Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

FAKTOR RISIKO KEJADIAN MAKROSOMIA Rachmawati, Fijri
MIDWIFERY JOURNAL Vol 1, No 4 (2021): Volume 1 Nomor 4, Desember 2021
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v1i4.5625

Abstract

Background: The condition of babies with excess or abnormal birth weight is termed fetal macrosomia or macrosomia babies. Macrosomia is a baby born weighing more than 4000 grams. Excess fetal weight is attracting attention because it increases perinatal and maternal morbidity and mortality. Based on the results of the 2013 Basic Health Research (Riskesdas), the percentage of birth weight of children weighing > 4000 grams is around 4.8% of the national number of births.Purpose: to find out the mothers risk factors in macrosomia case in the Regional General Hospital of Panembahan Senopati Bantul.Method: This research is analytical in case control research design with a retrospective design. This study used secondary data from 2014-2018. Samples in this study amounted to 110 respondents. The sampling technique used purposive sampling. Analysis of bivariate data with chi-squre, and multivariate data analysis using logistic regression with 0, 05  for a p-value and 95% for CI.Result: Multivariate analysis using logistic regression found diabetes in pregnancy (P = 0.002; OR = 6.029; 95% CI: 1,974-18,416), gestational age > 41 weeks (P = 0.027; OR = 2.825; 95% CI: 1,123-7,109) and childbirth history of macrosomic infants (P = 0.033; OR = 2.682; 95% CI: 1.081-6.651).Conclusion:diabetes in pregnancy, gestational age> 41 weeks and childbirth  history of macrosomia babies are risk factors that cause macrosomia in infants,Suggestion: so it is necessary to make preventive efforts by screening for diabetes mellitus in pregnancy at the puskesmas, for gestational age > 41 weeks should consult a doctor for consideration of termination of pregnancy and pregnant women with a history of giving birth to macrosomic babies should carry out integrated integrated antenatal examinations for the prevention of macrosomia in infants .Key Word             :diabetes in pregnancy, gender of the baby, childbirth history of macrosomic babies, gestational age, macrosomia AbstrakLatar Belakang: Kondisi bayi dengan berat lahir berlebih atau abnormal diistilahkan dengan fetal makrosomia atau bayi makrosomia. Makrosomia adalah bayi yang lahir dengan berat badan lebih dari 4000 gram. Berat janin berlebih menarik perhatian karena meningkatkan morbiditas serta mortalitas perinatal dan maternal. Berdasarkan pada hasil Riset Dasar Kesehatan (Riskesdas) tahun 2013, presentase berat badan lahir anak dengan berat badan > 4000 gram adalah berkisar 4,8% dari jumlah kelahiran bayi nasional.Tujuan: untuk mengetahui faktor risiko ibu dengan kejadian makrosomia di  Rumah Sakit Umum Daerah Panembahan Senopati Bantul.Metode: Penelitian ini bersifat analitik dengan desain penelitian case control dengan rancangan retrospektif. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari tahun 2014-2018. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 110 responden. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling. Analisis data bivariate dengan chi-squre, dan analisis data multivariat dengan menggunakan regresi logistic dengan nilai p-value  0,05 dan CI 95%.Hasil: Analisis multivariat dengan menggunakan regresi logistic didapatkan diabetes dalam kehamilan (P=0,002; OR=6,029; 95%CI:1,974-18,416), usia kehamilan > 41 minggu (P=0,027; OR=2,825; 95%CI:1,123-7,109) dan riwayat melahirkan bayi makrosomia (P=0,033; OR=2,682; 95%CI:1,081-6,651).Kesimpulan : diabetes dalam kehamilan, usia kehamilan > 41minggu dan riwayat melahirkan bayi makrosomia merupakan faktor risiko yang menyebabkan terjadinya makrosomia pada bayi,Saran: perlu melakukan upaya preventif dengan melakukan skrining diabetes mellitus dalam kehamilan di puskesmas, untuk usia kehamilan > 41 minggu sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk pertimbangan terminasi kehamilan dan ibu hamil dengan riwayat melahirkan bayi makrosomia sebaiknya melakukan pemeriksaan antenatal terpadu yang terintegrasi untuk pencegahan terjadinya makrosomia pada bayi.Kata Kunci           : diabetes dalam kehamilan, jenis kelamin bayi, riwayat melahirkan bayi makrosomia, usia kehamilan, usia kehamilan, makrosomia 
Edukasi gizi seimbang: Gerakan cegah stunting (GEGATI) Apdola, Zikrina; Anggraini, Anggraini; Rachmawati, Fijri; Fratama, Aldy; Putri, Miranda
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 8 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i8.1454

Abstract

Background: Stunting is the stunted growth and development of children due to chronic malnutrition. This is characterized by a child's height not meeting standards, especially during the first 1,000 days of life. In Banjar Masin Village, several children fall into the malnourished category. Purpose: To provide knowledge to expectant mothers and mothers with toddlers regarding stunting, its management and prevention, and the importance of balanced nutrition for child growth and development. Method: The GEGATI "Stunting Prevention Movement" outreach program was held at the Banjar Masin Village Hall, West Kota Agung District, on August 14, 2025. The event was held from 10:00 AM to 12:00 PM WIB. Forty-four participants, including pregnant women and mothers with toddlers, attended the event. The outreach program was conducted interactively, with open discussions and questions and answers. The informational materials covered stunting prevention in the health sciences, including using turmeric and honey, and processing tempeh into nuggets. Pre-test and post-test were used to measure changes in respondents' knowledge levels. Results: The majority of respondents' knowledge before (pre-test) education was in the poor category (39%, 88.6%), while the majority of respondents' knowledge after (post-test) education was in the good category (35%, 79.6%). Conclusion: Counseling activities are very effective in improving and increasing the understanding of stunting among expectant mothers and mothers with toddlers. Increased knowledge about nutrition and health can shape the mindset and parenting practices of the community to improve stunting prevention. Suggestion: Village cadres are expected to coordinate with the village government and health workers and regularly organize community knowledge-building activities related to nutrition, healthy lifestyles, and environmental protection. This will specifically empower mothers and expectant mothers to gain knowledge about childcare, from pregnancy through the first 1,000 days of life. Keywords: Balanced nutrition; Prevention; Stunting Pendahuluan: Stunting adalah terhambatnya tumbuh kembang anak karena kekurangan gizi kronis. Hal ini bisa ditandai dengan tinggi badan anak yang tidak sesuai standar, terutama pada 1000 hari pertama kehidupan. Di Pekon Banjar Masin, ada beberapa anak yang masuk dalam kategori gizi buruk. Tujuan: Untuk memberikan pengetahuan calon ibu dan ibu yang mempunyai balita terkait stunting, penanggulangan dan pencegahannya, serta gizi seimbang yang sangat penting untuk tumbuh kembang anak. Metode: Penyuluhan GEGATI “Gerakan Cegah Stunting” di Balai Pekon Banjar Masin, Kecamatan Kota Agung Barat dilaksanakan pada tanggal 14 Agustus 2025. Kegiatan ini dilaksanakan pada pukul 10.00-12.00 WIB. Responden yang hadir dalam acara ini sebanyak 44 peserta yang terdiri dari ibu hamil dan ibu yang mempunyai balita. Penyuluhan ini dilakukan secara interaktif, diskusi terbuka dan tanya jawab bersama dengan para responden. Materi informasi terkait dengan pencegahan stunting dalam bidang ilmu kesehatan, dengan temulawak dan madu serta dengan olahan tempe menjadi nugget. Pre-test dan post-test digunakan untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan responden. Hasil: Menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden sebelum (pre-test) pemberian edukasi adalah sebagian besar dalam kategori kurang yaitu sebanyak 39 (88.6%), sedangkan tingkat pengetahuan responden sesudah (post-test) pemberian edukasi adalah sebagian besar dalam kategori baik yaitu sebanyak 35 (79.6%). Simpulan: Kegiatan penyuluhan sangat efektif memberikan peningkatan dan pemahaman calon ibu dan ibu dengan balita terhadap stunting. Meningkatnya pengetahuan tentang gizi dan kesehatan dapat membentuk pola pikir dan pola asuh masyarakat menjadi lebih baik dalam pencegahan terjadinya stunting. Saran: Diharapkan para kader desa untuk selalu berkoordinasi dengan pemerintah desa dan tenaga kesehatan, secara berkala menyelenggarakan kegiatan peningkatan pengetahuan masyarakat terkait pemahaman tentang gizi, pola hidup sehat dan menjaga lingkungan, sehingga secara khusus untuk para ibu atau calon ibu mendapatkan pengetahuan tentang pola asuh anak, baik sejak kehamilan sampai 1000 hari pertama kehidupan.
The Effect Of Moringa Leaf Compresses On Breastfeeding Dam Pain In Post Partum Mothers Minarsih, Revi; Ermasari, Anissa; Rachmawati, Fijri; Yuviska, Ika Ate
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 5 (2024): Volume 10,No.5 Mei 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i5.12509

Abstract

Latar Belakang  Di Indonesia angka kejadian bendungan ASI terbanyak terjadi pada ibu-ibu bekerja sebanyak 24,8% dari ibu menyusui (Departemen Kesehatan RI, 2022). Di Provinsi Lampung, dari data Survei Demografi Tahun 2022 di dapatkan ibu nifas yang mengalami bendungan ASI sebanyak 23.870 orang dari 91.398 orang ibu nifas (Survei Demografi Lampung 2022).Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh kompres daun kelor terhadap nyeri bendungan asi pada ibu post partum di Wilayah Kerja Puskesmas Wanna Melinting Lampung Timur Tahun 2023.Metode  jenis penelitian kuantitatif. Dalam penelitian ini menggunakan desain penelitian metode pre Eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu nifas dengan masalah bendungan pada bayudara sebanyak 64 ibu  di Desa Tanjung Aji Kec. Melinting Lampung Timur Tahun 2023. Penelitian ini dilakukan dari bulan Feberuari hingga Juli tahun 2023, dan dilakukan terhadap 35 ibu postpartum, dengan diberikan kompres daun kelor untuk membantu menurunkan intensitas nyeri pada bendungan asi. Analisa data menggunakan uji univariat dan bivariat dengan uji statistika wicoxon. Hasil Rata-rata skala nyeri terhadap bendungan asi sebelum kompres daun kelor pada ibu post partum di Desa Tanjung Aji Kec. Melinting Lampung Timur Tahun 2023 sebesar 7.23 dan nilai standar deviatioan 0.598. Rata-rata skala nyeri terhadap bendungan asi sesudah kompres daun kelor sebesar 3.94 dan nilai standar deviatioan 0.873.Kesimpulan hasil nilai P value 0,000 yang bermakna Ha diterima dan Ho ditolah yang artinya terdapat pengaruh kompres daun kelor terhadap nyeri bendungan asi pada ibu post partum di Wilayah Kerja Puskesmas Wanna Melinting Lampung Timur Tahun 2023. Saran respoden mampu menerapkan terapi berupa kompres dengan daun kelor dalam membantu dalam menurunkan nyeri pada payudara  pada payudara sehingga dapat meningkatkan kualitas menyusui pada bayi, dan bagi PKM mampu memberikan edukasi mengenai penatalaksanaan nyeri bendungan asi dengan kompres daun kelor. Kata kunci : bendungan asi, daun kelor, nyeri ABSTRACT Background In Indonesia, the highest incidence of ASI dams occurs in working mothers, as much as 24.8% of breastfeeding mothers (RI Ministry of Health, 2022). In Lampung Province, from the 2022 Demographic Survey data, 23,870 of 91,398 postpartum mothers experienced breast milk retention (Lampung Demographic Survey 2022). The aim of this study was to determine the effect of Moringa leaf compresses on breast milk dam pain in post partum mothers in the Work Area of the Wanna Melinting Health Center, East Lampung, in 2023.In this study the authors used a type of quantitative research. In this study, the research design used the pre-experimental method with the one group pretest-posttest design approach. The population in this study were postpartum mothers with dam problems in their newborns as many as 64 mothers in Tanjung Aji Village, Kec. Melinting East Lampung in 2023. This research was conducted from February to July 2023, and was carried out on 35 postpartum mothers, by being given Moringa leaf compresses to help reduce the intensity of pain in breast milk. Data analysis used univariate and bivariate tests with the Wicoxon statistical test.The average pain scale for breast milk before compressing Moringa leaves in post partum mothers in Tanjung Aji Village, Kec. Melinting East Lampung in 2023 is 7.23 and the standard deviation value is 0.598. The average pain scale for breast milk after compressing Moringa leaves was 3.94 and the standard deviation value was 0.873. The conclusion of the results is a P value of 0.000 which means that Ha is accepted and Ho is rejected, which means that there is an effect of Moringa leaf compresses on breast milk dam pain in post partum mothers in the Work Area of the Wanna Melinting Health Center, East Lampung in 2023. By conducting this research, it is hoped that respondents will be able to apply therapy in the form of compresses with Moringa leaves in helping to reduce breast pain in the breast so that it can improve the quality of breastfeeding in infants, and for PKM it is able to provide education regarding the management of breast milk dam pain by compressing Moringa leaves. Keywords: breast milk dam, Moringa leaves, pain 
The Effect Of Mozart Classic Music Therapy On Postpartum Blues Symptoms Oktaria, Dyanis; Rachmawati, Fijri; Farich, Achmad; Lathifah, Neneng Siti
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 1 (2024): Volume 10, No 1 Januari 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i1.11952

Abstract

Latar Belakang Postpartum Blues adalah periode depresi sementara yang terjadi selama beberapa hari pertama masa nifas. Kondisi ini dapat menyebabkan depresi pada ibu dan mengganggu tumbuh kembang bayi yang telah dilahirkan. Angka kejadian postpartum blues di Puskesmas Totomulyo Tulang Bawang Barat sebanyak 45 kasus. Terapi musik klasik Mozart dipercaya dapat membantu mengurangi gejala postpartum blues.Tujuan untuk mengetahui Pengaruh Terapi Musik Klasik Mozart terhadap Postpartum Blues di Wilayah Kerja Puskesmas Toto Mulyo Kabupaten Tulang Bawang BaratMetode kuantitatif, menggunakan pendekatan pre-eksperimental dengan desain one group pretest-posttest, dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juli di Wilayah Kerja Puskesmas Toto Mulyo. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder dengan jumlah sampel sebanyak 45 ibu yang mengalami gangguan persalinan postpartum blues. Instrumen penelitian menggunakan EPDS (The Edinburgh Postnatal Depression Scale) dan lembar observasi. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Paired Simple T-Test.Hasil Nilai rata-rata yang diperoleh postpartum blues sebelum intervensi adalah 11,15 dengan standar deviasi 1,223 sedangkan nilai rata-rata postpartum blues setelah intervensi sebesar 6,31 dengan standar deviasi 1,164. Analisis bivariat didapatkan rata-rata perbedaan nilai postpartum blues sebelum dan sesudah intervensi sebesar 4,84 dengan Paired Simple T-Test mendapatkan p = 0,000Kesimpulan terdapat pengaruh terapi musik klasik Mozart terhadap pencegahan postpartum blues. Terapi musik klasik Mozart telah terbukti mengurangi gejala postpartum blues.Saran Terapi musik klasik mozart dapat diberikan pada ibu nifas yang mengalami postpartum blues. Kata Kunci: musik klasik mozart, Postpartum blues, Motherpostpartum ABSTRACT Backgraound Postpartum Blues are temporary periods of depression that occur during the first few days of the puerperium. This condition can cause depression in the mother and interfere with the growth and development of the baby who has been born. Incidence rate postpartum blues at the Totomulyo Tulang Bawang Barat Health Center as many as 45 cases. Mozart classical music therapy is believed to help reduce symptomspostpartum blues.Purpose  Knowing the effect of Mozart's classical music therapy on postpartum blues in the Working Area of the Toto Mulyo Public Health Center, West Tulang Bawang RegencyMethods quantitative, using a pre-experimental approach with a one group pretest-posttest design, carried out from May to July in the Working Area of the Toto Mulyo Health Center. This study used primary and secondary data with a total sample of 45 mothers giving birth disturbance postpartum blues. The research instrument used EPDS (The Edinburgh Postnatal Depression Scale ) and observation sheets. Data analysis by means of univariate and bivariate analysis using the Paired Simple T-Test.Result The average value is obtained postpartum blues before the intervention was 11.15 with a standard deviation of 1.223 while the average value postpartum blues after intervention of 6.31 with a standard deviation of 1.164. Bivariate analysis found that the average difference value postpartum blues before and after the intervention was 4.84 with the Paired Simple T-Test getting p = 0.000,.Conclusion which means there is an effect of Mozart's classical music therapy on prevention postpartum blues. Mozart classical music therapy has been shown to reduce symptoms postpartum blues.Suggestion Mozart classical music therapy can be given to the mother postpartum who experience postpartum blues. Keywords: Mozarts classical, Music,Postpartum blues, Motherpostpartum
Comparison Of The Effectiveness Of Moringa And Spinach Leaf Capsules In Increasing Hemoglobin Levels Among Anemic Pregnant Women In The Third Agustini, Ni Ketut Farida; Sunarsih, Sunarsih; Rachmawati, Fijri; Astriana, Astriana
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 4 (2024): Volume 10,No.4 April 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i4.14879

Abstract

Background Data from the Bandar Lampung City Health Office in 2022 shows the proportion of anemia in pregnant women is 37.25%, namely pregnant women with Hemoglobin levels < 8 gr%/dl is 2.41%, Hb is 8-11gr%/dl is 36.3%. Anemia occurs in pregnant women due to insufficient production of red blood cells by the consumption of nutrients, especially iron. Iron can be obtained by consuming Moringa leaves. Another vegetable that is believed to contain a lot of iron is spinach, especially green spinach. The Purpose of the study was to find out the comparison of the effectiveness of moringa and spinach leaf capsules in increasing Hb levels in third trimester pregnant women with anemia in the Working Area of the Panjang Community Health Center, Bandar Lampung City, in 2023.Methods This study uses a type of quantitative research, with a quasi-experimental design. The population in this study were all pregnant women with their third trimester of gestation who made ANC visits at the Panjang Community Health Center in Bandar Lampung City and experienced anemia with a total of 47 people. A sample of 36 respondents. The data collection technique uses a questionnaire sheet and the data analysis used is the independent t-test.The results showed that the average hemoglobin level in third trimester pregnant women before consuming moringa leaf capsules was 10.46 gr/dl, and in the spinach leaf group was 10.37 gr/dl. The average hemoglobin level in third trimester pregnant women after consuming moringa leaf capsules was 11.87 gr/dl, and in the spinach leaf group was 11.24 gr/dl. Conclusion There is a difference in the effectiveness of moringa and spinach leaf capsules in increasing Hb levels in TM III pregnant women with anemia in the Working Area of the Panjang Community Health Center, Bandar Lampung City, 2023 (p value 0.000). Suggestion It is hoped that health workers can optimize counseling regarding the consumption of moringa leaf capsules to increase hemoglobin levels in third trimester pregnant women with anemia. Keywords: Moringa leaf capsules, spinach leaves, Hb levels
The Effect Of Effleurage Massage On Reducing 1st Stage Labor Pain Mariyah, Nur; Rachmawati, Fijri; Sunarsih, Sunarsih; Evrianasari, Nita
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 7 (2024): Volume 10,No.7 Juli 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i7.11852

Abstract

ABSTRAK : PENGARUH PIJAT EFFLEURAGE TERHADAP PENURUNAN NYERI PERSALINAN TAHAP 1 Pendahuluan: Nyeri persalinan merupakan kondisi berupa perasaan yang tidak menyenangkan, apabila tidak diatasi dengan baik akan menimbulkan masalah lain yaitu meningkatkan kecemasan. Data di Indonesia didapatkan 21% menyatakan bahwa persalinan yang dialami merupakan persalinan yang menyakitkan karena merasakan nyeri. Salah satu pijatan dalam proses persalinan dengan menerapkan teknik effleurage. Stimulasi kulit dengan effleurage ini menghasilkan pesan yang dikirim lewat serabut A-δ, serabut yang menghantarkan nyeri cepat, yang mengakibatkan gerbang tertutup sehingga korteks serebri tidak menerima sinyal nyeri dan intensitas nyeri berubah/berkurang.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pijat effleurage terhadap penurunan nyeri persalinan kala 1 di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Negeri Suoh tahun 2023.Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yaitu dengan rancangan pre experiment dan desain one group pretest and posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu  bersalin kala 1 di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Negeri Suoh jumlah Juni-Juli dengan sampel yang berjumlah 30 orang. Teknik sampel yang digunakan yaitu purposive sampling. Instrumen pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan skala NRS (Numeric Rating Scale). Analisis data yang digunakan adalah wilcoxon.Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata nyeri persalinan kala 1 sebelum dilakukan pijat effleurage adalah 5,30 dan sesudah dilakukan pijat effleurage menurun menjadi 2,5. Hasil uji wilcoxon didapatkan p value 0,000 < 0,05 artinya ada pengaruh pijat effleurage terhadap penurunan nyeri persalinan kala 1 di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Negeri Suoh tahun 2023.Kesimpulan: Ada pengaruh pijat effleurage terhadap penurunan nyeri persalinan kala 1 di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Negeri Suoh tahun 2023.Saran: Dapat menerapkan asuhan dalam penatalaksanaan nyari kontraksi berupa pijat effleurage. Kata kunci: Nyeri Persalinan, Effleurage, Postpartum ABSTRACT Introduction: Labor pain is a condition characterized by unpleasant sensations. If not properly managed, it can lead to other issues, such as increased anxiety. The data from Indonesia indicates that 21% of women consider painful labor due to experiencing pain. One of the massage techniques used during labor is effleurage, which involves stimulating the skin. Effleurage stimulates the A-fibers, which transmit pain signals quickly, leading to a closed gate mechanism that prevents the cortex from receiving pain signals, ultimately altering or reducing the pain intensity.purpose: To determine the effect of effleurage massage on the reduction of pain during the first stage of labor in the working area of Bandar Negeri Suoh Primary Health Care in 2023.method: This research was a quantitative study with a pre-experimental design and a one-group pretest and posttest design. The population of this study included all mothers experiencing the first stage of labor in the working area of Bandar Negeri Suoh Primary Health Care during June and July, with a sample size of 30 participants. A purposeful sampling technique was used for sample selection. The data collection instrument in this study was the Numeric Rating Scale (NRS), and the data analysis employed the Wilcoxon test.Results: The results of this study revealed that the average pain score during the first stage of labor before undergoing effleurage massage was 5.30, and after the massage, it decreased to 2.5. The Wilcoxon test yielded a p-value of 0.000 <0.05, indicating a significant effect of effleurage massage on the reduction of pain during the first stage of labor in the working area of Bandar Negeri Suoh Primary Health Care in 2023.Conclusion: An effect of effleurage massage on the reduction of pain during the first stage of labor in the working area of Bandar Negeri Suoh Primary Health Care in 2023.Suggestion Can apply care in the management of painful contractions in the form of effleurage massage.  Keywords: Labor Pain, Effleurage, Postpartum
Pemberian Aromaterapi Lavender Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri & Kecemasan Pada Persalinan Kala I Dyrahani, Indah; Ermasari, Anissa; Rachmawati, Fijri; Yuviska, Ike Ate
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 9 (2024): Volume 6 Nomor 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i9.14295

Abstract

ABSTRACT Childbirth is sometimes filled with fear and anxiety about pain during labor. Studies conducted in Jordan reported that 92% of parturition experienced bad experiences with their labor including 66% fear and 78% normal labor pain. High pain and anxiety for pregnant women can have a negative impact on the mother and fetus. In addition, pain and anxiety also lead to obstacles in labor and pregnancy complications. Lavender aromatherapy is a non-pharmacological method that is useful for reducing pain, relaxing the mind, reducing tension and anxiety and giving peace to mothers in labor. This study aims to determine the effect of giving lavender aromatherapy to reducing pain intensity and anxiety in the first stage of labor at PMB Wirahayu, S.Tr.Keb Bandar Lampung. This type of quantitative research uses a pre-experimental design method with a one group pretest-post test research design. The population in this study were all mothers giving birth in the first stage at PMB Wirahayu, S.Tr.Keb Bandar Lampung with an average number of births per month, namely 85 mothers giving birth. The number of samples in this study were 30 respondents, the sampling technique was Accidental Sampling where the sample was found by coincidence according to the criteria determined by the researcher. The research instrument used the Numeric Rating Scale (NRS) questionnaire and the Likert Anxiety Scale for Childbirth. Conducted in July 2023. Data analysis was univariate and bivariate (Wilcoxon test). The average level of labor pain before being given lavender aromatherapy was 6.33. The average level of labor pain after being given lavender aromatherapy was 4.30. The average level of anxiety before being given lavender aromatherapy was 29.33. The average level of anxiety after being given lavender aromatherapy is 21.63. The results of the Wilcoxon test for labor pain obtained p = 0.000 (p <0.05). And the results of the Wilcoxon test for labor anxiety obtained p = 0.000 (p <0.05).  The conclusion from this study is that there is an effect of giving lavender aromatherapy to reducing the intensity of pain and anxiety in the first stage of labor in the PMB Wirahayu area, S.Tr.Keb Bandar Lampung. This lavender aromatherapy is a good alternative to reduce pain and anxiety in the first stage of labor so that it is hoped that it can be applied to PMB Wirahayu, S.Tr.Keb Bandar Lampung. Keywords: First Stage, Anxiety, Labor Pain, Lavender AromatherapyABSTRAK Persalinan kadang diliputi oleh rasa takut dan cemas terhadap rasa nyeri saat persalinan. Studi yang dilakukan di Yordania melaporkan bahwa 92% partus mengalami pengalaman buruk terhadap persalinannya di antaranya rasa takut 66% dan nyeri persalinan normal 78%. Nyeri dan kecemasan ibu hamil yang tinggi bisa mengakibatkan dampak yang buruk pada ibu dan janinnya. Selain itu nyeri dan kecemasan juga mengakibatkan hambatan pada persalinan dan komplikasi kehamilan. Aromaterapi lavender merupakan salah satu metode non-farmakologi yang bermanfaat untuk mengurangi rasa nyeri, merilekskan pikiran, menurunkan ketegangan dan kecemasan serta memberi ketenangan pada ibu bersalin.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi lavender terhadap penurunan intensitas nyeri dan kecemasan pada persalinan kala I di PMB Wirahayu, S.Tr.Keb Bandar Lampung. Jenis penelitian kuantitatif menggunakan metode pre-eksperimental design dengan desain penelitian one group pretest-post test. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin kala I di PMB Wirahayu, S.Tr.Keb Bandar Lampung dengan jumlah rata-rata persalinan perbulan yaitu sebanyak 85 ibu bersalin. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 responden, teknik sampling dengan Accidental Sampling dimana sampel berdasarkan kebetulan ditemui cocok dengan kriteria yang telah ditentukan oleh peneliti. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Numeric Rating Scale (NRS) dan Skala Likert Kecemasan Persalinan. Dilakukan pada bulan Juli 2023. Analisis data secara univariat dan bivariat (uji Wilcoxon). Rata-rata tingkat nyeri persalinan sebelum diberi aromaterapi lavender sebesar 6,33. Rata-rata tingkat nyeri persalinan setelah diberi aromaterapi lavender sebesar 4,30. Rata-rata tingkat kecemasan sebelum diberi aromaterapi lavender sebesar 29,33. Rata-rata tingkat kecemasan setelah diberi aromaterapi lavender sebesar 21,63. Hasil uji Wilcoxon nyeri persalinan diperoleh p= 0,000 (p<0,05). Dan Hasil uji Wilcoxon kecemasan persalinan diperoleh p= 0,000 (p<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini ada pengaruh pemberian aromaterapi lavender terhadap penurunan intensitas nyeri dan kecemasan pada persalinan kala I di wilayah PMB Wirahayu, S.Tr.Keb Bandar Lampung. Aromaterapi lavender ini sebagai suatu alternatif yang baik untuk mengurangi nyeri dan kecemasan pada persalinan kala I sehingga diharapkan dapat diterapkan bagi PMB Wirahayu, S.Tr.Keb Bandar Lampung. Kata Kunci: Kala I, Kecemasan, Nyeri Persalinan, Aromaterapi Lavender
Penyuluhan Kesehatan Tentang Pencegahan Stunting Anggraini, Anggraini; Agustin, Feni Nia; Rachmawati, Fijri; Mariza, Ana; Yantina, Yuli
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 November 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpmpkm.v7i2.22287

Abstract

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, yang ditandai dengan tinggi badan anak di bawah standar kurva pertumbuhan. Kondisi ini terutama terjadi pada 1000 hari pertama kehidupan, mulai dari masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penyebab utama stunting, dampak yang ditimbulkannya, serta upaya pencegahan dan penanganannya berdasarkan literatur ilmiah terbaru.Penyebab stunting bersifat multifaktorial, mencakup asupan nutrisi yang tidak memadai, praktik pemberian makan yang kurang tepat, sanitasi dan akses air bersih yang buruk, serta kurangnya pendidikan kesehatan pada ibu (Kemenkes RI, 2021). Dampak stunting tidak hanya terbatas pada masalah fisik, tetapi juga memengaruhi perkembangan kognitif, motorik, dan sosial anak. Anak yang mengalami stunting memiliki risiko lebih tinggi mengalami kesulitan belajar, penurunan produktivitas di usia dewasa, dan peningkatan risiko penyakit metabolik di kemudian hari (Black et al., 2020). Secara makro, tingginya prevalensi stunting dapat menghambat pertumbuhan ekonomi suatu negara karena menurunkan kualitas sumber daya manusia (UNICEF, 2021).Berbagai intervensi telah dirancang untuk mengatasi masalah ini, termasuk program pemberian makanan tambahan, edukasi gizi, dan peningkatan akses layanan kesehatan. Pencegahan menjadi kunci utama, dengan fokus pada periode kritis dari kehamilan hingga anak berusia dua tahun (WHO, 2022).
Correlation Between Exclusive Breastfeeding And History Of Infectious Disease With Wasting Novi Adnyani, Ni Komang Ayu; Sary, Lolita; Ervianasari, Nita; Rachmawati, Fijri
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 10 (2025): Volume 11 Nomor 11 November 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i10.11454

Abstract

Latar belakang: Wasting merupakan kondisi anak yang berat badannya menurun seiring waktu hingga total berat badannya jauh di bawah standar kurva pertumbuhan atau berat badan berdasarkan tinggi badannya rendah (kurus) dan menunjukkan penurunan berat badan (akut) dan parah. Faktor penyebab langsung wasting disebabkan oleh asupan dan penyakit infeksi. Prevalensi balita wasting di Provinsi Lampung sebesar 7%. Sedangkan kejadian wasting di Kabupaten Way Kanan pada tahun 2021 sebesar 3.9% meningkat pada tahun 2022 sebesar 6% sehingga menjadikan Way Kanan dengan kenaikan tertinggi sebesar 153.8% dibandingkan Kab/Kota lainnya. Wasting di UPT Puskesmas Tanjung Rejo diatas cut off point yaitu 6.04%.Tujuan: Mengetahui hubungan ASI ekslusif dan riwayat penyakit infeksi dengan kejadian wasting pada balita usia 6-59 bulan.Metode: Penelitian yang digunakan kuantitatif dengan rancangan case control. Dilakukan dari Mei sampai dengan Juni terhadap 66 responden balita dan menggunakan kuesioner kemudian dianalisa secara univariat dan bivariat.Hasil: Hasil penelitian bahwa distribusi frekuensi kejadian wasting didapatkan 33 (100%) balita mengalami wasting. Dari 33 responden pada kelompok kasus sebesar 23 balita (69.7%) yang tidak ASI ekslusif dan 10 balita (30.3%) yang ASI ekslusif. Sedangkan pada kelompok kasus sebesar 15 balita (45.5%) yang ada infeksi dan 18 balita (54.4%) yang tidak ada infeksi. Ada hubungan ASI ekslusif dengan kejadian wasting dengan (p-value 0.047). Serta ada hubungan riwayat penyakit infeksi dengan kejadian wasting (p-value  0.034).Kesimpulan: Ada hubungan ASI ekslusif dan riwayat penyakit infeksi dengan kejadian wasting.Saran: Dimana perlu edukasi efektif dengan memperhatikan metode atau media yang efektif dalam pemberian materi tentang ASI ekslusif dan penyakit infeksi. Kata kunci: ASI Esklusif, Penyakit Infeksi, Wasting  ABSTRACT Background: Wasting refers to a condition of a child whose weight decreases over time until his total body weight is far below the growth standards curve or weight-for-height which is low (thin) and shows acute and severe weight loss. The direct causes of wasting are poor nutrition intake and infectious diseases. The prevalence of wasting in children under five years in Lampung Province was 7%. Meanwhile, wasting in Way Kanan Regency in 2021 was 3.9%, increasing in 2022 by 6% and it makes Way Kanan Regency become the regency with the highest increase of wasting incidence (153.8%) compared to other regencies/cities. Wasting incidence at Tanjung Rejo Public Health Center UPT was above the cutoff point of 6.04%.Objective: To determine the correlation between exclusive breastfeeding and the history of infectious diseases with wasting in children aged 6-59 monthsMethods: This study used a quantitative approach with a case-control design. This study was conducted from May to June 2023 on 66 children under five years. The data were collected using questionnaires and then analyzed using univariate and bivariate data analysis.Results: The results of this study showed that based on the frequency distribution of wasting incidence, 33 children under five years (100%) experienced wasting. Of the 33 children under five years in the case group, 23 children (69.7%) were not exclusively breastfed and 10 children (30.3%) were exclusively breastfed. Whereas, in the case group, 15 children (45.5%) had a history of infectious diseases and 18 children (54.4%) had no history of infectious diseases. There was a correlation between exclusive breastfeeding and wasting (p-value = 0.047), and there was a correlation between the history of infectious diseases and wasting (p-value = 0.034).Conclusion: There was a correlation between exclusive breastfeeding and the history of infectious diseases with wasting Suggestion: Giving effective education is very necessary by paying attention to effective methods or media in providing material about exclusive breastfeeding and infectious diseases  Keywords: Exclusive breastfeeding, Infectious Diseases, Wasting