Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Evaluasi Manajemen Waktu Dan Biaya Proyek Menggunakan Metode Critical Path Method: Studi Kasus Pekerjaan Pembangunan Ruang Kelas SDN 22 Belopa Kabupaten Luwu Fausan, Andi; Jusmidah, Jusmidah; Sulistiono, Waluyo; Nurhidayah, Nurhidayah
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 25 No. 3 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 3, September - Desember Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v25i3.7999

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas durasi dan biaya proyek dengan menganalisis manajemen waktu dan biaya menggunakan Metode Critical Path Method (CPM). Keterlambatan proyek diidentifikasi disebabkan oleh kurangnya tenaga kerja di lokasi dan masalah koordinasi dalam pengadaan material, yang menyebabkan pekerjaan seperti pemasangan dinding dan plesteran tertunda hingga empat minggu dari jadwal semula. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan analisis data kuantitatif menggunakan perhitungan Network Planning, Forward Pass, Backward Pass, dan Total Float. Hasil analisis CPM menunjukkan bahwa durasi waktu penyelesaian proyek yang efektif adalah 126 hari. Waktu ini menghasilkan penghematan waktu signifikan dibandingkan rencana awal dan menunjukkan potensi penghematan 8 hari dari realisasi, contohnya pekerjaan acian dinding dapat dimulai sebelum keseluruhan plesteran dinding selesai. Jalur kritis pada proyek ini ditemukan pada kegiatan: A, C, D, F, G, H, J, Q, dan AE. This study aims to evaluate the effectiveness of the project's duration and cost by analyzing time and cost management using the Critical Path Method (CPM). Project delays were identified as being caused by a lack of labor on site and coordination problems in material procurement, which caused works such as wall installation and plastering to be delayed by up to four weeks from the original schedule. The research method used was a case study with quantitative data analysis using Network Planning, Forward Pass, Backward Pass, and Total Float calculations. The results of the CPM analysis showed that the effective project completion time was 126 days. This time resulted in significant time savings compared to the initial plan and showed a potential saving of 8 days from realization, for example, wall plastering work could begin before the entire wall plastering was completed. The critical path in this project was found in activities: A, C, D, F, G, H, J, Q, and AE.
Analisis Kinerja Biaya Dan Waktu Proyek Menggunakan Metode Earned Value Pada Proyek Revitalisasi SMP Negeri 3 Bua Kabupaten Luwu Aesyar Farib; Jusmidah Jusmidah; Haerianti Haerianti
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 26 No. 1 (2026): Ecosystem Vol. 26 No 1, Januari - April Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v26i1.8693

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja biaya dan waktu pada proyek Revitalisasi SMP Negeri 3 Bua Kabupaten Luwu menggunakan metode Earned Value. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data progres proyek dan laporan biaya pelaksanaan. Analisis dilakukan dengan menghitung indikator kinerja proyek yaitu Budgeted Cost of Work Scheduled (BCWS), Budgeted Cost of Work Performed (BCWP), dan Actual Cost of Work Performed (ACWP). Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai Cost Performance Index (CPI) sebesar 1,00 yang menunjukkan bahwa biaya proyek sesuai dengan anggaran yang direncanakan. Sementara itu nilai Schedule Performance Index (SPI) sebagian besar lebih dari 1 yang menunjukkan bahwa pelaksanaan proyek berjalan lebih cepat dari jadwal yang direncanakan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode Earned Value dapat digunakan sebagai alat evaluasi kinerja proyek yang efektif dalam mengendalikan biaya dan waktu pelaksanaan proyek konstruksi. This study aims to analyze the cost and schedule performance of the Revitalization Project of SMP Negeri 3 Bua, Luwu Regency, using the Earned Value method. This research employed a quantitative approach utilizing project progress data and project cost reports. The analysis was conducted by calculating project performance indicators, namely Budgeted Cost of Work Scheduled (BCWS), Budgeted Cost of Work Performed (BCWP), and Actual Cost of Work Performed (ACWP). The results of the analysis indicate that the Cost Performance Index (CPI) value is 1.00, which shows that the project cost is in accordance with the planned budget. Meanwhile, the Schedule Performance Index (SPI) value is mostly greater than 1, indicating that the project implementation is progressing faster than the planned schedule. These findings demonstrate that the Earned Value method can be used as an effective project performance evaluation tool in controlling cost and schedule in construction project implementation.
Analisis Penggunaan Semen Dan Abu Sekam Padi Sebagai Filler Pada Campuran Aspal Beton AC-WC Piqi M Piqi; Jusmidah Jusmidah; Haerianti Haerianti; Sudirman Sudirman
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 26 No. 1 (2026): Ecosystem Vol. 26 No 1, Januari - April Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v26i1.8697

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan filler dari semen dan abu sekam padi terhadap mutu campuran aspal beton AC-WC. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan membuat benda uji sesuai dengan standar pengujian Marshall. Variasi kadar aspal yang digunakan berkisar antara 5,0% hingga 7,0% untuk menentukan kadar aspal optimum (KAO). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar aspal optimum diperoleh sebesar 6,75% yang memberikan nilai terbaik pada parameter Marshall. Selanjutnya dilakukan variasi campuran filler semen dan abu sekam padi. Campuran dengan komposisi 6% abu sekam padi dan 2% semen menghasilkan nilai stabilitas tertinggi sebesar 911,79 kg dan Marshall Quotient (MQ) sebesar 398,02 kg/mm serta memenuhi spesifikasi Bina Marga 2018. Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan yang cukup kuat antara stabilitas dan VFB serta antara komposisi filler dan nilai MQ. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan komposisi filler mempengaruhi performa mekanis campuran AC-WC. This study aims to analyze the effect of using cement and rice husk ash as filler materials on the quality of Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) mixtures. The research employed an experimental method by preparing test specimens based on the Marshall testing standard. The asphalt content variation ranged from 5.0% to 7.0% in order to determine the Optimum Asphalt Content (OAC). The results showed that the optimum asphalt content was obtained at 6.75%, which provided the best values for the Marshall parameters. Furthermore, variations of cement and rice husk ash filler were tested. The mixture with a composition of 6% rice husk ash and 2% cement produced the highest stability value of 911.79 kg and a Marshall Quotient (MQ) of 398.02 kg/mm, meeting the specifications of Bina Marga 2018. The Pearson correlation test results indicated a relatively strong relationship between stability and VFB, as well as between filler composition and MQ values. These findings indicate that variations in filler composition influence the mechanical performance of AC-WC mixtures.
Pengaruh Penggunaan Fly Ash Sebagai Filler Terhadap Karakteristik Marshall Campuran Aspal AC-BC Berdasarkan Analisis Kepadatan Mutlak Nur Fadila; Jusmidah Jusmidah; Haerianti Haerianti; Indrajaya Indrajaya
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 26 No. 1 (2026): Ecosystem Vol. 26 No 1, Januari - April Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v26i1.8699

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik campuran aspal AC-BC dengan pemanfaatan fly ash dari Asphalt Mixing Plant (AMP) PT. Piranti Jagad Raya sebagai bahan pengisi (filler) melalui pengujian kepadatan mutlak dan parameter Marshall. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Variasi kadar fly ash yang digunakan dalam campuran yaitu 0%, 2%, 4%, dan 6%. Parameter yang dianalisis meliputi stabilitas, flow, Void in Mix (VIM), Void in Mineral Aggregate (VMA), Void Filled with Bitumen (VFB), kepadatan, serta Marshall Quotient (MQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada campuran dengan kepadatan 75 × 2 tumbukan, variasi fly ash sebesar 0% dan 6% memenuhi spesifikasi teknis, sedangkan variasi 2% dan 4% tidak memenuhi beberapa parameter Marshall. Pada campuran dengan kepadatan 400 × 2 tumbukan, variasi 0%, 4%, dan 6% memenuhi spesifikasi teknis, sedangkan variasi 2% tidak memenuhi beberapa persyaratan. Hasil analisis korelasi menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara kepadatan normal dan kepadatan mutlak dengan nilai signifikansi kurang dari 0,05, yang menunjukkan tingkat hubungan yang sangat kuat. This study aims to analyze the characteristics of Asphalt Concrete–Binder Course (AC-BC) mixtures by utilizing fly ash from the Asphalt Mixing Plant (AMP) of PT. Piranti Jagad Raya as a filler material through absolute density testing and Marshall parameters. This research employed an experimental method. The variations of fly ash content used in the mixture were 0%, 2%, 4%, and 6%. The parameters analyzed included stability, flow, Void in Mix (VIM), Void in Mineral Aggregate (VMA), Void Filled with Bitumen (VFB), density, and Marshall Quotient (MQ). The results showed that for mixtures with a compaction level of 75 × 2 blows, the fly ash variations of 0% and 6% met the technical specifications, while the 2% and 4% variations did not meet several Marshall parameters. For mixtures with a compaction level of 400 × 2 blows, the variations of 0%, 4%, and 6% met the required specifications, whereas the 2% variation did not satisfy several requirements. The correlation analysis results indicated a positive and significant relationship between normal density and absolute density with a significance value of less than 0.05, indicating a very strong correlation between the two variables.
Evaluasi Kinerja Operasi Dan Pemeliharaan Saluran Irigasi Tersier Menggunakan Metode Participatory Rapid Appraisal (PRA) di Desa Lalong, Kecamatan Walenrang Muh. Ardiat Nur Alif; Jusmidah Jusmidah; Syahrul Ramadhan
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 26 No. 1 (2026): Ecosystem Vol. 26 No 1, Januari - April Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v26i1.8701

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja operasi dan pemeliharaan saluran irigasi tersier di Desa Lalong, Kecamatan Walenrang dengan menggunakan metode Participatory Rapid Appraisal (PRA). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif yang dilengkapi dengan data kuesioner berskala Likert serta data kualitatif yang diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara, dan Focus Group Discussion (FGD). Analisis data dilakukan dengan menghitung nilai rata-rata skor kuesioner untuk setiap indikator serta menginterpretasikan hasil berdasarkan kategori penilaian kinerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek operasional memperoleh skor rata-rata sebesar 3,84 yang termasuk dalam kategori baik. Aspek pemeliharaan memperoleh skor rata-rata sebesar 3,12 yang termasuk dalam kategori cukup, sedangkan aspek partisipasi memperoleh skor rata-rata sebesar 3,54 yang termasuk dalam kategori baik. Secara keseluruhan, kinerja operasi dan pemeliharaan saluran irigasi tersier di Desa Lalong berada pada kategori cukup hingga baik. Meskipun distribusi air ke lahan pertanian relatif berjalan lancar, kegiatan pemeliharaan saluran masih bersifat insidental dan partisipasi petani dalam kegiatan pemeliharaan belum merata. This study aims to evaluate the performance of operation and maintenance of tertiary irrigation channels in Lalong Village, Walenrang District using the Participatory Rapid Appraisal (PRA) method. This research employed a quantitative descriptive approach supported by Likert-scale questionnaire data and qualitative data obtained through field observations, interviews, and Focus Group Discussions (FGD). Data analysis was conducted by calculating the mean score of the questionnaire responses for each indicator and interpreting the results based on performance assessment categories. The results indicate that the operational aspect obtained an average score of 3.84, which falls into the good category. The maintenance aspect obtained an average score of 3.12, which is classified as moderate, while the participation aspect obtained an average score of 3.54, which is categorized as good. Overall, the performance of operation and maintenance of tertiary irrigation channels in Lalong Village is classified as moderate to good. Although water distribution to agricultural land generally runs smoothly, channel maintenance activities are still incidental and farmers’ participation in maintenance activities has not been evenly distributed.
Hubungan Penerapan Tender Elektronik dengan Efisiensi Waktu Dan Biaya Pengadaan Barang Dan Jasa: Studi Kasus: LPSE Kota Palopo Audy Ainun; Jusmidah Jusmidah; Muhammad Fikri
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 26 No. 1 (2026): Ecosystem Vol. 26 No 1, Januari - April Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v26i1.8706

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan tender elektronik (e-Tendering) terhadap efisiensi waktu dan biaya dalam proses pengadaan barang dan jasa di LPSE Kota Palopo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan inferensial. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 16 responden yang terdiri dari admin LPSE, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Kelompok Kerja (Pokja), serta penyedia jasa. Instrumen penelitian menggunakan skala Likert 1–5. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis persentase dan uji korelasi Pearson untuk mengetahui hubungan antara variabel tender elektronik dengan efisiensi waktu dan biaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan e-Tendering di Kota Palopo mampu meningkatkan efisiensi proses pengadaan. Nilai rata-rata persepsi responden terhadap kemudahan sistem, efisiensi waktu, dan efisiensi biaya berada pada kategori sangat tinggi dengan persentase antara 84% hingga 96%. Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat dan positif antara tender elektronik dengan efisiensi waktu (r = 0,95) serta efisiensi biaya (r = 0,93). Selain itu, proses tender elektronik hanya membutuhkan waktu sekitar dua minggu dengan biaya berkisar Rp0 hingga Rp100.000, sedangkan tender manual memerlukan waktu sekitar tiga minggu dengan biaya antara Rp500.000 hingga Rp3.000.000. Dengan demikian, penerapan e-Tendering terbukti meningkatkan efisiensi waktu dan biaya dalam proses pengadaan barang dan jasa di LPSE Kota Palopo. This study aims to analyze the effect of implementing electronic tendering (e-Tendering) on time and cost efficiency in the procurement process of goods and services at the LPSE of Palopo City. This research employed a quantitative approach using descriptive and inferential methods. Data were collected through questionnaires distributed to 16 respondents consisting of LPSE administrators, Commitment Making Officials (PPK), Working Groups (Pokja), and service providers. The research instrument used a Likert scale ranging from 1 to 5. Data analysis was conducted using percentage analysis and Pearson correlation tests to determine the relationship between electronic tendering and time and cost efficiency. The results indicate that the implementation of e-Tendering in Palopo City improves the efficiency of the procurement process. The average perception score of respondents regarding system usability, time efficiency, and cost efficiency falls within a very high category, with percentages ranging from 84% to 96%. The Pearson correlation test results show a very strong and positive relationship between electronic tendering and time efficiency (r = 0.95), as well as cost efficiency (r = 0.93). Furthermore, the electronic tendering process only requires approximately two weeks with costs ranging from IDR 0 to IDR 100,000, whereas manual tendering takes around three weeks with costs ranging from IDR 500,000 to IDR 3,000,000. Therefore, the implementation of e-Tendering has been proven to improve time and cost efficiency in the procurement process of goods and services at the LPSE of Palopo City.