Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

OPTIMALISASI SISTEM DRAINASE MIKRO DAS KALI BORO MELALUI ANALISIS HIDROLOGI HIDRAULIKA UNTUK KETAHANAN BANJIR PERKOTAAN Rahmi, Ardia Tiara; Pratiwi, Imasti Dhani; Wijayanti, Pipit; Utomowati, Rahning; Tjahjono, Gentur Adi; Ronggowulan, Lintang
Jurnal Riset Rekayasa Sipil Vol 9, No 1 (2025): September 2025
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jrrs.v9i1.109485

Abstract

Urbanisasi yang masif di Kota Surakarta telah mendorong peningkatan area terbangun dan alih fungsi lahan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Boro, memicu eskalasi masalah genangan akibat sistem drainase eksisting yang inadekuat. Meskipun banyak studi drainase perkotaan modern mengadopsi model numerik canggih dan solusi berbasis alam, studi ini secara strategis memilih pendekatan hidrologi-hidraulika klasik (Log Pearson Tipe III, Mononobe, Rasional, Manning) untuk mengatasi keterbatasan data spesifik dan sumber daya di tingkat mikro perkotaan tropis, sekaligus menawarkan solusi yang relevan dan aplikatif bagi Pemerintah Kota Surakarta. Pendekatan ini mengisi kekosongan literatur terkait implementasi master plan drainase mikro komprehensif di kota tropis yang masih mengandalkan data primer dan metode yang terjangkau. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi drainase mikro eksisting, menghitung debit banjir rencana (T = 2, 5, 10 tahun), mengidentifikasi akar permasalahan, dan menyusun master plan drainase mikro di DAS Kali Boro. Hasil analisis menunjukkan bahwa kapasitas saluran drainase eksisting hanya mampu menampung sekitar 72,5% dari debit banjir rencana untuk kala ulang 5 tahun, diperparah oleh penyempitan, sedimentasi, dan penumpukan sampah. Implementasi master plan yang diusulkan, meliputi normalisasi, peningkatan dimensi saluran, perbaikan gorong-gorong, pengelolaan sedimen dan sampah, pembangunan sumur resapan, serta adopsi drainase berwawasan lingkungan, diproyeksikan mampu mengurangi luasan genangan hingga lebih dari 50% di area prioritas. Studi ini menegaskan relevansi pendekatan konvensional yang terjustifikasi dalam konteks lokal, memberikan kontribusi signifikan dalam perencanaan ketahanan banjir di DAS mikro perkotaan tropis, dan dapat menjadi acuan kebijakan adaptasi iklim Kota Surakarta.
Peningkatan Kapasitas Pokdarwis dalam Pengelolaan Ecokarst Tourism Sungai Maron wijayanti, Pipit; Noviani, Rita; Utomowati, Rahning
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 13, No 1 (2024): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v13i1.79136

Abstract

Sebanyak 80% masyarakat Desa Dersono, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan berprofesi sebagai petani. Desa Dersono secara geologis berada dikawasan Karst Gunungsewu. Kawasan karst identik sebagai kawasan yang kering dan tandus dikarenakan didominasi pelorongan batuan karbonat sehingga air hujan yang jatuh kepermukaan mudah diloloskan kelapisan bawah lebih dari 50 meter. Sehingga mengakibatkan hasil pertanian disana kurang optimal. Meskipun kawasan karst identic kering dan tandus, perannya sebagai pengatur iklim dengan fungsi penyerapan karbon dioksida atmosfer dan keindahan morfologinya menjadi keunggulan yang tidak ditemukan pada kawasan lain. Salah satu potensi keindahan morfologi kawasan karst di Desa Dersono ialah keberadaan Sungai Maron yang dijadikan sebagai objek pariwisata sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat selain dari hasil pertanian. Namun disatu sisi, pemanfaatan kawasan karst untuk aktivitas pertanian maupun pariwisata berpeluang merusak ekosistem kawasan karst, sehingga fungsi vital maupun keindahannya terganggu. Perlu dilakukan pengelolaan kawasan karst berkelanjutan sehingga kegiatan pariwisata yang menunjang perekonomian masyarakat dapat dijalankan dan kelestarian lingkungan juga tetap terjaga. Pemahaman mengenai pengelolaan pariwisata kawasan karst yang berkelanjutan dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) bersama Pokdarwis Sungai Maron dan perangkat Desa Dersono. FGD diawali dengan pemberian materi terkait ekosistem kawasan karst dan pengelolaan pariwisata alam berkelanjutan. Kemudian dilanjutkan diskusi dengan anggota Pokdarwis dan perangkat desa yang hadirGuna mengukur ketercapaian dilakukan pre test dan post test berkaitan dengan pemahaman pengelolaan kawasan karst. Anggota Pokdarwis dikategorikan kedalam kelas pamahaman sangat rendah, rendah, cukup, tinggi dan sangat tinggi. Hasil pre test menunjukkan 3% termasuk kategori sangat rendah, 13% rendah, 22% cukup, tinggi 25% dan sangat tinggi 37%. Kemudian dari hasil post test menunjukkan tidak ada anggota Pokdarwis yang masuk kategori sangat rendah dan rendah, kategori cukup berkurang menjadi 7.5%, kategori tinggi naik menjadi 30% dan kategori sangat tinggi naik menjadi 62.5. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Pokdarwis Sungai Maron sudah meningkat pemahamannya mengenai pengelolaan pariwisata kawasan karst bekelanjutan As many as 80% of Dersono Village, Pringkuku District, and Pacitan Regency work as farmers. Dersono Village is located in the Gunungsewu Karst area. Karst areas are identified as dry and barren because carbonate rock tunnels dominate them, so rainwater that falls on the surface can easily escape to the lower layers of more than 50 meters. This results in agricultural yields that need to be more optimal. Even though karst areas are identified as dry and barren, their role as climate regulators with the function of absorbing atmospheric carbon dioxide and their morphological beauty are advantages that are not found in other areas. One potential beauty of the morphology of the Dersono Village karst area is the Maron River, which is used as a tourism object to increase people's income apart from agricultural products. However, on the one hand, using karst areas for agricultural and tourism activities can damage the ecosystem of the karst area so that its vital functions and beauty are disrupted. It is necessary to carry out sustainable management of karst areas so that tourism activities supporting the community's economy can be carried out and environmental sustainability is maintained. Understanding sustainable tourism management in karst areas was carried out through Focus Group Discussions (FGD) with Pokdarwis Sungai Maron and Dersono Village officials. The FGD began by providing material related to karst area ecosystems and sustainable natural tourism management. They then continued discussions with Pokdarwis members and village officials who were present. Pre-tests and post-tests related to understanding karst area management were carried out to measure achievements. Pokdarwis members are categorized into very low, low, moderate, high, and high understanding classes. The pre-test results showed that 3% was in the very low category, 13% was low, 22% was sufficient, 25% was high, and 37% was very high. Then, the post-test results showed no Pokdarwis members in the low and low categories; the moderate category decreased to 7.5%, the high category increased to 30%, and the high category increased to 62.5. So, the Maron River Pokdarwis has improved its understanding of sustainable tourism management in karst areas.
Optimalisasi Peran Masyarakat Dalam Mekanisme Pencegahan Infeksi Covid-19 Dalam Program KKN Melalui Program Pendidikan Dan Kesehatan Di Kawasan Kabupaten Kulonprogo Dan Bantul Astirin, Okid Parama; Ramadhan, Diastama Anggita; Utomowati, Rahning
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 10, No 1 (2021): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v10i1.46200

Abstract

Selama pandemi Covid-19 di mana setiap orang disarankan untuk melakukan physical distancing, program KKN di Universitas Sebelas Maret (UNS) ditetapkan oleh Rektor untuk tetap berlangsung dengan sejumlah penyesuaian. Pelaksanaan KKN dilakukan di lokasi tempat tinggal masing-masing dengan dibimbing oleh 1 DPL (dosen Pembimbing Lapangan) dengan penugasan  20 orang mahasiswa. Pelaksanaan KKN era Covid 19 dilakukan dengan beberapa metode. Metode yang dilakukan oleh mahasiswa ada 2 macam yaitu metode secara daring, metode luring (namun tetap melakukan protokol kesehatan) dan metode penyampaian pesan melalui berbagai media tidak secara online (memasang poster, menyebarkan leaflet, memasang banner, memberikan penjelasan kepada masyarakat door to door). Secara umum, meskipun pelaksanaan dilakukan lebih banyak diselenggarakan daring, namun makna pembentukan karakter empati kepada masyarakat yang terdampak Covid 19 maupun lapisan masyarakat yang potensial menerima resiko tertular, dan memiliki peran startegis untuk membentuk karakter mahasiswa. Kegiatan ini memiliki banyak manfaat bagi masyarakat melalui berbagai bentuk bantuan oleh mahasiswa peserta KKN
Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) untuk Meningkatkan Kapasitas Guru Sekolah Dasar di Kecamatan Ngargoyoso wijayanti, Pipit; Nugraha, Setya; Tjahjono, Gentur Adi; Utomowati, Rahning; Rindarjono, Moh Gamal; Ronggowulan, Lintang; Sholeh, Sofyan; Sukmawati, Sekar Ayu
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 1 (2025): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i1.92916

Abstract

Program Satuan Pendidikan Aman Bencana atau SPAB merupakan usaha preventif dan pengurangan dampak bencana yang berlandaskan hukum pada peraturan Kepala BNPB Nomor 4 Tahun 2012 tentang Pedoman Penerapan Sekolah/Madrasah Aman Bencana. Kecamatan Ngargoyoso merupakan wilayah rawan bencana. Data terbaru menunjukkan sebanyak 72 bencana longsor di Kabupaten Karanganyar per tahun 2023 didominasi oleh Kecamatan Ngargoyoso. Bencana longsor ini turut menimpa SDN 01 Berjo hingga menimbulkan kerusakan dua bangunan ruang kelas pada tahun 2021. Tentunya hal ini menjadikan program SPAB sangat penting untuk diterapkan utamanya kepada siswa Sekolah Dasar yang merupakan kelompok masyarakat yang masih sangat memerlukan bimbingan dari gurunya. Berdasarkan permasalahan yang ada Grup Riset Geografi Terapan Pendidikan Geografi FKIP UNS bekerjasama dengan UPT Pendidikan Kecamatan Ngargoyoso untuk melakukan Sosialisasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) dan Simulasi Mitigasi Bencana. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru Sekolah Dasar mengenai SPAB. Metode yang digunakan adalah ceramah, simulasi mitigasi bencana dan melakukan pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan terjadi peningkatan signifikan pemahaman guru SD terkait SPAB.
Pengelolaan Bank Sampah Mandiri Secara Berkelanjutan di Kelurahan Mojosongo Surakarta Atika Sari, Diah Apriani; Suryanto, Suryanto; Sudarwanto, Albertus Sentot; Nugraha, Setya; Utomowati, Rahning
ENVIRO: Journal of Tropical Environmental Research Vol 24, No 2 (2022): September
Publisher : Center for Environmental Research, LPPM, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/enviro.v24i2.70435

Abstract

According to Sustainable Waste Indonesia (SWI) data, less than 10% of plastic waste is recycled and more than 50% still ends up in landfill site. The total volume of waste generated by the City of Surakarta in 2020 is 107,873 tons per year, so a waste management scheme is needed that is the joint responsibility of the government, the private sector and the community. One of the waste management schemes involving community participation is through the Waste Bank. The Waste Bank is one solution to deal with the problem of increasing waste production. The waste bank program is a collective self-subsistent waste management system with the principle of recycling. People who act as bank customers will also benefit by depositing their waste and then saving it through a waste bank and from their savings can be taken as needed. Thus, the waste bank will have a positive impact on the environment and improve economic conditions in a community. The sustainable self-subsistent waste bank management program is a solution in handling waste problems in RW 28, Mojosongo sub-district, Surakarta. The implementation of the waste bank management program in RW 28 Mojosongo Village, among others: 1) the establishment of a waste bank, 2) technical training, 3) implementation and development of the waste bank system.
Sumbangan Indeks Kualitas Udara Wilayah sebagai Bagian Pencapaian Sustainable Development Goals (Studi Kasus: Kabupaten Magetan) Arini, Dien Rusda; Purnawan, Candra; Rahayu, Endang Siti; Utomowati, Rahning; Purnomo, Nugroho Andi
ENVIRO: Journal of Tropical Environmental Research Vol 24, No 2 (2022): September
Publisher : Center for Environmental Research, LPPM, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/enviro.v24i2.70452

Abstract

Indeks Kualitas Udara yang selanjutnya disingkat IKU adalah ukuran yang menggambarkan kualitas udara yang merupakan nilai komposit dari parameter kualitas udara yang ditetapkan peraturan perundang-undangan. Indeks Kualitas Udara (IKU) Kabupaten Magetan Tahun 2021 sebesar 85,28 atau kategori “baik” yang berarti bahwa indeks kualitas udara di Kabupaten Magetan masih di bawah target nilai IKU Nasional Tahun 2021 yakni sebesar 87,36 dan masih di bawah target nilai IKU Kabupaten Magetan Tahun 2021 yaitu sebesar 88,42
Karakateristik dan Motivasi Wisatawan di Objek Wisata Kampung Batik Laweyan Kota Surakarta Tahun 2023 Maharani, Devita; Sarwono, Sarwono; Utomowati, Rahning
ENVIRO: Journal of Tropical Environmental Research Vol 26, No 1 (2024): March
Publisher : Center for Environmental Research, LPPM, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/enviro.v26i1.86813

Abstract

Wisatawan memiliki karakteristik dan motivasi yang berbeda-beda. Karakteristik wisatawan dapat berupa karakteristik sosio-demografi, geografi, dan psikografi. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengetahui karakteristik wisatawan di objek wisata Kampung Batik Laweyan (2) Mengetahui motivasi wisatawan mengunjungi objek wisata Kampung Batik Laweyan (3) Mengetahui pengembangan pariwisata di Kampung Batik Laweyan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh wisatawan di objek wisata Kampung Batik Laweyan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini analisis interaktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Karakteristik sosio-demografi wisatawan di Kampung Batik Laweyan didominasi wisatawan perempuan, rentang usia masa remaja, tingkat pendidikan sarjana, jenis pekerjaan pegawai swasta dan mahasiswa, status perkawinan belum menikah. Karakteristik geografi wisatawan di Kampung Batik Laweyan berasal dari luar Kota Surakarta. Karakteristik psikografi wisatawan di Kampung Batik Laweyan melakukan perjalanan dengan teman, frekuensi kunjungan satu kali, moda transportasi menggunakan motor, sumber informasi dari internet. (2) Motivasi wisatawan di Kampung Batik Laweyan secara umum karena alasan pendidikan atau kebudayaan. Faktor pendorong ingin mempelajari orang, daerah, dan kebudayaan lain. Faktor penarik keindahan atau keunikan bangunan di Kampung Batik Laweyan. (3) Pengembangan wisata Kampung Batik Laweyan dengan cara membangun dan mengadakan aksesibilitas wisata, memelihara dan membangun fasilitas, mengembangkan atraksi wisata.
Studi Keruangan Kedai Kopi dan Ekonomi Kognitif-Budaya di Kota Surakarta Tahun 2019 (Suplemen Materi Bahan Ajar Geografi SMA Kelas X Kurikulum 2013 pada Kompetensi Dasar 3.1. Memahami Pengetahuan Dasar Geografi dan Terapannya dalam Kehidupan Sehari–Hari) Trianingsih, Wahyu; Yusup, Yasin; Utomowati, Rahning
GEADIDAKTIKA Vol 1, No 1 (2021): Geadidaktika Januari 2021
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/gea.v1i1.42080

Abstract

This research aims to : (1) determine the distribution of coffee shops inSurakarta in 2019 (2) determine the relationship of coffee shop distribution witheconomic dominance in Surakarta in 2019 (3) determine the characteristics ofcoffee shop visitors in Surakarta in 2019. This research is a quantitative research.The approach in this study is a spatial approach is a map. the results of the researchit can be seen that : (1) The distribution of coffee shops is mostly found in LaweyanDistrict because Laweyan District is an urban center which is the center ofcommunity activity. (2) There is a positive correlation between the distribution ofcoffee shops with the dominance of cognitive-cultural economy. (3) Coffee shopvisitors are residents of productive age, including the upper middle class.
Efektivitas Strategi Pembelajaran Card Sort Dan Index Card Match Terhadap Hasil Belajar Geografi Peserta Didik Kelas XI IPS Sub Materi Karakteristik Bioma Di Dunia Di SMA Negeri 2 Surakarta Tahun Ajaran 2022/2023 Aprilia, Vina Indah; Sarwono, Sarwono; Utomowati, Rahning
GEADIDAKTIKA Vol 3, No 1 (2023): Geadidaktika Januari 2023
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/gea.v3i1.71632

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui apakah terdapat perbedaan hasil belajar geografi antara peserta didik dengan strategi Card Sort, Index Card Match, dan Ekspositori pada mata pelajaran geografi, 2) Mengetahui apakah hasil belajar geografi peserta didik dengan strategi Card Sort lebih baik dibanding dengan strategi Ekspositori, 3) Mengetahui apakah hasil belajar geografi peserta didik dengan strategi Index Card Match lebih baik dibanding dengan strategi Ekspositori. 4) Mengetahui apakah strategi Card Sort lebih efektif dibandingkan Index Card Match terhadap hasil belajar geografi. Penelitian adalah penelitian kuantitatif berjenis Quasi Eksperimental dengan Preetest dan Posttest. Penelitian ini dilaksanakan di kelas XI IPS SMA N 2 Surakarta, dengan tiga kelas sampel. Uji analisis data yang digunakan adalah uji ANAVA satu arah dan uji Tukey. Hasil penelitian ini adalah: 1) Terdapat perbedaan rataan hasil belajar geografi antara peserta didik yang diajar dengan strategi Card Sort, Index Card Match, dan Ekspositori dibuktikan Fhitung=4,764 > Ftabel=3,083 dan taraf Sig 0,011<0,05. 2) Hasil belajar geografi peserta didik dengan strategi Card Sort lebih baik dibanding Ekspositori dibuktikan nilai Sig 0,042<0,05. 3) Hasil belajar geografi peserta didik dengan strategi Index Card Match lebih baik dibanding Ekspositori dibuktikan nilai Sig 0,015<0,05. 4) Strategi Card Sort tidak lebih efektif dibanding dengan Index Card Match terhadap hasil belajar geografi peserta didik dibuktikan nilai Sig 0,918>0,05.Kata Kunci: Hasil Belajar Geografi, Index Card Match, Card Sort
Pemanfaatan Citra GeoEye-1 untuk Kajian Kualitas Permukiman dan Kondisi Sosial Ekonomi di Kecamatan Demak Kabupaten Demak Tahun 2020 Ma'sum, Muhammad Fuad; Rindarjono, Mohammad Gamal; Utomowati, Rahning
GEADIDAKTIKA Vol 3, No 2 (2023): Geadidaktika Agustus 2023
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/gea.v3i2.75137

Abstract

Jumlah dan kepadatan penduduk yang bervariasi serta distribusi yang tidak merata pada setiap wilayah permukiman dapat menyebabkan kesenjangan sosial di masyarakat. Sebagian besar wilayah di Kecamatan Demak adalah lahan basah berupa sawah, sementara lahan permukiman yang sempit tetap memiliki konsentrasi jumlah penduduk yang tergolong tinggi sampai saat ini. Wilayah permukiman ini merupakan tempat terkonsentrasinya kegiatan ekonomi di Kabupaten Demak dengan bangunan dan perumahan elit. Kenampakan lahan perkotaan yang rumit dapat memerlukan data pengindraan jauh berupa citra GeoEye-1 untuk mempermudah kajian pada wilayah permukiman. Sehingga penelitian ini berjutuan untuk mengetahui tingkat ketelitian citra GeoEye-1 untuk pemetaan kualitas permukiman, menganalisis kualitas permukiman dan sosial ekonomi, dan mengetahui hubungan antara keduanya di Kecamatan Demak. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan keruangan. Penelitian dilakukan pada tiga desa yang tersebar di Kecamatan Demak yaitu Bintoro, Mangunjiwan, dan Karangmlati. Pengumpulan data dilakukan melalui interpretasi citra, observasi, kusioner, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik confussion matrix, skoring, dan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Tingkat ketelitian Citra GeoEye-1 untuk identifikasi kualitas permukiman adalah 94%, (2) Kualitas permukiman di Kecamatan Demak terdiri dari 80% kelas baik dan 20% kelas sedang, (3) Kondisi sosial ekonomi masyarakat di Kecamatan Demak terbagi dalam tiga klasifikasi, yaitu 20% kondisi baik, 71% kondisi sedang, dan 9% kondisi buruk. (4) Kondisi sosial ekonomi dan tingkat kualitas permukiman terbukti memiliki hubungan yang signifikan, tingkat hubungan yang kuat dan bersifat searah. Dengan ini masyarakat di Kecamatan Demak diharapkan mampu meningkatkan kondisi sosial ekonomi sehingga nantinya akan berdampak pada meningkatnya kualitas permukiman.