Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pendampingan Brigade Pangan Kualuh Bersatu untuk Penguatan Kelembagaan dan Manajemen Usaha Tani Padi Desa Kampung Mesjid Salsabila Rahmadani; Yusra Muharami Lestari
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v4i1.609

Abstract

Penguatan lembaga tani merupakan strategi penting dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan dan manajerial Brigade Pangan Bersatu Kualuh di Desa Kampung Mesjid, Kecamatan Kualuh Hilir, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara. Kegiatan ini dilaksanakan selama lima bulan dengan pendekatan partisipatif yang meliputi koordinasi kelembagaan, identifikasi potensi daerah, bantuan dalam budidaya padi, panen dan kegiatan pascapanen, peningkatan literasi keuangan, serta penguatan administrasi kelompok dan akses ke sumber modal. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Brigade Pangan Bersatu Kualuh memiliki prospek pengembangan yang baik, didukung oleh luas lahan garapan sekitar 121 ha, keanggotaan aktif sebanyak 15 orang, dan legalitas kelembagaan yang memadai. Bantuan yang diberikan mampu meningkatkan kemampuan anggota dalam mengelola budidaya padi, memanfaatkan alat dan mesin pertanian, serta menerapkan sistem administrasi dan pencatatan keuangan yang lebih tertib dan akuntabel. Selain itu, kegiatan ini menghasilkan pembuatan buku kas kelompok, pembukaan rekening operasional dan penyusutan, serta penerbitan Nomor Identifikasi Wajib Pajak (NPWP) untuk kelompok tersebut guna mendukung akses ke pembiayaan formal. Analisis usaha pertanian menunjukkan pendapatan bersih sebesar Rp12.792.920 ha¹ per musim tanam. Secara keseluruhan, program pendampingan berhasil memperkuat kapasitas kelembagaan, meningkatkan tata kelola pertanian, dan memperluas kesiapan akses terhadap modal, sehingga memperkuat peran Brigade Pangan sebagai organisasi petani yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan dalam mendukung ketahanan pangan daerah.
Pendampingan dan Penyuluhan Pertanian dalam Meningkatkan Kapasitas Petani Desa Durian Kecamatan Medang Deras Kabupaten Batubara Provinsi Sumatera Utara Ahya Munawir Pasaribu; Yusra Muharami Lestari
Kesejahteraan Bersama : Jurnal Pengabdian dan Keberlanjutan Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2026): Juli: Kesejahteraan Bersama : Jurnal Pengabdian dan Keberlanjutan Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/bersama.v3i3.3376

Abstract

This community service program aims to enhance farmers’ capacity through the application of the Rapid Rural Appraisal (RRA) approach in Durian Village. The main problems faced by farmers include limited knowledge and skills in cultivation techniques, suboptimal land utilization, and weak farmer group institutions. The method applied was RRA, consisting of several stages: preparation, rapid data collection through interviews, focus group discussions (FGD), and participatory observation, followed by participatory analysis, joint action planning, program implementation, and monitoring and evaluation.The results show a significant improvement in farmers’ capacity in terms of knowledge, technical skills, and attitudes toward agricultural innovation. Farmers have begun to apply more effective cultivation techniques and optimize land use for potential commodities. In addition, there has been an increase in participation in farmer groups, strengthening of institutional functions, and the emergence of local leaders who act as community mobilizers. The program also fostered collective awareness and behavioral changes toward a more adaptive and sustainable agricultural system. In conclusion, the RRA approach is effective not only in rapidly identifying local problems but also in promoting social change and community capacity building. This community service model has the potential to be replicated in other areas with adjustments to local conditions.
Efektivitas Metode Demonstrasi Cara dalam Penanganan Hama Tikus Padi Sawah di Kecamatan Air Putih Kabupaten Batu Bara Mhd. Syadri Pulungan; Yusra Muharami Lestari; Herawaty
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 20 No 2 (2025)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51852/5bjgpd39

Abstract

Salah satu permasalahan yang dihadapi petani padi adalah serangan hama tikus, yang harus segera ditangani karena merugikan petani dan menyebabkan penurunan hasil produksi. Namun, masih banyak petani yang belum memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam pengendalian hama tikus. Oleh karena itu, diperlukan metode penyuluhan yang tepat untuk memberikan pembelajaran kepada petani, salah satunya melalui metode demonstrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat efektivitas serta faktor-faktor yang memengaruhi penggunaan metode penyuluhan demonstrasi dalam pengendalian hama tikus pada tanaman padi di Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Mei 2023 dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, kuesioner, dan wawancara. Instrumen penelitian telah melalui uji validitas dan reliabilitas, sedangkan analisis data menggunakan regresi linier berganda. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 82 orang petani yang berasal dari tiga desa, yaitu Desa Aras, Desa Sukaraja, dan Desa Tanah Tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas metode penyuluhan demonstrasi dalam pengendalian hama tikus pada tanaman padi tergolong tinggi, yaitu sebesar 61,46%. Secara simultan, variabel karakteristik petani, penguasaan materi oleh penyuluh pertanian, ketersediaan sumber informasi, sarana dan prasarana, serta biaya berpengaruh terhadap efektivitas metode penyuluhan dengan nilai R² sebesar 0,436. Secara parsial, karakteristik petani, penguasaan materi oleh penyuluh, dan biaya berpengaruh signifikan, sedangkan ketersediaan sumber informasi serta sarana dan prasarana tidak berpengaruh signifikan. Penelitian ini menunjukkan bahwa metode demonstrasi efektif dalam pengendalian hama tikus sawah dan perlu didukung dengan peningkatan penguasaan materi penyuluhan serta penyesuaian metode dengan karakteristik petani dan kemampuan biaya.
Respons Petani terhadap Penyuluhan Kastrasi Tanaman Kelapa Sawit Rakyat Berdasarkan Good Agricultural Practices (GAP) di Kecamatan Sirapit, Kabupaten Langkat Adam Raihan; Yusra Muharami Lestari; Mukhtar Yusuf
JURNAL GREEN HOUSE Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Green House
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63296/jgh.v5i1.72

Abstract

Rendahnya adopsi teknik kastrasi pada tanaman kelapa sawit fase Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) menghambat penerapan Good Agricultural Practices (GAP). Kondisi ini menunjukkan perlunya penyuluhan yang disusun berdasarkan kebutuhan petani. Penelitian ini bertujuan menyusun rancangan penyuluhan berbasis Identifikasi Potensi Wilayah (IPW) serta mengevaluasi efektivitasnya.Penelitian ini menggunakan metode Penelitian kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest dilaksanakan pada Maret–Mei 2026 di Kecamatan Sirapit, Kabupaten Langkat. Seluruh 33 petani dijadikan responden melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert yang telah memenuhi uji validitas (r = 0,379–0,985) dan reliabilitas (Cronbach's Alpha = 0,622–0,982). Rancangan penyuluhan memperoleh skor efektivitas 78,23%. Sikap petani terhadap penerapan GAP mencapai 85,61%, sedangkan 16 dari 33 petani (58,78%) telah menerapkan teknik kastrasi secara mandiri setelah penyuluhan.Rancangan penyuluhan berbasis IPW efektif meningkatkan penerimaan petani terhadap teknologi kastrasi dan mendorong adopsi awal GAP. Pendampingan berkelanjutan dan demonstrasi lapangan tetap diperlukan untuk meningkatkan penerapan teknologi secara konsisten    
Rancangan Penyuluhan Penerapan Pupuk Organik Cair (POC) dari Limbah Cair Tahu di Kecamatan Bandar Kabupaten Bener Meriah Nurul Hazzah; Yusra Muharami Lestari; Retmono Agung Winarno
Jurnal Riset Multidisiplin Agrisosco Vol 4, No 2 (2026): Vol 4 No 2 Agustus 2026 (In Press)
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengembangan, Pemberdayaan Potensi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61316/jrma.v4i2.374

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang program penyuluhan pertanian terkait penerapan pupuk organik cair (POC) yang berasal dari limbah air tahu di Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah. Penelitian ini dilakukan untuk mendorong pemanfaatan limbah air tahu sebagai alternatif pupuk ramah lingkungan dan mendukung pertanian hortikultura berkelanjutan sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah yang belum diolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan dari 48 anggota dua Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Bahgie Bertona melalui wawancara, kuesioner, observasi, dan diskusi terarah. Teknik sensus digunakan karena jumlah populasi kurang dari 100 responden. Potensi wilayah dan masalah pertanian diidentifikasi menggunakan metode Rapid Rural Appraisal (RRA), sedangkan isu prioritas ditentukan melalui metode USG. Rancangan penyuluhan kemudian dikembangkan dan dievaluasi rancangan penyuluhan dikembangkan dan dievaluasi berdasarkan tujuh aspek, yaitu materi, metode, media, volume, waktu, lokasi, dan biaya. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan pendekatan kuantitatif dan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rapid Rural Appraisal (RRA) mengidentifikasi limbah cair tahu yang tidak terpakai sebagai sumber potensial. Rancangan penyuluhan bertujuan meningkatkan keterampilan petani dalam menerapkan pupuk organik cair (POC) di lahan pertanian hortikultura dalam satu musim tanam sasarannya adalah anggota dan ketua kelompok wanita tani yang terlibat dalam budidaya hortikultura. Hasil validasi menunjukkan bahwa rancangan penyuluhan mencapai tingkat efektivitas 88,39%, dikategorikan sangat efektif. Jumlah petani yang menerapkan POC meningkat dari 20 orang (41,67 %) menjadi 25 orang (52,08%).