Claim Missing Document
Check
Articles

STATE RATIONALITY IN POLICY MAKING : PERUBAHAN KEBIJAKAN KOSOVO TERHADAP KOMUNITAS SERBIA DI KOSOVO UTARA PASCA SERANGAN BANJSKA PERIODE 2023-2025 Karolita Mariana Amer; Derryl Jacobi Panjaitan; Prihandono Wibowo
Journal Pena Wimaya Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Pena Wimaya
Publisher : Pena Wimaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jpw.v6i1.16076

Abstract

Serangan bersenjata di Banjska, Kosovo Utara, pada 24 September 2023 menjadi titik balik yang signifikan dalam hubungan antara pemerintah Kosovo dan komunitas Serbia di wilayah tersebut. Peristiwa ini memicu pengetatan kebijakan keamanan, penguatan kehadiran negara, serta perubahan pendekatan politik yang berorientasi pada stabilitas dan kedaulatan. Penelitian ini berfokus pada analisis dinamika kebijakan pemerintah Kosovo terhadap komunitas Serbia pasca-Serangan Banjska dalam rentang waktu 2023-2025. Penelitian ini menggunakan Rational Actor Model untuk memahami bagaimana pemerintah Kosovo merespons krisis dengan sumber daya terbatas, tekanan internasional, serta kepentingan politik domestik yang beragam untuk menentukan suatu kebijakan. Metode penelitian yang digunakan penulis dalam tulisan ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berdasarkan dari sejumlah literatur relevan dan artikel berita yang berkaitan dengan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan Kosovo pasca-Serangan Banjska mencerminkan kombinasi antara upaya memperkuat kedaulatan negara dan keterbatasan dalam implementasi kebijakan, yang dipengaruhi oleh tekanan politik domestik, hubungan dengan Serbia, serta intervensi Uni Eropa dan NATO. Dengan menggunakan kerangka Rational Actor Model, penelitian ini berupaya memberikan pemahaman komprehensif tentang bagaimana krisis keamanan memengaruhi kebijakan negara terhadap minoritas etnis di wilayah pascakonflik. Studi ini menyarankan perlunya pendekatan dialogis yang lebih inklusif untuk mengurangi ketegangan jangka panjang. Kata Kunci: Kosovo, Komunitas Serbia, Banjska 2023, Kebijakan Keamanan, Rational Actor Model
Analysis of ASEAN’s Role as an International Organization in Addressing Human Trafficking Cases in Cambodia Yasmin Zahra; Widia Yulianti; Betsaida Lasmiari Purba; Prihandono Wibowo; Muhammad Indrawan Jatmika
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 23 No. 1 (2026): Socia: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/socia.v23i1.96869

Abstract

This analysis discusses ASEAN as an international organization that responds to and addresses human trafficking cases in Cambodia. Human trafficking occurs due to various factors—poverty, political instability, and limited job opportunities. This analysis employs a qualitative, descriptive approach. Data collection was conducted through literature review, where the author accessed various secondary sources such as scientific journals, books, and articles from reputable media outlets. Kelly Kate Pease’s theory of international organizations serves as the primary analytical framework, particularly regarding ASEAN’s three roles: Problem Solver, Aid Provider, and Capacity Builder. Through the ASEAN Convention Against Trafficking in Persons, Especially Women and Children (ACTIP), ASEAN plays a crucial role in policy formulation and cross-border collaboration to address human trafficking issues. Additionally, ASEAN plays a role in providing assistance and rehabilitation support for victims through various frameworks such as the TIP Bohol initiative and the ASEAN Multi-Sectoral Work Plan Against Trafficking in Persons (TIP). ASEAN strives to find regional solutions to eradicate human trafficking in the region; in Cambodia, human trafficking poses a significant threat and disrupts ASEAN’s security stability. Keywords: Human Trafficking, ASEAN, ACTIP, Cambodia