Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Efektifitas dan Perlindungan Hukum Dalam Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit Umum terhadap Peserta Bpjs Kesehatan Studi Rumah Sakit Umum Sembiring Deli Tua Sembiring, Alprindo; Sidi, Redyanto
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.17937

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana realisasi hak dan kewajiban rumah sakit serta pasien dalam pelayanan kesehatan, berdasarkan UU Nomor 44 Tahun 2009, serta bagaimana efektifitas dan perlindungan hukum dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit umum terhadap peserta BPJS kesehatan studi rumah sakit umum sembiring deli tua. Hasil penelitian yaitu Hak dan kewajiban rumah sakit serta pasien, termasuk peserta BPJS Kesehatan, telah diatur secara jelas dalam berbagai peraturan dan Undang-Undang di Indonesia. Pasien umum dan peserta BPJS memiliki hak yang sama dalam mendapatkan akses dan pelayanan kesehatan yang bermutu dan aman. Namun, peserta BPJS memiliki kewajiban membayar iuran dan harus mengikuti sistem rujukan yang ditetapkan. Rumah Sakit Umum Sembiring Deli Tua beroperasi sesuai dengan berbagai peraturan dan Undang-Undang, termasuk sistem rujukan pelayanan kesehatan. Selama periode Juli, RSU Sembiring berhasil melayani 8318 pasien BPJS. Meskipun demikian, tantangan dan hambatan di lapangan tetap ada dan memerlukan perhatian dari pembuat kebijakan. RSU Sembiring secara umum berhasil dalam melayani peserta BPJS Kesehatan dengan efektif dan mematuhi hukum. RSU Sembiring merupakan contoh bagaimana fasilitas kesehatan harus terus beradaptasi dan bekerja sama dengan BPJS dan pemerintah untuk mencari solusi terhadap tantangan yang ada, demi memastikan pelayanan kesehatan yang efektif dan perlindungan hukum bagi peserta BPJS.
Pengaruh Pelvic Rocking Terhadap Penurunan Nyeri Mental Pada Remaja Wanita Meliala, Alprindo Sembiring; Sitorus, Friska Ernita
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.7732

Abstract

Menurut World Health Organization (WHO) remaja adalah orang yang berusia 10-19 tahun. rata-rata 16,8%-81% wanita di seluruh dunia menderita nyeri haid. Sebanyak 15% remaja putri di Amerika Serikat mengalami nyeri haid yang parah (Sulistyorinin, 2017). Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui “Pengaruh Pelvic Rocking Terhadap Penurunan Nyeri Haid Pada Remaja Putri Di SMPN 1 Namorambe Tahun 2023”. Desain penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan metode one group pretest-posttest design, yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelvic rocking terhadap penurunan nyeri haid pada remaja putri di SMPN 1 Namorambe. Desain ini tidak menggunakan kelompok pembanding. Penelitian ini dilakukan hanya pada satu kelompok eksperimen, dimana nyeri haid diukur sebelum dan sesudah goyang panggul. Pengukuran dilakukan dengan membandingkan hasil pengukuran nyeri haid pertama (pretest) dengan perubahan yang terjadi setelah (posttest) percobaan (Setiadi, 2007). Berdasarkan penelitian didapatkan hasil uji pengaruh signifikan pelvic rocking terhadap penurunan nyeri haid pada remaja putri SMPN 1 Namorambe tahun 2023. Berdasarkan sebaran data skala nyeri sebelum dilakukan pelvic rocking, mayoritas merasakan nyeri 4-6 25 responden dan sebagian kecil merasakan nyeri 7 -10 11 responden. Sedangkan sebaran data skala nyeri setelah dilakukan goyang panggul mayoritas merasakan nyeri 1-3 sebanyak 19 responden dan minoritas merasakan nyeri 4-6 sebanyak 17 responden. Ada pengaruh pelvic rocking terhadap penurunan nyeri haid pada remaja putri SMPN 1 Namorambe tahun 2023 dengan nilai signifikansi 0,000 menggunakan uji parametrik yaitu uji wilcoxon.
Edukasi Pentingnya Pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM) untuk Diagnosis Akurat Tuberkulosis bagi Keluarga Pasien di Puskesmas Tanjung Morawa Suventy Safrina Ginting; Nada Amirah; Hariati Hariati; Friska Ernita Sitorus; Alprindo Sembiring Meliala; Nurul Aini Siagian
Pengabdian Deli Sumatera Vol 3 No 2 (2024): Artikel Pengabdian Juli 2024
Publisher : LLPM Universitas Deli Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan global, termasuk di Indonesia. Diagnosis TB yang cepat dan akurat sangat penting dalam memutus rantai penularan, dan WHO merekomendasikan Tes Cepat Molekuler (TCM) sebagai pemeriksaan awal karena sensitivitas dan spesifisitasnya tinggi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman keluarga pasien TB tentang pentingnya TCM melalui edukasi interaktif yang dievaluasi dengan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata nilai pengetahuan dari 56 menjadi 86, dengan pergeseran peserta dari kategori “Kurang” (67%) ke kategori “Baik” (80%). Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis interaktif efektif dalam meningkatkan pengetahuan keluarga pasien TB mengenai pemeriksaan TCM, sehingga diharapkan dapat mendukung pemanfaatan TCM secara lebih optimal di layanan primer.
EDUKASI PEMERIKSAAN RUTIN GULA DARAH BAGI PASIEN PROLANIS DI PUSKESMAS BIRU-BIRU Irwandi; Tetty Junita Purba; Johannes Sembiring; Alprindo Sembiring Meliala; Jilli Charissa
Pengabdian Deli Sumatera Vol 4 No 1 (2025): Artikel Pengabdian Juli 2025
Publisher : LLPM Universitas Deli Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Diabetes melitus merupakan masalah kesehatan global yang membutuhkan penanganan komprehensif, terutama pada pasien dengan risiko tinggi komplikasi. Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) menjadi strategi untuk meningkatkan kualitas hidup pasien melalui pemantauan rutin. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas kegiatan edukasi pemeriksaan gula darah rutin pada pasien Prolanis di Puskesmas Biru-Biru. Metode: Kegiatan dilakukan secara proaktif melalui penyuluhan kelompok, pelatihan penggunaan alat pengukur gula darah, dan pendampingan pemeriksaan berkala. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test terhadap pengetahuan pasien. Hasil: Edukasi meningkatkan pemahaman pasien tentang pentingnya pemeriksaan rutin. Sebelum kegiatan, sebagian pasien belum memahami jadwal dan manfaat pemeriksaan gula darah. Setelah kegiatan, mayoritas pasien menunjukkan peningkatan kesadaran dan kesediaan melakukan pemeriksaan secara teratur. Kesimpulan: Edukasi pemeriksaan rutin gula darah efektif meningkatkan pemahaman dan kepatuhan pasien Prolanis. Kegiatan ini dapat menjadi model untuk pengelolaan pasien kronis di fasilitas kesehatan tingkat pertama.