Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN ASAP CAIR DARI TEMPURUNG KELAPA CAMPURAN ASAP CAIR PELEPAH KELAPA SAWIT SEBEGAI BAHAN KOAGULAN KARET ALAM ALTERNATIF UNTUK PETANI Kharisma Ramadhan; Badrul Ainy Dalimunthe; Fitra Syawal Harahap; Khairul Rizal
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 2 (2022): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i2.1926

Abstract

Dalam penggunaan penggumpal karet yang tidak sesuai akan mempengaruhi kualitas hasil karet alam sadapan para petani yang berpengaruh sekali terhadap harga jual karet. Penelitian ini mempelajari tentang kualiatas karet alam yang digumpalkan dengan menggunakan bahan ramah lingkungan yaitu asap cair dari tempurung kelapa dicampur asap cair pelepah kelapa sawit. Penelitian ini menunjukkan, bahwa dalam penggunaan asap cair dari tempurung kelapa campuran asap cair pelepah kelapa sawit menghasilkan koagulum dengan kadar karet kering optimum sebesar 35,15%. Dengan demikian maka, penggunaan asap cair ini dapat menjadi alternativ penggumpal karet untuk petani agar dapat mendorong kualitas karet yang dihasilkan menjadi lebih baik
ANALISIS TANAH PASCA PERUMAHAN YANG DIJADIKAN LAHAN BUDIDAYA TANAMAN CABAI LOKAL AFDELING II KECAMATAN BILAH BARAT KABUPATEN LABUHANBATU Desi Sari Putri Marpaung; Yusmaidar Sepriani; Dini Hariyati Adam; Fitra Syawal Harahap
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 2 (2022): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i2.1904

Abstract

Banyak petani di kecamatan Bilah Barat belum paham dalam memamfaatkan lahan yang lebih bernilai ekonomis. Memanfaatkan lahan pasca perumahan adalah ide yang paling tepat dalam bidang pertanian, dengan memamfaatkan lahan tersebut menjadi lebih bermamfaat dengan memberikan pengetahuan tentang sifat kimia tanah pasca perumahan serta memberikan wawasan bahwa lahan pasca perumahan memerlukan penanganan, pemulihan serta perbaikan secara maksimal dan optimal agar menjadi l produktif dalam budidaya tanaman. Penanaman cabai adalah penggunaan lahan pasca perumahan yang paling bernilai ekonomis tinggi, sehingga dapat memberikan pengaruh baik terhadap perekonomian masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat kimia tanah untuk budidaya tanaman cabai lokal di desa Afdeling II Kec. Bilah Barat Kab. Labuhanbatu. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Pasca perumahan yang terletak diwilayah Afdeling II Kec. Bilah Barat Rantauprapat Kab. Labuhanbatu. Penelitian dilakasanakan pada tanggal 18 oktober 2021 sampai januari . Metode pengambilan sampel menggunakan random sampling dengan luas lahan 9 rante, kemudian diuji Laboratorium Analitik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa lahan pasca perumahan yang terletak di Kec. Bilah Barat Kab. Labuhanbatu sangat baik digunakan sebagai lahan pertanian cabai merah. Hasil Penelitian menunjukan nilai pH masam, Corganik rendah, N-Total sangat rendah, P-BrayII sangat tinggi, Ca sangat rendah, Mg rendah, Na rendah, K sedang, KTK rendah. Dengan begitu akan berdampak pada pertumbuhan tanaman.
PENGARUH PEMBERIAN KOMPOS BUNKER DIPERKAYA DENGAN LIMBAH CAIR PABRIK KELAPA SAWIT PADA PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT DI BIBITAN UTAMA Erwanda Surya; Hamidah Hanum; Chairani Hanum; Fitra Syawal Harahap
Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan Vol. 6 No. 2 (2019)
Publisher : Departemen Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.968 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtsl.2019.006.2.9

Abstract

Provision of Compost Bunkers enriched with palm oil mill effluent Aims to determine the treatment of types of compost and the treatment of NPK fertilizer doses on the provision of compost Bunkers are enriched with palm oil mill effluent on the growth of oil palm seedlings The use of compost in the main nursery is one of the most important ingredients applied in growing media. This study was carried out in the Bangun Bandar garden of PT. Socfindo, Serdang Bedagai district, Dolok Masihul sub-district with a altitude of ± 25 m above sea level. This study used a factorial randomized block design with two treatment factors and five replications. Factor I: Compost Type that cosisted of 5 treatment levels, K0: Control, K1: Compost A (25% POME), K2: Compost B (50% POME), K3: Compost C (75% POME), K4: Compost D (100% POME). Factor II: 15-15-6-4 NPK fertilizer dosage level with 5 treatment levels: F0: F1 Control: 25% Standard Fertilization F2: 50% Standard Fertilization F3: 75% Standard Fertilization F4: 100% Fertilization Standard. The resuls showed that treatment of compost types had a very significant effect on plant height, plant hump diameter, shoot wet weight, shoot dry weight and root-shoot ratio of 25% POME. The treatment of NPK fertilizer dosage had a very significant effect on plant tuber diameter, shoot wet weight and shoot dry weight of 25-50% NPK fertilizer dosage.
PENGGUNAAN PESTISIDA RACUN POLYDOR UNTUK MENGENDALIKAN HAMA KUMBANG TANDUK PADA AREAL KELAPA SAWIT BELUM MENGHASILKAN DI PERKEBUNAN AEK NABARA PT. SUPRA MATRA ABADI LABUHAN BATU, SUMATERA UTARA Ronal Triadi; Khairul Rizal; Novilda Elizabeth Mustamu; Fitra Syawal Harahap
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 2 (2023): edisi April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i2.2731

Abstract

Oil palm (Elaeis guineensis Jacq) is a plantation crop that has an important role in advancing the economy and agriculture in Indonesia. This can be proven by the increase in the standard of living of farmers who experience an increase in area and production every year. The challenge of increasing the area of oil palm plantations apart from the limited available land is also the attack of plant-disturbing organisms (OPT), particularly pests. The increasing use of large-scale land for oil palm cultivation in Indonesia has increased the amount of monoculture land that is favorable for pest development. Field Work Practice Activities (PKL) carried out at PT. Supra Matra Abadi (SMA) Aek Nabara, Bilah Hulu District, Labuhanbatu Regency, Postal Code (21462) This activity was carried out for four months, starting from 21 February - 21 July 2022. Conducting survey research on horn beetle populations and treatment areas Before conducting research, it is necessary to find a place to area of young plants, immature plants which are often attacked by horn beetles either in one block or several blocks. After that, a place was determined for each level of treatment. This study used a completely randomized design (CRD) method with 3 treatment levels, including: 1. Control/without polydor pesticide treatment 2. Spraying polydor pesticide with a dose of 150 cc/pkk 3. Spraying polydor pesticide dose 160 cc/pkk research using 3 In repetition at each level of treatment, spraying polydor pesticide using a concentration of 1% on the outside and inside. Observations were analyzed with variance at the 5% significance level. To find out the differences between treatments, the DMRT test was used with a significant level of 5%. Based on research results at PT. It can be concluded that the insecticide treatment polydor 150cc/pkk and 160cc/pkk on afd IV was very effective in controlling horn beetle attacks.Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) merupakan tanaman perkebunan yang memiliki peran penting dalam memajukan perekonomian dan pertanian di Indonesia. Hal ini dapat dibuktikan dengan meningkatnya taraf hidup petani yang mengalami peningkatan luas dan produksi setiap tahunnya. Tantangan peningkatan luas perkebunan kelapa sawit selain keterbatasan lahan yang tersedia juga merupakan serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT), khususnya hama. Meningkatnya penggunaan lahan skala besar untuk budidaya kelapa sawit di Indonesia telah meningkatkan jumlah lahan monokultur yang menguntungkan bagi perkembangan hama. Kegiatan Praktek Kerja Lapang (PKL) yang dilaksanakan di PT. Supra Matra Abadi (SMA) Aek Nabara Kecamatan Bilah Hulu Kabupaten Labuhanbatu Kode Pos (21462) Kegiatan ini dilaksanakan selama empat bulan yaitu mulai tanggal 21 Februari – 21 Juli 2022. Melakukan penelitian survey populasi kumbang tanduk dan daerah perlakuan Sebelum melakukan penelitian, perlu dicari tempat untuk tanaman muda, tanaman belum menghasilkan yang sering diserang kumbang tanduk baik dalam satu blok maupun beberapa blok. Setelah itu, ditentukan tempat untuk setiap tingkat perlakuan. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 taraf perlakuan, antara lain: 1. Kontrol/tanpa perlakuan pestisida polydor 2. Penyemprotan pestisida polydor dengan dosis 150 cc/pkk 3. Penyemprotan pestisida polydor dosis 160 cc/pkk menggunakan 3 Di ulangi pada setiap tingkat perlakuan, penyemprotan pestisida polydor menggunakan konsentrasi 1% di bagian luar dan dalam. Pengamatan dianalisis dengan varians pada tingkat signifikansi 5%. Untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan digunakan uji DMRT dengan taraf nyata 5%. Berdasarkan hasil penelitian di PT. Dapat disimpulkan bahwa perlakuan insektisida polydor 150cc/pkk dan 160cc/pkk pada afd IV sangat efektif dalam mengendalikan serangan kumbang tanduk.
Analisis Status Nitrogen Tanah dalam Kaitannya dengan Serapan N oleh Tanaman Padi Sawah di Kelurahan Ujung Bandar, Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhan Batu Dimas Ariansyah Putra; Dini Hariyati Adam; Novilda Elizabeth Mustamu; Fitra Syawal Harahap
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol. 7 No. 2 (2022): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33661/jai.v7i2.6587

Abstract

The presence of nitrogen in the soil is closely related to plant growth. The purpose of the study was to analyze the availability of nitrogen in the soil and calculate the need for fertilizers to increase the productivity of lowland rice. This research was carried out in rice fields in the village of Ujung Bandar, South Rantau distric, Labuhan Batu and analysis of soil samples in the laboratory on January 16, 2022.The study used a survey method with a sample area approach on a land area of ​​300 m2. The results showed that the N in paddy fields was low (UB 3, UB2 and UB1), starting from 0.11%, 0.14% and 0.15%. The addition of fertilizers with nitrogen content is needed to support plant growth in increasing productivity.
KARAKTERISTIK SIFAT KIMIA TANAH ULTISOL YANG DITANAMI SEMANGKA (Citrullus lanatus ) DI DESA GUNUNG SELAMAT KECAMATAN BILAH HULU KABUPATEN LABUHAN BATU Firman Alamsyah Lubis; Khairul Rizal; Yusmaidar Sepriani; Fitra Syawal Harahap
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3257

Abstract

This study aims to determine the chemical characteristics of ultisol soil planted with watermelon (Citrullus Lanatus) in Gnung Selamat Village, Bilah Hulu District, Labuhanbatu Regency. This study used a descriptive exploratory method in which the variable approach was carried out through land surveys in the field and supported by the results of soil analysis in the laboratory. The results of this study stated that in Ultisol control land soil texture was obtained, namely sandy clay, soil pH with acid criteria, C-organic and K-dd with very low criteria, N-total, P-total, P-available, CEC, with criteria low. In the watermelon planting area, soil texture was obtained, namely clay, soil pH with very acid criteria, C-organic, N-total, P-total, P available, CEC with low criteria, K-dd with very low criteria and Al saturation with medium criteria.INTISARI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sifat kimia tanah ultisol yang ditanami semangka (Citrullus lanatus) di Desa Gnung Selamat Kecamatan Bilah Hulu Kabupaten Labuhanbatu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksploratif yang pendekatan variabelnya dilakukan melalui survei lahan di lapangan dan didukung hasil analisis tanah di laboratorium. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pada Ultisol lahan control diperoleh tekstur tanah yaitu liat berpasir, pH tanah dengan kriteria masam, C-organik dan K-dd dengan kriteria sangat rendah, N-total, P-total, P-tersedia, KTK, dengan kriteria rendah. Pada lahan penanaman semangka  diperoleh tekstur tanah yaitu liat, pH tanah dengan kriteria sangat masam, C-organik, N-total, P-total, Ptersedia, KTK dengan kriteria rendah, K-dd  dengan kriteria sangat rendah dan kejenuhan Al dengan kriteria sedang
PENGARUH DOSIS NPK DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN SEMANGKA DI GUNUNG SELAMAT, KECAMATAN BILAH HULU, KABUPATEN LABUHAN BATU Toni Suganda; Siti Hartati Yusida Saragih; Fitra Syawal Harahap; Dini Hariyati Adam
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3353

Abstract

on January 2023 until completion. application of NPK fertilizer was given at 2 WAP using 4 treatment levels, namely: P1:80 g/plant P2:120 g/plant P3:160 g/plant. Parameters observed were plant length, number of leaves, flowering age, were observed at 2 WAP until the end of the vegetative period using a meter from the base of the stem to the tip of the root. From the results of this study the growth of watermelon plants, plant length and amount of leaves were calculated from the age of 2, and 4WAP and the flowering age was taken when the plants began to flower and from this study shows that the correct dose of NPK fertilizer for the growth and yield of watermelon plants is 160 g/plant. This reserch showed thtof NPK fertilizer the growth of watermelon plants both from plant length, number of leaves is 160 g/plant. Keywords: Fertilizer, Horticulture, PlantINTISARI Penelitian ini akan dilaksanakan dikebun percobaan Gunung Selamat, Bilah hulu, Labuhanbatu pada bulan Januari 2023 sampai selesai. pengaplikasian pupuk NPK diberikan pada 2 MST dengan menggunakan 4 taraf perlakuan yaitu: P1 :80 g/tanaman P2:120 g/tanaman P3:160 g/tanaman. Pada penelitin ini menggunakan nilai panjang batng, jumlah daun, umur bunga pada 2 MST hingga akhir vegetatif alat ukur panjang dari pangkl akar ke ujung batang. Dari hasil penelitian ini pertumbuhan tanaman semangka panjang tanaman dan jumlah daun dihitung sejak umur 2, dan 4 MST dan umur berbunga diambil pada saat tamanan mulai berbunga. Hasil melaporkan bahwa perlakuab 160 g/tanaman memberikan hasil terbaik dari seluruh parameter. Kata Kunci: Pupuk, Hortikultura, Tanaman
KARAKTERISTIK SIFAT KIMIA TANAH KELAPA SAWIT MENGHASILKAN DAN SISIPAN PADA TUTUPAN LAHAN SUB DAS SUNGAI BARUMUN DESA TANJUNG MEDAN Armindo Dwi Alan MV; Fitra Syawal Harahap; Khairul Rizal; Ika Ayu Putri Septyani
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3319

Abstract

A watershed (DAS) is an ecosystem unit consisting of natural resources such as soil. Watersheds are influenced by the physical, chemical and biological properties of the soil that support the soil to carry out its various functions. The purpose of this study was to determine the nutrient status of oil palm plants during the first generation, and to analyze the physical properties of the soil, texture, water content, effective depth of cover. Berumun River sub-watershed area. The location of this research was in the Barumun River, Tanjung Medan Village, Kampung Rakyat District, South Labuhanbatu Regency. The city is between 99₀44'E - 100₀26'E and 1₀26'N -20₀15'N . This study used a field survey method directly. At the research location and soil sampling was carried out statistically, the distance between the sampling points from one another was carried out based on the conditions of the survey area. This study showed that the chemical properties of the soil in Tanjung Medan Village pH-H2O 5.0-5.55 (mass), N 0.07-0.15 (very low), C-Oorganic 0.69-1.82 (low ), P 32.47-79.94 (very high), K 0.43-0.71 (moderate), Ca 0.35-0.73 (moderate), Mg 0.88-1.93 (moderate) , Na 0.41-0.72 (medium). The condition of oil palm stands in the Das River Basin in Tanjung Medan Village, Kampung Rakyat Subdistrict, South Labuhanbatu Regency still requires fertilization surveys at several points lacking in nutrients in order to optimize nutrient content in the soil for optimal results Keywords: characteristics, properties, chemistry, soil, oil palm.INTISARIDaerah aliran sungai (DAS) merupakan satu kesatuan ekosistem yang terdiri dari sumberdaya alam seperti tanah. DAS dipengaruhi oleh sifat fisika, kimia maaupun biologi tanah yang mendukung tanah untuk melakukan berbagai fungsinya.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui status unsur hara pada tanaman kelapa sawit pada masa generasi pertama, Dan menganalisis sifat fisik tanah,tekstur, kadar air, kedalaman efektif pada tutupan lahan Sub DAS Sungai Berumun. Tempat penelitian ini dilakukan di Sungai Barumun Desa Tanjung Medan, Kec Kampung Rakyat, Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Kota ini berada antara 99₀44’BT - 100₀26’BT dan 1₀26’LU -20₀15’LU . Penelitian ini menggunakan metode survei lapangan secara langsung. Pada lokasi penelitian dan pengambilan sampel tanah dilakukan secara statistik, jarak antara titik pengambilan sampel satu dengan yang lainnya dilakukan berdasarkan kondisi wilayah survei. Penelitian ini menunjukan bahwa sifat kimia tanah pada Desa Tanjung Medan pH-H2O 5,0-5,55 (massam), N 0,07-0,15 (sangat rendah), C-OOrganik 0,69-1,82 (rendah), P 32,47-79,94 (sangat tinggi), K 0,43-0,71 (Ssedang), Ca 0,35-0,73 (sedang), Mg 0,88-1,93 (sedang),Na 0,41-0,72 (sedang). Kondisi tegakan kelapa sawit di Daerah Aliran Sungai Das di Desa Tanjung Medan Kecamatan Kampung Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Selatan masih memerlukan survei pemupukan pada beberapa titik yang kekurangan unsur hara supaya mengoptimalkan kandungan unsur hara pada tanah supaya hasil yang optimal Kata Kunci: karakteristik, sifat, kimia, tanah, sawit.
PEMANFAATAN KOMPOS DARI LIMBAH PADAT KOTORAN SAPI UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN VEGETATIF SELEDRI (Apium graveolens) M. Jalaluddin Akbar; Kamsia Dorliana Sitanggang; Khairul Rizal; Fitra Syawal Harahap
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3194

Abstract

Cow manure is a waste product from cattle breeding that is not utilized, manure is the of waste could be utilized become to organic matter to celery plants. The aimed of this experiment was to observe the utilization of compost from manure to improving vegetative growth of celery plants. In this study the authors used polybags in yards in Kampung Yaman village, Aek Natas sub-district, North Labuhanbatu district, this city is located 99.25.00° – 100.05.00° East Longitude and 01°58'00'' – 02°50'00'' North Latitude. This experiment used complelety randomized design with 3 combination compost those are A=1:1, B=1:3 and C=1:2, each treatment contain 3 repetition and have 9 units polybag. Based on data from this research, the best combination from 1:2 given the best value to improving the vegetative growth of celery compared to others. Keywords: compost, fertilizer, growth, soil INTISARIKotoran sapi adalah limbah hasil peternakan sapi yang tidak termanfaatkan, kotoran kandang  sapi bisa di manfaatkan menjadi pupuk kompos yang bagus untuk tanaman seledri. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pemanfaatan kompos yang berasal dari limbah padat kotoran sapi dalam meningkatkan pertumbuhan vegetaatif tanaman seledri. Penelitian ini telah dilaksanakan di Kampung Yaman, Aek Natas Labuhanbatu Utara tepatnya di lahan pekarangan dengan batas astronomis 99.25.00° – 100.05.00° BT dan 01°58'00'' – 02°50'00'' LU. Penelitian ini menggunakan Rancangan yang diacak sempurna atau RAL yang terdiri dari 3 kombinasi kompos yaitu A=1:1, B=1:3, dan C=1:2 dengan 3 repetisi tiap perlakuan sehingga didapat 9 unit percobaan. Berdasarkan pengolahan data diperoleh bahwa perbandingan yang memiliki pertumbuhan yang signifikan iyalah pada perbandingan kompos 1:2 yang mana pada perbandingan tersebut terlihat jelas laju pertumbuhan batang dan daun lebih baik dibandingkan dengan perbandingan lainnya.
PENGENDALIAN HAMA KUMBANG TANDUK (Oryctes rhinoceros L) DENGAN PEMANFAATAN SARI BUAH NANAS DAN AIR NIRA SEBAGAI PERANGKAP FEROTRAP ALTERNATIF DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT LAHAN TANI JAYA ROKAN HILIR Riko Hardiansyah; Walida, Hilwa; Badrul Ainy Dalimunthe; Fitra Syawal Harahap
Agro Estate Vol 6 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Institut Teknologi Sawit Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47199/jae.v6i1.100

Abstract

Oryctes rhinoceros L. merupakan salah satu hama penting pada tanaman kelapa sawit. Hama ini dapat menyebabkan turunnya produksi tandan buah segar (TBS) pada tahun pertama hingga 69%, bahkan sampai menyebabkan 25% tanaman muda mati. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan sari buah nanas dan air aren sebagai perangkap alernatif dalam mengendalikan hama kumbang tanduk. Penelitian dilaksanakan dilaksanakan pada bulan Januari 2022 di Perkebunan kelapa sawit LTJ , Kecamatan Tanjung Medan, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau. Perlakuan memiliki 3 perlakuan dengan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 10 kali, perlakuan yang di uji, (a) perangkap dengan No = 500 gram buah nanas. (b) N1 = 500 gram buah nanas + 1 liter air nira, (c) N2 = 1 kg buah nanas + 2 liter air nira.Selanjutnya digantungkan pada tiang kayu/bambu dengan tinggi 2,5 m, dengan jarak antar perangkap 25 meter, Masing-masing perangkap diturunkan setiap pagi hari selama 7 hari pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan kumbang tanduk tertangkap paling tinggi yaitu pada pemberian perlakuan N2 sebanyak 46 ekor dengan rataan 6,5 ekor/ hari dan paling rendah pada perlakuan No yaitu sebanyak 19 ekor dengan rataan 2,7 ekor/hari. Persentase jenis kelamin kumbang tanduk yang tertangkap paling tinggi adalah berjenis kelamin jantan yaitu sebesar 62,5%, dan jenis kelamin betina sebesar 37,5%. Dengan demikian, pemanfaatan sari buah nanas dan air nira dapat dijadikan sebagai perangkap ferotrap alternatif untuk mengendalikan hama kumbang tanduk.