Mayasari, Noor Rohmah
Nutrition Science Study Program, Faculty Of Sport And Health Sciences, Universitas Negeri Surabaya, Surabaya, Indonesia

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengaruh Nasi Aron Khas Suku Tengger Terhadap Perubahan Kadar Glukosa Darah 2 Jam Post-Prandial Biasnurbani, Intan Kinanti; Mayasari, Noor Rohmah
Media Gizi Kesmas Vol 14 No 1 (2025): MEDIA GIZI KESMAS (JUNE 2025)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v14i1.2025.20-25

Abstract

Background: In 2021, Indonesia recorded 19.5 million cases of diabetes mellitus. Women exhibit a 1.02 fold higher risk of developing diabetes mellitus when accounting for physical factors. Dietary management using the special concept (schedule, amount, and type) is an appropriate choice for diabetes mellitus patients to control blood glucose levels. Aron rice, a processed white corn variety typical of the Tengger tribe, is high in fiber and may help control blood glucose levels. Objectives: This objective of this research is to examine the effect of Tengger tribe's special Aron rice on 2-hour post-prandial blood glucose levels in healthy adult women. Methods: This experimental method involved interventions with control food (pure sugar) and test food (Aron rice). The research design used a pre-test post-test one-group design. The sample consisted of 16 participants selected through purposive sampling based on inclusion criteria. The study was carried out from July to September 2024. The instruments in this study utilized the observation method of 2-hour post-prandial blood glucose measurements following the administration of control and test foods. The data were analyzed using a paired t-test to examine the effect of Aron rice on changes in 2-hour post-prandial blood glucose levels. Results: The study findings indicate an average blood glucose level before the control food was 87.75 mg/dL, while before the test food, it was 85.88 mg/dL, with a p-value of 0.107>0.05, indicating no significant difference in fasting blood glucose levels at minute 0. After the control food, the average blood glucose level was 115.63 mg/dL, while after the test food, it was 90.00 mg/dL. There was a mean difference of 25.63 mg/dL with a p-value of 0.000<0.05, indicating a significant difference in fasting blood glucose levels in 2 hours. Conclusion: Tengger tribe's special Aron rice affects changes on 2-hour post-prandial blood glucose levels in healthy adult women, resulting in lower levels compared to pure sugar. Aron rice can be an alternative staple food for diabetes mellitus patients as an effort to improve blood glucose control in the body.
Hubungan Asupan Vitamin B6, Asam Folat, dan Vitamin B12 dengan Demensia pada Pra Lansia di Posbindu Kecamatan Driyorejo Gresik Puspita, Bunga; Aulia, Salma Shafrina; Sholikhah, Desty Muzarofatus; Mayasari, Noor Rohmah
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 8, No 2 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v8i2.1975

Abstract

Demensia menyerang sekitar 50 juta orang di seluruh dunia, yang mencakup sekitar 5% dari populasi lansia global. Diperkirakan jumlah individu yang mengalami demensia akan mengalami peningkatan signifikan mencapai sekitar 82 juta pada tahun 2030. Angka ini diproyeksikan akan terus meningkat hingga mencapai 152 juta pada tahun 2050. Masa pra lansia merupakan masa krusial untuk dilakukan intervensi yang dapat menurunkan risiko demensia di usia lanjut. Tujuan dari kajian ini adalah untuk mengeksplorasi dan menganalisis hubungan asupan vitamin B6, asam folat, dan vitamin B12 dengan demensia pada individu pra lansia di Posbindu Kecamatan Driyorejo, Gresik. Adapun penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan desain penelitian cross-sectional yang melibatkan 88 individu pra lansia di Posbindu Kecamatan Driyorejo, Gresik. Pengumpulan data tentang asupan zat gizi vitamin B6, asam folat, dan vitamin B12 dilakukan dengan menggunakan kuesioner SQ-FFQ (Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire). Sementara itu, penilaian terhadap demensia dilaksanakan dengan menggunakan instrumen MMSE (Mini Mental State Examination). Temuan dari penelitian ini mengindikasikan asupan vitamin B6 cukup pada 61,4% responden, sedangkan 38,6% mengalami defisiensi. Asupan asam folat cukup pada 6,8% responden, sedangkan 93,2% mengalami defisiensi. Asupan vitamin B12 cukup pada 15,9% responden, dan 84,1% mengalami defisiensi. Hasil dari uji chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara asupan vitamin B12 (p = 0,034) dengan demensia, sementara tidak ada hubungan yang signifikan yang ditemukan antara asupan vitamin B6 (p = 0,762) dan asam folat (p = 0,333) dengan demensia.