Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. B GANGGUAN PERSEPSI SENSORI HALUSINASI PENDENGARAN DENGAN FOKUS TINDAKAN TERAPI MUSIK DI RSJD Dr. RM. SOEDJARWADI KLATEN Amalia Anggun Pramesti; Sudiarto; Wiwik Priyatin
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i1.387

Abstract

Berdasarkan Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) (2018), di Indonesia, penderita skizofrenia sekitar 6,7% dari 282,654 penduduk. Satu ciri khas skizofrenia adalah halusinasi sensori, salah satunya pada sensori pendengaran. Halusinasi pendengaran biasa mendengar suara-suara tetapi orang lain tidak mendengar. Apabila halusinasi tidak ditangani dengan baik, maka dapat menimbulkan risiko terhadap keamanan diri pasien sendiri, orang lain, juga lingkungan sekitar. Salah satu cara untuk menurunkan halusinasi pendengaran yaitu dengan terapi musik. Penelitian bertujuan untuk mengetahui asuhan keperawatan pada pasien gangguan persepsi sensori hausinasi pendengaran dengan fokus tindakan terapi musik. Menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan. Hasil setelah dilakukan terapi musik klasik ini diberikan selama 2 kali sehari (pagi, siang) dengan durasi 10-15 menit selama 3 hari dengan menggunakan MP3 dan headset frekuensi halusinasi menurun. Didapatkan kesimpulan terapi musik klasik dapat menurunkan frekuensi halusinasi pendengaran. Kata Kunci : Halusinasi, Musik, Skizofrenia
PENERAPAN KOMPRES HANGAT BULI-BULI UNTUK MENURUNKAN INTENSITAS NYERI PADA Ny. D DENGAN GOUT ARTHRITIS DI WILAYAH PUSKESMAS KUTASARI KABUPATEN PURBALINGGA Lisa Agustina; Sudiarto; Fida Dyah Puspasari
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i1.390

Abstract

Berdasarkan data Riskesdas (2018), persentase permasalahan sendi gout arthritis di Indonesia sebanyak 7,3% dari diagnosis dokter. Gout arthritis merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan adanya penumpukan kristal urat sehingga menimbulkan nyeri pada persendian. Nyeri merupakan rusaknya jaringan yang menimbulkan rasa sakit dan ketidaknyamanan pada penderitanya. Dampak dari serangan gout arthritis berulang akan mengakibatkan kerusakan dan kecacatan karena kontraktur sendi. Salah satu penanganan nonfarmakologi pada penderita gout arthritis yaitu dengan kompres hangat buli-buli yang dapat menurunkan intensitas nyeri. Tujuan penelitian untuk menggambarkan penerapan kompres hangat buli-buli untuk menurunkan intensitas nyeri pada pasien Gout Arthritis. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil setelah dilakukan kompres hangat buli-buli selama 20 menit dalam waktu 3 hari terjadi penurunan intensitas nyeri dengan rata-rata 2 sampai 3. Kesimpulan yang dapat diambil kompres hangat buli-buli terbukti menurunkan intensitas nyeri gout arthritis. Kata Kunci : Gout Arthritis, Nyeri, Kompres Hangat Buli-Buli
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. S SKIZOFRENIA RISIKO PERILAKU KEKERASAN DENGAN FOKUS TINDAKAN DZIKIR DI RUANG FLAMBOYAN RSJD Dr. RM. SOEDJARWADI KLATEN Nurizky Sephia Putri; Fida Dyah Puspasari; Sudiarto
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i1.432

Abstract

Skizofrenia adalah gangguan mental dengan ciri-ciri perilaku dan percakapan yang tidak biasa, pikiran yang tak teratur, keyakinan yang keliru, dan pengalaman halusinasi. Salah satu masalah utama bagi individu dengan skizofrenia adalah risiko perilaku kekerasan. Risiko perilaku kekerasan adalah perilaku yang menunjukkan kemungkinan untuk mengancam keselamatan diri sendiri, orang lain, dan lingkungan, baik secara fisik, emosional, seksual, maupun verbal. Salah satu strategi yang diajarkan adalah terapi spiritual dzikir, di mana individu mendekatkan diri pada keyakinan yang diyakini. Penelitian terkait terapi spiritual dzikir menunjukkan bahwa penggunaannya dapat mengurangi gejala dan tanda risiko perilaku kekerasan, sambil meningkatkan kemampuan kognitif pasien. Penelitian ini bertujuen untuk mendapatkan gambaran nyata tentang skizofrenia dengan risiko perilaku kekerasan yang berfokus pada tindakan dzikir di ruang flamboyan Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr. RM. Soedjarwadi Klaten. Menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan. Setelah dilakukan tindakan tanda dan gejala risiko perilaku kekerasan menurun setelah dilakukan dzikir berupa Astaghfirullah 33 kali, Subhanallah 33 kali, Alhamdulillah 33 kali, Allahu Akbar 33 kali yang dilakukan pada waktu pagi hari (08.00) dan siang hari (12.30) selama 3 hari dalam waktu 30 menit. Kesimpulan yang dapat diambil yaitu asuhan keperawatan pada Tn. S skizofrenia risiko perilaku kekerasan selama tiga hari dengan fokus tindakan dzikir terdapat penurunan tanda dan gejala risiko perilaku kekerasan. Kata kunci: Skizofrenia, Risiko perilaku kekerasan, Dzikir
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn.M SKIZOFRENIA HALUSINASI PENDENGARAN DENGAN INTERVENSI MENGONTROL HALUSINASI BERCAKAP-CAKAP DENGAN ORANG LAIN DI RUMAH SAKIT DR. RM SOEDJARWADI KLATEN Fikri Wiliyanto; Fida Dyah Puspasari; Sudiarto
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i1.433

Abstract

In Indonesia, the prevalence of schizophrenia/psychosis is around 6.7 per 1000 households. Hallucinations are a condition that befalls individuals with mental disorders which results in changes in the patient's subjective perception, which is characterized by the patient experiencing sensations such as sound, sight, taste and touch without any clear stimulation. If not treated immediately, the symptoms will get worse and can cause harm. self. One effective method for controlling schizophrenia is to encourage people to interact or converse with other people. The benefit of the activity is that it prevents hallucinations from occurring. The aim of the research is to determine the description of nursing care for patients with schizophrenic auditory hallucinations with a focus on the act of conversing with other people. Using descriptive methods by managing patients arranged in nursing care, functions to create systematic, real and precise descriptions of the facts.  The results of focused therapeutic actions on conversing with other people for 3 days can reduce the signs and symptoms of auditory hallucinations. This is proven when conversing with other people, the patient focuses on the conversation and can avoid whispers that are not real to the patient. It was concluded that the technique of conversing with other people can prevent signs and symptoms of auditory hallucinations.
GAMBARAN PERAWATAN ULKUS DIABETIKUM GRADE II MENGGUNAKAN METODE MOIST WOUND HEALING (METCOVAZINE REGULER) PADA Tn. M DI DESA KUTAWULUH KECAMATAN PURWANEGARA KABUPATEN BANJARNEGARA Rizka Hidayati; Sudiarto; Dwi Astuti
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i1.454

Abstract

Latar belakang: Ulkus diabetikum merupakan salah satu komplikasi diabetes melitus. Setiap tahun penderita ulkus diabetikum mencapai 2% dan 5-7.5 % lainnya mengalami neuropati perifer. Kondisi ini perlu diperhatikan untuk mengurangi terjadinya kejadian amputasi. Salah satu penatalaksanaan yang efektif yaitu dengan perawatan luka menggunakan metode moist wound healing (Metcovazine Reguler). Tujuan: Untuk mengetahui gambaran dari penerapan metode moist wound healing (Metcovazine Reguler) pada proses penyembuhan ulkus diabetikum grade II. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil: Setelah melakukan perawatan luka 3 hari sekali selama 2 minggu menggunakan metode moist wound healing (Metcovazine Reguler) didapatkan bahwa kondisi luka semakin membaik dengan penurunan skor dari 25 menjadi 18. Hal ini didukung oleh pemilihan dressing tersier serta terjaganya kelembaban luka. Kesimpulan: Perawatan luka menggunakan metode moist wound healing (Metcovazine Reguler) efektif untuk penyembuhan ulkus diabetikum grade II.
ASUHAN KEPERAWATAN GANGGUAN ISOLASI SOSIAL: MENARIK DIRI DENGAN FOKUS TINDAKAN LATIHAN Fauzi Hendrawan; Fida Dyah Puspasari; Sudiarto
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i1.466

Abstract

Latar Belakang: Menurut laporan Riskesdas (2018), jumlah individu dengan gangguan jiwa berat atau psikosis diperkirakan mencapai sekitar 450 ribu jiwa. Prevalensi gangguan jiwa skizofrenia (per 1000 rumah tangga) cenderung lebih tinggi di daerah pedesaan (7,0%) dibandingkan dengan di perkotaan (6,4%). Isolasi sosial adalah salah satu diagnosa keperawatan yang diberikan kepada klien yang menunjukkan perilaku menyendiri, cenderung menarik diri dari interaksi sosial, dan menolak untuk berinteraksi dengan orang lain. Efek dari isolasi sosial dapat menyebabkan halusinasi. Latihan berkenalan adalah sebuah intervensi untuk membantu pasien mengembangkan keterampilan sosial dasar, sehingga pasien dapat mulai berinteraksi kembali dengan lingkungan sosialnya, dan mengurangi tanda dan gejala isolasi sosial, serta mengendalikan kondisi tersebut sehingga akumulasi isolasi sosial dapat berkurang. Tujuan: Mengetahui gambaran asuhan keperawatan pasien gangguan isolasi sosial: menarik diri dengan fokus tindakan latihan berkenalan. Metode: Deskriptif yang tujuannya untuk menggambarkan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan isolasi sosial: menarik diri dengan fokus tindakan latihan berkenalan. Hasil: Latihan berkenalan dapat menurunkan tanda dan gejala isolasi sosial. Hal ini dikarenakan sebelum diberikan intervensi terdapat 13 gejala yang muncul kepada Nn. B, kemudian setelah diberikan intervensi selama 6 hari didapatkan penurunan 11 gejala yang muncul pada Nn. B, sehingga hanya tersisa 2 tanda dan gejala yang masih muncul pada Nn. B. Kesimpulan: Latihan berkenalan dapat menurunkan tanda dan gejala isolasi sosial. Kata Kunci : Asuhan keperawatan, isolasi sosial, latihan berkenalan.
NURSING CARE FOR MRS. A AT RISK OF VIOLENT BEHAVIOR WITH A FOCUS ON DEEP BREATHING RELAXATION AT DR. RM SOEDJARWADI REGIONAL MENTAL HOSPITAL, KLATEN Ika Setiani; Fida Dyah Puspasari; Sudiarto
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 4 (2025): Vol. 2 No. 4 Edisi Oktober 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i4.1451

Abstract

Background: According to WHO (2022), there are 24 million people suffering from schizophrenia, with 3,980 of them at risk of violent behavior. The risk of violent behavior is an angry response that can manifest physically or verbally. If not addressed promptly, the risk of violent behavior can endanger both the individual and others. This condition poses a serious challenge as it can disrupt the patient’s recovery process and create anxiety in the surrounding environment. Therefore, appropriate nursing interventions are needed—not only to calm the patient but also to enhance the patient’s ability to control their emotions. One of the interventions that can be applied is the deep breathing relaxation technique. Objective: To describe the nursing care from assessment to evaluation for Mrs. A with a risk of violent behavior, focusing on the deep breathing relaxation intervention. Method: This scientific paper uses a descriptive research method in the form of a case study. Results: After three days of nursing interventions for patient with a risk of violent behavior using deep breathing relaxation, the client showed reduced tension and was able to control her emotions well. Conclusion: Deep breathing relaxation for patient was effective in reducing the risk of violent behavior.
Resolution Of Land Disputes Through Mediation Study At The National Land Agency Of Central Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia Pratama, Buyung Alfian; Sudiarto; Kaharudin
Private Law Vol 5 No 2 (2025): Private Law Universitas Mataram
Publisher : Faculty of Law, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/prlw.v5i2.7276

Abstract

The ongoing development of human life, coupled with the imbalance in land availability, has led to serious consequences for the relationship between land and humans. One major consequence is the growing demand from the community for civil rights, making land disputes inevitable. The resolution of land disputes through the courts is often seen as inadequate, prompting efforts for resolution through mediation. Mediation related to land is governed by the Regulation of the Minister of Agrarian Affairs and Spatial Planning/Head of BPN Number 21 of 2020 concerning Handling and Settlement of Land Cases. This study aims to analyze and understand the extent of the implementation of the Agrarian Ministerial Regulation/Head of BPN RI No. 21 of 2020, as well as the supporting and inhibiting factors in the mediation process. The theories utilized in this study include the theory of justice, the theory of legal certainty, the theory of legal protection, and the theory of dispute resolution. The study employs an empirical legal research method, utilizing a statutory approach, a case approach, and a conceptual approach. The findings indicate that, in the implementation of mediation at the BPN of Central Lombok, the regulatory reference used is Article 44 of the Agrarian Ministerial Regulation/Head of BPN Number 21 of 2020. This implementation involves several stages: submission of applications, document examination, mediator appointment, the mediation process, and the execution of mediation agreements. The supporting factors for mediation include the willingness of the parties, the competence and neutrality of the mediator, the availability of clear administrative evidence, government and institutional support, and the presence of solutions that benefit all parties. The inhibiting factors for mediation are the uncooperative attitudes of the parties, unclear land statuses, external influences, and the lack of strict sanctions for uncooperative parties.
Kedudukan Hukum Kreditor Separatis Terhadap Eksekusi Jaminan Dalam Kepailitan Yang Hartanya Lebih Kecil Daripada Utangnya Prasetya, Ossy Abel; Sudiarto; Raodah , Putri
Commerce Law Vol. 3 No. 2 (2023): Commerce Law
Publisher : Departement Business Law, Faculty of Law, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/commercelaw.v3i2.3250

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk perlindungan hukum bagi para kreditur separatis dalam proses kepailitan dan kedudukan hak kreditor separatis terhadap eksekusi jaminan dalam kepailitan yang harta pailitnya lebih kecil daripada utangnya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif, yaitu dengan melakukan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Berdasarkan hasil penelitian, perlindungan hukum terhadap kreditor separatis perspektif Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang dapat diidentifikasi diperoleh dengan dua bentuk, yaitu perlindungan hukum preventif dan perlindungan hukum represif. Dimana perlindungan preventif dalam konteks pencegahan kerugian kreditor separatis dalam proses kepailitan diakomodir dalam Pasal 138 dan Pasal 178 ayat 1. Dalam hal perlindungan hukum represif, kreditor separatis dapat mengajukan berbagai upaya hukum seperti perlawanan, kasasi, peninjauan kembali, dan perdamaian. Kemudian Hak kreditur separatis ketika dalam keadaan insolven juga mempunyai hak sama dengan sebelum keadaan insolven tetapi haknya sudah bisa digunakan oleh kreditur separatis
Kedudukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dalam Memberikan Perlindungan Hukum Terhadap Pinjaman Online Anita; Sudiarto; Raodah , Putri
Commerce Law Vol. 3 No. 2 (2023): Commerce Law
Publisher : Departement Business Law, Faculty of Law, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/commercelaw.v3i2.3537

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kedudukan otoritas jasa keuangan dalam memberikan perlindungan hukum terhadap pinjaman online,dan untuk mengetahui bentuk perlindungan hukum bagi pinjaman online. Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif. Dengan menggunakan pendekatan peraturan perundang-undangan. Hasil penelitian bahwa Kedudukan Otoritas Jasa Keuangan Berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan disebutkan bahwa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adalah lembaga yang terintegrasi maupun independent yang memiliki fungsi, tugas dalam mengatur system regulasi melakukan pengawasan terhadap kegiatan jasa keuangan. Adapun Bentuk perlindungan hukum bagi pinjaman online yang diberikan oleh OJK yaitu untuk menghentikan kegiatan usaha apabila pelanggaran tersebut mengakibatkan kerugian.