Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Efektivitas Terapi Akupresur Titik Pc 6 Dalam Mengatasi Emesis Gravidarum pada Ibu Hamil Trimester I di Puskesmas Wana Kec. Melinting Supiantari, Desy; Ermasari, Anissa; Rachmawati, Fijri; Yuviska, Ike Ate
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 12 (2024): Volume 6 Nomor 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i12.14421

Abstract

ABSTRACT Emesis gravidarum (morning nausea and vomiting) is a physiological change that occurs due to increased levels of the human chorionic gonadotropin (HCG) hormone produced by the placenta. As a complaint, nausea and vomiting are still considered normal, so disturbances during pregnancy are considered normal, but if this nausea and vomiting is excessive and continues without knowing the time, it can cause fluid disturbances (dehydration). One way to reduce emesis gravidarum is with acupressure therapy, point pc 6 .Based on data from pregnant women who visited from the beginning of January to February 2023 at the wana health center, there were 62 pregnant women on the first visit, and of the 62 k1 pregnant women there were 35 pregnant women who experienced nausea, vomiting or emesis gravidarum. The aim of this study was to find out the average The average level of emesis gravidarum in first trimester pregnant women at the wana health center in 2023 before and after being given PC 6 point acupressure. The method used was quantitative, the research design used the one group pre-test and post-test approach, with a population of 62 pregnant women and a sample of 30 respondents, conducted in July 2023. The sampling technique used purposive sampling, univariate and bivariate data analysis used test Wilcoxon. The results of the research conducted by the author show that there is an effect of applying PC 6 point acupressure on the level of emesis gravidarum in first trimester pregnant women at the sub-district health center. Rolls before being given the intervention and after being given the acupressure intervention at PC 6 point, with a p-value of 0.000 (<0.005). The conclusion from the treatment of PC 6 point acupressure therapy on the emission of gravidarum in the 1st trimester of pregnant women at the Wana sub-district health center. Melinting in 2023 that there is an effect on the level of emesis gravidarum in first trimester pregnant women at the sub-district wana health center. Rolling and already effective. The role of health workers should pay more attention to the problem of emesis gravidarum in pregnant women and need training in pc 6 point acupressure techniques so that they are more competent so they can provide complete midwifery care. Keywords: PC 6 Point Acupressure, Emesis Gravidarum, Pregnant Women Trimester I  ABSTRAK Emesis gravidarum (mual muntah di pagi hari) merupakan salah satu perubahan fisiologis yang terjadi karena peningkatan kadar hormon Human chorionic gonandotropin (HCG) yang dihasilkan oleh plasenta. Sebagai keluhan mual muntah ini masih dianggap wajar sehingga gangguan selama kehamilan ini dianggap normal, namun mual muntah ini jika berlebihan dan terus menerus tanpa mengenal waktu maka bisa menimbulkan ganguan cairan (dehidrasi).Salah satu cara untuk mengurangi emesis gravidarum dengan terapi akupresur titik pc 6.Berdasarkan data ibu hamil yang berkunjung diawal bulan januari sampai dengan februari 2023 di puskesmas wana, sebanyak 62 ibu hamil kunjungan pertama, dan dari 62 ibu hamil k1 tersebut ada 35 ibu hamil yang mengalami mual muntah atau emesis gravidarum. Tujuan penelitian ini untuk diketahui rata-rata tingkat emesis gravidarum pada ibu hamil trimester 1 di puskesmas wana tahun 2023 sebelum dan sesudah diberikan akupresur titk PC 6. Metode yang digunankan adalah kuantitatif,desain penelitian menggunakan pendekatan the one group pre-tes dan post-tes,dengan populasi 62 ibu hamil dan sampel 30 responden, dilakukan di bulan juli 2023.Teknik sampling menggunakan purposive sampling,analisa data univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis bahwa ada pengaruh penerapan akupresur titik PC 6 terhadap tingkat emesis gravidarum pada ibu hamil trimester 1 di puskesmas wana kec. Melinting sebelum diberikan intervensi dan sesudah diberikan intevensi akupresur titik PC 6 yaitu dengan nilai p-value adalah 0.000 (<0.005). Kesimpulan dari perlakuan terapi akupresur titik pc 6 terhadap emisis gravidarum ibu hamil trimester 1 di puskesmas wana kec. Melinting tahun 2023 bahwa ada pengaruh terhadap tingkat emesis gravidarum pada ibu hamil trimester 1 di puskesmas wana kec. Melinting dan sudah efektif.Peran petugas kesehatan hendaknya lebih memperhatikan masalah emesis gravidarum pada ibu hamil dan perlu pelatihan teknik akupresur titik pc 6 supaya lebih kompeten agar dapat memberikan asuhan kebidanan yang paripurna. Kata Kunci: Akupresur Titik PC 6, Emesis Gravidarum, Ibu Hamil Trimester
PEMBERIAN BISKUIT DAUN KELOR DALAM MENGATASI ANEMIA PADA IBU HAMIL DI DESA BAKHU KECAMATAN BATU KETULIS KABUPATEN LAMPUNG BARAT Rachmawati, Fijri; Susilawati, Susilawati; Supriati, Supriati
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2024): Vol 6 No 2 November 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v6i2.17960

Abstract

Kehamilan merupakan kondisi fisiologis, namun kenyataannya dapat timbul masalah selama proses kehamilan, salah satunya berkaitan dengan gizi. Masalah gizi yang banyak terjadi pada ibu hamil adalah anemia. Anemia pada masa kehamilan merupakan gangguan gizi sebagai akibat pola makan yang salah pada ibu hamil. Pola makan yang salah/tidak baik mengakibatkan kurangnya asupan zat gizianemia dalam kehamilan merupakan kondisi ibu dengan kadar Hb <11gr% pada trimester 1 dan trimester 3 atau kadar Hb < 10,5gram% pada trimester 2 karena terjadinya hemodilusi pada trimester II. Anemia kehamilan dapat menyebakan abortus, gangguan pertumbuhan janin, persalinan prematur, perdarahan postpartum. Salah satu sayuran hijau yang dapat meningkatkan kadar hemoglobin darah adalah Sayur Kelor. Penelitian tentang kandungan nutrisi daun kelor menguak bahwa daun kelor ternyata memiliki kandungan 4 kali lebih betacarotene dari pada wortel, 17 kali lebih banyak kalsium dibandingkan susu dan 25 kali lebih banyak zat besi dari pada bayam. Daun kelor memiliki lebih banyak antioksidan dari pada daun hijau lainnya. Daun kelor merupakan sumber protein, vitamin A dan vitamin C serta mineral.Metode kegiatan ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan menggunakan power point dan bahan peraga untuk pembuatan biskuit daun kelor. Kegiatan berjalan dengan baik dan telah dilaksanakan pada tanggal 3 Juli 2024 di PMB Romaita, S.ST., Bdn., M. Kes Desa Bakhu, kecamatan Batu Ketulis Lampung barat. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 26 orang. Peserta mendapatkan edukasi tentang ibu hamil anemia dan manfaat daun kelor. Kegiatan pendampingan kesehatan berupa penyuluhan dan praktik mengenai pemanfaatan daun kelor. Kegiatan penyuluhan memiliki dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan peserta penyuluhan tentang ibu Anemia dan manfaat daun kelor dalam rangka meningkatkan hemoglobin ibu hamil. Kata kunci : Anemia, Daun Kelor, Ibu Hamil.
Inovasi Cemilan Nagadu (Cegah Anemia Pada Kehamilan Dengan Buah Naga Dan Madu) Rachmawati, Fijri; Mariza, Ana; Idayani, Tri
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 Mei 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v7i1.20843

Abstract

Anemia dalam kehamilan merupakan suatu kondisi ibu hamil dengan kadar hemoglobin <11 gr/dL pada trimester I dan III atau kadar <10,5 gr/dL pada trimester II. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang jus buah naga dan madu dalam meningkatkan Hb selama masa kehamilan. Kegiatan ini dilaksanakan di Tiyuh Cahyou Randu Kecamatan Pagar Dewa, Kabupaten Tulang Bawang Barat. Kegiatan dimulai dengan terlebih dahulu dengan memberikan soal pre test guna menggali pemahaman ibu hamil tentang manfaat jus buah naga dan madu untuk mencegah anemia. Selanjutnya memberikan edukasi/penyuluhan dan demonstrasi cara pembuatan jus buah naga dan madu yang ditujukan kepada ibu hamil selama 45 menit dan selanjutnya melakukan evaluasi terhadap pemahaman ibu hamil setelah diberikan penyuluhan dengan memberikan soal post test. Terdapat peningkatan pengetahuan ibu hamil setelah diberikan edukasi akan manfaat dari konsumsi jus buah naga dan madu.Kata kunci : Anemia, buah naga, ibu hamil, madu
Relationship Between Complementary Feeding Practices And Stunting Incidence Novianti, Eka; Sary, Lolita; Evrianasari, Nita; Rachmawati, Fijri
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 6 (2025): Volume 11 No 6 Juni 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i6.11890

Abstract

Latar Belakang  : Data Survei Status Gizi Indonesi (SSGI) oleh Kementrian Kesehatan RI tahun 2022 menunjukkan prevalensi stunting di Indonesia sebesar 21,6%, di Provinsi Lampung sebesar 15,2%, di Kabupaten Way Kanan sebesar 18,4%, di Kecamatan Negeri Agung sebesar 7,84% serta di wilayah kerja UPT Puskesmas Negeri Agung 8,25%. Survey pendahuluan yang peneliti lakukan pada bulan Februari 2023 belum semua ibu menerapkan praktik pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang sesuai dengan rekomendasi WHO yaitu tepat waktu dalam pemberian MP-ASI, kualitas makanan MP-ASI yang adekuat, keamanan dalam menyiapkan dan menyimpan MP-ASI, dan responsif feeding.  Tujuan penelitian ini adalah  untuk mengetahui hubungan praktik pemberian makanan pendamping ASI dengan kejadian stunting.Metode : Metode yang digunakan  adalah observasi analitik dengan pendekatan cross sectional menggunakan data primer. Sampel dalam penelitian ini 211 responden dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling, dimana pengumpulan data  menggunakan kuesioner kemudian dianalisa  dengan uji chi-square. Hasil : Dari hasil penelitian diperoleh terdapat hubungan yang signifikan ketepatan waktu dalam pemberian MP-ASI dengan kejadian stunting (p value 0,000), terdapat hubungan makanan pendamping ASI yang adekuat dengan kejadian stunting (p value 0,000),  terdapat hubungan yang signifikan keamanan pemberian MPASI yang adekuat dengan kejadian stunting (p value 0,000), terdapat hubungan yang signifikan responsive feeding dengan kejadian stunting (p value 0,000), balita dengan stunting menunjukkan dampak buruk terhadap pertumbuhan, perkembangan dan kualitas sumber daya manusia. Dari sektor kesehatan perlu adanya peningkatan upaya preventif dan promotif mengenai praktik pemberian MP-ASI sesuai dengan standar agar dapat memperbaiki status gizi anak dan mencegah dampak dari stunting. Stunting bukan hanya masalah sektor kesehatan, intervensi yang tepat dengan penanganan dini dan bertanggung jawab melalui berbagai lintas sektor terkait.Kesimpulan : Terdapat hubungan praktik pemberian makanan pendamping ASI dengan kejadian stunting. Kata kunci : Stunting, Praktik Pemberian MP-ASI,tepat waktu, adekuat, aman,responsive feeding ABSTRACT Background: The Indonesian Nutritional Status Survey (Survei Status Gizi Indonesia) conducted by the Ministry of Health of the Republic of Indonesia in 2022 indicated a prevalence of stunting in Indonesia at 21.6%. In Lampung Province, it was 15.2%; in Way Kanan Regency, 18.4%; in Negeri Agung District, 7.84%; and in the working area of UPT (Technical Implementation Unit) Negeri Agung Public Health Center, 8.25%. A preliminary survey conducted by the researcher in February 2023 revealed that not all mothers were implementing appropriate complementary feeding practices in accordance with WHO recommendations. These recommendations include timely initiation of complementary feeding, adequate quality of complementary foods, safe preparation and storage of complementary foods, and responsive feeding. The aim of this research was to determine the relationship between complementary feeding practices and the incidence of stunting.Method: The method used was analytical observation with a cross-sectional approach using primary data. The sample in this research comprised 211 respondents selected through an accidental sampling technique. Data was collected using a questionnaire and subsequently analyzed using the chi-square test. Results: From the research results, it was found that there was a significant relationship between the timely initiation of complementary feeding and stunting incidence (p-value 0.000). There was a significant association between appropriate complementary feeding practices and stunting incidence (p-value 0.000). Moreover, a significant relationship was observed between the safe provision of adequate complementary foods and stunting incidence (p-value 0.000) and a significant correlation between responsive feeding and stunting incidence (p-value 0.000). Stunted toddlers demonstrated adverse effects on growth, development, and human resource quality. In the healthcare sector, there is a need for an increase in preventive and promotive efforts regarding appropriate complementary feeding practices in accordance with standards. This is essential for improving children's nutritional status and preventing stunting's impacts. Stunting is not merely a healthcare sector issue; it demands appropriate interventions through early and responsible management across various interconnected sectors.Conclusion: There is a correlation between the practice of providing complementary foods alongside breastfeeding and the occurrence of stunting. Keywords: Stunting, Complementary Feeding Practices timely, adequate, safe, responsive feeding
The Relationship Between Knowledge And Behavior Of Women Of Reproductive Age About Cervical Cancer In The Iva Test Hartati, Hartati; lathifah, Neneng Siti; Astriana, Astriana; Rachmawati, Fijri
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 6 (2025): Volume 11 No 6 Juni 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i6.11503

Abstract

Latar belakang: Tingginya angka kematian akibat kanker serviks disebabkan karena 95% wanita tidak menjalani deteksi dini sehingga menyebabkan keterlambatan diagnosis dari kanker serviks. Metode Inspeksi Visual Asam asetat (IVA) merupakan salah satu metode yang efektif dan efisien untuk mendeteksi dini kanker serviks. Banyak faktor yang berhubungan dengan keikutsertaan ibu untuk ikut serta pada tes IVA di antaranya adalah pengetahuan dan perilaku Tujuan: untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan Perilaku wanita usia subur tentang kanker serviks dalam pelaksanaan IVA tes di puskesmas ogan lima tahun 2023. Metode: Jenis penelitian ini kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua sasaran Wanita Usia Subur (WUS) berusia 30-50 tahun yang sudah menikah di Puskesmas Ogan Lima tahun 2023 yaitu sebanyak 2577 WUS. sampel pada penelitian ini adalah sebanyak  106 WUS. Teknik sampling yang digunakan adalah Acidental Sampling. Aanalisis data menggunakan uji Chi Square.Hasil: Hasil didapatkan Frekuensi responden yang melakukan pemeriksaan IVA  yaitu sebanyak 42 (39,6%) responden, dan responden yang tidak melakukan pemeriksaan IVA sebanyak 64 (60,4%) responden. Frekuensi responden yang memilili pengetahuan baik yaitu sebanyak 48 (45,3%) responden, dan responden yang memiliki pengetahuan kurang yaitu sebanyak 58 (54,7%) responden. Frekuensi perilaku dalam melakukan pemeriksaan IVA, yang mendukung yaitu sebanyak 36 (34%) responden dan yang tidang mendukung yaitu sebanyak 70 (66%) responden Ada hubungan antara pengetahuan dengan pemeriksaan IVA yaitu dapat dilihat dari nilai p.value 0,000 (α <0,05). Ada hubungan antara perilaku dengan pemeriksaan IVA yaitu dapat dilihat dari nilai p.value 0,001 (α <0,05).Kesimpulan: Ada hubungan pengetahuan dan perilaku wanita usia subur tentang kanker serviks dalam pelaksanaan IVA tes di  Puskesmas Ogan Lima tahun 2023.Saran: mensosialisasikan mengenai pentingnya pemeriksaan IVA melalui penyuluhan-penyuluhan tentang  kanker servik, pemeriksaan IVA  secara bertahap selama 2x dalam 1 tahun   Kata Kunci: Pengetahuan, Perilaku, Pemeriksaan IVA ABSTRACT Background: The high mortality rate from cervical cancer is caused by 95% of women not undergoing early detection, causing a delay in the diagnosis of cervical cancer. Acetic Acid Visual Inspection Method (IVA) is an effective and efficient method for early detection of cervical cancer. Many factors related to the participation of mothers to take part in the IVA test include knowledge and behavior. Purpose: The aim of the study was to determine the relationship between knowledge and behavior of women of childbearing age regarding cervical cancer in carrying out the IVA test at Puskesmas Ogan Lima in 2023.Methods: This type of research is quantitative with a cross sectional research design. The population used in this study were all target women of childbearing age (WUS) aged 30-50 years who were married at Puskesmas Ogan Lima in 2023, namely 2577 WUS. the sample in this study was 106 WUS. The sampling technique used is Acidental Sampling. Data analysis used the Chi Square test.Result: The results showed that the frequency of respondents who carried out IVA examinations was 42 (39.6%) respondents, and respondents who did not carry out IVA examinations were 64 (60.4%) respondents. The frequency of respondents who had good knowledge was 48 (45.3%) respondents, and respondents who had less knowledge were 58 (54.7%) respondents. The frequency of behavior in carrying out VIA examinations, which supports 36 (34%) of respondents and those who do not support, namely 70 (66%) of respondents. There is a relationship between knowledge and IVA examination, which can be seen from the p.value of 0.000 (α <0, 05).Conclusion: There is a relationship between the knowledge and behavior of women of childbearing age regarding cervical cancer in the implementation of the IVA test at Puskesmas Ogan Lima in 2023. Suggestion: Socialize the importance of IVA examinations through counseling about cervical cancer, IVA examinations in stages for 2x in 1 year  Keywords: Knowledge, Behavior, IVA Examination
The Effect Of Black Cumin Extract On Breastfeeding Sufficiency In Postpartum Mothers Rahayu, Rahayu; Anggraini, Anggraini; Rachmawati, Fijri; Evrianasari, Nita
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i6.11689

Abstract

Latar Belakang: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat, persentase pemberian ASI eksklusif bayi berusia 0-5 bulan sebesar 71,58% pada 2021. Angka ini menunjukkan perbaikan dari tahun sebelumnya yang sebesar 69,62%. Namun, sebagian besar provinsi masih memiliki persentase pemberian ASI Eksklusif di bawah rata-rata nasional. %. Di Kabupaten Lampung Tengah persentasenya 77,99%. Sedangkan di Puskesmas Seputih Banyak capaian ASI Eksklusif hanya mencapai 50,40 %, angka tersebut belum mencapai target. Berdasarkan wawancara awal yang dilakukan peneliti dengan 10 ibu nifas didapatkan 6 orang tidak tau cara memperbanyak ASI selain dari sayuran hijau, 4 orang tidak tahu penggunaan obat-obatan pelancar ASI atau kandungan pada makanan lain yang dapat memperlancar ASI. Tujuan: diketahui pengaruh ekstrak jintan hitam terhadap kecukupan ASI pada ibu postpartum di Wilayah Kerja Puskesmas Seputih Banyak Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2023.Metode: Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif. Desain eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasy eksperimental dengan pendekatan pretest-posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu nifas 0-42 hari yang menyusui bayinya dengan estimasi pada 1 Janurai s/d 31 Juni dengan jumlah rata-rata setiap bulan sejumlah 50 orang di Wilayah Kerja Puskesmas Seputih Banyak. Cara pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik Purposive sampling.Sehingga kelompok dalam penelitian ini sebanyak 30 responden. Analisa data univariate dan bivariate menggunakan uji t-dependen.Hasil: Kelancaran produksi ASI yang dilihat dari berat badan bayi sebelum diberi ekstrak jintan hitam dengan mean 3795,33gr sedangkan pada kelompok kontrol dengan mean 3586,67gr. Kelancaran produksi ASI yang dilihat dari berat badan bayi sesudah diberi ekstrak jintan hitam pada pengukuran ke delapan dengan mean 3886,00gr sedangkan pada kelompok kontrol dengan mean 3590,00gr. Hasil uji statistik menggunakan tes- independen didapat nilai p-value 0,000 (α<0.05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh ekstrak jintan hitam terhadap kecukupan ASI pada ibu postpartum di Wilayah Kerja Puskesmas Seputih Banyak Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2023. Diharapkan untuk para kelompok kelas ibu atau ibu kader di Wilayah Kerja Puskesmas Seputih Banyak dapat mengkonsumsi ekstrak jintan hitam sebagai alternatif non farmakologi untuk memperlancar produksi ASI pada kelompok ibu post partum dan menyusui melalui media poster. Kata Kunci : Ekstrak Jintan Hitam, Kecukupan ASI, Ibu Postpartum ABSTRACT Background: The Ministry of Health (MoH) recorded the percentage of exclusive breastfeeding for infants aged 0-5 months at 71.58% in 2021. This figure shows an improvement compared to the previous year, which was 69.62%. However, most provinces still have a percentage of exclusive breastfeeding below the national average. In Central Lampung Regency, the percentage is 77.99%. Meanwhile, in Seputih Banyak Primary Health Care, the achievement of exclusive breastfeeding is only 50.40%, which has not reached the target. Based on the initial interviews to 10 postpartum women, it was found that 6 of them did not know how to increase breast milk production other than consuming green vegetables. 4 of them were not aware of the use of medications or other foods that can enhance breast milk production. Purpose: determine the effect of black cumin extract on breastfeeding sufficiency in postpartum mothers in the working area of Seputih Banyak Primary Health Care of Central Lampung Regency in 2023.Methods: This study was a quantitative research. The experimental design used quasiexperimental with a pretest-posttest control group design. The population in this study consists of all postpartum women (0-42 days) who are breastfeeding their babies, taken from January 1 to June 31, with an average number of 50 women in the working area of Seputih Banyak Primary Health Care. The sampling technique used in this study is purposive sampling, resulting 30 respondents in the research group. Univariate and bivariate data analysis were conducted using the dependent t-test.Result: The continuance of breast milk production, as seen from the baby's weight before being given black cumin extract had a mean of 3795.33 grams, while in the control group, the mean was 3586.67 grams. The continuance of breast milk production, as seen from the baby's weight after being given black cumin extract on the eighth measurement, had a mean of 3886.00 grams, while in the control group, the mean was 3590.00 grams. The results of the statistical test using the independent t-test obtained a p-value of 0.000 (α<0.05).Conclusion: There is an effect of black cumin extract on breastfeeding sufficiency in postpartum mothers in the working area of Seputih Banyak Primary Health Care of Central Lampung Regency in 2023. It is recommended that the maternal class or women cadres in the working area of Seputih Banyak Primary Health Care can consume black cumin extract as a non-pharmacological alternative to enhance breast milk production in the postpartum and breastfeeding group through poster media. Keywords : Black Cumin Extract, Breastfeeding sufficiency, Postpartum women
Analysis Of Factors Causing Low Birth Weight (Lbw) Incidents Afriani, Nasita; Rachmawati, Fijri; Mariza, Ana; Kurniasari, Devi
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 4 (2025): Volume 11 No 4, April 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i3.18224

Abstract

Latar Belakang Data World Health Organization (WHO) menunjukkan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia mencapai 111.719 kasus pada tahun 2019. Kasus kematian bayi di Kota Bandar Lampung tahun 2022 sebanyak 56 kasus atau 3,1 per kelahiran hidup. Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin menunjukkan terdapat 1.197 bayi yang lahir pada tahun 2021-2023. Berdasarkan observasi ada 30 (0,02%) bayi yang mengalami BBLR.  Dampak bayi BBLR yaitu rentan stunting, IQ rendah, disabilitas permanen, gangguan kognitif, gangguan perkembangan syaraf, dan rentan infeksi. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya BBLR di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Tahun 2021-2023. Metode Penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Bintang Amin dilakukan pada bulan Maret-juli. Populasi bayi lahir di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin 2021-2023 sebanyak 1.197 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah 60 responden. Variabel independent dalam penelitian ini adalah usia ibu, paritas, anemia, status gizi ibu dan ketuban pecah dini dengan variabel dependent kejadian bayi BBLR. Teknik sampling purposive sampling, Analisa data univariate dan bivariate menggunakan uji chi square. Hasil analisis dari 60 bayi, BBLR sebanyak 30 responden (50,0%) dan tidak BBLR sebanyak 30 (50,0%) responden. Faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR adalah usia ibu p-value 0,000 (<0,05), paritas p-value 0,000 (<0,05), anemia p-value 0,000 (<0,05), status gizi p-value 0,000 (<0,05), ketuban pecah dini p-value 0,004(<0,05). Sehingga usia ibu, paritas, anemia, status gizi, dan ketuban pecah dini berhubungan dengan kejadian BBLR. Diharapkan dapat diberikan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan BBLR sedini mungkin. Kata Kunci : BBLR, Usia, Paritas, Gizi, Anemia ABSTRACT Background World Health Organization (WHO) data shows that the Infant Mortality Rate (IMR) in Indonesia reached 111,719 cases in 2019. Cases of infant mortality in Bandar Lampung City in 2022 were 56 cases or 3.1 per 100,000 live births. Pertamina Bintang Amin Hospital showed that there were 1,197 babies born in 2021-2023. Based on observations, there were 30 (0.02%) babies who experienced LBW. The impact of LBW babies is prone to stunting, low IQ, permanent disability, cognitive disorders, neurodevelopmental disorders, and susceptibility to infection. The purpose of the study was to determine the factors that influence the occurrence of LBW at Pertamina Bintang Amin Hospital in 2021-2023. Quantitative research with a cross-sectional research design. The study was conducted at Bintang Amin Hospital in March-July. The population of babies born at Pertamina Bintang Amin Hospital in 2021-2023 was 1,197 people. The sample in this study was 60 respondents. Independent variables in this study were maternal age, parity, anemia, maternal nutritional status and premature rupture of membranes with dependent variables of LBW infants. The sampling technique was purposive sampling, Univariate and bivariate data analysis using the chi square test. The results of the analysis of 60 infants, LBW as many as 30 respondents (50.0%) and non-LBW as many as 30 (50.0%) respondents. Factors related to the incidence of LBW are maternal age p-value 0.000 (<0.05), parity p-value 0.000 (<0.05), anemia p-value 0.000 (<0.05), nutritional status p-value 0.000 (<0.05), premature rupture of membranes p-value 0.004 (<0.05). So that maternal age, parity, anemia, nutritional status, and premature rupture of membranes are related to the incidence of LBW. It is expected that public knowledge can be provided about preventing LBW as early as possible. Keywords : LBW, Age, Parity, Nutrition, Anemia 
Relationship Between Parenting Pattern And Stunting Afrita, Rini; lathifah, Neneng Siti; Astriana, Astriana; Rachmawati, Fijri
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v9i4.11480

Abstract

Latar belakang: Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh anak berusia di bawah lima tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis yang ditandai dengan nilai z-score tinggi badan menurut umur (TB/U) kurang dari -2SD / standar deviasi (stunted) dan kurang dari -3SD (severely stunted) (Kemenkes RI, 2021). Kasus stunting dunia mencapai 22% dengan jumlah mencapai 149,2 juta anak (Unicef, 2020). Indonesia menduduki peringkat kelima dunia untuk jumlah anak dengan stunting (Permenkes Nomor 2, 2020). Berdasarkan Profil Kementerian Kesehatan RI, 2021 Indonesia persentasi balita stunting usia 0-59 bulan sebesar 2,5% balita sangat pendek dan sebesar 7% balita pendek. Lampung menunjukkan prevalensi balita stunting sebanyak 15,2% sedangkan Kabupaten Lampung Utara (24,7%) (SSGI Provinsi Lampung). Data Profil UPTD Puskesmas Ogan Lima jumlah anak stunting 92 anak, dimana stunting usia 0-23 bulan berjumlah 38 anak dan yang berusia 24-59 bulan lebih banyak yaitu 54 anak.Tujuan: diketahui hubungan pola asuh orang tua dengan stunting di UPTD Puskesmas Ogan Lima tahun 2023.Metode: Jenis penelitian ini kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Teknik Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Populasi dan sample dalam penelitian ini adalah 54 balita stunting usia 24-59 bulan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Ogan Lima tahun 2023. Dengan menggunakan Teknik Total Sampling. Analisa data secara univariat dan bivariat dengan menggunakan chi-square.Hasil: menunjukan bahwa distribusi frekuensi balita stunting kategori pendek berjumlah 43 (79,6%) dan balita stunting kategori sangat pendek berjumlah 11 (20,4%). Distribusi frekuensi pola asuh orang tua positif berjumlah 25 (46,3%) dan pola asuh orang tua negatif berjumlah 29 (53,7%). Uji hipotesis menunjukkan ada hubungan pola asuh orang tua dengan stunting di UPTD Puskesmas Ogan Lima (p=0.021, OR=0,132, CI 95% = 0,25-0,687)Kesimpulan: Ada hubungan pola asuh orang tua dengan stunting di UPTD Puskesmas Ogan Lima.Saran: Tenaga kesehatan melakukan advokasi dengan pemegang kebijakan,bekerjasama dengan lintas  program dan lintas sektor untuk melakukan penyuluhan kesehatan tentang cara mencuci tangan dengan sabun, imunisasi dasar lengkap dan sanitasi lingkungan yang bersih melalui leaflet atau brosur dengan mengikutsertakan tokoh masyarakat (TOMA), tokoh agama (TOGA) dan perangkat desa dan melakukan penyuluhan tentang praktek pemberian makanan di posyandu dengan cara pengolahan bahan makan bergizi yang murah dan mudah didapat di lingkungan sekitar. Kata Kunci: Pola Asuh Orang Tua,Stunting. ABSTRACT Background: Stunting is a condition of failure to thrive in children under five years old (toddlers) due to chronic malnutrition which is characterized by a z-score for height for age (TB/U) less than -2SD / standard deviation (stunted) and less than -3SD ( severely stunted) (RI Ministry of Health, 2021). World stunting cases have reached 22% with a total of 149.2 million children (Unicef, 2020). Indonesia is ranked fifth in the world for the number of children with stunting (Permenkes Number 2, 2020). Based on the profile of the Indonesian Ministry of Health, in 2021 Indonesia the percentage of stunted toddlers aged 0-59 months is 2.5% very short toddlers and 7% stunted toddlers. Lampung shows the prevalence of stunting under five is 15.2%, while North Lampung Regency (24.7%) (SSGI Lampung Province). UPTD Profile Data of the Puskesmas Ogan Lima, the number of stunted children is 92, of which 38 children are stunted aged 0-23 months and those aged 24-59 months are more, namely 54 children.Purpose: The aim of the study was to find out the relationship between parenting and stunting at the UPTD Puskesmas Ogan Lima in 2023.Methods: This type of research is quantitative with a cross sectional research design. Data collection techniques using a questionnaire. The population and sample in this study were 54 stunted toddlers aged 24-59 months in the working area of the Ogan Lima Health Center UPTD in 2023. Using the Total Sampling technique. Univariate and bivariate data analysis using chi-square.Result: The results showed that the distribution of the frequency of stunting toddlers in the short category was 43 (79.6%) and the toddlers in the very short category were 11 (20.4%). The frequency distribution of positive parenting styles is 25 (46.3%) and negative parenting styles is 29 (53.7%). The hypothesis test showed that there was a relationship between parenting style and stunting at UPTD Puskesmas Ogan Lima (p=0.021, OR=0.132, 95% CI = 0.25-0.687)Conclusion: There is a relationship between parenting style and stunting at the UPTD Puskesmas Ogan Lima  Suggestion: to reduce the stunting rate for health workers, carry out advocacy with policy makers, collaborate with cross-programs and cross-sectors to conduct health education on how to wash hands with soap, complete basic immunization and clean environmental sanitation through leaflets or brochures involving community leaders (TOMA), religious leaders (TOGA) and village officials and conduct counseling on the practice of providing food at posyandu by processing nutritious food ingredients that are cheap and easily available in the surrounding environment. Keywords: Parenting Pattern, Stunting 
The Influence Of Murrotal Quran On Anxiety During The First Stage Of Labor Anggisa, Dea Yudha; Lathifah, Neneng Siti; Susilawati, Susilawati; Rachmawati, Fijri
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 7 (2025): Volume 11, Nomor 7 Juli 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i7.17151

Abstract

Masalah lain yang muncul selama persalinan yaitu kecemasan. Kecemasan merupakan respons emosional atau kekhawatiran berlebihan yang tidak jelas sehubungan dengan perasaan ketidakberdayaan. Dampak dari kecemasan dapat menimbulkan rasa sakit pada persalinan dan berakibat timbulnya kontraksi uterus dan dilatasi serviks yang tidak baik. Indonesia data ibu hamil yang mengalami kecemasan mencapai 107.000.000 atau 28,7% di mana kecemasan terjadi saat menjelang proses persalinan Tujuan penelitian diketahui pengaruh Murrotal Qur’an terhadap kecemasan selama proses persalinan kala I di Klinik Wede Ar Rachman Bandar Lampung.Jenis penelitian kuantitatif, rancangan penelitian menggunakan quasi-experimental design dengan rancangan two-group pre test-post test control group design. Populasi dan sampel menggunakan 36 ibu bersalin kala I, 18 sebagai kelompok intervensi yaitu diberi Murrotal Qur’an dan 18 sebagai kelompok kontrol, penelitian ini telah dilaksanakan di Klinik Wede Ar Rachman Bandar Lampung pada bulan Februari s/d Juli Tahun 2024. Analisa data univariat dan bivariat menggunakan uji independen test.Rata-rata kecemasan pada ibu bersalin Kala I sebelum mendengarkan Murrotal Qur’an Di Klinik Wede Ar Rachman Bandar Lampung terhadap 18 responden kelompok intervensi, dengan mean kecemasan 77,50 dengan kategori berat. Sedangkan sesudah mendengarkan Murrotal Qur’an dengan mean kecemasan 41,22 dengan kategori sedang, dengan selisih mean sebesar 36,28. Rata-rata kecemasan pada ibu bersalin Kala I kelompok kontrol di Klinik Wede Ar Rachman Bandar Lampung terhadap 18 responden dengan mean kecemasan 79,67 dengan kategori berat, dan dilakukan pengukuran ke dua pada kelompok kontrol dengan mean kecemasan 83,11 dengan kategori berat, dengan selisih mean sebesar 3,44. Hasil uji statistik menggunakan tes-independen didapat nilai p-value 0.000 (α<0.05) yang artinya terdapat pengaruh murrotal qur’an dengan Kecemasan Pada Ibu Bersalin Kala I di Klinik Wede Ar Rachman Bandar Lampung. Diharapkan bidan dapat mengedukasi terapi Murrotal Al-Qur’an kepada ibu bersalin untuk menurunkan intensitas nyeri dan tingkat kecemasan. Kata Kunci : Murrotal Quran, Kecemasan, Persalinan Kala I ABSTRACT Another problem that arises during labor is anxiety. Anxiety is an emotional response or excessive worry that is unclear in connection with feelings of helplessness. The impact of anxiety can cause pain during labor and result in poor uterine contractions and cervical dilatation. Data from Indonesia shows that 107 million pregnant women, or 28.7%, experience anxiety, especially nearing the labor process. The aim of this research was to determine the effect of Murrotal Qur'an on anxiety during the first stage of labor at the Wede Ar Rachman Clinic, Bandar Lampung.This quantitative research used a quasi-experimental design with a two-group pre-test-post-test control group design. The population and sample consisted of 36 mothers in the first stage of labor, 18 in the intervention group who were given Murrotal Qur'an and 18 in the control group. This study was conducted at the Wede Ar Rachman Clinic, Bandar Lampung, from February to July 2024. Data analysis was performed using univariate and bivariate independent tests.The average anxiety level of mothers in the intervention group before listening to Murrotal Qur'an was 77.50 (severe anxiety), and after listening, it decreased to 41.22 (moderate anxiety), with a mean difference of 36.28. In the control group, the average anxiety level was 79.67 (severe anxiety) before, and 83.11 (severe anxiety) after, with a mean difference of 3.44. Statistical testing using an independent test showed a p-value of 0.000 (α < 0.05), indicating a significant influence of Murrotal Qur'an on anxiety in mothers during the first stage of labor at the Wede Ar Rachman Clinic, Bandar Lampung. Midwives are encouraged to educate mothers about Murrotal Al-Quran therapy to reduce pain intensity and anxiety levels. Keywords: Murrotal Quran, Anxiety, First Stage of Labor
Dukungan Suami Dalam Pencegahan Anemia Pada Kehamilan Rachmawati, Fijri
MIDWIFERY JOURNAL Vol 2, No 1 (2022): Volume 2 nomor 1, Maret 2022
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v2i1.6386

Abstract

Background: More than 80% of countries in the world, the prevalence of anemia in pregnancy is > 20% and can be considered as a major public health problem. Chronic iron deficiency can affect the general well-being of both mother and baby. The indirect factor of anemia is the husband's support, the husband has a very important role for the mother, support can be given in the form of physical and psychological.Objective: To determine the relationship of husband's support in preventing anemia in pregnancy.Methodology: An analytical observational study with a cross sectional approach, which was conducted from December 2020 to February 2021. The sample size was 47 pregnant women and 47 husbands. Data analysis uses chi square, if it does not meet the requirements then use Kolmogorov Smirnov.Results: statistical test results showed that there was a relationship between husband's support in preventing anemia in pregnancy (P=0.000)Conclusion: the results of the study found that there was a relationship between husband's support in preventing anemia in pregnancy.Suggestion: Conduct counseling and IEC about the importance of nutrition during pregnancy to prevent nutritional iron deficiency anemia in pregnant women by involving husbands, families and health workers, as well as health workers to provide assistance and regular monitoring of activities that have been carried out as an effort to improve maternal nutrition. pregnant Keywords: Husband's support, Prevention of Pregnancy Anemia ABSTRAK Latar Belakang: Lebih dari 80% Negara di dunia, prevalansi anemia pada kehamilan > 20% dan dapat dianggap sebagai masalah kesehatan masyarakat yang utama. Kekurangan zat besi kronis dapat mempengaruhi kesejahteraan umum ibu dan bayi. Faktor tidak langsung anemia yaitu dukungan suami, suami memiliki peran yang sangat penting bagi ibu, dukungan dapat diberikan dalam bentuk fisik maupun psikis.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan dukungan suami dalam pencegahan anemia pada kehamilan.Metodologi: Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada bulan Desember sampai bulan Februari Jumlah sampel 47 responden ibu hamil dan 47 responden suami. Analisa data menggunakan chi square.Hasil: hasil uji statistik menunjukkan bahwa ada hubungan dukungan suami dalam pencegahan anemia pada kehamilan (P=0.000)Kesimpulan: hasil penelitian didapatkan bahwa ada hubungan dukungan suami dalam pencegahan anemia pada kehamilan.Saran: Melakukan penyuluhan dan KIE tentang pentingnya nutrisi selama kehamilan untuk mencegah terjadinya anemia defesensi besi gizi ibu hamil dengan melibatkan suami, keluarga serta petugas kesehatan, serta petugas kesehatan melakukan pendampingan dan pemantauan secara rutin tentang kegiatan yang sudah dilakykan sebagai salah satu upaya meningkatkan gizi ibu hamil Kata Kunci: Dukungan suami, Pencegahan Anemia Kehamilan