Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Hubungan Asupan Vitamin B6, Asam Folat, dan Vitamin B12 dengan Demensia pada Pra Lansia di Posbindu Kecamatan Driyorejo Gresik Puspita, Bunga; Aulia, Salma Shafrina; Sholikhah, Desty Muzarofatus; Mayasari, Noor Rohmah
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 8, No 2 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v8i2.1975

Abstract

Demensia menyerang sekitar 50 juta orang di seluruh dunia, yang mencakup sekitar 5% dari populasi lansia global. Diperkirakan jumlah individu yang mengalami demensia akan mengalami peningkatan signifikan mencapai sekitar 82 juta pada tahun 2030. Angka ini diproyeksikan akan terus meningkat hingga mencapai 152 juta pada tahun 2050. Masa pra lansia merupakan masa krusial untuk dilakukan intervensi yang dapat menurunkan risiko demensia di usia lanjut. Tujuan dari kajian ini adalah untuk mengeksplorasi dan menganalisis hubungan asupan vitamin B6, asam folat, dan vitamin B12 dengan demensia pada individu pra lansia di Posbindu Kecamatan Driyorejo, Gresik. Adapun penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan desain penelitian cross-sectional yang melibatkan 88 individu pra lansia di Posbindu Kecamatan Driyorejo, Gresik. Pengumpulan data tentang asupan zat gizi vitamin B6, asam folat, dan vitamin B12 dilakukan dengan menggunakan kuesioner SQ-FFQ (Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire). Sementara itu, penilaian terhadap demensia dilaksanakan dengan menggunakan instrumen MMSE (Mini Mental State Examination). Temuan dari penelitian ini mengindikasikan asupan vitamin B6 cukup pada 61,4% responden, sedangkan 38,6% mengalami defisiensi. Asupan asam folat cukup pada 6,8% responden, sedangkan 93,2% mengalami defisiensi. Asupan vitamin B12 cukup pada 15,9% responden, dan 84,1% mengalami defisiensi. Hasil dari uji chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara asupan vitamin B12 (p = 0,034) dengan demensia, sementara tidak ada hubungan yang signifikan yang ditemukan antara asupan vitamin B6 (p = 0,762) dan asam folat (p = 0,333) dengan demensia.
Stres akademik dan frekuensi konsumsi kopi dengan hiperkolesterolemia pada mahasiswa gizi Siahaan, Ruth Elisa Putri; Mayasari, Noor Rohmah; Ismawati, Rita; Sholihah, Lini Anisfatus
Jurnal Gizi Klinik Indonesia Vol 22, No 1 (2025): Juli
Publisher : Faculty of Medicine, Public Health, and Nursing Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijcn.105855

Abstract

Academic stress and coffee consumption frequency with hypercholesterolemia among nutrition studentsBackground: Hypercholesterolemia is a condition where total blood cholesterol exceeds 200 mg/dL, caused by diet, lack of physical activity, environmental factors, and stress. Objective: This study aimed to investigate the relationships among academic stress, coffee consumption frequency, and hypercholesterolemia among nutrition students. Methods: This cross-sectional study was conducted from April 2024 to February 2025 at Universitas Negeri Surabaya. A total of 92 undergraduate students from the Nutrition Study Program, classes of 2021, 2022, and 2023, were selected using proportional random sampling. Data collection was conducted through interviews using the Perceived Sources of Academic Stress (PASS) questionnaire and the Food Frequency Questionnaire (FFQ), along with cholesterol level measurements obtained via fingertip blood tests. Data were analyzed using the Chi-Square test and Fisher’s Exact Test with a 95% confidence level and a significance level of p<0.05.Results: Most respondents experienced high academic stress (87%), rarely consumed coffee (76%), and had hypercholesterolemia (59%). Statistical analysis showed no significant relationship between academic stress and hypercholesterolemia (p = 0.978), and no significant relationship between coffee consumption frequency and hypercholesterolemia (p = 0.589). Conclusions: There is no significant association between academic stress or coffee consumption frequency and hypercholesterolemia among nutrition students.
PEMANFAATAN LIMBAH TAHU MENJADI OLAHAN PRODUK TEPAT GUNA MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN DI DESA SENTRA INDUSTRI TAHU DI JOMBANG Raisya; Noor Rohmah Mayasari; Hanna Nurjanah; Afifah Rahmawati; Tsania Rifana; Galuh Impala Bidari
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.5963

Abstract

Pengelolaan limbah tahu yang kurang optimal di sentra industri tahu Dusun Bapang, Desa Sumbermulyo, Jombang berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan, padahal limbah ampas tahu memiliki nilai gizi dan peluang ekonomi yang besar. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan mitra melalui pemanfaatan limbah ampas tahu menjadi produk pangan bernilai tambah serta meningkatkan pemahaman mengenai praktik produksi yang baik. Kegiatan dilakukan melalui lima tahapan utama, yaitu uji coba pembuatan produk skala laboratorium, penyusunan media pelatihan, sosialisasi program, pelatihan GMP, dan transfer teknologi secara langsung. Hasil kegiatan menunjukkan terciptanya tiga produk inovatif berbasis ampas tahu (brownies, kerupuk, cookies), tersedianya media pelatihan berupa PPT dan video tutorial, serta meningkatnya pengetahuan mitra terkait pengolahan pangan dan higienitas produksi. Pelatihan GMP juga memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesadaran pekerja mengenai pentingnya sanitasi dan keamanan pangan, meskipun perubahan perilaku masih memerlukan pendampingan lanjutan. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan keberdayaan masyarakat dalam memanfaatkan limbah tahu menjadi produk bernilai jual dan mendukung ketahanan pangan lokal.
Penerapan Mesin Spiner Dan Penataan Managemen Untuk Peningkatkan Produksi Dan Kualitas Alen-Alen Di UMKM Alen-Alen Bendorejo, Pogalan Trenggalek Muhaji Muhaji; Rita Ismawati; Ita Fatkhur Romadhoni; Noor Rohmah Mayasari
Jurnal Abdisci Vol 1 No 1 (2023): Vol 1 No 1 Tahun 2023
Publisher : Ann Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62885/abdisci.v1i1.112

Abstract

Desa Bendorejo Kecamatan Pogalan Kabupaten Trenggalek merupakan sentra/pusat pembuat dan penjual alen-alen dan makanan khas Trenggalek. Alen-alen adalah makanan khas daerah Trenggalek yang bentuknya seperti cincin. Masyarakat Trenggalek menjadikan alen-alen sebagai camilan sehari-hari di kala musim hujan maupun musim panas sebagai teman minum kopi dan ada juga yang dijadikan pelengkap makan seperti krupuk. Permasalahan di IKM mitra (“RESTU IBU’’ dan “ANUGERAH”) adalah: (1) permasalahan aspek produksi, yakni rendahnya kualitas dan kuantitas produksi alen-alen disebabkan oleh proses penirisan minyak yang kurang maksimal, karena masih menggunakan alat peniris minyak seadanya sehingga hasilnya tidak optimal (kandungan minyak masih banyak dan mudah tengik) dan (2) permasalahan aspek manajemen yakni lemahnya pengelolaan manajemen UMKM pembuat alen-alen yang mencakup manajemen keuangan, manajemen produksi, manajemen sumber daya manusia dan manajemen pemasaran. Solusi yang ditawarkan untuk memecahkan permasalahan yang dialami oleh industri mitra adalah: 1) dibuatkan mesin spiner (peniris minyak) yang terbuat dari steanlis steel yang digerakkan oleh motor listrik dengan kecepatan putaran yang bisa diatur sesuai kebutuhan/tergantung jumlah dan jenis produk; 2) perbaikan manajemen yakni lemahnya pengelolaan manajemen UMKM pembuat alen-alen yang mencakup manajemen keuangan, manajemen produksi, manajemen sumber daya manusia dan manajemen pemasaran. Hasil pelaksanaan PKM-UMKN menunjukkan bawa mesin spiner yang telah dihasilkan dan dilaksanakan pengujian, hasilnya layak digunakan untuk penirisan minyak. Hasil uji lama penirisan menunjukkan bahwa dengan menggunakan spiner dengan penggerak motor listrik lebih cepat 12 kali jika dibandingkan dengan peniris tradisional, lebih cepat 4 kali jika dibandingkan dengan alat peniris yang digerakkan dinamo. Produksi penirisan menghasilkan 18 kg/jam, hal ini naik 4 kali jika dibandingkan dengan mesin penggerak dinamo dan naik 12 kali jika dibandingkan dengan peniris tradisional. Sedang dari hasil pelatihan dan pendapingan manajemen keuangan, manajemen produksi, manajemen sumber daya manusia dan manajemen pemasaran, menjukkan semua peserta mengikuti sangat antusias, dan 15% peserta pelatihan menyatan puas, 85% peserta pelatihan menyatan sangat puas terhadap pelaksanaan pelatihan.
Exploring physical fitness, physical activity, nutritional status, and diet among female nutrition students Sholihah, Lini; Mayasari, Noor Rohmah
Journal Sport Area Vol 9 No 3 (2024): December
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/sportarea.2024.vol9(3).14899

Abstract

Background Problem: Nutrition plays an important role in fitness, yet there is limited understanding of how non-sporting students, particularly nutrition students, manage their fitness. This study fills the gap by exploring the relationship between physical activity, dietary habits, and fitness in this group. Research Objective: This study aims to examine the fitness profile of female undergraduate nutrition students and explore the factors associated with fitness such as physical activity level (PAL), nutritional status, and diet. Methods: To answer the research objective, a cross-sectional design was conducted, involving 114 healthy female students, aged 18-20 years old. Respondents were selected by using proportional random sampling, which enabled equal representation of each class in the study. Exclusion criteria: students have chronic disease or condition affecting physical fitness. Physical fitness was assessed using the Harvard Step Test, PAL was measured via an online self-administered IPAQ, nutritional status was assessed using a body mass index (BMI) calculation, and dietary data (energy and iron intakes) was assessed using 2x24 non-consecutive food records. Chi-squares or Fisher Exact tests were done to analyse the association between physical fitness and other variables. Finding and Result: We found that almost all of our respondents were at poor levels of physical fitness. There was no significant association between physical fitness and other variables such as PAL, BMI, and diet. Conclusion: This research supported previous findings that college students in health majors have poor fitness. Future studies should explore additional factors such as physiological stress, sleep pattern, or socio-economic status that may impact the fitness level of health-major students.