Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Public Corner

INOVASI PEMERINTAH DESA LOBUK DALAM MEWUJUDKAN DESA MANDIRI DAN BERKELANJUTAN Nur Alfiyah; Nur Inna Alfiyah
PUBLIC CORNER Vol 17 No 1 (2022): Public Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fisip.v17i1.1869

Abstract

Policies to improve the living standards of people in rural areas it has been widely used in various programs. Various programs that have been implemented through existing policies so far show the impression that there has not been a significant pattern or formula that can continuously improve the standard of living of the people in the village, especially in the villages. So to break the chain of ineffectiveness of the policy, an innovation is needed so that the existing villages can be separated from the uncertainty of the realization of a policy. Innovations that exist at this time can be done by utilizing the sophistication of technology and information in the era of digitalization. One of them is by utilizing the internet as a means of innovation in an effort to develop villages towards independent and sustainable villages. As has been done by Lobuk Village, Bluto District, which is able to create innovation by providing services based on android applications, so the purpose of this research is to see how the innovations made by Lobuk village in realizing an independent village. This study uses a qualitative descriptive method to describe, explain and answer in more detail village problems. The results showed that Lobuk village in an effort to implement existing innovations was able to provide improved services to the community, this was proven by the release of Lobuk Village as the winner in the village and urban village competition as a champion at the East Java Province level as the only and first to become an independent village in Sumenep Regency. Keywords :Innovation, Independent and Sustainable Village, Lobuk Village
UPAYA PERUBAHAN PERILAKU MASYARAKAT PESISIR KEPULAUAN KANGEAN (DUSUN NYAPLONGONDUNG) DALAM MENYELESAIKAN WAJIB BELAJAR 12 TAHUN Enza Resdiana; Nur Inna Alfiyah
PUBLIC CORNER Vol 13 No 1 (2018): Public Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.601 KB) | DOI: 10.24929/fisip.v12i1.462

Abstract

Pendidikan merupakan bagian tidak terpisahkan dari kehidupan sosialmasyarakat, namun tidak semua lapisan masyarakat yang ada di negara Indonesiamampu merasakan tujuan dan manfaat pendidikan. Hal ini umumnya dirasakanoleh masyarakat yang tinggal di daerah pelosok atau terpencil seperti halnyamasyarakat kepulauan Kangean. Jauhnya jarak antara kecamatan dan pemerintahkebupaten serta kurangnya akses terhadap lembaga-lembaga pemerintah membuatprogram yang dijalankan pemerintah seperti wajib belajar 12 tahun menjaditerhambat. Faktor penghambat program tersebut berasal dari kelompokmasyarakat sendiri yang dipengaruhi oleh tingkat pola pikir masyarakat yang acuhterhadap pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan kontribusi positifdalam merubah perilaku masyarakat terutama pandangan masyarakat terhadapmanfaat pentingnya pendidikan untuk bekal mereka dalam menghadapi tantangandi era globalisasi terutama dalam persaingan ekonomi. Hasil penelitian menjukkanbahwa upaya perubahan perilaku masyarakat dalam menyelesaikan wajib belajar12 tahun perlu didukung oleh semua pihak baik baik itu Pemerintah Pusat,Pemerintah Daerah, Pihak Sekolah, Kepala desa dan tokoh masyarakat melaluisosialisai, pemahaman langsung kepada masyarakat maupun siswa, untukmerubaha cara pandang dan berfikir betapa pentingnya pendidikan khususyaprogram wajib belajar 12 tahun.
MIGRASI DALAM PERUBAHAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DESA TALANGO Fajrin Nurul Qomariya; Hadi Soetarto; Nur Inna Alfiyah
PUBLIC CORNER Vol 16 No 1 (2021): Public Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fisip.v16i1.1597

Abstract

AbstractPopulation migration is an integral part of the development process in Indonesia. Thephenomenon of migration that does not take place within a country is widely seen in variousregions of Indonesia, each region certainly has different characteristics and each region hasnatural resources and human resources. which are not equal in number, this differencecauses the distribution of the population to be uneven and also a change in mindset that isnot in accordance with what is desired.This study aims to describe an economic condition of the Talango village communitycaused by migration, which of course gives a good influence on an economic condition interms of social and development in Talanago village.The results of this study in the title Migration in Changes in Socio-EconomicConditions of the Talango Village Community, which describe several conclusions that havebeen studied and analyzed using the theory of Everett, S Lee 1970 in Purwanto, (2007: 2017)there are three factors that need to be considered in the process. population migration,among others, positive factors, negative factors, neutral factors discussion that can be takenfrom this research are as follows: positive factors where the population because someonewants to change their standard of living for the better, economic factors are the drivingfactors that people migrate to leave their place of residence development, the availability ofjobs and opportunities to earn higher incomes are very accurate attractors in changingsocio-economic conditions, and also higher opportunities to obtain education becomeattractive as migrant actors as students, favorable environmental conditions provide apattern of life. up who live a prosperous life, and where progress at the destination is one ofthe most important accesses seen by migrant actors, while neutral factors are real factorsthat exist at the place of origin or destination are not yet the main factors, because in the endit returns to the response someone about these factors, personal sensitivity and intelligence,every time you make a decision from yourself there must be obstacles or obstacles there are anumber of factors that keep people from staying there, and attract outsiders to move to thatplace, there are a number of negative factors that encourage people to move from the place.Keywords: Migration, Driving Factors for Migration
OPTIMALISASI PRAMUWISATA DALAM PELAYANAN KEPARIWISATAAN DI KABUPATEN SUMENEP Meiry Soraya; Hadi Soetarto; Nur Inna Alfiyah
PUBLIC CORNER Vol 16 No 2 (2021): Public Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fisip.v16i2.1698

Abstract

AbstrakMasalah yang diteliti dalam skripsi ini Bagaimanakah Optimalisasi Pramuwisata DalamPelayanan Kepariwisataan Di Kabupaten Sumenep, sedangkan tujuan penelitian UntukMengetahui Optimalisasi Pramuwisata Dalam Pelayanan Kepariwisataan Di KabupatenSumenep. Metode penelitian deskreptif kualitatif, dengan fokus penelitian yaitu 1) Toconduct to direct, 2) To point out, dan 3), To inform. Subjek penelitian ini informan kunci,utama dan pendukung, teknik pengumpulan data interview, observasi dan dokumentasi,dengan analisa data dengan pendekatan reduksi data dan verifikasi data. Hasil penelitianmenunjukkan menunjukkan pramuwisata dapat memberikan pelayanan kepariwisataan yangsangat optimal kepada kunjungan wisatawan kei Kabupaten Sumenep, yang terlihat dariTo Conduct To Direct yang mengatur dan melaksanakan kegiatan perjalanan wisata, dan ToPoint Out mengantarkan perjalanan wisatawan ke objek-objek dan daya tarik wisata yangdikehendaki, agar wisatawan merasakan kenyamanan serta To Inform, pramuwisatamemberikan informasi dan penjelasan mengenai objek dan daya tarik wisata yang dikunjungi.Pemanduan wisata yang dilakukan oleh Pramuwisata asuhan Dinas Pariwisata,Kebudayaan,Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Sumenep telah menunjukkan adanyaoptimalisasi tugas sebagai pramuwisata dalam mengantarkan dan dan mendampingiwisatawan di Kabupaten Sumenep.Kata Kunci : Optimalisasi, Pelayanan Pariwisata dan PramuwisataAbstractProblem that is analyzed in this paper How Optimalisasi Pramuwisata In Ministeringtourism At Regency Sumenep, meanwhile to the effect research To Know OptimalisasiPramuwisata In Ministering tourism At Regency Sumenep. Deskreptif kualitatif'sobservational method, with observational focus which is 1 ) To conduct to direct , 2 ) Topoint out, and 3), To inform . Subjek is this research key informan, main and supporting,interview's data collecting tech, observation and documentation, with data analysis with datareduction approaching and data verification. Result observationaling to point outpramuwisata can give tourism service that really optimal to kei's touristed visit Sumenep'sRegency, one that looked of To Conduct To direct one that manages and perform wisata's tripactivity, and To Point Out delivering touristed trip goes to wisata's object and affinity that iswanted, that tourist feels convenience and To Inform, p ramuwisata gives information andexplanation hit wisata's object and affinity that visited. wisata's pilotage that did byPramuwisata upbringing on duty Tourism, Culture,Young men and Sumenep's Regency Sportno has pointed out to mark sense optimalisasi task as pramuwisata in delivers and and adjointourist at Regency Sumenep.Keyword: Optimalisasi, Tourism service andPramuwisata
PENGGUNAAN HAK INISIATIF ANGGOTA DPRD KABUPATEN SUMENEP PERIODE 2019-2024 DALAM PROSES PEMBUATAN PERATURAN DAERAH Dwi Listia Rika Tini; Nur Inna Alfiyah
PUBLIC CORNER Vol 17 No 2 (2022): Public Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fisip.v17i2.2241

Abstract

Semenjak diberlakukannya UU Nomer 32 Tahun 2004 dan diperkuat lagi dengan UU Nomer 23 Tahun 2014, penyelenggaraan pemerintahan daerah dilaksanakan oleh Kepala Daerah bersama DPRD. DPRD mempunyai tugas dan wewenang membentuk peraturan daerah yang dibahas dengan Bupati/Walikota untuk mendapat persetujuan bersama. Konsepsi di atas juga menegaskan adanya hak inisiatif yang dimiliki setiap anggota dewan dalam hal pengajuan rancangan peraturan Daerah. Namun dalam implementasinya bahwa hak inisiatif (prakarsa) pembuatan rancangan peraturan daerah di atas selalu datang dari kepala daerah, bukan dari DPRD. Salah satu buktinya di Kabupaten Sumenep, pelaksanaan fungsi legislatif pada DPRD Sumenep periode 2019-2024 juga masih sangat lemah. Pada tahun 2020-2022 DPRD Kabupaten Sumenep periode 2019-2024 sudah menetapkan sebanyak 19 Perda, dari 19 perda tersebut, 8 perda yang berasal dari inisiatif DPRD Kabupaten Sumenep. Pelaksanaan fungsi legislasi ini, dapat dikatakan DPRD Kabupaten Sumenep belum maksimal dalam menjalankan haknya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan hak inisiatif anggota DPRD Kabupaten Sumenep dalam pembuatan peraturan daerah. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Studi Kasus. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari wawancara langsung dengan anggota DPRD periode 2019-2024 dan lebih khusus kepada anggota Komisi B, panitia khusus pembahas Raperda serta mantan Sekda Kabupaten Sumenep dan observasi partisipatif. Analisis data pada penelitian ini dilakukan dengan model analisa interaktif dari Miles dan Huberman yang terbagi dalam tahap reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan.
STRATEGI PEMENANGAN CALON ANGGOTA LEGISLATIF DALAM SATU PARTAI DENGAN SISTEM PEMLIU PROPORSIONAL TERBUKA Dwi Listia Rika Tini; Nur Inna Alfiyah
PUBLIC CORNER Vol 18 No 1 (2023): Public Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fisip.v18i1.2589

Abstract

Pemilihan umum 2019 dengan sistem proporsional terbuka menyebabkan persaingan ketat diantara caleg dalam satu dapil mereka. Untuk memenangkan pemilu, para caleg saling bersaing satu sama lain dalam satu partai atau dengan caleg partai lain. Persaingan ini mengakibatkan para caleg saling beradu strategi, taktik dan metode pemenangan. Strategi dan taktik ini juga di dukung dengan ongkos biaya politik yang besar untuk menunjangnya. Informasi mengenai persaingan antar caleg dalam satu partai justru dituturkan dari caleg itu sendiri dan juga pengurus partai. Sehingga hal ini menjadikan fenomena baru yang terjadi selama pemilu legislatif 2019 kemarin dimana persaingan antar caleg satu partai menarik untuk dikaji. Maka dari itu, tujuan dalam penelitian ini ingin mengetahui bagaimana persaingan antar caleg dari partai PKB di DPRD Sumenep, Dapil III Kabupaten sumenep. Strategi apa yang dilakukan dalam upaya pemenangan caleg dalam pemilu legislatif 2019 serta bagaimana peran dan posisi partai dalam persaingan tersebut. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Studi Kasus. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari wawancara langsung dengan Irwan Hayat anggota DPRD Kabupaten Sumenep dari partai PKB serta Ketua DPC PKB Kabupaten Sumenep KH. Imam Hasyim dan observasi partisipatif. Analisis data pada penelitian ini dilakukan dengan model analisa interaktif dari Miles dan Huberman yang terbagi dalam tahap reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan.
Analisis Peran Badan Pengawas Pemilu dalam Mencegah Kecurangan Pada Pelaksanaan Pemilu Serentak 2024 Alfiyah, Nur Inna; Hidayat, Imam; Rika Tini, Dwi Listia; Resdiana, Enza
PUBLIC CORNER Vol 19 No 1 (2024): Public Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fisip.v19i1.3575

Abstract

Abstract One of the absolute requirements for a country that adheres to democracy is the existence of a means to channel aspirations and elect the country's leader by holding general elections. General elections are a means of realizing people's sovereignty and upholding a democratic political order. However, the democratic elections that every country dreams of are sometimes marred by fraudulent practices in general elections. This can be seen from the strengthening issue of fraud in the 2019 election results which has had an impact on high political tension and hostility between supporters of each candidate. So this then leads the public to question the role of election supervisors in dealing with the issue of fraud. This issue also occurred during the 2024 presidential and legislative elections. The method used in this research is a qualitative-descriptive method to analyze the role of election supervisors in dealing with the issue of fraud in the implementation of simultaneous general elections. This research shows that Bawaslu has carried out its role well in accordance with Law number 7 of 2017, both through early detection of potential fraud and handling it that will occur in various regions. Bawaslu carries out early detection using warning, prevention and action strategies. So by applying this strategy it can be concluded that in dealing with the issue of fraud in the election, Bawaslu has taken several preventive measures to prevent fraud from occurring. Both through monitoring and supervision, handling complaints, investigations, inquiries, law enforcement, collaboration with related parties as well as education and outreach. Keywords: Role, Election, Election Fraud, BAWASLU Abstrak Salah satu syarat mutlak negara yang menganut paham demokrasi adalah adanya sarana untuk menyalurkan aspirasi dan memilih pemimpin negara dengan diadakannya pemilihan umum. Pemilihan umum merupakan sarana untuk mewujudkan kedaulatan rakyat dan menegakan suatu tatanan politik yang demokratis. Akan tetapi pemilu demokratis yang di idam-idamkan oleh tiap negara terkadang tercoreng dengan adanya praktek-praktek kecurangan dalam pemilihan umum. Hal ini dapat dilihat dari menguatnya isu kecurangan hasil pemilu 2019 yang memberikan dampak pada tingginya tensi politik hingga permusuhan antar pendukung masing-masing calon. Sehingga hal ini kemudian membawa masyarakat mempertanyakan bagaiman peran dari pengawas pemilu dalam menangani isu kecurangan tersebut. Isu ini juga terjadi pada saat pelaksanaan Pilpres dan Pileg tahun 2024. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode kualitatif-deskriptif untuk menganalisi peran pengawas pemilu dalam menghadapi isu kecurangan dalam pelaksanaan pemilihan umum serentak. Penilitian ini menghasilkan bahwa Bawaslu telah melakukan perannya dengan baik sesuai dengan Undang-undang nomor 7 Tahun 2017, baik melalui deteksi dini terkait potensi kecurangan dan penanganannya yang akan terjadi diberbagai wilayah. Deteksi dini yang dilakukan Bawaslu menggunakan stategi imbauan, pencegahan dan penindakan. Sehingga dengan pengaplikasian startegi tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam menangani isu kecurangan dalam Pemilu, Bawaslu terlah melakukan beberapa Tindakan pencegahan untuk mencegah kecurangan terjadi. Baik melalui monitoring dan pengawasan, pengananan pengaduan, investigasi, penyelidikan, penegakan hukum, kerjasama dengan pihak terkait serta edukasi dan sosialisasi. Kata Kunci: Peran, Pemilu, Kecurangan Pemilu, BAWASLU