Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JOURNAL OF Qualitative Health Research

Penerapan air rebusan daun binahong (anredera cordifolia) terhadap luka perineum pada ibu postpartum Yunitasari, Eva; Fitri, Feni Elda; Marliyana, Marliyana
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 4 No 1 (2024): July Edition 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v4i1.465

Abstract

Background: Postpartum is the period during which a mother gives birth starting from the first day of birth until 6 weeks of birth. 90% of mothers in the world who undergo normal childbirth experience perineal wounds either with or without episiotomi. The impact of perineal wounds that are not handled properly will cause complications, such as blood loss due to performing an episiotomi too early, infection due to contamination with urine and feces, dyspareunia, and local hematomas that cause infection. Efforts to prevent infection from perineal lacerations can be provided with pharmacological therapy and non-pharmacological therapy. Purpose: To determine the application of boiled water from binahong leaves (anredera cordifolia) in healing perineal wounds. Method: This research uses a case study approach with a descriptive research design. The case study subjects in this research were postpartum mothers with grade II perineal rupture. This research was carried out in November 2023 at Azzahra Hospital. In this case study, the subject is Mrs. A and Mrs. U with nursing problems and risk of infection related to tissue trauma/physical damage. Results: After implementing perineal treatment with boiled water from binahong leaves, Mrs. A and Mrs. U are gradually getting better. Evaluation of the latest data on November 17 2023 showed objective data: BP 120/80 mmHg, pulse 86 x/minute, temperature 36.5 ºC, RR 22x/minute, no edema, no redness, no bluish spots on the perineum, there is no pus/blood in the suture wound, the lochea rubra when examined is ± 40 cc, the perineum looks back to normal, so there is a risk of problems infection does not occur or the problem is resolved. Conclusion: Giving boiled water from binahong leaves is effective in accelerating the healing of perineal wounds in postpartum mothers. Suggestion: It is hoped that this will increase knowledge about the use of binahong leaf decoction in the perineal wound healing process and that mothers can apply it to speed up the wound healing process.   Keywords: Binahong Decoction; Perineal Wound; Postpartum.   Pendahuluan: Postpartum merupakan masa yang dilewati ibu melahirkan dimulai dari hari kelahiran pertama sampai 6 minggu kelahiran. 90% ibu di dunia yang menjalani proses persalinan normal mengalami robekan luka perineum baik dengan atau tanpa episiotomi. Dampak dari luka perineum yang tidak tertangani dengan baik akan menimbulkan komplikasi, seperti kehilangan darah karena melakukan episiotomi terlalu dini, infeksi karena terkontaminasi dengan urine dan feses, dispareunia, dan hematoma lokal yang menyebabkan infeksi. Upaya untuk mencegah terjadinya infeksi laserasi perineum dapat diberikan dengan terapi farmakologis dan terapi non farmakologis. Tujuan: Untuk mengetahui penerapan pemberian air rebusan daun binahong (anredera cordifolia) terhadap penyembuhan luka perineum. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan desain penelitian deskriptif. Subjek studi kasus dalam penelitian ini adalah ibu nifas dengan ruptur perineum derajat II. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2023 di Rumah Sakit Azzahra. Pada studi kasus ini yang menjadi subjek adalah Ny. A dan Ny. U dengan masalah keperawatan resiko infeksi berhubungan dengan trauma jaringan/kerusakan fisik. Hasil: Setelah implementasi perawatan perineum dengan air rebusan daun binahong didapatkan luka Ny. A dan Ny. U berangsur membaik. Evaluasi dari data terakhir pada tanggal 17 November 2023 didapatkan data objektif TD 120/80 mmHg, Nadi 86 x/ menit, Suhu 36,5 ºC, RR 22x/ menit, tidak ada edema, tidak ada kemerahan, tidak ada bintik kebiruan pada perineum, tidak ada pus/darah pada luka jahitan, lochea rubra saat dikaji ± 40 cc, perineum terlihat kembali normal, sehingga masalah resiko terjadinya infeksi tidak terjadi atau masalah teratasi. Simpulan: Pemberian rebusan air daun binahong efektif mempercepat penyembuhan luka perineum pada ibu postpartum. Saran: Diharapkan dapat menambah pengetahuan tentang penggunaan rebusan daun binahong terhadap proses penyembuhan luka perineum serta ibu dapat menerapkannya untuk mempercepat proses penyembuhan luka.   Kata Kunci: Air Rebusan Binahong; Luka Perineum; Postpartum.
Edukasi kesehatan tentang perawatan luka episiotomi pada ibu postpartum di BPS Bd. Yuliati Gisting Tanggamus Fitri, Feni Elda; Yunitasari, Eva; Wulan, Sarinah Sri
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 4 No 1 (2024): July Edition 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v4i1.466

Abstract

Background: An episiotomy is an incision made in the perineum before delivery, with the aim of widening the baby's birth canal so that delivery is easier. Perineal care is an effort to meet the health needs of the area between the thighs which is limited by the vulva and anus in postpartum mothers, during the period between the birth of the placenta until the genital organs return to their pre-pregnancy condition. Wounds caused by episiotomy or lacerations take six to seven days to heal. The process of cleaning the perineal area can be done with a thorough inspection of the perineum. Purpose: To provide health education about episiotomy wound care to postpartum mothers. Method: This research is a qualitative descriptive study with a case study design conducted on two patients with the same medical diagnosis, namely health education on episiotomy care for postpartum mothers. This research uses a nursing process approach with five stages, including assessment, diagnosis, intervention, implementation and evaluation. The focus of this case study is health education on episiotomy wound care for postpartum mothers carried out at BPS Bd. Yuliati Gisting Tanggamus which starts from January-June 2023. Results: The nursing diagnosis states there is no difference between case I and case II. Cases I and II experienced a knowledge deficit, did not know the source of information, did not know enough about how to care for suture wounds on the perineum, did not receive an explanation from the midwife regarding caring for the perineum after giving birth, and did not look for information on the internet about care after giving birth. Conclusion: The results of the evaluation of the two participants after providing health education about episiotomy wound care found different results. Case I's knowledge deficit problem was partially resolved, and client II's knowledge deficit problem was completely resolved. Suggestion: Health services are expected to ensure that the patient's family is satisfied with health services, and can provide complete and good facilities and infrastructure.   Keywords: Episiotomy Wound; Health Education; Postpartum.   Pendahuluan: Episiotomi adalah sayatan yang dilakukan pada perineum sebelum proses melahirkan, dengan tujuan untuk memperlebar jalan lahir bayi agar persalinan menjadi lebih mudah. Perawatan perineum adalah upaya untuk memenuhi kebutuhan kesehatan pada area antara paha yang dibatasi oleh vulva dan anus pada ibu pasca melahirkan, selama periode antara kelahiran plasenta hingga organ genital kembali ke kondisi seperti sebelum kehamilan. Luka yang disebabkan oleh episiotomi atau laserasi membutuhkan waktu enam hingga tujuh hari untuk sembuh. Proses membersihkan area perineum dapat dilakukan dengan inspeksi perineum yang menyeluruh. Tujuan: Untuk memberikan edukasi kesehatan tentang perawatan luka episiotomi kepada ibu postpartum. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan rancangan studi kasus yang dilakukan pada dua orang pasien dengan diagnosis medis yang sama yaitu pendidikan kesehatan perawatan episiotomi pada ibu Postpartum. Penelitian ini menggunakan pendekatan proses keperawatan dengan lima tahapan, diantaranya yaitu pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Fokus studi kasus ini adalah edukasi kesehatan perawatan luka episiotomi pada ibu postpartum yang dilakukan di BPS Bd. Yuliati Gisting Tanggamus yang dimulai dari bulan Januari-Juni 2023. Hasil: Diagnosa keperawatan menyatakan tidak ada perbedaan antara kasus I dan kasus II. Kasus I dan II mengalami defisit pengetahuan, tidak mengenal sumber informasi, kurang mengetahui tentang cara perawatan luka jahitan pada perineum, belum mendapatkan penjelasan dari bidan mengenai perawatan perineum setelah melahirkan, dan tidak mencari informasi di internet mengenai perawatan setelah melahirkan. Simpulan: Hasil evaluasi kedua partisipan setelah pemberian edukasi kesehatan tentang perawatan luka episiotomi ditemukan hasil yang berbeda. Masalah defisit pengetahuan kasus I teratasi sebagian, dan masalah defisit pengetahuan klien II teratasi sepenuhnya. Saran: Pelayanan kesehatan diharapkan dapat memastikan bahwa keluarga pasien puas terhadap pelayanan kesehatan, dan dapat menyediakan sarana dan prasarana yang lengkap dan baik.   Kata Kunci: Edukasi Kesehatan; Luka Episiotomi; Postpartum.
Implementasi massage effleurage terhadap nyeri punggung ibu hamil trimester III Fitri, Feni Elda; Saputri, Tiara Wulan; Yunitasari, Eva
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 2 (2025): May Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i2.910

Abstract

Background: Normal pregnancy changes the physiological system significantly, which can affect the health status of pregnant women and fetuses. Especially in pregnant women in the third trimester, so that the mother feels uncomfortable doing activities, experiences changes in body structure, and experiences long-term back pain. Complaints of back pain can be treated with effleurage massage techniques. Purpose: To provide nursing care to pregnant women in the third trimester who receive effleurage massage implementation. Method: Qualitative descriptive research design with research conducted at Yosomulyo Health Center, Metro Pusat City. The subjects in this study were two pregnant women in their third trimester referred to as patients I and II. Patient I (Mrs. P) was 26 years old with a gestational age of 33 weeks, and Patient II (Mrs. S) was 25 years old with a gestational age of 35 weeks. Effleurage massage was given for 5-10 minutes according to the SOP and then evaluated after giving effleurage massage. Results: Patient I showed a pain scale at level 6 on the first day, then after the intervention was carried out on the 4th day, the pain scale decreased to level 4. In line with these results, patient II also showed significant positive changes. The first day in patient II showed a pain scale level of 5, after the application of effleurage massage for four days there was a significant decrease, namely at a pain scale level of 2. Conclusion: The application of effleurage massage to patient I and patient II gave positive results from day 1 to the last day. Based on this, it can be concluded that the implementation of effleurage massage can reduce back pain in pregnant women in the third trimester. Keywords: Back Pain; Effleurage Massage; Pregnancy; Third Trimester Pendahuluan: Kehamilan normal mengubah system fisiologis secara bermakna, yang dapat mempengaruhi status kesehatan ibu hamil dan janin. Khususnya pada ibu hamil trimester 3, sehingga ibu merasa tidak nyaman beraktivitas, mengalami perubahan bentuk struktur tubuh, mengalami nyeri punggung jangka panjang. Keluhan nyeri punggung dapat ditangani dengan teknik massage effleurage. Tujuan: Untuk melaksanakan asuhan keperawatan pada ibu hamil trimester III yang mendapat implementasi massage effleurage. Metode: Desain penelitian deskriptif kualitatif dengan penelitian yang dilakukan di Puskesmas Yosomulyo Kota Metro Pusat. Subyek dalam penelitian ini berjumlah dua orang ibu hamil trimester III yang disebut sebagai pasien I dan pasien II. Pasien I (Ny.P) usia 26 tahun dengan usia kehamilan 33 minggu, dan Pasien II (Ny.S) usia 25 tahun dengan usia kehamilan 35 minggu. Pemberian massage effleurage dilakukan selama 5–10 menit sesuai dengan SOP kemudian dievaluasi setelah pemberian massage effleurage. Hasil: Pasien I menunjukkan skala nyeri pada tingkat 6 di hari pertama, kemudian setelah intervensi dilakukan pada hari ke 4 menunjukkan skala nyeri menurun menjadi tingkat 4.  Sejalan dengan hasil tersebut, pasien II juga menunjukkan perubahan positif yang signifikan. Hari pertama pada pasien II menunjukkan tingkat skala nyeri berada pada skala 5, setelah penerapan massage effleurage selama empat hari terjadi penurunan yang cukup signifikan yaitu berada di tingkat skala nyeri 2. Simpulan: Penerapan massage effleurage pada pasien I dan pasien II memberikan hasil positif mulai dari hari 1 sampai hari terakhir. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa implementasi massage effleurage dapat menurunkan nyeri punggung pada ibu hamil trimester III.   Kata Kunci : Kehamilan; Massage Effleurage; Nyeri Punggung; Trimester III