ruas jalan Banda Aceh – Medan STA 474+000 _ STA 476+000 adalah Rp. 471.106.000.
PENGARUH EROSI LAHAN TERHADAP ANGKUTAN SEDIMEN LAYANG (SUSPENDED LOAD) DI HILIR DAS KRUENG LANGSA Satria, Pandu; Purwandito, Meilandy; Isma, Faiz
Jurnal Media Teknik Sipil Samudra Vol 5 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jmtss.v5i2.4500

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng langsa merupakan DAS utama di Kota Langsa dan merupakan daerah aliran yang menjadi sarana penting khususnya dalam mengalirkan air ke lahan pertanian dan lahan tambak masyarakat Kota Langsa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besaran sedimen melayang (Suspended Load) akibat erosi lahan di Hilir DAS Krueng Langsa dan untuk mengetahui pengaruh erosi lahan terhadap angkutan sedimen melayang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode observasi dengan teknik survei yang diolah menggunakan persamaan Asdak. Pada penelitian ini juga dilakukan pengukuran langsung di Hilir DAS Krueng Langsa untuk mendapatkan data morfologi sungai dan sampel sedimen melayang. Sampel kemudian diolah dengan menggunakan oven sebagai pengering sampel dengan cara di memanaskan sampel hingga kering. Setelah itu sampel sedimen layang di timbang untuk mengetahui berat isinya. Data yang sudah diperoleh selanjutnya di analisis tingkat laju sedimen layang akibat erosi lahan menggunakan persamaan Asdak. Hasil penelitian ini menunjukan bahwasanya besaran debit sedimen melayang (suspended load) akibat erosi lahan dalam bentuk Regresi Linier menunjukan hasil dimana kondisi sebelum hujan Qs = 1.275.762,644 ton/hari + - 2033.656 nilai R2 = 0,209 pengaruh akibat erosi lahan. Untuk hasil kondisi sesudah hujan Qs = 2.712.300,233 ton/hari + -4519.328 nilai R2 = 0,183 dan berdasarkan perhitungan, koefisien rasio Qs sebelum hujan sebesar 7.268,147, sedangkan Qs sesudah hujan sebesar 15.715,228.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Keterampilan Pembuatan Sabun Cuci Piring Anti Mikroba Alami Berbahan Arang Aktif dan Sereh Rahmawati, Rahmawati; Purwandito, Meilandy; Wibowo, Sarah Gustia; Jayanti, Sri; Fadlly, Teuku Andi; Siregar, Emi Rahwani; Jeromitha, Wilda
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v10i1.1115

Abstract

Masyarakat di desa Alue Bu/Alue Lhok sebelumnya tidak memiliki pengetahuan tentang cara memanfaatkan bahan lokal dari daerah sekitar untuk membuat produk yang bernilai jual. Fokus utama dari kegiatan ini adalah pada pemanfaatan tanaman sereh dan arang aktif yang akan dijadikan bahan baku pembuatan sabun cair pencuci piring. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang cara-cara memproses dan menggunakan bahan-bahan tersebut dengan teknologi yang ada agar dapat diubah menjadi produk kebersihan yang bermanfaat. Metode kegiatan ini meliputi beberapa komponen. Tahapan metode pertama adalah melakukan dialog dengan perangkat desa dan survei daerah sekitar desa untuk menganalisis masalah yang dihadapi oleh masyarakat desa. Kemudian dilakukan komponen metode workshop berupa pelatihan praktik bersama pembuatan sabun cair pencuci piring. Pada kegiatan terakhir yang berupa monitoring terhadap masyarakat mitra dalam proses pembuatan secara mandiri dan pengemasan sabun cair. Sebagai hasil dari pelaksanaan kegiatan ini, kami telah berhasil mengembangkan sebuah produk baru yang berupa cairan pembersih yang terbuat dari kombinasi bahan-bahan alami, yaitu tanaman sereh dan arang aktif. Sabun cair ini telah dirancang khusus untuk digunakan dalam aktivitas sehari-hari, terutama dalam mencuci peralatan rumah tangga. Permasalahan masyarakat di desa mitra telah berhasil diselesaikan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM). Selain dapat digunakan secara mandiri dirumah, diharapkan produk ini dapat dipasarkan oleh masyarakat sehingga dapat memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan taraf ekonomi masyarakat setempat, melalui penciptaan peluang usaha baru dan pengembangan industri lokal. The community in Alue Bu/Alue Lhok village previously had no knowledge of how to utilize local materials from the surrounding area to make products with sales value. The main focus of this activity is on the utilization of lemongrass plants and activated charcoal which will be used as raw materials for making liquid dishwashing soap. This activity aims to educate the community on how to process and use these materials with existing technology so that they can be turned into useful cleaning products. The method of this activity includes several components. The first method stage is to conduct a dialogue with village officials and survey the area around the village to analyze the problems faced by the village community. Then the workshop activity component is carried out in the form of joint practical training in making liquid dishwashing soap. The last activity component is in the form of monitoring the partner community in the process of making and packaging liquid soap independently. As a result of the implementation of this activity, we have succeeded in developing a new product in the form of a cleaning fluid made from a combination of natural ingredients, namely lemongrass plants and activated charcoal. This liquid soap has been specially designed for use in daily activities, especially in washing household appliances. The problems of the community in the partner village have been successfully resolved through community service activities (PKM). In addition to being used independently at home, it is hoped that this product can be marketed by the community so that it can provide a positive contribution to improving the economic level of the local community, through the creation of new business opportunities and the development of local industries.
PENILAIAN KINERJA BANGUNAN GEDUNG HIJAU PADA GEDUNG FAKULTAS KIP UNIVERSITAS SAMUDRA Lagalgarin, Alnanda Hafiez; Purwandito, Meilandy; Lisa, Nova Purnama
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Climate change occurs due to increasing concentrations of carbon dioxide gas causing the greenhouse gas effect. The building construction sector has increased and is known to contribute more than 34 percent of carbon emissions by 2022. So that one of the steps in reducing carbon emissions in the construction sector is by implementing green buildings. Green buildings are buildings that meet the criteria for saving energy, water, and other resources. In assessing the performance of green buildings, there are three criteria rating levels ie: pratama, madya, and utama. This study uses a qualitative descriptive method with identifying observation elements, simulation as well as investigations that will be applied in the BGH assessment. This study aims to analyze the building of the Faculty of KIP Universitas Samudra following the reference of the Ministerial Circular Letter No.01/SE/M/2022 concerning Technical Guidelines for Performance Assessment of Green Buildings. Based on the results of the performance assessment of the Samudra University Faculty of KIP building were included in the "pratama" category with the acquisition of 78 points or 47.273%. After being analyzed and taken into account, the building can still be given technical recommendations to increase energy efficiency. These technical recommendations led to a significant increase from the initial score of 78 points or 47.273% to 91 points or 55.152%, still at the "primary" level.Keywords  : Green Buildings, Climate Change, Building Performance.Abstrak: Perubahan iklim terjadi karena meningkatnya konsentrasi gas karbon dioksida sehingga menyebabkan efek gas rumah kaca. Sektor kontruksi gedung  mengalami peningkatan dan diketahui menyumbang emisi karbon  lebih dari 34 persen pada tahun 2022. Sehingga Salah  satu langkah dalam penurunan emisi karbon sektor kontruksi dengan penerapan bangunan gedung hijau. Bangunan Gedung Hijau merupakan bangunan yang memenuhi kriteria hemat energi, air, dan sumber daya lainya. Dalam penilaian kinerja bangunan gedung hijau terdapat tiga kriteria level penilaian yaitu: pratama, madya, dan utama.  Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan mengidentifikasi unsur observasi, simulasi serta investigasi yang akan diterapkan dalam penilaian BGH. Penelitian ini bertujuan menganalisis bangunan gedung Fakultas KIP  Universitas Samudra sesuai dengan rujukan Surat Edaran Menteri No.01/SE/M/2022 tentang Petunjuk Teknis Penilaian Kinerja Bangunan Gedung Hijau. Berdasarkan hasil penilaian kinerja tersebut bangunan gedung Fakultas KIP Universitas Samudra termasuk kedalam kategori “pratama” dengan perolehan 78 poin atau 47,273%.  Setelah di analisis dan diperhitungkan bangunan gedung tersebut masih dapat diberikan rekomendasi teknis peningkatan efisiensi energinya. Rekomendasi teknis tersebut mendorong peningkatan yang signifikan dari perolehan nilai awal 78 poin atau 47,273%  menjadi 91 poin atau 55,152% tetap level “pratama”.Kata Kunci: Bangunan Gedung Hijau, Perubahan Iklim, Kinerja Bangunan.
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG TIDAK BERATURAN MENGGUNAKAN ETABS STUDI KASUS GEDUNG CAMPUS HOSPITAL SEGMEN A Siti Aulia; Purwandito, Meilandy; Irwansyah, Irwansyah
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Agregat Vol. 3 No. 1 (2023): Edisi Mei
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/agregat.v3i1.1049

Abstract

Gedung Campus Hospital merupakan bangunan yang berfungsi sebagai Rumah Sakit. Gedung ini direncanakan di Provinsi Aceh yang merupakan wilayah rawan gempa sehingga diperlukan perencanaan elemen struktur khusus yang mampu menahan beban-beban yang mungkin bekerja pada gedung, untuk mengutamakan keamanan dan kenyamanan pelayanan bagi pengguna gedung. Penelitan ini dilakukan di Kota Lhokseumawe, dengan kondisi tanah diasumsikan sebagai tanah sedang, dimana nilai Sᴅs = 0,69 dan Sᴅ₁ = 0,52. Struktur gedung terdiri dari 5 lantai yang dibagi menjadi 4 Segmen, dan tinjauan dilakukan pada struktur atas gedung Segmen A. Adapun Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung pembebanan gempa yang bekerja pada Gedung dan merencanakan dimensi struktur atas Gedung. Peraturan-peraturan yang digunakan untuk perhitungan perencanaan struktur yaitu SNI 2847-2019 tentang Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung dan Non Gedung dan untuk perhitungan pembebanan Gempa menggunakan SNI 1726-2019 tentang Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung. Analisis dan pemodelan struktur menggunakan bantuan Program ETABS v.18. Hasil yang diperoleh yaitu dimensi Balok type 1 dengan ukuran 75×95 cm, balok type 2 ukuran 65×85 cm, balok  type 3 ukruan 55×75 cm, balok type 4 ukuran 55×55 cm, dan balok type 5 ukruan 25×45 cm. Untuk dimensi kolom yaitu K1 80×80 cm dan K2 45×45 cm, dan untuk perencanaan pelat diperoleh tebal pelat lantai 13 cm dan pelat atap 12 cm.
MENINGKATKAN KESIAPSIAGAAN BENCANA PADA ANAK USIA DINI MELALUI PEMBELAJARAN INTERAKTIF Novita Lydia, Ellida; Mutia, Eka; Purwandito, Meilandy
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 12 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i12.5122-5132

Abstract

Program literasi kesiapsiagaan bencana pada anak usia dini sangat penting, terutama di Indonesia, yang merupakan wilayah rawan bencana alam. Program Pembelajaran Interaktif Kesiapsiagaan Bencana (PIKB) diimplementasikan di TK Negeri Nurul A’la untuk meningkatkan pemahaman anak-anak tentang bencana dan mitigasinya. Kegiatan ini melibatkan senam gempa, permainan ular tangga siaga bencana, dan presentasi visual mengenai berbagai jenis bencana. Hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan di kalangan siswa, dengan rata-rata peningkatan dari 41% menjadi 81% setelah kegiatan. Kegiatan fisik seperti senam gempa juga berhasil membantu siswa menginternalisasi tindakan perlindungan yang harus diambil saat terjadi bencana. Permainan ular tangga, yang menggabungkan konsep mitigasi bencana dalam bentuk permainan interaktif, berhasil menarik minat siswa dengan tingkat jawaban benar mencapai 98% terkait tindakan yang harus diambil dalam situasi gempa bumi. Partisipasi aktif siswa dalam program ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran interaktif efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan mereka. Program ini juga didukung oleh para guru yang menyatakan bahwa kegiatan ini membantu meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran kesiapsiagaan bencana. 
TINJAUAN PENILAIAN KINERJA BANGUNAN GEDUNG HIJAU (BGH) PADA GEDUNG LABORATORIUM PGSD UNIVERSITAS SAMUDRA Zulistian, Fitri; Purwandito, Meilandy; Mutia, Eka
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 12, No 1 (2023): Volume 12 Nomor 1 Mei 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v12i1.31135

Abstract

Abstrak: Pembangunan Infrastruktur dapat menimbulkan dampak buruk diantaranya meningkatkan limbah pencemaran, polusi udara, berkurangnya daerah resapan dan lahan terbuka hijau. Upaya untuk mengurangi dampak buruk yang akan ditimbulkan, dengan menerapkan konsep Green Building atau Bangunan Gedung Hijau. Bangunan Gedung Hijau merupakan bangunan yang menerapkan prinsip ramah lingkungan dalam beberapa kriteria kinerja penilaian sesuai fungsi dan klasifikasi setiap variabel bangunan gedung hijau tersebut. Gedung Laboratorium PGSD Universitas Samudra merupakan salah satu bangunan Gedung perkuliahan yang berada dibawah lingkup pengelolaan FKIP. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui presentase dan rekomendasi teknis penilaian Bangunan Gedung Laboratorium PGSD Universitas Samudra sesuai dengan Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No.01/SE/M/2022 Tentang Petunjuk Teknis Penilaian Kinerja Bangunan Gedung Hijau. Metode penelitian yang digunakan berupa survey langsung di lapangan dan wawancara menggunakan form survey. Pada hasil penelitian ini Gedung Laboratorium PGSD Universitas Samudra memperoleh total poin penilaian sebesar 74 dengan presentase 44,85%. Nilai tersebut belum termasuk kedalam katagori Bangunan Gedung Hijau. Rekomendasi teknis yang diberikan pada 5 kriteria yaitu Pengelolaan tapak, efisiensi penggunaan energi, kualitas udara, pengelolaan sampah, dan pengelolaan air limbah sebagai upaya peningkatan penilaian bangunan Gedung dengan total poin 94 sebesar 58,18% sehingga Gedung tersebut masuk kedalam katagori bangunan Gedung hijau golongan PRATAMA.Kata Kunci : Bangunan Gedung Hijau, Gedung Baru, Penilaian Bangunan, Analisa Kinerja BGH
Inovasi Penerapan Teknologi pada Proses Pengolahan Limbah Minyak Jelantah Menjadi Sabun Padatan di Desa Tualang Teungoh Kota Langsa: Innovation of the Application of Technology to the Processing of Used Cooking Oil into Solid Soap in Tualang Teungoh Village, Langsa City Rahmawati, Rahmawati; Halimatussakdiah, Halimatussakdiah; Purwandito, Meilandy; Purba, Herlina
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 7 (2024): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v9i7.6912

Abstract

Community Service Activities (PKM) have been completed to solve community problems through innovation regarding the use of used cooking oil waste as raw material for solid soap. The targets of this service activity are the people of Tualang Teungoh Village, Langsa City, Aceh, especially PKK women. The problem faced by partners is the accumulation of used cooking oil waste that cannot be utilized. Through this service activity, the community will be educated to utilize science and technology to utilize used cooking oil waste as raw material for making multi-purpose solid soap. The series of activities that will be carried out in the Service include several stages, first an initial survey is carried out regarding the problems faced by the village community, next is outreach activities, and then practical training in making multipurpose solid soap, the final stage is monitoring partners in the solid soap packaging process. A product has been obtained in the form of multi-purpose solid soap from used cooking waste which can be used for washing household equipment in everyday life. This product is expected to become one of the local products that has market opportunities thereby increasing the utilization of household waste and improving the economic level of the community.
Analisis Perbandingan Mutu Eco Paving Block Berbahan Baku Limbah Plastik rahmi, siti aulia; Lydia, Ellida Novita; Purwandito, Meilandy; Lisa, Nova Purnama
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 12 No. 2 (2022): Volume 12 Nomor 2, September 2022
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v12i2.733

Abstract

Abstrak Plastik merupakan sampah anorganik yang sulit terurai dan akan terurai dalam kurun waktu puluhan atau ratusan tahun kemudian. Paving block merupakan salah satu bahan bangunan dengan komposisi campuran dari semen portland atau perekat hidrolis lainnya, air dan agregat dengan atau tanpa bahan tambahan lainnya yang tidak mengurangi mutu dari beton tersebut (SNI, 1996). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat mekanik paving block dengan campuran tanah lempung dan limbah plastik dan pengaruh dari jenis plastik yang digunakan terhadap mutu paving block yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kuat tekan tertinggi paving block campuran tanah lempung dan plastik LDPE dengan perbandingan 75% : 25% yaitu 9,59 MPa kuat tekan tertinggi pada campuran tanah lempung dan plastik PP dengan perbandingan 100% : 0% yaitu 9,18 MPa. Jenis plastik yang dipergunakan mempengaruhi mutu paving block. Paving block pada penelitian ini termasuk dalam mutu D dapat   digunakan pada konstruksi taman berdasarkan SNI 03-0691-1996. Kata kunci: Plastik, tanah lempung, paving block   Abstract Plastik is inorganic waste that is difficult to decompose and will decompose within tens or hundreds of years later. Paving block is a building material with a mixed composition of portland cement or other hydraulic adhesives, water and aggregates with or without other additives that do not reduce the quality of the concrete. This study aims to determine the mechanical properties of paving blocks with a mixture of clay and plastik waste and the effect of the type of plastik used on the quality of the paving blocks produced. The results showed that the highest compressive strength value of paving blocks mixed with clay and LDPE plastik with a ratio of 75%: 25%, namely 9.59 MPa, the highest compressive strength was in a mixture of clay and PP plastik with a ratio of 100%: 0%, namely 9.18 MPa. . The type of plastik used affects the quality of paving blocks. Paving blocks in this study are classified as D quality and can be used in garden construction based on SNI 03-0691-1996 Keywords: Plastik, clay, paving block
Analisis Kerentanan Struktur Gedung C Rumah Sakit Rujukan Regional Kota Langsa Menggunakan Metode Pushover Analysis PURWANDITO, MEILANDY; FAJRI, HAIKAL; ., IRWANSYAH; AGUSSALIM, MUHAMMAD
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 13 No. 2 (2023): Volume 13 Nomor 2, September 2023
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v13i2.964

Abstract

Abstrak Fenomena gempa merupakan gejala alam yang sangat berpengaruh terhadap bangunan, terutama pada bangunan tinggi. Perencanaan struktur bangunan gedung tahan gempa sangat penting di Indonesia, mengingat sebagian besar wilayahnya terletak dalam wilayah gempa dengan intensitas sedang hingga tinggi. Kajian penelitian adalah Rumah sakit rujukan regional kota Langsa dengan struktur bangunan 4 lantai dan tinggi 19,25 meter. Tujuan penelitian ini adalah menentukan kriteria level kinerja struktur dan mengetahui pola keruntuhan bangunan sehingga dapat diketahui joint-joint yang mengalami kerusakan dan kehancuran. Metode analisis pushover merupakan salah satu metode yang digunakan untuk menganalisis beban gempa guna mengetahui perilaku keruntuhan struktur dari hasil nilai performance point menggunakan ATC-40 dan nilai target displacement FEMA-356 dan FEMA 440. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa berdasarkan ATC-40 untuk arah-x diperoleh nilai drift aktual sebesar 0,0082 mm berada di level kinerja Immediate occupancy dan untuk arah-y sebesar 0,0072 berada di level kinerja Imediated Occupancy. Sedangkan menurut FEMA 356 dan FEMA 440 drift aktual untuk arah-x sebesar 0,015 yang berada di level kinerja Damage Control, sementara arah-y sebesar 0,037 berada pada level kinerja Life safety. Kata kunci: kerentanan struktur, rumah sakit, gempa, pushover analysis, level kinerja Abstract Earthquake phenomena are natural phenomena that greatly affect buildings, especially tall buildings. The planning of earthquake-resistant building structures is very important in Indonesia, considering that most of the area is located in an earthquake area with moderate to high intensity. The research study was the Langsa city regional hospital with a 4-storey building structure and a height of 19.25 meters. The purpose of this study was to determine the criteria for the level of structural performance and to determine the pattern of building collapse so that the joints that were damaged and destroyed could be identified. The pushover analysis method is one of the methods used to analyze earthquake loads to determine the collapse behavior of structures from the results of performance point values using ATC-40 and displacement target values of FEMA-356 and FEMA 440. The results show that based on ATC-40 for the x-direction the actual drift value of 0.0082 mm is obtained at the Immediate Occupancy and for the y-direction of 0.0072 at the Immediate Occupancy performance level. Meanwhile, according to FEMA 356 and FEMA 440 the actual drift for the x-direction is 0.015 which is at the Damage Control, while the y-direction is 0.037 at the Life safety performance level. Keywords: structure vulnerability, hospital, earthquake, pushover analysis, performance level