Claim Missing Document
Check
Articles

PERANCANGAN STRATEGI PROMOSI UNTUK PRODUK EKSTRAK TEH HIJAU KAPSUL (ULTEA) DI KOTA SURABAYA Firdausi, Nadia Rahma; Lawe, I Gusti Agung Rangga; Utama, Jiwa
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teh hijau merupakan salah satu tanaman herbal yang memiliki kandunganantioksidan tinggi. Karena antioksidannya yang tinggi, teh hijau dapat digunakan sebagaipencegah dan pengobatan penyakit kanker. Pada tahun 2020 Ultea, produk ekstrak tehhijau kapsul dibuat oleh Prof. Dr. Djoko Agus Purwanto, Apt., M.Si., Guru Besar KimiaFarmasi Universitas Airlangga, dan dijual secara publik pada tahun 2022. Meskipun telahdilakukannya branding pada Ultea, tetapi masih ditemukannya permasalahan padastrategi promosi, khususnya pada tagline <Semua lebih mudah dengan Ultea= yang masihterlalu luas pengertiannya. Karena permasalahan tersebut, maka diperlukannya strategikomunikasi, perancangan media, dan visual yang tepat untuk Ultea. Metode yangdigunakan dalam penelitian ini adalah metode campuran (kualitatif dan kuantitatif),metode analisis AISAS (Attention, Interest, Search, Action, dan Share), SWOT (Strength,Weakness, Opportunity, dan Threat), dan AIO (Activity, Interest, Opinion). Hasil akhir daripenelitian ini adalah berupa desain dengan percampuran media digital dan konvensional.Media-media tersebut meliputi sosial media, iklan radio, brosur, flyer, experientialmarketing (terdapat point of purchase, permainan kartu, user experience, x-banner, danstand booth), poster, dan merchandise.Kata kunci : strategi promosi, teh hijau, kanker, antioksidan.
PERANCANGAN STRATEGI BRANDING UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN MEREK PROJECT 1945 Jesica, Evelyn Artha; Utama, Jiwa; Lawe, I Gusti Agung Rangga
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Generasi Z, yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012, terbentuk secara signifikanoleh era digital. Survei yang dilakukan oleh Data Indonesia (2023) terhadap 300 respondenGenerasi Z menunjukkan bahwa 56% dari mereka mengalami gejala gangguan mental,menegaskan kesadaran Generasi Z terhadap kesehatan mental. Dataindonesia.id (2023)mencatat bahwa 59,52% responden memilih melakukan perjalanan dan healing untukmengatasi kondisi mental mereka. Healing, yang populer sepanjang tahun 2023, melibatkanaktivitas seperti jalan-jalan, nongkrong, dan mengunjungi tempat-tempat yang memberikanketenangan, seperti wisata alam Indonesia. Project 1945 mencerminkan kekayaan alamIndonesia melalui produk-produknya, tetapi saat ini memiliki tingkat kesadaran merek yangrendah. Persepsi terhadap Project 1945 masih berkaitan dengan kemerdekaan, denganinteraksi yang minim dengan audiens karena belum optimalnya pemanfaatan Unique SellingProposition (USP) sebagai positioning dan kurang konsistennya penyampaian pesan melaluimedia yang dimiliki. Oleh karena itu, penelitian ini mengusulkan "Perancangan StrategiBranding Untuk Meningkatkan Kesadaran Merek Project 1945." Dengan menggunakanmetode kualitatif dan teknik pengumpulan data seperti studi pustaka, observasi, wawancara,dan kuisioner, penelitian ini memberikan manfaat secara akademis sebagai referensipembelajaran di bidang Desain Komunikasi Visual periklanan, serta manfaat praktis untukmembantu Project 1945 dalam menyelesaikan masalahnya terkait strategi branding. Kata kunci: komunikasi merek, visual, strategi branding, media, healing
Perancangan Webseries Wisata Budaya Kampung Adat Cikondang Bersama Bobobox Dalam Meningkatkan Awarness Untuk Generasi Z Ghani Rizki, Irham; Rangga Lawe, I Gusti Agung; Syafikarani, Aisyi
KalaTanda Vol 6 No 1 (2024): Kalatanda
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/kalatanda.v6i1.8369

Abstract

Tourist destinations that implement sustainable tourism, provide education, and empower local communities have a greaterappeal to tourists. One example is visiting cultural village tourism, where visitors can enjoy local life and culture, gainingunforgettable experiences. In West Java, there are several cultural village tourism sites that preserve Sundanese culturalheritage well, such as Lamajang Village in Pangalengan. The natural and cultural potential of Lamajang Village in Pangalengan needs to be optimally utilized to attract tourists. One such potential is Kampung Adat Cikondang, which preservesancestral customs and offers an experience of traditional Sundanese community life from the past. However, the main challenge currently faced is the lack of awareness and knowledge among tourists about this cultural village, hindering its visitorpotential. To address this issue, a promotional strategy needs to be designed along with the appropriate media selectionto ensure visitors receive information that increases the number of visitors to Kampung Adat Cikondang. To support thisdesign, qualitative research methods will be employed, including data collection through observation, interviews, and questionnaires. Several analytical methods such as SWOT analysis, 4A analysis, AOI analysis, AISAS and Matrix analysis willbe used to formulate the promotional media design. A webseries video commercial will be chosen as the primary media,supported by other media to strengthen the campaign and enhance awareness of Kampung Adat Cikondang.
Perancangan Webseries Wisata Budaya Kampung Adat Cikondang Bersama Bobobox Dalam Meningkatkan Awarness Untuk Generasi Z Irham Ghani Rizki; I Gusti Agung Rangga Lawe; Aisyi Syafikarani
KalaTanda Vol 6 No 2 (2024): Kalatanda
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/kalatanda.v6i2.8725

Abstract

Tourist destinations that implement sustainable tourism, provide education, and empower local communities have a greaterappeal to tourists. One example is visiting cultural village tourism, where visitors can enjoy local life and culture, gainingunforgettable experiences. In West Java, there are several cultural village tourism sites that preserve Sundanese culturalheritage well, such as Lamajang Village in Pangalengan. The natural and cultural potential of Lamajang Village in Pangalengan needs to be optimally utilized to attract tourists. One such potential is Kampung Adat Cikondang, which preservesancestral customs and offers an experience of traditional Sundanese community life from the past. However, the main challenge currently faced is the lack of awareness and knowledge among tourists about this cultural village, hindering its visitorpotential. To address this issue, a promotional strategy needs to be designed along with the appropriate media selectionto ensure visitors receive information that increases the number of visitors to Kampung Adat Cikondang. To support thisdesign, qualitative research methods will be employed, including data collection through observation, interviews, and questionnaires. Several analytical methods such as SWOT analysis, 4A analysis, AOI analysis, AISAS and Matrix analysis willbe used to formulate the promotional media design. A webseries video commercial will be chosen as the primary media,supported by other media to strengthen the campaign and enhance awareness of Kampung Adat Cikondang.
2D Animation Storyboard Design "Mira and The Batik Fairy: Batik Sawat Pengantin Cirebon for Children" Lionardi, Angelia; Lawe, I Gusti Agung Rangga; Aulia, Farah; Firdaus, Yasmin Zahra; Tobing, Sheril Luthfiana
Rekam Vol 19, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/rekam.v19i2.9216

Abstract

Batik, a cultural artifact full of philosophical values, is now seen as just a part of fashion style and a sweetening element. Many people, especially children, do not understand the symbolic meanings of the aesthetic elements of batik. This problem is commonplace in Indonesia, including Cirebon. As batik centers, only a few schools in Cirebon provide opportunities for their students to learn batik. If the meaning of batik is to be taught to the younger generation, then an approach using new media can be an alternative to introduce it persuasively. One medium that is close and has the potential to introduce batik to children is 2D animation. The research method that will be used is qualitative. The animation process starts with several stages, from collecting data about the batik we want to make into a story theme: Batik Sawat Pengantin Cirebon. Data collection was done by direct observation and interviews. After the data is collected, the next step is to search for story ideas, create scenarios, design visual concepts, and create storyboards. Then, the animation production process can be carried out. This research will focus on the storyboard design part, namely the clean-up storyboard and animatic storyboard, which will guide in making 2D animation.
Implementasi Prinsip Multimedia Learning pada E-Book Interaktif Popout! The Tale Of Peter Rabbit I Gusti Agung Rangga Lawe; Dicky Hidayat
Deskomvis: Jurnal Ilmiah Desain Komunikasi Visual, Seni Rupa dan Media Vol. 1 No. 3 (2020): DESKOMVIS: Jurnal Ilmiah Desain Komunikasi Visual, Seni Rupa dan Media
Publisher : Asosiasi Program Studi Desain Komunikasi Visual Indonesia (Asprodi DKV)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38010/deskomvis.v1i3.18

Abstract

Di era kemajuan teknologi seperti saat ini, beberapa aspek dalam kehidupan manusia berevolusi menjadi serba digital, contohnya buku yang kemudian menjadi e-book. Seiring berjalannya waktu, sekarang e-book tidak hanya berupa buku versi digital yang hanya menampilkan gambar dan teks, tapi juga ditambah unsur interaktivitas yang kemudian disebut sebagai e-book interaktif. Tidak hanya sebagai hiburan, e-book interaktif juga dapat berfungsi sebagai media pembelajaran untuk anak-anak. Agar bisa disebut media pembelajaran, e-book interaktif harus menerapkan prinsip multimedia learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi apakah e-book interaktif “PopOut! The Tale of Peter Rabbit” sudah menerapkan prinsip multimedia learning. Penelitian dilakukan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Data-data dikumpulkan dengan observasi dan studi literatur, yang kemudian di analisis menggunakan pendekatan analisis konten dengan tahapan description, analysis, interpretation, serta judgement. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketujuh prinsip multimedia learning sudah diterapkan dengan baik pada e-book interaktif “PopOut! The Tale of Peter Rabbit”, sehingga e-book interaktif ini dapat digunakan sebagai media pembelajaran tentang nilai-nilai moral yang ada dalam ceritanya.
AESTHETIC INTELLIGENCE IN COCA-COLA’S 2024 ‘CREATE REAL MAGIC’ CAMPAIGN: GENERATIVE AI AND VISUAL STORYTELLING Rangga Lawe, I Gusti Agung
Desain Komunikasi Visual, Manajemen Desain dan Periklanan (Demandia) Vol 11 No 1 (2026): demandia - Jurnal Desain Komunikasi Visual, Manajemen Desain dan Periklanan
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/demandia.v11i1.9424

Abstract

This study examines how Coca-Cola, a big brand long associated with emotional storytelling, used generative artificial intelligence (AI) in its 2024 “Create Real Magic” campaign. Unlike the company’s traditional nostalgic advertisements, the campaign introduced three AI-generated Christmas ads, “Unexpected Santa,” “Secret Santa,” and “Silver Santa,” that featured surreal imagery and experimental storylines. A qualitative case study design was applied, drawing on secondary data from official campaign materials, media coverage, the three advertisements, and YouTube audience comments. The analysis focused on visual themes, symbolic elements, and audience responses. The findings reveal a clear shift from Coca-Cola’s warm, human-centered narratives. The AIdriven ads enabled faster production and creative experimentation but weakened authenticity and emotional depth. Audience reactions were sharply divided, while some praised the innovation, others criticized the ads as “creepy,” “soulless,” or inconsistent with Coca-Cola’s holiday traditions. These polarized responses reflect both the creative opportunities of generative AI and wider ethical concerns over authenticity and trust in advertising. The novelty of this research lies in its focus on a globally famous brand’s direct use of generative AI in mainstream advertising. The study concludes that while AI expands creative horizons, big brands risk alienating audiences if innovation overshadows emotional connection. Limitations include reliance on secondary data and the absence of performance metrics such as demographic reach or engagement rates. Future research could address these gaps through focus group discussions, A/B testing, or multimodal analysis to offer more details about consumer responses to AI-driven advertising
PERANCANGAN KAMPANYE IKLAN DESTINASI WISATA MUSEUM BATIK INDONESIA BERSAMA BRAND DANAR HADI DI KOTA JAKARTA Perancangan Media Promosi untuk Museum Batik Indonesia Indira Nayyara Surosudiro; Gema Ariprahara; I Gusti Agung Rangga Lawe
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Museum Batik Indonesia merupakan museum yang didirikan dengan tujuan pelestarianwarisan dan identitas budaya masyarakat terlebihnya pada kain batik. Museum Batik berlokasipada Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur. Ditengah ramainya kunjungan museum,Museum Batik Indonesia masih sangat jarang untuk menjadi pilihan utama pengunjung dalammendatangi sebuah museum. Selain itu Museum Batik Indonesia terletak dibagian yang tidaksering diakses oleh wisatawan. Dengan posisi yang terpencil, Museum Batik Indonesia tidakmemiliki signage atau penunjuk arah yang dapat dibaca dengan mudah oleh wisatawan. Promosiyang dilakukan oleh Museum Batik Indonesia juga sangat minim dan tidak menyentuh targetaudiens potensial. Dari pemaparan fenomena serta masalah diatas, perancangan ini akan berfokuspada perancangan media promosi untuk Museum Batik Indonesia. Penelitian ini berfokus padaperancangan media promosi dari brand yang akan diangkat. Target Audience dari perancanganmedia promosi ini adalah usia 21-28 tahun kisaran usia remaja hingga dewasa baik perempuanatau laki-laki. Secara psikografis, perancangan ini ditargetkan untuk pecinta batik yang inginmemperluas wawasan tentang batik.Kata kunci: Museum, Wisata, Awareness, Promosi, Desain
ERANCANGAN ACTIVATION BEAR BRAND “SLEEP LAB: Recharge Your Night, Refresh Your Day” UNTUK MENDORONG BRAND ASSOCIATION DI KOTA BANDUNG Naufal Faris Diya; I Gusti Agung Rangga Lawe; Sri Maharani Budi Haswati
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bear Brand dikenal sebagai susu steril yang selama ini identik dengan pemulihankondisi tubuh saat sakit. Namun, citra tersebut membuat produk ini kurang terasosiasidengan konsumsi rutin dalam konteks gaya hidup sehat, khususnya di kalangan generasiZ. Penelitian ini bertujuan merancang strategi brand activation yang dapat membentukpersepsi baru atau brand association terhadap Bear Brand sebagai bagian dari kebiasaanhidup sehat sehari-hari. Proses penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dankuantitatif melalui penyebaran kuisioner, wawancara dengan pakar branding dan tenagakesehatan, serta analisis SWOT dan model komunikasi AISAS. Temuan menunjukkanbahwa meskipun tingkat kesadaran merek Bear Brand sudah tinggi, mayoritas konsumenmasih memandangnya sebagai produk yang dikonsumsi sesekali. Oleh karena itu,dirancanglah strategi Bear Brand Sleep Lab, yaitu sebuah konsep aktivasi merek yangmenggabungkan pengalaman emosional, edukatif, dan digital untuk menciptakanketerlibatan konsumen yang lebih mendalam. Strategi ini diharapkan mampu membentukasosiasi merek yang lebih relevan dengan gaya hidup sehat dan memperluas persepsikonsumen terhadap Bear Brand.Kata kunci: Brand Activation, Brand Association, Gen Z, Susu
PERANCANGAN IKLAN AJAIB “INVESTASI MUDAH MASA DEPAN CERAH” UNTUK MENINGKATKAN BRAND AWARENESS DI KOTA BANDUNG Muhammad Akmal Fajri; Jiwa Utama; I Gusti Agung Rangga Lawe
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya perkembangan industri fintech investasi di Indonesia mendorongmunculnya berbagai platform digital, salah satunya Ajaib. Namun, ketatnyapersaingan, khususnya dengan platform Bibit yang lebih dikenal karena strategipromosi yang masif, menuntut Ajaib untuk merancang kampanye komunikasi yanglebih efektif agar dapat meningkatkan brand awareness di kalangan target audiens.Tugas akhir ini bertujuan untuk merancang iklan promosi Ajaib yang mampumenjawab permasalahan tersebut dengan pendekatan strategi komunikasi visualdan brand activation yang relevan dengan karakteristik generasi Z di Kota Bandung.Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, kuesioner, dan studipustaka, yang kemudian dianalisis melalui pendekatan SWOT, AOI (Activities,Opinions, Interest), dan AISAS (Attention, Interest, Search, Action, Share). Hasilanalisis menunjukkan bahwa mayoritas target audiens memiliki minat terhadapinvestasi namun masih mengalami keterbatasan pemahaman. Oleh karena itu, pesaniklan yang dirancang menekankan pada kesederhanaan, kedekatan emosional, dankemudahan akses sebagai diferensiasi Ajaib. Konsep kampanye dirancang secaraterintegrasi menggunakan media konvensional, digital, hingga media interaktifseperti event offline yang dikombinasikan dengan konten edukatif dan merchandise.Perancangan visual dan copywriting disesuaikan dengan gaya komunikasi generasi Zyang cenderung cepat, singkat, dan visual-oriented. Perancangan ini diharapkandapat menjadi solusi untuk meningkatkan brand awareness Ajaib, serta menjadireferensi dalam merancang strategi periklanan di industri fintech yang kompetitif,khususnya untuk menjangkau segmen generasi muda.Kata Kunci: Periklanan, Brand Awareness, Generasi Z, Ajaib, Investasi