Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Non-HDL-C in Conjunction to LDL-C is associated with Incidence of Chronic Coronary Syndrome in Clinical Settings Mayasari, Ni Made Elva; Rosita, Yanti; Olivia, Sindy
MAGNA MEDICA Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 1 (2024): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/magnamed.11.1.2024.53-59

Abstract

Background: The biggest cause of death and a major contributor to disability globally is coroner's artery disease (CAD).  Chronic coronary syndrome (CCS) is a term that can be used to describe a wide variety of CAD clinical manifestations in clinical settings. Non-HDL-C is advised as a routine component of lipid analysis for risk assessment in patients with elevated plasma TGs. Conflicting results have been yielded as Non-HDL-C is a better marker comparing LDL-C.Objective: The purpose of this study is to find out the relationship of Non-HDL-C levels with the incidence of CCS in conjunction with LDL-C testing in a clinical setting. Methods: Observational analytical research with a cross-sectional design was conducted in Muhammadiyah Palembang Hospital from October to December 2019. Simple random sampling techniques were used to select 89 patients who met the study's inclusion and exclusion criteria. Non-HDL-C and LDL-C calculations based on routine lipid testing. The Chi-Square test with a significant p-value <0,005 was used for bivariate analysis.Results: There is a statistically significant association between non-HDL-C levels and the incidence of CCS (p=0,001), as well as a significant association between LDL-C and CCS incidents (p=0,009).  Conclusion: Non-HDL-C provide additional benefits in identifying CAD risk factors in outpatients with CCS patient as well as LDL-C
HUBUNGAN VOLUME KONSUMSI HARIAN MINUMAN RINGAN DENGAN INDEKS MASSA TUBUH PADA REMAJA Oktariza, Rury Tiara; Liani, Ledyah Meri; Suarni, Ertati; Rosita, Yanti; Indriyani, Indriyani
MESINA (Medical Scientific Journal) Vol 3, No 2 (2023): Medical Scientific Journal (MESINA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/msj.v3i2.5784

Abstract

Salah satu faktor risiko obesitas pada remaja adalah konsumsi minuman ringan yang tinggi sehingga menimbulkan ketidakseimbangan asupan gizi. Kandungan pemanis berkalori tinggi dalam minum ringan diyakini menyebabkan peningkatan indeks massa tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan volume konsumsi harian minuman ringan dengan indeks masa tubuh (IMT) pada remaja. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional di SMK Muhammadiyah Palembang. Sampel peneltian didapatkan melalui consecutive sampling. Wawancara dilakukan untuk mendapatkan volume konsumsi harian minuman ringan dan dilakukan pengukuran tinggi badan, berat badan serta penghitungan IMT. Hasil penelitian dari 78 responden didapatkan volume konsumsi minuman ringan paling banyak ?500 ml (79,5%) dan status gizi paling banyak adalah normal (74,4%). Analisis statistik dengan Fisher’s Exact test dan tingkat kepercayaan 95% menunjukkan terdapat hubungan antara volume konsumsi harian minuman ringan dengan IMT (p=0,003). Oleh karena itu, perlu dilakukan edukasi kepada remaja untuk mengurangi konsumsi minuman ringan untuk menghindari kejadian obesitas di kemudian hari.
KARAKTERISTIK PENDERITA KELAINAN REFRAKSI PADA ANAK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MUHAMMADIYAH 6 PALEMBANG Defriva, Yanisah Afuah; Ibrahim, Ibrahim; Rosita, Yanti
MESINA (Medical Scientific Journal) Vol 1, No 1 (2020): Medical Scientific Journal (MESINA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/msj.v1i1.2616

Abstract

Kelainan refraksi merupakan suatu keterbatasan fungsional pada mata atau sistem visual dan dapat bermanifestasi terhadap penurunan ketajaman penglihatan atau sensitifitas kontras, hilangnya lapang pandang, fotofobia, distorsi visual, kesulitan perseptual visual atau kombinasinya. Kelainan refraksi merupakan penyebab terbanyak gangguan penglihatan di seluruh dunia dan merupakan salah satu penyebab kebutaan. Angka kelainan refraksi dan kebutaan di Indonesia terus mengalami peningkatan dengan prevalensi 1,5 % dan tertinggi dibanding dengan negara regional Asia Tenggara. Saat ini masih tampak kurangnya perhatian di beberapa daerah di Indonesia mengenai masalah kelainan refraksi khususnya pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik penderita kelainan refraksi pada anak SMP Muhammadiyah 6 Palembang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang melibatkan 64 siswa-siswi SMP Muhammadiyah 6 Palembang. Metode sampling yang digunakan adalah proportional stratified random sampling. Data diperoleh melalui pemeriksaan langsung dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas penderita kelainan refraksi berjenis kelamin perempuan (54,7%), berusia 14 tahun (34,4%), tidak memiliki riwayat anggota keluarga menggunakan kacamata (64,1%), dan menderita miopia astigmatism (53,1%). Kata kunci: kelainan refraksi, miopia, astigmatisme, hipermetropia
Hubungan Antara Aktivitas Fisik Dengan Kadar Kolesterol Dan Glukosa Sari, Fanny Rahma; rosita, yanti; Mundijo, Trisnawati
MESINA (Medical Scientific Journal) Vol 4, No 2 (2024): Medical Scientific Journal (MESINA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/msj.v4i2.8007

Abstract

Pekerja kantoran cenderung menghabiskan waktu di kantor sekitar 8 jam per hari dengan aktivitas cenderung sedentari. Hal ini diduga menjadi penyebab kurang aktifnya para pekerja kantoran sehingga pembakaran kolesterol dan glukosa lebih sedikit. Kondisi ini menjadi salah satu faktor risiko terjadinya hiperkolesterolemia dan hiperglikemia yang meningkat menjadi dua kali lipat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan kadar kolesterol dan glukosa pada pegawai FK UM Palembang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif  dengan desain cross sectional. Sampel  penelitian adalah pegawai FK UM Palembang yang berjumlah 56 orang yang memenuhi kriteria penelitian. Hasil penelitian didapatkan bahwa pegawai FK UM Palembang paling banyak melakukan aktivitas fisik ringan yaitu 27 orang (48,2%), kadar kolesterol total tidak normal sebanyak 37 orang (66,1%), sedangkan untuk kadar glukosa sewaktu dengan kadar normal yaitu 55 orang (98,2%). Hasil uji statistik diketahui ada hubungan antara aktivitas fisik dengan kadar kolesterol total dengan nilai p= 0,002 (p< 0,05), namun tidak ada hubungan antara aktivitas fisik dengan kadar glukosa sewaktu dengan nilai p= 1,000 (p> 0,05).          
Cardiovascular Disease Risk Detection Through Cholesterol Examination Ramayanti, Indri; Mayasari, Ni Made Elva; Rosita, Yanti; Prameswarie, Thia; Ghiffari, Ahmad; Suarni, Ertati; Indriyani, Indriyani; Oktariza, Rury Tiara; Erlyn, Putri; Anggina, Dientyah Nur; Zalika, Putri; Asmalia, Resy; Chairani, Liza
Indonesia Berdaya Vol 3, No 3: May-July 2022
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2022242

Abstract

Cardiovascular disease is one of the world's most serious health issues, including in Indonesia. Early detection and screening for cardiovascular disease are beneficial in reducing disease-related mortality and morbidity. Unfortunately, in Indonesia, the general public (particularly the elderly) rarely undergoes early screening for cardiovascular disease. Most elderly people complain of neck heaviness, which is one of the symptoms of high cholesterol levels in the blood. However, the majority of them are unaware of this because they rarely and reluctantly have their blood tested at a health facility. The goal of this activity is to detect cardiovascular disease early by checking cholesterol levels for free and educating people about the importance of protecting one's health from the various diseases that it can cause. Physical examination (height, weight), vital sign examination (blood pressure, pulse), cholesterol examination, and education are the three rare screening programs. This activity was completed voluntarily by 43 people. The majority of the participants were women between the ages of 41 and 60. According to the total cholesterol test, the majority of the participants had total cholesterol levels greater than 200 mg/dl. This means that these individuals are at an increased risk of developing cardiovascular disease. Regular total cholesterol screening can help to prevent the development of cardiovascular disease and its complications, lowering cardiovascular disease mortality and morbidity in Indonesia. 
Qualitative Test of Identification of Borax in Wet Noodles at Traditional Markets in Palembang City Rosita, Yanti; indriyani, Indriyani; Saleh, Farobby Yusuf
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/amj.v6i1.13855

Abstract

Food is a basic need of human life. Cases of food poisoning and infectious diseases caused by food continue to increase. Borax is a derivative of the heavy metal boron (B) and is generally used as a preservative and bactericidal. One of the tests that can be done to identify foods that contain borax is a test with curcumin paper and a borax test kit. Aim: This research is to identify the presence of borax in wet noodles with a qualitative test in a traditional market in the city of Palembang. Method: The type of research used in this research is descriptive qualitative. Is a type of research that provides an overview or description of the identification of borax in wet noodles. Sampling in this study used primary data by taking samples directly from food vendors who have wet noodles in the 16 Ilir market, Palembang. Sampling used a total sampling technique that met the inclusion criteria. Result: The physical test results showed 16 samples of noodles with a chewy texture, for the color parameter, 13 samples with yellow color were obtained, for the durability parameter, 12 samples lasted 24 hours, and for the olfactory parameter, 16 samples does not have a pungent odor, for the curcumin paper test, 16 samples were yellow and for the borax kit test, 16 samples were orange. Conclusion: The physical test and qualitative test with curcumin paper and the borax kit test showed that there were no wet noodle samples containing borax in 16 ilir market Palembang.Keywords: Borax, Food, Wet noodles
Kepatuhan Minum Obat Antihipertensi pada Masyarakat kecamatan Rambutan Sumatera Selatan Fitriani, Nyayu; Mayasari, Ni Made Elva; Rosita, Yanti; Indriyani, Indriyani; Handayani, Susi; Erlyn, Putri
Syifa'Medika Vol 16, No 1 (2025): Syifa Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v16i1.7973

Abstract

Kepatuhan terhadap pengobatan sangat penting bagi pasien hipertensi untuk mengendalikan dan mencegah komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Tingkat kepatuhan terhadap obat antihipertensi pada pasien hipertensi di Desa Sungai Pinang, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian yang bersifat deskriptif dengan desain penelitian cross sectional. Besar sampel berjumlah 80 responden dengan kriteria inklusi berusia ?40 tahun, menggunakan obat antihipertensi setidaknya dua bulan sebelum penelitian. Data diperoleh menggunakan wawancara dengan menggunakan Kuesioner Medication Adherence Report Scale versi Indonesia dan telah divalidasi. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 80 pasien dengan hipertensi memiliki prevalensi kepatuhan terhadap pengobatan sebesar 8,75%. Sebagian besar pasien yang patuh berobat berusia 70-72 tahun, perempuan, tidak bekerja, tingkat Pendidikan perguruan tinggi, lama menderita hipertensi ?5 tahun, penyakit penyerta dengan penyakit jantung, tidak ada asuransi Kesehatan, tidak ada dukungan keluarga, jumlah obat ?1 jenis obat antihipertensi. Simpulan, tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi pada Masyarakat Kecamatan Rambutan Sumatera Selatan tidak baik.