Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning Dengan Media Google Earth untuk Meningkatkan Minat Dan Hasil Belajar Siswa pada Pelajaran IPS di Kelas VIIE SMP YPPK Santo Don Bosco Fakfak Papua Barat Pabalik, Wati; Zulfadli, Muhammad; Sumpala, Andi Tenri
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 4 No. 1 (2022): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa pada pelajaran IPS di kelas VII E SMP YPPK Santo Don Bosco Fakfak, dengan menggunakan media google earth dan metode diskusi dan model pembelajaran discovery learning. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui metode apa yang tepat dalam pembelajaran oleh guru dalam kelas. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ( Classroom Action Research ) adalah observasi, proses penelitian dilakukan sebanyak tiga siklus yang sebelumnya melakukan tindakan tahap pra siklus, setiap siklusnya meliputi 4 tahap yaitu : 1) tahap perencanaan, 2) tahap pelaksanaan, 3) tahap observasi, 4) tahap refleksi. Hasil yang diperoleh dari penelitian terlihat adanya peningkatan minat belajar dilihat dari indikator keaktifan siswa pada sesi tanya jawab pada tahun ajaran 2020/2021 semster 1 hanya aktif sebanyak 37,5% siswa dalam satu kelas dengan target 50% siswa dalam satu kelas menjadi 53,1% siswa dalam satu kelas.pada siklus II ini terjadi peningkatan, dimana siswa yang awalnya hanya sebanyak 53,1% siswa dalam satu kelas saja yang aktif meningkat menjadi 68,8% siswa dalam satu kelas yang aktif bertanya jawab. Sedangkan dalam indikator ketepatan waktu pengumpulan tugas dalam pelaksanaan PTK kali ini dari data tahun ajaran 2020/2021 semester 1 sebanyak 55% siswa dalam satu kelas dengan target 80% siswa dalam satu kelas menjadi 84,4% siswa dalam satu kelas, siklus ke II terjadi peningkatan menjadi 90,6% siswa dalam satu kelas dan siklus ke III menjadi 93,8% siswa dalam satu kelas. Dalam indikator Jumlah nilai di atas KKM, data yang didapatkan pada tahun ajaran 2020/2021 adalah sebesar 51% siswa dalam satu kelas dengan target 70% siswa dalam satu kelas pada pelaksanaan siklus PTK 1 didapatkan hasil sebesar 71,9% siswa dalam satu kelas, siklus ke II yang dilakukan meningkat menjadi 81,2 %. Pada siklus III terjadi sedikit peningkatan dari siklus II dalam hal nilai tugas di atas KKM menjadi 84,4 %, namun dalam hal ini minat bertanya jawab mengalami sedikit penurunan pada siklus ke III dari 68,8 % pada sikls ke II menjadi 62,5% pada siklus ke III. Dikarenakan siswa sudah mengalami kejenuhan.
Peningkatan Hasil Belajar IPS Melalui Metode PBL (Problem Based Learning) Bagi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 5 Dua Koto Kab. Pasaman Sumatera Barat Sasmita, Yuli; Zulfadli, Muhammad; Sumpala, Andi Tenri
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 4 No. 2 (2022): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPS siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Dua Koto pada semester ganjil tahun Pelajaran 2020/2021. Manfaat penelitian, selain acuan bagi guru untuk mengadakan penelitian yang lain juga sebagai motivasi bagi guru untuk memperbaiki proses pembelajaran di kelas. Jenis penelitian yang dilakukan ‘Penelitian Tindakan Kelas’ dengan subyeknya siswa kelas VIII sebanyak 20 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes hasil belajar dan observasi. Teknik tes digunakan untuk mengetahui dan mengukur peningkatan hasil belajar siswa dalam bentuk nilai hasil belajar. Teknik observasi digunakan untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar dan merekam aktifitas siswa dalam pembelajaran serta untuk mengetahui kemajuan proses pembelajaran. Hasil analisis data proses pembelajaran dari kondisi awal, siklus 1 ke siklus 2 ada peningkatan ke arah lebih baik. Adapun data ketuntasan belajar klasikal pada kondisi awal baru mencapai 35 %, siklus 1 meningkat menjadi 50%, dan di akhir siklus 2 telah mencapai 85 %. Sedangkan hasil penilaian keterampilan, pada kondisi awal tidak ada siswa sangat terampil dalam mengomunikasikan hasil diskusi, pada akhir siklus 1 meningkat menjadi 8 siswa, dan diakhir siklus 2 meningkat menjadi 16 siswa. Dari hasil data tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan metode PBL (problem based learning) bisa meningkatkan hasil belajar siswa
Peningkatan Hasil Belajar IPS Melalui Model Pembelajaran Numbered Head Together di kelas VIII SMPN 3 Palembayan Kabupaten Agam Sumatera Barat Hoteb, Amin; Zulfadli, Muhammad; Sumpala, Andi Tenri
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 4 No. 2 (2022): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemahaman konsep materi IPS harus dikuasai oleh siswa untuk dikembangkan menjadi berbagai kemampuan dan keterampilan yang berkaitan dengan kehidupan nyata. Idealnya pembelajaran IPS memberi kesempatan bagi siswa untuk berpikir logis serta kritis untuk memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan baik disekolah maupun kehidupan bermasyarakat. Untuk itu, penanaman konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan bermasyarakat dan lingkungannya perlu dipertajam menjadi kemampuan dan keterampilan berkomunikasi, bekerja sama dan berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk. Salah satu usaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan dapat ditempuh melalui penggunaan model pembelajaran yang mampu meningkatkan semangat belajar siswa dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah melalui penerapan model pembelajaran Numbered Head Together dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada kelas VIII SMP Negeri 3 Palembayan . Dalam pelaksanaan penelitian ini peneliti melaksanakan tindakan bersama satu orang teman sejawat yang berlaku sebagai observer. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan menggunakan teknik observasi yang dilakukan dalam dua siklus yang masing-masingnya terdiri dari satu kali pertemuan. Observasi ini terdiri dari kegiatan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Hasil observasi setiap siklus dianalisis dengan cara melihat nilai yang diperoleh dari tes yang telah dilaksanakan. Hasil penelitian ini menggambarkan terjadinya peningkatan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran Numbered Head Together.
Penerapan Model Pembelajaran Based Learning (PBL) Metode Diskusi untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Dengan Media Puzzle pada Materi Organisasi Pergerakan Nasional Indonesia di Kelas VIII-5 SMP Negeri 1 Pangaribuan Kab. Tapanuli Utara Sumatera Utara Sirait, Sanni; Zulfadli, Muhammad; Sumpala, Andi Tenri
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 4 No. 2 (2022): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motivasi dan hasil belajar siswa pada materi Organisasi Pergerakan Nasional Indonesia kelas VIII-5 masih rendah, disebabkan karena Guru monoton menggunakan metode ceramah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa dengan menerapkan model Problem Based Learning metode Diskusi dengan media Puzzle pada Materi Organisasi Pergerakan Nasional Indonesia. Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas dengan memberikan tindakan dalam dua siklus pembelajaran yang terdiri dari dua kali pertemuan. Subyek penelitiannya adalah siswa kelas VIII-5 SMP Negeri 1 Pangaribuan. Hasil belajar kognitif diperoleh dari hasil posttest, sedangkan hasil belajar afektif diperoleh dari lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model model Problem Based Learning metode diskusi dengan media Puzzle dapat meningkatkan hasil belajar afektif siswa dan motivasi siswa dimana pada siklus I pembelajaran dinilai 45% termasuk dalam kategori rendah meningkat 60% pada siklus II dan mengalami peningkatan yang signifikan menjadi 80%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan model Problem Based Learning metode diskusi dengan media Puzzle dapat meningkatkan hasil belajar afektif dan motivasi siswa pada materi Organisasi Pergerakan Nasional Indonesia di kelas VIII-5 SMP Negeri 1 Pangaribuan
TRADISI A'RATEK PADA ACARA PERNIKAHAN DI DESA CIKOANG, KECAMATAN MANGARABOMBANG, KABUPATEN TAKALAR Nikma, Syarifah; Zulfadli, Muhammad; Ridha, Muhammad Rasyid
UNM Geographic Journal Volume 6 Nomor 2 September 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ugj.v6i2.45782

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1). Latar belakang adanya tradisi A'ratek pada acara pernikahan masyarakat di Desa Cikoang, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar. 2). Proses pelaksanaan tradisi A'ratek pada acara pernikahan masyarakat di Desa Cikoang, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar. 3). Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi masyarakat di Desa Cikoang, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar masih melaksanakan tradisi A'ratek pada acara pernikahan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah  observasi, wawancara dan dokumentasi. Proses pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti diantaranya: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil  penelitian menunjukkan 1). Latar belakang adanya tradisi A'ratek pada acara pernikahan masyarakat di Desa Cikoang, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar yaitu karena datangnya Sayyid Djalaluddin Al-Aidid yang merupakan sebuah ulama besar dan juga merupakan keturunan ke-29 dari Nabi Muhammad SAW ke Desa Cikoang pada tahun 1638 yang mengajarkan beberapa ajaran-ajaran salah satunya yaitu proses pelaksanaan tradisi A'ratek ke masyarakat di Desa Cikoang ketika ada yang menggelar acara pernikahan. 2). Proses pelaksanaan tradisi A'ratek pada acara pernikahan masyarakat di Desa Cikoang, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar yaitu terdapat beberapa tahapan-tahapan dalam proses pelaksanaan tradisi A'ratek yang dimulai dari ammutuli paratek, ammutuli korongtigi, memandikan sang calon pengantin, pembacaan kitab A'ratek, a'pepe'-pepe' dan mapaccing. 3). Faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat di Desa Cikoang, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar masih melaksanakan tradisi A’ratek pada acara pernikahan yaitu terdapat dua faktor. Faktor pertama yaitu melestarikan dan mempertahankan kearifan lokal. Sedangkan faktor kedua yaitu mengajarkan kepada anak atau keturunan mereka. 
ANALISIS SIKAP NOMOPHOBIA PADA MAHASISWA PERANTAU DI PRODI PENDIDIKAN IPS UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR Ariyanti, Irma Delina; Hasni, Hasni; Zulfadli, Muhammad
Phinisi Integration Review Volume 8 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v8i3.76524

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Gambaran Mahasiswa Perantau Di Prodi Pendidikan IPS Universitas Negeri Makassar. 2) Sikap Nomophobia Pada Mahasiswa Perantau Di Prodi Pendidikan IPS Universitas Negeri Makassar. Adapun metode penelitian yang digunakan, yaitu metode pendekatan kuantitatif deskriptif. Variabel penelitian terdiri dari Sikap Nomophobia (Variabel X) dan Mahasiswa rantau (Variabel Y). Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, kuesioner/angket dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistic deskriptif dan analisis inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Sikap Nomophobia mahasiswa dipengaruhi oleh empat indicator utama, yaitu perasaan tidak bias berkomunikasi, kehilangan konektivitas, tidak mampu mengakses informasi, dan menyerah pada kenyataan. Mayoritas mahasiswa menunjukkan tingkat sedang terkait dengan empat indikator ini, yang mencerminkan ketergantungan pada ponsel, 2) Dampak Nomophobia terhadap mahasiswa perantau teridentifikasi memiliki korelasi sedang, memengaruhi kehidupan akademik dan social mereka, baik dalam bentuk upaya mengatasi isolasi maupun gangguan pada konsentrasi dan adaptasi sosial. Oleh karena itu, diperlukan upaya dukungan psikologis dan edukasi untuk membantu mahasiswa mengelola penggunaan teknologi secara sehat dan produktif.This study aims to identify: (1) the profile of migrant students in the Social Studies Education Program at Universitas Negeri Makassar, (2) the overall nomophobia attitudes of migrant students. The research employed a quantitative descriptive approach. The variables consisted of Nomophobia Attitude (X) and Migrant Students (Y). Data collection techniques included observation, questionnaires, and documentation, while data analysis was conducted using descriptive and inferential statistics. The findings reveal that: (1) nomophobia attitudes among students are influenced by four main indicators, namely the feeling of being unable to communicate, loss of connectivity, inability to access information, and surrendering to reality. Most students were found to be at a moderate level across these indicators, reflecting their dependency on mobile phones (2) The impact of nomophobia on migrant students was identified to have a moderate correlation, affecting both their academic and social lives, including efforts to cope with isolation as well as disruptions in concentration and social adaptation. Therefore, psychological support and educational efforts are needed to help students manage technology use in a healthy and productive manner.