Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PANCASILA SEBAGAI SISTEM ETIKA Sri Rahayu Amri
Voice of Midwifery Vol 8 No 01 (2018)
Publisher : Lembaga Penerbit dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pancasila and ethics are two things that can not be separated because they both teach about good values. Ethics of Pancasila is an basic ethics about good and bad judgments on the values of Pancasila, namely the value of divinity, human values, the value of unity, the value of democracy and the value of justice. An action is said to be good not only if it is not vulnerable to the values of Pancasila, but how to assign existing values into something more beneficial to others. Referring to the values contained of Pancasila, Pancasila can be a very strong ethical system, the values that exist are not only fundamental, but also realistic and applicable. Values of Pancasila are ideal values that already exist in the ideals of the Indonesian nation that must be realized in the reality of life. Values of Pancasila when fully understood, lived and practiced, certainly able to reduce the level of crime and violations in the life of society, nation and state.Pancasila is a value system that is an organic unity that can not be separated from one another. Thus, it will be a great moral force when the overall value of Pancasila which includes the value of divinity, human values, the value of unity, the value of democracy, and the value of justice are used as moral foundation and applied in all national and state life. The cultivation of values as mentioned above is most effective through education and media. Informal education in the family should be the main foundation and then supported by formal and non-formal schooling in the community. The media must have a vision and mission to educate the nation and to build the character of an advanced society, but still the personality of Indonesia.Keywords : Pancasila, system, Ethics
Lifestyle Without Tobacco dan Kebermaknaan Hidup Lansia Adi Cahyo Gumelar; Hadi Pajarianto; Marhani Marhani; Andi Sitti Umrah; Sri Rahayu Amri; Imam Pribadi
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia) Vol 7, No 3 (2022): Volume 7 Number 3, September 2022
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jbki.v7i3.3161

Abstract

Kebermaknaan hidup terkait dengan bagaimana seseorang dapat menemukan makna hidupnya secara positif, termasuk kebiasaan lifestyle without tobacco yang sangat bermakna bagi kesehatan lansia. Jenis penelitian ini merupakan  penelitian kuantitatif yang menggunakan desain observasional kolerasi. Responden berjumlah 33 orang yang tersebar di dua desa, dan salah satunya adalah desa kontrol. Analisis data menggunakan uji kolerasi spearmen’s. Hasil penelitian menujukkan bahwa sebanyak 17 orang (51,5%)  lansia yang berada di desa Bone-Bone memiliki perilaku tidak merokok (life style without tobacco), sedangkan pada desa kontrol yaitu desa Salukanan terdapat 7 orang (21,2%) lansia yang merokok. Kebermaknaan hidup pada lansia yang tidak merokok lebih baik daripada lansia yang merokok. Demikian juga dari hasil uji kolerasi spearmen’s diperoleh nilai ρ = 0,02 dan (r) = 3,99. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan penerapan lifestyle without tobacco dengan kebermaknaan hidup pada lansia. Penelitian ini dapat menjadi model bagi daerah lain untuk menerapkan kawasan tanpa rokok agar menjadi tempat yang layak bagi lansia.
Lifestyle Without Tobacco: Hubungan Bimbingan Keagamaan dengan Perilaku Merokok Pada Remaja Muh Irpan; Hadi Pajarianto; Nur Saqinah Galugu; Andi Sitti Umrah; Sri Rahayu Amri; Imam Pribadi
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia) Vol 7, No 3 (2022): Volume 7 Number 3, September 2022
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jbki.v7i3.3155

Abstract

Perilaku merokok telah menjadi fenomena yang marak di kalangan remaja saat ini akan tetapi perilaku tersebut dapat menimbulkan efek negatif bagi remaja sehingga harus menjadi fokus seluruh komponen untuk memberikan edukasi dan penyadaran kepada remaja untuk menghindari perilaku tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan bimbingan agama yang diperoleh remaja terhadap keputusan remaja untuk menghindari perilaku merokok, selain itu penelitian ini juga ingin membandingkan perilaku merokok pada remaja desa Bone-Bone dan desa Salukanan sebagai kontrol. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif  Sampel pada penelitian ini sebanyak 42 orang remaja. Data dikumpulkan dengan menggunakan skala bimbingan keagamaan dan perilaku merokok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bimbingan keagamaan yang diperoleh oleh remaja pada kedua desa, bimbingan keagamaan mayoritas didapatkan dari sekolah dan bimbingan keagamaan memiliki korelasi dengan perilaku merokok remaja.
MULTIASPEK LIFESTYLE WITHOUT TOBACCO: KEBIJAKAN, PENDIDIKAN, KESEHATAN, DAN EKONOMI Hadi Pajarianto; Andi Sitti Umrah; Sri Rahayu Amri
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 10 (2022): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v9i10.2022.4007-4016

Abstract

Pemerintah telah menetapkan target penurunan prevalensi perokok, namun tingkat konsumsi rokok justru mengalami peningkatan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menemukan dampak multiaspek Lifestyle Without Tobacco serta menemukan strategi dan pengembangan model Lifestyle Without Tobacco. Penelitian ini tergolong mixed method yaitu penelitian yang menggabungkan kebijakan (policy research) dengan survey. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner, wawancara, dan FGD. Analisis melalui pendekatan penelitian kualitatif dengan menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (i) perilaku Lifestyle Without Tobacco dibentuk dari multiaspek yakni agama, pendidikan, kesehatan, dan hukum yang berpijak pada kearifan lokal masyarakat; (ii) Lifestyle Without Tobacco memberikan dampak langsung dan tidak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat terutama pada kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan kepatuhan terhadap hukum dalam bentuk Perdes; dan (iii) model Lifestyle Without Tobacco diawali dengan Tobacco Control Campaign, dan pembentukan kapasitas warga desa untuk menerima ide desa tanpa asap rokok, selanjutnya dilakukan institusionalisasi berupa lahirnya peraturan desa tanpa asap rokok.
PENGUATAN KAWASAN LIFE STYLE WITHOUT TOBACCO: EDUKASI MULTIDISIPLIN PENDIDIKAN, KESEHATAN, DAN HUKUM Hadi Pajarianto; Sri Rahayu Amri; Andi Sitti Umrah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i1.12597

Abstract

ABSTRAKRokok menjadi masalah serius bagi dunia, memiliki implikasi yang sangat luas menyentuh aspek pendidikan, kesehatan, hukum, ekonomi, dan sosial budaya masyarakat. Tujuan pengabdian ini adalah untuk melakukan revitalisasi perilaku Lifestyle Without Tobacco yang telah diterapkan pada desa Bone-Bone. Metode kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan The Sustainable Livelihood Approach), dan the Sustainable Livelihood Approach. Kegiatan dilakukan dengan Parcipatory Action Learning System untuk memperkuat kognisi, sikap, dan perilaku masyarakat tanpa asap rokok. Siklus kegiatan adalah pra kegiatan, pelaksanaan kegiatan, dan refleksi-evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penguatan kognisi, sikap dan perilaku terlihat dengan adanya kesadaran bahwa asap rokok dapat merusak pendidikan generasi pelanjut, merusak kesehatan, dan melanggar peraturan desa. Dengan hasil ini, pengendalian asap rokok yang telah dilakukan oleh pemerintah dapat dimulai dari desa dengan melibatkan aktor dan nilai luhur kearifan lokal yang masih dipertahankan oleh masyarakat. Kata kunci: penguatan; tobacco; pendidikan; kesehatan; hukum ABSTRACTCigarettes are a severe issue for the world, having exceptionally broad implications touching on aspects of education, health, law, economy, and sociocultural society. The objective of this service is to revitalize the Lifestyle Without Tobacco behavior that has been enforced in the village of Bone-Bone. The activity method is implemented using the Sustainable Livelihood Approach. The movements are carried out using Participatory Action Learning System to strengthen the cognition, attitudes, and behavior of smoke-free people. The activity cycle is pre-activity, activity implementation, and reflection-evaluation. The outcomes of the activity show that the strengthening of cognition, attitude, and behavior is seen by the awareness that cigarette smoke can damage the education of the next generation, damage health, and violate village regulations. With this result, the control of cigarette smoke that has been carried out by the government can start from the village by involving actors and the noble values of local wisdom that are still maintained by the community. Keywords: strengthening; tobacco; education; health; law
THE EFFECTIVENESS COUNSELING MODEL FAMILY PLANNING USING LONG-TERM CONTRACEPTIVE METHODS (LARC) IN UNMET NEED Nurliana Mansyur; Sri Rahayu Amri; Patmahwati Patmahwati; Ayu Setianingsih; Andi Azzahra Salsabila; Andi Sitti Umrah
INTERNATIONAL JOURNAL OF NURSING AND MIDWIFERY SCIENCE (IJNMS) Vol 7 No 2A (2023): VOLUME 7 ISSUE 2A: SPECIAL ISSUE - HEALTH SCIENCE 2023
Publisher : Departement Research and Community Engagement Bina Sehat PPNI Institute of Health Science, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29082/IJNMS/2023/Vol7/Iss2A/503

Abstract

The Family Planning program is one of the focus indicators contained in the SDGs. Indonesia is a country that is facing a high number of unmet needs and low (LARC) coverage, so this problem is outlined in the 2020-2024 Strategic Plan. In fact, the city of Palopo is an area that has a high unmet need (12.05%) while the national target is around 8.6% and (LARC) users are also still relatively low (5.09%). Seeing these conditions, this attention will be focused on family planning services for unmet needs , by providing family planning counseling with several models . Research objective : to analyze the effectiveness of the family planning counseling model on (LARC) users in unmet needs in the city of Palopo. The research method uses pre-experimentation with an intact group comparison approach . The intervention group was given family planning counseling using the Medical Eligibility Criteria for Contraception MEC and audio-visual models, while the control group was the group given family planning counseling using the Decision Making Tools (ABPK) model. This research was carried out in the work area of the Sendana Health Center, Palopo City. The research sample is unmet need. The withdrawal technique uses simple random sampling. The number of respondents in this study was 34 respondents, who were divided into two groups, namely the intervention group and the control group, with 17 people in each group. The research instrument used observation sheets and ABPK, MEC and audio-visual tools. Data analysis using tests chi-square. Research results; There is an effectiveness of the family planning counseling model on the use of (LARC) in unmet needs in Palopo City ( ρ = 0.024 < α value = 0.05), so that there is a need to improve quality family planning services.
Formulasi dan Uji Aktivitas Antibakteri Deodoran Spray Alami Kombinasi Ekstrak Daun Senggani (Melastoma malabathricum L.) dan Daun Bidara (Ziziphus mauritiana L.) Hijra, Hijra Nur Hamka; Zahran, Izal; Amri, Sri Rahayu
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v10i1.490

Abstract

Daun senggani (Melastoma malabathricum L.) dan daun bidara (Ziziphus mauritiana L.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus, salah satu bakteri yang menjadi penyebab bau badan. Sehingga dapat digunakan sebagai bahan aktif dalam deodoran spray. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri deodoran spray kombinasi ekstrak daun senggani dan daun bidara serta mengetahui perbandingan kombinasi yang menghasilkan zona hambat paling baik terhadap Staphylococcus aureus. Dalam penelitian ini, 4 formula deodoran spray dibuat dengan konsentrasi ekstrak daun senggani sebesar 20% dan ekstrak daun bidara sebesar 40%, dengan variasi perbandingan konsentrasi F1 (1:1), F2 (2:1), dan F3 (1:2), serta F0 sebagai basis tanpa ekstrak. Kualitas fisik diuji melalui parameter organoleptis, pH, kejernihan, dan iritasi. Data hasil organoleptis, pH, kejernihan, dan iritasi dianalisis secara deskriptif. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram, dan analisis statistik dilakukan dengan One Way Anova dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 4 formula deodoran spray tetap stabil selama masa penyimpanan berdasarkan uji kualitas fisik secara organoleptis, pH, kejernihan, dan iritasi. Berdasarkan uji aktivitas antibakteri didapatkan hasil formula F1 (1:1) menunjukkan zona hambat rata-rata sebesar 20,41 mm, F2 (2:1) sebesar 25,83 mm, dan F3 (1:2) sebesar 34,25 mm. Formula 3 menunjukkan hasil uji dengan zona hambat paling besar.
Legal Education for a Tobacco-Free Lifestyle in Muslim Communities Amri, Sri Rahayu; Umrah, Andi Sitti; Hamid, Rahmad Solling
Al-Hayat: Journal of Islamic Education Vol 8 No 1 (2024): Al-Hayat: Journal of Islamic Education
Publisher : Letiges

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35723/ajie.v8i1.472

Abstract

This study examines the implications of legal education in strengthening a tobacco-free lifestyle among the Muslim community. The research design is qualitative. The study took place in Bone-Bone Village, an exotic area in the Latimojong Mountains of Indonesia, which successfully implemented a tobacco-free lifestyle in all dimensions through legal education based on Islamic values. The study involved 135 participants who understood the research objectives and were willing to participate. Data was collected through interviews and focused group discussions. Data analysis was conducted using nVivo Basic 12.00 x32 for Windows. The Village Regulations 2009 is the foundation for the community's legal education process. The community's acceptance of the tobacco-free area rules through legal education is very good. Supporting factors include: 1) Actors, such as the village head (34.78%), traditional leaders (26.09%), religious leaders (21.74%), and educators (13.04%); 2) Culture, mutual respect being a legal education value derived from local community wisdom (42.86%), and village residents complying with the rules; 3) Tobacco-free lifestyle is supported by awareness of maintaining a healthy environment (24.71%) and considering the continuation of education for children in the village. Actors, culture, and community behaviour support legal compliance and awareness. Legal education has implications for a tobacco-free lifestyle, supported by actor factors playing roles as initiators, communicators, and drivers. The cultural factors of the community that uphold Islamic values and behavioural factors are manifestations of compliance with positive law, religious guidance, and a healthy lifestyle.
Peran Informed Consent dalam Konseling Keluarga Berencana Amri, Sri Rahayu; Umrah, Andi Sitti; Suriati, Israini; Dahlan, Andi Kasrida; Fitrayanti, Arnis; Juliani, Reski
Voice of Midwifery Vol 14 No 1 (2024): Voice of Midwifery
Publisher : Lembaga Penerbit dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/vom.v14i1.304

Abstract

Informed consent merupakan elemen penting dalam pelayanan kesehatan, termasuk dalam konseling keluarga berencana. Hal ini menekankan pentingnya memberikan informasi yang lengkap, jelas, dan dapat dipahami oleh pasien sebelum mereka memutuskan untuk menggunakan suatu metode kontrasepsi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran peran informed conset dalam konseling keluarga berencana. Metode penelitian menggunakan pendekatan mixed methods. Populasi dan sampel adalah pasangan usia subur (PUS) yang tidak menggunakan alat kontrasepsi, tetapi tidak ingin memiliki anak sebanyak 200 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data melalui analisis desktiptif. Hasil penelitian 55% responden memahami sepenuhnya informed consent, 40% responden menerima konseling yang komprehensif, 50% responden merasa tidak memiliki kebebasan dalam memilih metode kontrasepsi, menunjukkan adanya kendala dalam pemberian informasi yang seimbang dan tidak memihak, sebanyak 50% responden kurang puas dengan kontrasepsi dan sebanyak 50% berhenti menggunakan alat kontrasepsi karena kurangnya informed consent yang memadai berkontribusi pada rendahnya kepuasan dan keberhasilan program keluarga berencana. Kesimpulan; peran informed consent dalam konseling keluarga berencana dalam menggunakan alat kontrasepsi belum dilakukan secara maksimal, sehingga perlu dilakukan upaya peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dan edukasi pada masyarakat.