Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Penerapan National Early Warning Score System (Newss) oleh Perawat di Ruang Rawat Inap Bedah Rsud Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Penelitian Ariani; Surianto; Benny H.L. Situmorang
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5726

Abstract

Latar belakang: National Early Warning System (NEWSS) merupakan sebuah sistem peringatan dini yang menggunakan penanda berupa skor untuk menilai pemburukan kondisi pasien dan dapat meningkatkan pengelolaan penyakit secara perawatan menyeluruh. Implementasi NEWSS yang tidak baik terjadi akibat kurangnya pengetahuan dan keterampilan staf klinis, termasuk perawat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dengan penerapan National Early Warning Score System (NEWSS) oleh perawat di ruang rawat inap RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, yaitu pengambilan data yang dilakukan dalam satu kali pengukuran. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 41 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan perawat dan kuesioner penerapan NEWSS. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil analisis uji chi-square menunjukkan nilai p = 0,001 (< 0,05), yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan perawat dengan penerapan NEWSS di ruang rawat inap RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan perawat dengan penerapan NEWSS
Pengaruh Pemberian Terapi Benson Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Wani Kecamatan Tanantovea: Penelitian Sriwarni A. Djana; Surianto; Sabir
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5986

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan data World Health Organization (WHO) tahun 2023, sekitar 1,28 miliar orang dewasa di dunia mengalami hipertensi dengan perkiraan angka terus meningkat. Prevalensi hipertensi tahun 2023 di Indonesia mencapai 30, 8 % berdasarkan pengukuran tekanan darah. Data dinas kesehatan Kota Bandung tahun 2023 prevalensi hipertensi mencapai 1,89% berada pada pada posisi kota ke 5 dengan 13.154 orang mengalami hipertensi. Tujuan penelitian menganalisis Pengaruh Pemberian Terapi Relaksasi Benson Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Wani Kecamatan Tanantovea. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan analitik menggunakan desain pra experimental. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien dengan hipertensi periode Mei yang berjumlah 110 pasien. Sampel 52 responden, dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Hasil Penelitien: Sebelum intervensi, sebagian besar responden berada pada kategori hipertensi derajat 1 (67,3%) dan hipertensi derajat 2 (32,7%). Setelah pemberian terapi Benson, terjadi pergeseran kategori tekanan darah, di mana mayoritas responden berada pada kategori normal tinggi (38,5%) dan normal (36,5%), dengan penurunan jumlah responden pada kategori hipertensi. Berdasarkan hasil uji statistik Wilcoxon diperoleh nilai p = 0,000 (p < 0,05) yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan pemberian terapi Benson terhadap penurunan tekanan darah.
Penegakan Hukum Penitensier Bagi Pelaku Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Wilayah Hukum Polres Wajo YUstiana; Miftahul Khair; Ahmad Fausan; Surianto; Anugrah Saputra
Legal Journal of Law Vol 5 No 1 (2026): Edisi Mei 2026
Publisher : Yayasan Pengembangan Sumber Daya Insani Lamaddukelleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67032/ljl.v5i1.174

Abstract

The purpose of the study is to provide legal protection for victims of sexual violence against children and to determine the factors that hinder law enforcement against perpetrators of sexual violence against children in the Wajo Police Criminal Investigation Unit. The research method used by the researcher is two methods, namely normative legal research, by taking legal data sources and secondary data, by processing data from primary, secondary, and tertiary legal materials. Data collection tools include library research, as well as qualitative research with field research, through observation and interviews with respondents. The results of the study indicate that legal protection for victims of sexual violence against children, namely legal protection for child victims of sexual violence at the Police (PPA Unit) includes assistance by female police officers (psychologists), identity confidentiality, trauma prevention (child-friendly interviews), and law enforcement based on the TPKS Law No. 12/2022 and the Child Protection Law. These efforts include medical, social assistance, and the right to restitution. The police collaborate with the UPTD PPA, the Social Service, or psychologists to provide assistance during the investigation process for trauma recovery. Factors hindering law enforcement against perpetrators of sexual violence against children at the Wajo Police Criminal Investigation Unit are: Based on a study of law enforcement for sexual violence against children, the main inhibiting factors at the Wajo Police Criminal Investigation Unit generally include internal obstacles (lack of dedicated PPA personnel, limited infrastructure) and external obstacles (victims or families being afraid to report, lack of evidence or witnesses, and efforts to resolve the matter amicably).
Spiritual Kaum Sufi dalam Menapaki Jalan Tariqat Surianto; Syarifuddin
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 4 No. 2 (2026): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v4i2.864

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengalaman spiritual kaum Sufi dalam menapaki jalan tarekat di tengah tantangan modern, dengan fokus pada proses transformasi, hambatan internal- eksternal, peran mursyid, dan aktualisasi konsep tasawuf klasik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi dan etnografi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 20 salikin dan 2 mursyid Tarekat Naqsyabandiyah pimpinan Prof.Dr.H.SS. Kadirun Yahya MA, observasi partisipatif selama 6 bulan, dan studi dokumen. Analisis data menggunakan analisis tematik Braun & Clarke. Proses transformasi spiritual berpusat pada disiplin dzikir, mujahadah an-nafs, dan ketaatan kepada mursyid. Tantangan utama meliputi: (1) internal: distraksi digital (78% salikin mengakui gangguan gawai), godaan ujub; (2) eksternal: tekanan ekonomi-budaya modern, krisis otoritas mursyid (hanya 38% memiliki sanad terverifikasi), dan komersialisasi spiritual. Mursyid berperan sentral sebagai penjaga otentisitas jalan spiritual, meski menghadapi fragmentasi komunitas. Konsep maqamat teraktualisasi dalam perubahan perilaku berkelanjutan, sedangkan ahwal lebih sering dialami sebagai pengalaman sementara (dzauq). Spiritualitas Sufi dalam tarekat kontemporer mengalami transformasi adaptif namun tetap mempertahankan inti esoterisnya. Keberhasilan suluk sangat bergantung pada kualitas bimbingan mursyid, ketahanan komunitas, dan kemampuan salikin mengelola tantangan modern. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan model tarbiyah ruhiyah yang kontekstual di era digital.