Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Penerbitan Identitas Narapidana Melalui Inovasi Pelayanan Aplikasi Vandegan (Validasi Data Elektronik Warga Binaan) Monalisa, Monalisa; Rusadi, Sylvina; Khotami, Khotami
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 9, No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v9i2.2025.805-812

Abstract

Tujuan penelitian adalah ini adalah untuk menganalisa pelaksanaan inovasi pelayanan dalam penerbitan identitas narapidana melalui aplikasi mas rapid (perekaman khusus narapidana) di lapas 2A Kota Pekanbaru dan untuk melihat faktor penghambat dalam pelaksanaan inovasi pelayanan tersebut.  Adapun permasalahan penelitian ini adalah pertama kurangnya komunikasi yang terjalin antara pihak disdukcapil dan Lembaga Pemasyarakatan tentang jadwal perekaman sehingga tidak sesuai dengan waktu yang ditetapkan dalam SOP. Kedua belum adanya pembagian kerja yang jelas dalam kerja sama penerbitan kartu identitas narapidana. Ketiga target penyelesaian tidak sesuai dengan SOP yang ditetapkan. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dengan jenis deskriptif yang pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi penelitian. Adapun yang menjadi informan dalam penelitian ini adalah Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Pekanbaru, Pegawai Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Pekanbaru (Petugas Mas Rapid), Petugas Lembaga Pemasyarakatan Kelas 2A Kota Pekanbaru, Narapidana Binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas 2A Kota Pekanbaru Yang melakukan perekaman e-KTP didalam Lapas
EVALUASI TUGAS KEPALA DESA DALAM MEMBINA DAN MENINGKATKAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT DESA KUBANG JAYA KECAMATAN SIAK HULU Wulandari, Kesyka; Rusadi, Sylvina
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 5 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i5.2025.2263-2281

Abstract

BUMDes yang dibuat dengan maksud untuk membantu perkembangan perekonomian masyarakat desa tidak berjalan dengan baik seperti halnya yang terjadi pada desa Kubang Jaya Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar beberapa usaha yang dilakukan oleh pemerintah desa khususnya kepala desa untuk membina dan meningkatkan perekonomian masyarakat belum berjalan dengan baik dan belum berkembang sesuai yang diharapkan. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk : Untuk mengetahui tentang  hal-hal yang harus Evaluasi dan Untuk mengetahui hambatan dalam pelaksanaan Tugas Kepala Desa Dalam Membina Dan Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Desa Kubang Jaya Kecamatan Siak Hulu. Penelitian mengandung nilai-nilai kualitatif. Teori yang digunakan teori Evaluasi dari W N Dunn. Evaluasi Pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh BUMDes di Awasi langsung oleh kepala desa yang dalam hal ini memiliki wewenang sebagai kepala desa juga selagu dewan penasehan dan pembina BUMDes tentunya memiliki peranan untuk mengawasi dan melakukan evaluasi. Efektifitas Perkembangan usaha BUMDes tidak berjalan dengan baik. Pemerataan Program yang di adakan oleh BUMDes di harapkan mampu untuk meningkatkan perkembangan perekonomian Masyarakat seperti usaha kios brilink juga bertujuan untuk membantu Masyarakat. Responsivitas Dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Desa saya kelaku kepala desa di tunjuk sebagai dewan penasehat yang merupakan satu-satunya penasehat dalam melaksanakan program-program Badan Usaha Milik Desa Ketepatan kepala desa telah menjalankan tugasnya dengan baik
Analisis E-Readiness untuk Mempercepat Transformasi Menuju E-Government pada Pemerintah Daerah di Indonesia: Studi Kasus Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau Zubaidah, Evi; Monalisa; Rusadi, Sylvina; Handoko, Tito
Jurnal Bina Praja Vol 16 No 1 (2024)
Publisher : Research and Development Agency Ministry of Home Affairs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21787/jbp.16.2024.37-53

Abstract

This research aims to evaluate the readiness of the Indragiri Hulu Regency government, especially Satpol PP and KPBD, to implement the Si ATAN BEDA application, which has been implemented. E-Readiness analysis was carried out using the STOPE approach. The Si ATAN BEDA service application functions as a channel for public complaints, making it easier for the public to submit reports and complaints regarding disturbances of peace, public order, and regional disasters. Implementing the Si ATAN BEDA application service has not shown optimal results due to the government's lack of understanding regarding E-Readiness and making decisions without adequate consideration of the facts. The research method uses a qualitative approach with a descriptive research type. After the field data was collected, the data was processed using NVivo 12 to provide a visual depiction of the field findings and analyzed based on the theory that supports the findings. The results and discussion concluded that the STOPE framework model, which consists of strategy, technology, organization, people, and environment, is the most appropriate model for evaluating the E-Readiness of the Indragiri Hulu Regency government. In the strategy domain, there is a lack of leadership roles in providing direction and supervision, as well as weaknesses in application development planning. The technology domain shows that there are obstacles in application use and security that still need to be strengthened. The lack of cooperation between the government and the private sector in implementing applications is a challenge in the organizational domain. The human resources domain shows that officers' skill qualifications are not aligned with their educational background, and their understanding of applications still needs to be improved. Meanwhile, in the environmental domain of public knowledge, the lack of public knowledge about the application shows a lack of socialization by the government, so the community has not fully felt the benefits.
UPAYA PENINGKATAN PENJUALAN MELALUI PACKAGING PRODUK PADA USAHA KERIPIK SINGKONG DI KOTA DUMAI PROVINSI RIAU Satriana Dewi, Ilma; Vaulina, Sisca; Mardaleni, Mardaleni; Tibrani, Tibrani; Rusadi, Sylvina
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i1.417-424

Abstract

Program pengabdian ini dilaksanakan atas adanya permasalahan terkait pengemasan pada suatu produk rumahtangga yang dijalankan oleh masyarakat setempat khususnya produk keripik singkong.  Pengemasan produk yang baik tidak hanya menghasilkan tampilan produk yang menarik tetapi juga dapat memberikan nilai tambah/ nilai jual lebih tinggi dan meningkatnya daya tahan produk. kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan tambahan pengetahuan warga dan pelaku usaha keripik singkong mengenai packaging dan memberikan pemahaman yang tepat mengenai pemasaran produk keripik singkong untuk meningkatkan penjualan. Kegiatan pengabdian ini dilakukan kerjasama dengan mitra yaitu Kelompok Tani Berkah di Kelurahan Teluk Makmur Kecamatan Medang Kampai Kota Dumai Provinsi Riau. Kegiatan pengabdian ini dilakukan kerjasama dengan mitra yaitu Kelompok Tani Berkah di Kelurahan Teluk Makmur Kecamatan Medang Kampai Kota Dumai Provinsi Riau. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa mayoritas peserta, sebanyak 75%, sangat memahami tahapan kegiatan, dengan 12,5% memahami, dan 12,53% cukup memahami materi yang disampaikan.
Evaluasi Tugas Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian Dan pengembangan Dalam Pemantauan Pembangunan Dan Pengembangan Kabupaten Di Provinsi Riau Rihaz, Andika Perdana; Rusadi, Sylvina
Jurnal Mahasiswa Pemerintahan Vol. 2 No. 4 Desember 2025
Publisher : Laboratorium Program Studi Ilmu Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/JMP.2025.24393

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan tugas Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) dalam pemantauan pembangunan dan pengembangan kabupaten di Provinsi Riau. Fokus evaluasi mencakup pelaksanaan koordinasi, fasilitasi, serta pemantauan dan evaluasi terhadap program-program pembangunan daerah. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan tugas Bappedalitbang masih menghadapi berbagai hambatan seperti kurangnya pengawasan, koordinasi yang belum optimal, dan terbatasnya sumber daya. Meskipun tingkat capaian kerja cukup tinggi secara kuantitatif, masih terdapat beberapa kegiatan yang realisasi anggarannya rendah, sehingga mempengaruhi efektivitas dan efisiensi pelaksanaan tugas. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami peran strategis Bappedalitbang dan pentingnya evaluasi berkelanjutan untuk peningkatan kinerja pembangunan daerah.
Good Environmental Governance Dalam Pengelolaan Sampah di Pekanbaru Adani, Azka Faiq; Rusadi, Sylvina
Jurnal Mahasiswa Pemerintahan Vol. 3 No. 1 Januari 2026
Publisher : Laboratorium Program Studi Ilmu Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/JMP.2025.25564

Abstract

Penelitian ini membahas penerapan prinsip Good Environmental Governance (GEG) dalam pengelolaan sampah di Kota Pekanbaru. Prinsip Good Environmental Governance (GEG) yang menjadi perhatian meliputi aturan hukum, partisipasi masyarakat, transparansi, akuntabilitas, serta peran lembaga terkait. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Kota Pekanbaru telah memiliki landasan hukum berupa Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Sampah serta melaksanakan berbagai program seperti bank sampah dan kampanye 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Namun, penerapan prinsip Good Environmental Governance masih menghadapi kendala, di antaranya partisipasi masyarakat yang belum optimal, keterbatasan fasilitas, serta lemahnya koordinasi dan transparansi. Oleh karena itu, penguatan penerapan Good Environmental Governance diharapkan dapat mendorong terciptanya sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif, berkelanjutan, dan inklusif di Kota Pekanbaru.
ANALISIS PENGELOLAAN SAMPAH OLEH LEMBAGA PENGELOLA SAMPAH (LPS) DI KOTA PEKANBARU Mutia Fadillah Bahar; Sylvina Rusadi
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 13, No 5 (2026): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v13i5.2026.%p

Abstract

Kota Pekanbaru merupakan salah satu kota yang tidak luput dari masalah sampah. Persoalan sampah sepertinya tidak pernah terselesaikan secara baik. Pemandangan sampah yang berserakan, seakan menjadi hal yang lumrah. Sebagai respons atas permasalahan tersebut, Pemerintah Kota Pekanbaru pada pertengahan tahun 2025 menyatakan secara resmi rencana transisi menuju sistem swakelola berbasis komunitas pada pelibatan Lembaga Pemungut Sampah (LPS), namun dalam penerapannya lembaga ini menimbulkan pro dan kontra untuk masyarakat.  Adapun tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengelolaan sampah oleh Lembaga Pengelola Sampah (LPS) di Kota Pekanbaru serta faktor penghambatnya. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dan kualitatif; informan dalam penelitian ini adalah Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLHK Kota Pekanbaru, Tenaga Ahli LPS Kota Pekanbaru, RT dan RW di Kelurahan Maharatu Kota Pekanbaru serta masyarakat Kelurahan Maharatu Kota Pekanbaru. Teknik pengumpulan data observasi dan wawancara serta analisis data secara deskrintif dan kualitatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Pengelolaan Sampah Oleh Lembaga Pengelola Sampah (LPS) di Kota Pekanbaru belum sepenuhnya dilakukan secara optimal, LPS dibentuk dengan tujuan masalah pengangkutan sampah dapat diatasi dengan cepat, namun masih terdapat permasalahan terkait dengan penerapannya salah satunya kurangnya sosialisasi yang dilakukan kepada masyarakat sehingga masih banyak masyarakat yang membuang sampah sembarangan dan menyebabkan penumpukan sampah. Faktor yang mempengaruhi pengelolaan sampah oleh Lembaga Pengelola Sampah (LPS) di Kota Pekanbaru adalah : tingkat kesadaran masyarakat, ketersediaan lahan serta sarana prasarana. 
SOSIALISASI ECOLOGICAL BALANCE DALAM PENCAPAIAN GREEN ECONOMY INDEX DI NEGARA BAGIAN TERENGGANU MALAYSIA Sylvina Rusadi; Wan Mohd Adzim Bin Wan Mohd Zain; Eko Handrian; Zulharyanto Hadyan; Saadilah Subhan
Jurnal Pengabdian Masyarakat : BAKTI KITA Vol. 6 No. 2 (2025): Mei - Oktober
Publisher : LPPM Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/baktikita.v6i2.9273

Abstract

Ecological Balance merupakan konsep yang baik untuk diadopsi oleh pemerintah dalam keberlanjutan lingkungan hidup. Mitra dalam kegiatan sosialisasi ini adalah masyarakat Kampung Alor Kuda, Darul Iman Terengganu Malaysia. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra yakni permasalahan tutupan lahan dan pengelolaan sampah yang belum baik. Dalam penyelesaian masalah tersebut maka tujuan dari kegiatan ini adalah pertama terciptanya kesadaran dan perubahan perilaku masyarakat terhadap lingkungan sekitar. Kedua terwujudnya partisipasi aktif dalam pembangunan berkelanjutan. Ketiga terwujudnya peningkatan kualitas hidup masyarakat. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah sosialisasi dan sesi tanya jawab oleh narasumber bersama masyarakat sebagai partisipan. Hasil kegiatan soasialisasi menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga ekologi. Materi yang disampaikan, yang meliputi pelestarian hutan mangrove, kebersihan kampung, dan pengelolaan sampah mandiri, berhasil memicu diskusi dan tanya jawab yang konstruktif.
Pemberdayaan Masyarakat Tani melalui Pelatihan dan Pendampingan Budidaya Jagung dengan Metode Tanam Tanpa Olah Tanah (TOT) Sylvina Rusadi; Panca Setyo Prihatin; Monalisa; Ilma Satriana Dewi; Rosmita; Christine B. Tenorio
Jurnal Pengabdian dan Peningkatan Mutu Masyarakat (Janayu) Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian dan Peningkatan Mutu Masyarakat (In Press)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/janayu.v7i3.44529

Abstract

Purpose – Food security is a crucial concern that the central government prioritises for the populace. One method to attain food security is by maize cultivation. Nonetheless, inadequate comprehension, techniques, and resources from the community result in agricultural failure. Community empowerment is essential for enhancing partners' comprehension and the quality of their agricultural produce. The aims of this initiative for corn farmer collectives are: firstly, to enhance the group's comprehension of corn cultivation via the No-Tillage (TOT) technique; and secondly, to augment corn yield by supplying fertilisers, high-quality seeds, and technical implements such as mini tractors Design/methodology/approach – The process necessitates many critical steps: outreach, training, technology installation, and subsequent evaluation and monitoring. This method comprises a sequence of activities executed in accordance with the issues and resolutions presented by the community service team. Findings – The findings indicate that this exercise improved the comprehension and proficiency of farmer groups in executing the No-Tillage Planting (TOT) technique in maize agriculture. Farmers enhanced their land management through training, mentoring, and the provision of high-quality seeds, fertilisers, dolomite, and small tractors. The program resulted in an 85% increase in corn harvest yields after its introduction. Originality/value – This training session represents an innovative approach to soil processing for maize cultivation.