Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

The Association Between the Infection Prevention and Control (IPC) Committee's Performance and Compliance With the Use of Personal Protective Equipment (PPE) in Sembiring Hospital Alprindo Sembiring Meliala; Efrata Efrata; Friska Ernita Sitorus; Hariati Hariati; Rostiodertina Girsang; Zuliawati Zuliawati; Jekson Martiar Siahaan
Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Vol 7, No 3 (2025): CONTAGION
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/contagion.v7i3.25519

Abstract

Hospitals play a critical role in preventing nosocomial infections, and the use of personal protective equipment (PPE) is a key strategy for protecting healthcare workers and preventing pathogen transmission. This cross-sectional quantitative study aimed to assess the influence of the Infection Prevention and Control (IPC) Committee's performance on PPE compliance at Sembiring Hospital. A total of 57 healthcare workers participated and were surveyed using structured questionnaires. Data were analysed using univariate, bivariate (Chi-square) and multivariate (logistic regression) methods. All IPC performance indicators, surveillance, supervision, policy and procedure development, training, education effectiveness, participation and collaboration, and PPE availability, were significantly associated with PPE compliance. Multivariate analysis showed that education effectiveness had a significant effect on compliance (p = 0.002; Exp(B) = 16.655; 95% CI: 2.707?90.543). These findings suggest that strengthening the IPC Committee's role in delivering effective education is essential to improve PPE compliance among healthcare workers. For policy and practice, hospitals should prioritise continuous IPC training programmes and institutionalise periodic competency assessments to enhance adherence to PPE protocols and safeguard both staff and patients Keywords: IPC Committee, PPE Compliance, Infection Prevention, Hospital Policy
Efektivitas Hasil Pemeriksaan Gula Darah Puasa Dan Gula Darah Terhadap Pasien Diabetes Melitus Pada Program Pengelolaan Penyakit Kronis Di Labkesda Sibolga Irwandi, Irwandi; Purba, Tetty Junita; Sembiring, Johannes; Meliala, Alprindo Sembiring
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.11957

Abstract

Kadar gula darah puasa merupakan kadar glukosa darah yang diukur setelah puasa selama 8 – 12 jam. Gula darah sewaktu merupakah suatu pemeriksaan gula darah yang dilakukan setiap waktu tanpa tidak harus memperhatikan makanan terakhir yang dimakan. Diabetes Mellitus (DM) adalah kondisi kronis yang terjadi bila ada peningkatan kadar glukosa dalam darah karena tubuh tidak dapat menghasilkan insulin atau menggunakan insulin secara efektif. Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) adalah suatu pelayanan kesehatan yang melibatkan pasien, fasilitas kesehatan dan BPJS kesehatan dengan pendekatan proaktif dan pelaksanaan yang terintegrasi dalam rangka mencapai pemeliharaan kesehatan peserta BPJS yang menderita penyakit kronis dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup optimal dan biaya yang efektif dan efisien. Tujuan penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui efektivitas hasil pemeriksaan gula darah puasa dan gula darah sewaktu terhadap pasien diabetes melitus pada Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) di Puskesmas Bane Pematang Siantar. Metode penelitian yang dilakukan adalah jenis penelitian observasional anaitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian dari 20 responden terdapat 15 responden (75%) hasil pemeriksaan gula darah kategori sewaktu terhadap pasien diabetes melitus pada Prolanis kategori tidak baik, sementara 5 responden (15%) hasil pemeriksaan gula darah puasa terhadap pasien diabetes melitus pada Prolanis kategori baik. Kesimpulan efektivitas hasil pemeriksaan gula darah puasa dan gula darah sewaktu terhadap pasien diabetes melitus pada Program Pengelolaan Penyakit Kornis (Prolanis) di Puskesmas Bane Pematang Siantar adalah signifikan
Hubungan Budaya Organisasi Dan Komitmen Organisasi Dengan Penerapan Good Hospital Governance Di Ruma Sakit Umum Sembiring Kabupaten Deli Serdang Tahun 2025 Meliala, Alprindo Sembiring; Sitorus, Friska Ernita; Santira, Dwi Albari
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.11967

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian analitik korelasional yang bertujuan untuk menganalisis hubungan antara budaya organisasi dan komitmen organisasi dengan penerapan Good Hospital Governance (GHG) di Rumah Sakit Umum Sembiring Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang, Tahun 2025. Data diperoleh dari 88 responden melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara budaya organisasi dan penerapan GHG (p = 0,026), serta antara komitmen organisasi dan penerapan GHG (p = 0,013). Selain itu, uji simultan terhadap kedua variabel menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap penerapan GHG dengan nilai Pearson Chi-Square sebesar 24,52 dan p = 0,006. Secara nyata di lapangan, budaya organisasi yang kuat tercermin dari adanya nilai, norma, dan etos kerja yang dijunjung tinggi oleh staf rumah sakit, sementara komitmen organisasi tampak melalui loyalitas dan tanggung jawab pegawai dalam mendukung terciptanya tata kelola rumah sakit yang transparan dan akuntabel. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin baik budaya dan komitmen organisasi, maka semakin optimal pula penerapan prinsip Good Hospital Governance di rumah sakit tersebut
Perbandingan Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil Sebelum Dan Sesudah Diberi Tablet Besi (Fe) Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Hutabaginda Sulastri, Sulastri; Ariescha, Putri Ayu Yessy; Siagian, Nurul Aini; Anggita, Rizliana; Meliala, Alprindo Sembiring
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.11964

Abstract

Anemia pada ibu hamil merupakan salah satu masalah kesehatan yang dapat berdampak buruk bagi ibu maupun janin. Upaya pencegahan dan penanggulangan anemia dilakukan melalui pemberian suplementasi tablet besi (Fe). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kadar hemoglobin pada ibu hamil sebelum dan sesudah diberi tablet besi di wilayah kerja UPT Puskesmas Hutabaginda. Desain penelitian menggunakan metode pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi adalah seluruh ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya di UPT Puskesmas Hutabaginda, dengan sampel yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data kadar hemoglobin diperoleh melalui pemeriksaan laboratorium sebelum dan sesudah intervensi pemberian tablet besi. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata kadar hemoglobin ibu hamil setelah mengonsumsi tablet besi, dan secara statistik terdapat perbedaan bermakna (p < 0,05) antara kadar hemoglobin sebelum dan sesudah intervensi. Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian tablet besi berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil di wilayah kerja UPT Puskesmas Hutabaginda. Disarankan agar tenaga kesehatan meningkatkan upaya edukasi dan kepatuhan konsumsi tablet besi untuk mencegah anemia pada ibu hamil
Hubungan Lama Hemodialisa Dengan Fungsi Kognitif Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisa Di RSU Sembiring Deli Tua Girsang, Rostiodertina; Zuliawati, Zuliawati; Sitorus, Friska Ernita; Hariati, Hariati; Sembiring, Nora Ervina; Sembiring, Alprindo
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.11040

Abstract

Gagal ginjal kronik adalah penurunan fungsi nefron ginjal yang lambat, progresif, samar (insidious) dan irreversible yang terjadi lebih dari 3 bulan, berapa kelainan struktural atau fungsional, dengan atau tanpa penurunan laju filtrasi glomerulus (LFG). Saat terjadi penurunan jumlah nefron dan massa ginjal yang disertai dengan penurunan filtrasi glomerulus, sekresi tubulus, dan reabsorpsi secara bertahap, kondisi ini dapat berkembang tanpa gejala yang jelas. Akhirnya, gagal ginjal mencapai tahap akhir, di mana ginjal tidak lagi mampu membuang sisa metabolik dan mengatur keseimbangan cairan elektrolit dengan baik. Ada hubungan antara gangguan kognitif yang disebabkan oleh gagal ginjal dan ketidakmampuan ginjal untuk mengeluarkan metabolit beracun dari dalam tubuh melalui saluran kemih. Desain penelitian ini menggunakan metode penelitian Kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, dengan teknik pengambilan sampling purposive sample yang berjumlah 51 orang. Instrumen yang digunakan untuk mengukur fungsi kognitif adalah MMSE,yang merupakan instrument yang umum digunakan untuk menilai fungsi kognitif.Hasil penelitian berdasarkan hasil analsis statistik menggunakan Spearman Rank dengan nilai signifikasi p value 0,001 0,05 dengan kesimpulan ada hubungan yang signifikan antara Lama Hemodialisa Dengan Fungsi Kognitif Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisa. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk meneliti lebih lanjut terkait dengan faktor yang mempengaruhi gangguan kognitif pada pasien hemodialisa dan diharapkan kepada perawat meningkatkan kualitas asuhan keperawatan fungsi kognitif pada pasien hemodialisa yang beresiko gangguan kognitif