Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

The Effect of Religiosity on Psychological Well-Being with Intensity of Taklim Assembly Recitation as a Mediator Nuruddaroini, M. Ahim Sulthan; Amaliati, Siti; Kholis, Nur; Asrohah, Hanun
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 35 No. 2 (2024): Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman
Publisher : Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/tribakti.v35i2.5495

Abstract

Religiusitas telah lama diakui sebagai faktor yang berkontribusi terhadap kesejahteraan psikologis individu. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh tingkat religiusitas terhadap psychological well-being dengan intensitas mengikuti pengajian majelis taklim sebagai variabel intervening. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, penelitian ini melibatkan 71 jamaah majelis taklim di Kalimantan Selatan yang dipilih melalui teknik cluster random sampling. Data dikumpulkan menggunakan tiga instrumen: skala religiusitas Huber dan Huber, Ryff's Psychological Well-Being Scales (PWB), dan kuesioner intensitas mengikuti pengajian majelis taklim yang dikembangkan oleh peneliti. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis jalur (path analysis) dengan bantuan software SPSS 25.0 dan Sobel Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Tingkat religiusitas berpengaruh signifikan secara langsung terhadap psychological well-being (β = 0.804, p < 0.001) dan intensitas mengikuti pengajian majelis taklim (β = 0.778, p < 0.001), serta intensitas mengikuti pengajian majelis taklim berpengaruh signifikan terhadap psychological well-being (β = 0.658, p < 0.001). 2) Variabel tingkat religiusitas mampu menjelaskan 43,4% variasi psychological well-being, 41,2% variasi intensitas mengikuti pengajian majelis taklim, dan 42,7% variasi psychological well-being melalui intensitas mengikuti pengajian majelis taklim. 3) Intensitas mengikuti pengajian majelis taklim terbukti menjadi variabel intervening yang memediasi pengaruh tingkat religiusitas terhadap psychological well-being (sobell test statistic = 5.08924301, p = 0.000000036). Temuan ini mendukung teori dan penelitian sebelumnya tentang peran religiusitas dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis, serta menunjukkan pentingnya keterlibatan dalam kegiatan keagamaan, khususnya pengajian majelis taklim, dalam memperkuat hubungan tersebut. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah perlunya pengembangan program-program berbasis agama yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan mental dan kualitas hidup masyarakat, dengan melibatkan majelis taklim sebagai mitra strategis. Meskipun demikian, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi faktor-faktor lain yang mungkin berperan dalam hubungan antara religiusitas dan psychological well-being, seperti kepribadian, dukungan sosial, dan konteks budaya.
PERSEPSI DAN ASPIRASI PENDIDIKAN MASYARAKAT DESA JUMBA Nuruddaroini, M. Ahim Sulthan; Hayati B, Nor; Hidayah, Nor; Khafijah, Elita; Jannah, Muslimatul
Al Khidma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Al Khidma Vol. 1 No. 1 September 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (798.015 KB) | DOI: 10.35931/ak.v1i1.698

Abstract

Di era globalisasi pendidikan di berbagai belahan dunia mengalami perubahan sangat mendasar. Ada banyak kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bisa dinikmati umat manusia. Namun sebaliknya, kemajuan tersebut juga beriringan dengan kesengsaraan banyak anak manusia dan kerusakan moral apalagi dalam era globalisasi sekarang ini. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan tentang persepsi dan aspirasi masyarakat Desa Jumba tentang pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan teknik reduksi data, display data dan verifikasi data. Hasil penelitian ini adalah terdapat persepsi dan aspirasi pendidikan masyarakat Desa Jumba yaitu: Pendidikan era globlasasi dan sebelum era globalisasi terdapat perbedaan, baik dari segi akhlak, materi, sarana dan prasarana. Selain itu pendidikan di masa pandemic covid-19 juga menyulitkan bagi orang tua. Adapun aspirasi masyarakat Desa Jumba, pendidikan lebih diperhatikan lagi oleh pemerintah, agar tujuan pendidikan yang sebenarnya benar-benar tercapai dan terwujud. Penelitian ini secara empiris, teoretis dan praktis dapat memberikan kontribusi sebagai bahan pertimbangan bagi pemerintah dan bagi setiap yang berkecimpung dalam dunia pendidikan, untuk lebih memperhatikan kebutuhan masyarakat untuk menghadapi tantangan globalisasi. Kata Kunci: Persepsi dan Aspirasi, Pendidikan, Desa Jumba
Penghafal Alquran Perspektif Sikap Kognitif Nuruddaroini, M. Ahim Sulthan; Zubaidillah, Muh. Haris
Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Al-Muhith Vol. 1, No. 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v1i2.1472

Abstract

Di antara faktor yang dapat mempengaruhi kualitas hafalan Alquran seseorang adalah memiliki sikap kognitif dalam menghafal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana sikap kognitif siswa menghafal Alquran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Sementara teknik analisis data menggunakan teknik Miles and Hubermen yaitu reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Kesimpulan hasil penelitian ini terdapat dua sikap kognitif penghafal Alquran yaitu motivasi dan persepsi. Motivasi meliputi mengharap ridha Allah swt, ingin masuk surga, ingin menjadi umat terbaik, ingin mahir dalam hal Alquran, ingin membahagiakan orang tua, menjaga keotentikan Alquran, untuk bekal di masyarakat, membentengi diri dari perbuatan tercela, ada yang menganggap Alquran mudah untuk dihafalkan, dan sementara yang lain menganggap Alquran sulit untuk dihafalkan.
Adab Murid Kepada Guru Perspektif Alquran (Telaah Tafsir Maudhu’i) Nuruddaroini, M. Ahim Sulthan; Zubaidillah, Muh. Haris
Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Al-Muhith Vol. 1, No. 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v1i1.1047

Abstract

Sampai saat ini pembahasan tentang adab, sopan santun dan akhlak masih menjadi perbincangan yang hangat. Banyak isu-isu dan fenomena yang ada di masyarakat maupun dilingkungan sekolah terkait adab selalu menjadi perbincangan, oleh karena itu pemahaman dan pendidikan tentang adab atau akhlak terus menerus dilakukan dan digalakkan, baik oleh orangtua, tokoh agama dan guru, mereka selalu memberikan nasihat terkait pentingnnya menjaga adab atau akhlak kapanpun dan dimanapun berada. Di dalam Alquran terdapat informasi yang dimana disitu tersirat bagaimana adab seorang murid terhadap gurunya yang sesuai dengan tuntunan Allah swt sebagai yang mempunyai aturan-aturan dimuka bumi bagi hamba-hambanya yang beriman dan bertaqwa dan mampu menjadi Abdullah yang sejati dan menjadi khalifatullah yang hakiki. Penelitin ini bertujuan untuk menguraikan tentang adab murid kepada guru perspektif Alquran. Adapun yang menjadi fokus penelitian ini adalah Apa yang dimaksud dengan adab murid terhadap guru? Ayat-ayat apa saja yang berkenaan dengan adab murid terhadap guru? Bagaimana pendapat ahli tafsir terhadap ayat-ayat berkenaan dengan adab murid terhadap guru? Bagaimana analisis nilai yang ada dalam ayat-ayat berkenaan dengan adab murid terhadap guru? Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatakan Pustaka (library research), Penelitian ini berusaha mengeksplorasi tentang adab murid kepada guru perspektif Alquran. Dalam menggali ayat-ayat yang berhubungan dengan adab murid kepada guru tentunya membutuhkan metode tafsir, yaitu metode tafsir maudhu’i. Adapun teknik analisisnya menggunakan analisis isi (content analysis). Hasil penelitian ini adalah pertama, Adab murid terhadap guru adalah bagaimana hubungan murid dengan guru dalam belajar baik di dalam kelas maupun diluar kelas. Kedua, ayat-ayat yang Berkenaan dengan Adab Murid kepada Guru meliputi Q.S Al-Kahfi ayat 70 sampai 82, Q.S Al Hujurat ayat 1 sampai 5, Q.S Al Hujurat ayat 12 dan Q.S An-Nahl ayat 43. Ketiga, dari hasil analisis di temukan beberapa faktor penting yang mempengaruhi adab murid terhadap guru diantaranya yaitu mendapat izin bertanya dari guru, murid berbicara dengan lemah lembut dan sopan, jangan berprasangka buruk kepada guru dan jangan meremehkan pelajaran yang diberikan guru.
Pendidikan Seks Perspektif Alquran Nuruddaroini, M. Ahim Sulthan; Zubaidillah, Muh. Haris
Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Al-Muhith Vol. 1, No. 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v1i1.942

Abstract

Memang membicarakan tentang pendidikan seks seakan-akan adalah hal yang tabu dan tidak baik untuk dibicarakan. Namun Alquran dengan bahasanya yang begitu indah menjelaskan masalah tersebut dengan begitu lembut. Penelitin ini bertujuan untuk menguraikan tentang kandungan pendidikan seks dalam Alquran. Adapun yang menjadi fokus penelitian ini adalah apa pengertian pendidikan seks? apa saja ayat yang berbicara tentang pendidikan seks? dan apa kandungan pendidikan seks dalam Alquran? Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatakan Pustaka (library research), Penelitian ini berusaha mengeksplorasi tentang Pendidikan seks dalam Alquran. Dalam menggali ayat-ayat yang berhubungan dengan Pendidikan seks tentunya membutuhkan metode tafsir, yaitu metode tafsir maudhu’i. Adapun teknik analisisnya menggunakan analisis isi (content analysis). Hasil penelitian ini adalah pertama, pendidikan seks adalah pendidikan tentang menjaga naluri seks dari hal-hal yang dilarang, pendidikan untuk menjaga diri dari dari pergaulan yang merusak, dan pendidikan tentang bagaimana fungsi seks dalam kehidupan. Kedua, ayat Alquran yang memiliki kandungan pendidikan seks antara lain: Q.S. Al-Hujurat ayat 13, Q.S. An-Nisa ayat 23, Q.S. An-Nur ayat 58, dan Q.S. Al-A’raf ayat 26. Ketiga, kandungan pendidikan seks dalam Alquran antara lain mengajarkan perbedaan laki-laki dan perempuan, memperkenalkan mahram kepada anak, mengajarkan untuk meminta izin apabila masuk ke kamar orang tua, dan mengajarkan untuk berpakaian yang baik
LEARNING TRANSFORMATION: TEACHERS AND THE DYNAMICS OF ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) Nuruddaroini, M. Ahim Sulthan; Abdullah, Moh.; Abdurrohim, Abdurrohim; Muhammad, Farhad; Fitriani, Ely; Fadlillah, Nilna
PROCEEDING OF INTERNATIONAL CONFERENCE ON EDUCATION, SOCIETY AND HUMANITY Vol 2, No 1 (2024): Second International Conference on Education, Society and Humanity
Publisher : PROCEEDING OF INTERNATIONAL CONFERENCE ON EDUCATION, SOCIETY AND HUMANITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research is to reveal and analyze aboutthe future of teachers with Artificial Intelligence (AI), harmony between teachers and Artificial Intelligence (AI) and teacher competence in dealing with Artificial Intelligence (AI). This research method is qualitative research with a library research approach. The data source in this article is research results in the form of journal articles. The research results show that the presence of artificial intelligence (AI) in education brings challenges and opportunities for the future of teachers. Even though AI can replace some routine tasks in learning, the teacher's role remains crucial in guiding, motivating and developing students holistically. Teachers in the future must be able to build an atmosphere that meets the psychological needs of students, including the need for competence, autonomy and involvement in groups. The introduction of artificial intelligence brings about a significant change in the educational paradigm, where personalization of learning becomes more possible and efficient. Even though there is a paradigm shift from a one-size-fits-all model to responsive adaptation, the teacher's role remains central in designing targeted learning strategies. The success of teachers in the future depends not only on mastery of technology, but also on the ability to guide, motivate and shape students' character. Teachers are also faced with the task of facing the Industry 4.0 revolution, requiring a deep understanding of new concepts such as artificial intelligence, IoT and big data. Efforts to increase teacher competency must involve selective recruitment, bottom-up competency improvement, and the application of technology in learning, such as blended learning. Even though technology plays an important role, teachers cannot be replaced because their role as character builders and facilitators of social interaction remains irreplaceable. Therefore, continuing to develop teacher competence is the key to overcoming educational challenges in the era of artificial intelligence.
The Role of Memorization Intensity in Qur'anic Memorization Ability: A Correlational Study Astuti, Sri Hartini Juni; Nurhayati, Nurhayati; Pahrurraji, Pahrurraji; Echwan, Chairul; Setiawan, Bagus; Nuruddaroini, M. Ahim Sulthan
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2024): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v5i2.1708

Abstract

This research is motivated by the low ability to memorize the Qur'an of some tahfizh students, even though they have participated in an intensive memorization program. This indicates a gap between the memorization process and achievement, which encourages the need to identify factors that influence memorization ability. This study aims to analyze the influence of memorization intensity and psychological well-being on students' ability to memorize the Qur'an. This study uses a quantitative method with a survey approach. The number of respondents is 110 people. The data obtained are analyzed quantitatively using multiple linear regression analysis. The results show that (1) memorization intensity has a significant effect on the ability to memorize the Qur'an (p = 0.007; β = 6.5), (2) psychological well-being does not have a significant effect (p = 0.417; β = 00.5), and (3) simultaneously, both variables only explain 7% of the variation in memorization ability, while 93% is influenced by other factors. This study highlights the dominant role of memorization intensity in enhancing Qur'anic memorization and offers new insights into how internal psychological factors interact in the context of higher education tahfizh programs. The novelty of this study lies in its integrated analysis of memorization intensity and psychological well-being in a single model, contributing to a deeper understanding of the psychological factors that influence Qur'anic memorization.
HATI DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN DAN HADIS Rasyid, Muhammad; Nuruddaroini, M. Ahim Sulthan
Al-Ma'had: Jurnal Ilmiah Kepesantrenan Vol. 1 No. 02 (2023): July - December 2023
Publisher : Yayasan Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10672633

Abstract

Hati adalah struktur jiwa tertinggi dalam manusia, melampaui akal. Fungsi utamanya adalah mencari pengetahuan kebenaran yang jauh melebihi akal, yang terbatas pada penalaran rasional. Fungsi hati ini krusial dalam pencarian pengetahuan tertinggi, namun hati yang efektif adalah hati yang bersih. Hati memiliki ciri-ciri khusus, ada yang baik dan ada yang terpengaruh oleh penyakit hati. Untuk memelihara hati yang bersih, perlu usaha dan pendidikan yang berkelanjutan, mengingat hati manusia selalu berfluktuasi dan tidak konstan. Dalam konteks pentingnya hati dalam pendidikan dan pencarian pengetahuan tinggi, berdasarkan kebenaran, penulis akan mengeksplorasi hati dalam perspektif Al-Quran dan Hadis dalam makalah ini. Hati dimaknai dua arti, arti secara fisik dan arti dalam meta fisik. Hati yang dalam makna fisik adalah gumpalan hati yang berfungsimenjadi wadah darah yang mengalir ke dalam seluruuh tubuh manusia, atau diartikan juga dengan jantung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hati dalam makna yang sesungguhnya dikehendaki dalam Al-Qur’an adalah hati dalam makna meta fisik, merupakan bagian jiwa manusia yang sangat penting untuk mencari dan memperoleh ilmu pengetahuan yang sesunggunya, pengetahuan yang mengandung kebenaran. Definisi hati di sini adalah definisi yang sesungggunya. Kedudukan hati menurut para tokoh tasauf (sufi) sangat tinggi kedudukannya dalam struktur jiwa manusia. Hati lebih tinggi dari akal manusia. Ketika akal hanya dapat menemukan ilmu pengetahuan dalam ketinggian nalar akademik, maka hati lebih tinggi dari itu dapat mencapai tingkat pengetahuan kebenaran, dan hanya hati yang mampu mendapatkannya. Untuk memperoleh semua kebenaran itu, tidak semua hati mendapatkannya. Ada hati yang baik (selamat), dan ada hati yang tidak baik, atau hati yang rusak. Oleh karena itu, mengingat peran hati sangat penting bagi manusia, sebagai wadah untuk memperoleh penegtahuan kebenara, maka hati perlu diasah untuk tetap pada kualitas hati yang tenang, dalam mantap dalam keimanan