Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Analisis Kompetensi Petani Millennial dalam Mendukung Keberlanjutan Usaha (Studi Kemampuan Teknis, Manajerial dan Sosial Petani Millennial di Jawa Tengah) Sudarmanto, Bambang Sudarmanto; Nurdayati, Nurdayati; Mubarokah, Wida Wahidah; Purwono, Edi; Akbarrizki, Muzizat; Makmun, Lutfan
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 21 No. 1 (2024): Juli
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v21i1.1199

Abstract

Kompetensi petani millennial meliputi kompetensi teknis, manajerial dan sosial memiliki peran strategis dalam keberlanjutan usaha. Penelitian bertujuan untuk: 1) mengetahui gambaran umum wilayah penelitian dan karakteristik responden penelitian; 2) menganalisis dan menyusun rekomendasi peningkatan kompetensi petani millennial dalam mendukung keberlanjutan usaha dari aspek kemampuan teknis, manajerial dan sosial. Penelitian mengunakan metode/ prosedur survei dengan pendekatan kuantitatif, didukung data kualitatif explanatory. Penelitian dilakukan 6 bulan (Maret - Agustus 2023). Sampel penelitian adalah petani millennial usia 17-39 tahun dari 10 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah berjumlah 216, pengambilan sampel dengan metode purposive sampling. Analisis data menggunakan Structural Equation Modelling (SEM) dengan software IBM AMOS. Pengujian model keseluruhan (overal/fit) dilakukan uji validitas, reliabilitas, normalitas, outlier dan analisis pengaruh. Hasil analisis pengaruh model akhir, rata-rata signifikan 0,02 (nilai signifikansi <0,05). Hasil analisis penelitian, kompetensi petani millennial (X1) mencakup: kompetensi teknis, manajerial, sosial dalam kategori sedang (2.77). Keberlanjutan usaha (Z) meliputi keberlanjutan ekonomi (profit), sosial (people), lingkungan (planet) masuk kategori sedang sebesar (2.91) atau quite sustainable. Rekomendasi untuk meningkatkan keberlanjutan usaha dapat dengan menerapkan prinsip sinergitas kompetensi yang baik untuk keberlanjutan usaha berbasis people, profit, dan plane dalam perencanaan hingga pelaksanaan usaha tani. Peningkatan kompetensi dapat dilakukan melalui peningkatan kompetensi teknis berupa: peningkatan kemampuan pemilihan komoditas berorientasi jangka panjang, kemampuan inovasi usaha/ budidaya dengan penerapan smart farming, peningkatan kemampuan pasca panen dan pemasaran. Peningkatan kompetensi manajerial berupa: kemampuan merencanakan usaha, mengelola sumberdaya dan usaha, mengelola jejaring kemitraan, mengelola konflik, mengelola modal usaha. Kemampuan sosial berupa: kemampuan mengembangkan pendidikan dan latihan, mengembangkan organisasi, mengembangkan kelompok, mengembangkan kerjasama sosial/ corporate social responsibility (CSR).
Motilitas dan Abnormalitas Sperma Post Thawing Pejantan Brian dan Osmond di Kabupaten Magelang Sunardi, Sunardi; Purwono, Edi; Riyadi, Riyadi; Wuryandari, Dwi; Rahmawati, Via Fitri
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 21 No. 1 (2024): Juli
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v21i1.1207

Abstract

Lambatnya pertumbuhan populasi sapi dan kerbau dalam negeri umumnya dikarenakan manajemen reproduksi ternak yang belum optimal sehingga perlu dilakukan evalusi dari pelaksanaan kegiatan manajemen reproduksi tersebut. Salah satu teknologi peningkatan populasi sapi adalah dengan Inseminasi Buatan (IB). Bahan yang digunakan untuk melaksanakan IB diperlukan straw atau semen beku yang berkualitas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat motilitas dan abnormalitas sperma post thawing pejantan Brian dan Osmond. Penelitian dilaksanakan selama 3 (tiga) bulan, dimulai pada 28 September sampai dengan 28 November 2022. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan sampel straw (semen beku)  sebanyak 20 straw yang berasal dari 2 (dua) jenis pejantan yang berbeda yaitu  10 straw (semen beku) pejantan Brian, dan 10 straw (semen beku) pejantan Osmond yang diproduksi oleh BIB Ungaran. Variabel yang diamati antara lain motilitas, abnormalitas spermatozoa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa motilitas sperma post thawing pejantan Brian lebih tinggi dari Osmond, dan abnormalitas Osmond lebih tinggi dibandingkan pejantan Brian.
Gambaran Kasus Paramphistomiasis Pada Sapi Bali (Bos sondaicus) Berdasarkan Data Hasil Pemeriksaan Post Mortem Pada Hewan Kurban Purwono, Edi; Mubarokah, Wida Wahidah; Makmun, Lutfan; Akbarrizki, Muzizat
AgriMalS Vol 5 No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kotabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47637/agrimals.v5i2.1957

Abstract

Paramphistomiasis is one of the important parasitic diseases that affect ruminant animals. This disease is caused by infection with flatworms (trematodes) of the genus Paramphistomum. These worms can cause disturbances in the digestive tract of livestock, which can ultimately reduce the productivity of the livestock being raised and even lead to the death of the animals. The objective of this study was to determine the prevalence of Paramphistomiasis in cattle slaughtered during the Idul Adha holiday in Manokwari Regency, West Papua Province, through post-mortem examination or examination conducted after the slaughtering process was completed. This study is a survey study. The study population consists of cattle slaughtered during the Idul Adha holiday in Manokwari Regency, West Papua Province. Sampling was conducted using non-probability sampling techniques, with 202 samples collected using purposive sampling methods. The results of the study indicate that 71 samples out of the total number of sacrificial animals slaughtered during Eid al-Adha tested positive for infection with Paramphistomum sp, with a prevalence rate of 35%, as evidenced by the detection of Paramphistomum sp worms following slaughter and rumen organ dissection. Based on the results and discussion, it can be concluded that the incidence of paramphistomiasis in Manokwari Regency is relatively high. This is likely due to inadequate management practices and the continued use of a semi-intensive management system.
Minat Wanita Tani Sekar Melati Terhadap Pembuatan Es Lilin Yoghurt di Desa Kaponan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah Azzahra, Dewi Sarah; Sunarsih, Sunarsih; Akbarrizki, Muzizat; Mubarokah, Wida Wahidah; Triwibowo, Haris; Makmun, Lutfan; Purwono, Edi
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol. 7 No. 2 (2025): October
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v7i2.1481

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kaponan Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang pada tanggal April-Juni 2025. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui minat wanitiYani terhadap inovasi es lilin yoghurt susu sapi dengan penambahan perisa stroberi di Desa Kaponan Kecamatan Pakis. Responden yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sejumlah 35 orang dari anggota KWT Sekar Melati, yang diambil dengan menggunakan teknik sampel jenuh . Hasil kajian penyuluhan ini menggunakan desain One Group Pretest-Posttest Design. Pengukuran perubahan perilaku diambil melalui data pretest sebelum penyuluhan dan diambil data posttest setelah penyuluhan dengan cara anjangsana, wawancara, dan observasi dengan alat bantu kuesioner. Hasil pengkajian terhadap minat inovasi es lilin yoghurt susu sapi dengan penambahan perisa stroberi adalah “Sangat tinggi". Efektivitas penyuluhan berada pada kategori “Sangat Efektif" dengan nilai 90,63% dan efektivitas perubahan perilaku berada pada kategori “Efektif” dengan nilai 64,28%, dengan peningkatan pengetahuan , sikap positif terhadap pengolahan susu, serta keterampilan dalam praktik pembuatan es lilin yoghurt. Inovasi inii diharapkan dapat menjadi solusi altematif dalam meningkatkan nilai tambah produk susu sapi dan pemberdayaan ekonomi keluarga.
Peningkatan Kualitas Albumen Tanpa Perubahan Berat Telur dan Panjang Oviduk pada Ayam Ras Petelur yang Diberi Ekstrak Daun Belimbing Wuluh Suzana, Shania Ayu; Purwono, Edi; Cahyani, Annisa Putri
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol. 7 No. 2 (2025): October
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v7i2.1482

Abstract

Ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) mengandung flavonoid, vitamin C, dan asam organik yang berpotensi meningkatkan kualitas telur ayam ras petelur. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh ekstrak belimbing wuluh terhadap panjang oviduk, berat telur, dan kualitas albumen (Haugh Unit). Rancangan acak lengkap digunakan dengan empat perlakuan dosis ekstrak (P0 = kontrol, P1 = 0,5 mg, P2 = 1 mg, P3 = 1,5 mg) dan lima ulangan. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji Duncan. Hasil menunjukkan bahwa panjang oviduk (58,6–63,2 cm) dan berat telur (45,46–50,43 g) tidak berbeda nyata antar perlakuan (p>0,05), tetap berada dalam kisaran fisiologis normal ayam ras petelur umur 80 minggu. Sebaliknya, Haugh Unit meningkat signifikan (p<0,05) dari 64,33±3,72 (kontrol) menjadi 85,58±1,53 (P3), menunjukkan perbaikan kualitas albumen. Temuan ini menegaskan bahwa ekstrak belimbing wuluh lebih berpengaruh pada kualitas fungsional telur dibandingkan morfometri reproduksi. Kesimpulannya, ekstrak belimbing wuluh berpotensi sebagai fitofarmaka lokal untuk meningkatkan mutu albumen tanpa mengubah ukuran telur maupun panjang oviduk, sehingga relevan bagi peternak dalam mendukung produksi unggas berkelanjutan.
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Minat Wanita Tani terhadap Pengolahan Kefir Susu Kambing dengan Penambahan Perisa Buah di Desa Mejing Kecamatan Candimulyo Khamid, Muh Nur; Sulistiawati, Nurul Fajar; Kusuma, Yudiani Rina; Mubarokah, Wida Wahidah; Makmun, Lutfan; Purwono, Edi; Akbarrizki, Muzizat
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol. 7 No. 2 (2025): October
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v7i2.1486

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat minat wanita tani serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhinya terhadap pengolahan kefir susu kambing dengan penambahan perisa buah. Penelitian dilakukan pada kelompok wanita tani (KWT) Dewi Sri dengan jumlah responden sebanyak 35 orang yang diambil secara sensus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain One Group Pre Test Post Test dan One Shot Case Study. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner, yang diuji validitas dan reliabilitasnya. Pengolahan data dilakukan menggunakan analisis deskriptif dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat minat wanita tani dalam pengolahan kefir susu kambing berada pada kategori sangat tinggi sebesar 94,2% dan faktor-faktor seperti usia, tingkat pendidikan, pengalaman mengolah susu, dan jumlah ternak secara simultan berpengaruh sangat signifikan (p < 0,01) terhadap minat. Secara parsial, usia, tingkat pendidikan, pengalaman mengolah susu, dan jumlah ternak berpengaruh sangat signifikan (p < 0,01). Efektivitas penyuluhan sebesar 80,2% dengan kategori efektif dan efektivitas perubahan perilaku sebesar 58,2% dengan kategori cukup efektif.
Peningkatan Kualitas Albumen Tanpa Perubahan Berat Telur dan Panjang Oviduk pada Ayam Ras Petelur yang Diberi Ekstrak Daun Belimbing Wuluh Suzana, Shania Ayu; Purwono, Edi; Cahyani, Annisa Putri
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol. 7 No. 2 (2025): October
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v7i2.1490

Abstract

Ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) mengandung flavonoid, vitamin C, dan asam organik yang berpotensi meningkatkan kualitas telur ayam ras petelur. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh ekstrak belimbing wuluh terhadap panjang oviduk, berat telur, dan kualitas albumen (Haugh Unit). Rancangan acak lengkap digunakan dengan empat perlakuan dosis ekstrak (P0 = kontrol, P1 = 0,5 mg, P2 = 1 mg, P3 = 1,5 mg) dan lima ulangan. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji Duncan. Hasil menunjukkan bahwa panjang oviduk (58,6–63,2 cm) dan berat telur (45,46–50,43 g) tidak berbeda nyata antar perlakuan (p>0,05), tetap berada dalam kisaran fisiologis normal ayam ras petelur umur 80 minggu. Sebaliknya, Haugh Unit meningkat signifikan (p<0,05) dari 64,33±3,72 (kontrol) menjadi 85,58±1,53 (P3), menunjukkan perbaikan kualitas albumen. Temuan ini menegaskan bahwa ekstrak belimbing wuluh lebih berpengaruh pada kualitas fungsional telur dibandingkan morfometri reproduksi. Kesimpulannya, ekstrak belimbing wuluh berpotensi sebagai fitofarmaka lokal untuk meningkatkan mutu albumen tanpa mengubah ukuran telur maupun panjang oviduk, sehingga relevan bagi peternak dalam mendukung produksi unggas berkelanjutan.