Claim Missing Document
Check
Articles

REORIENTASI KEBIJAKAN LUAR NEGERI PEMERINTAH AMERIKA SERIKAT TERHADAP KERAJAAN ARAB SAUDI PADA KONFLIK YAMAN 2017-2022 Chalid Syamy Ramadhan; Prihandono Wibowo
Journal Publicuho Vol. 8 No. 3 (2025): August - October - Journal Publicuho
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35817/publicuho.v8i3.777

Abstract

This research aims to analyse the reasons behind the shift in US foreign policy towards Saudi Arabia in the Yemen war. Saudi Arabia, as a country involved in the conflict, is attempting to eliminate the Yemeni Houthi militia group. The US has had changing foreign policies towards Saudi Arabia during the Yemen war. Starting from a policy that more supported Saudi involvement in the conflict by providing military and intelligence support, to the emergence of efforts to halt arms sales, and then to a policy that emphasises urging the cessation of Saudi involvement in Yemen through a ceasefire. The change in US government policy towards Saudi Arabia has been driven by external and internal factors, as well as the impact of leadership changes. This research will highlight US policies during the administrations of President Donald J. Trump and President Joe Biden, covering the period from 2017 to 2022. This research will use qualitative and explanatory approaches to examine the shifts in US foreign policy. Journals, media, and official statements from the US and Saudi governments will serve as data for the construction of this research.
STATE RATIONALITY IN POLICY MAKING : PERUBAHAN KEBIJAKAN KOSOVO TERHADAP KOMUNITAS SERBIA DI KOSOVO UTARA PASCA SERANGAN BANJSKA PERIODE 2023-2025 Amer, Karolita Mariana; Panjaitan, Derryl Jacobi; Wibowo, Prihandono
Journal Pena Wimaya Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Pena Wimaya
Publisher : Pena Wimaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Serangan bersenjata di Banjska, Kosovo Utara, pada 24 September 2023 menjadi titik balik yang signifikan dalam hubungan antara pemerintah Kosovo dan komunitas Serbia di wilayah tersebut. Peristiwa ini memicu pengetatan kebijakan keamanan, penguatan kehadiran negara, serta perubahan pendekatan politik yang berorientasi pada stabilitas dan kedaulatan. Penelitian ini berfokus pada analisis dinamika kebijakan pemerintah Kosovo terhadap komunitas Serbia pasca-Serangan Banjska dalam rentang waktu 2023-2025. Penelitian ini menggunakan Rational Actor Model untuk memahami bagaimana pemerintah Kosovo merespons krisis dengan sumber daya terbatas, tekanan internasional, serta kepentingan politik domestik yang beragam untuk menentukan suatu kebijakan. Metode penelitian yang digunakan penulis dalam tulisan ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berdasarkan dari sejumlah literatur relevan dan artikel berita yang berkaitan dengan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan Kosovo pasca-Serangan Banjska mencerminkan kombinasi antara upaya memperkuat kedaulatan negara dan keterbatasan dalam implementasi kebijakan, yang dipengaruhi oleh tekanan politik domestik, hubungan dengan Serbia, serta intervensi Uni Eropa dan NATO. Dengan menggunakan kerangka Rational Actor Model, penelitian ini berupaya memberikan pemahaman komprehensif tentang bagaimana krisis keamanan memengaruhi kebijakan negara terhadap minoritas etnis di wilayah pascakonflik. Studi ini menyarankan perlunya pendekatan dialogis yang lebih inklusif untuk mengurangi ketegangan jangka panjang. Kata Kunci: Kosovo, Komunitas Serbia, Banjska 2023, Kebijakan Keamanan, Rational Actor Model