Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Determinants of personal protective equipment utilization among healthcare workers Ismarina; Dini Rachmaniah; Rita Ramayulis
Nursing and Health Sciences Journal (NHSJ) Vol. 6 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : KHD-Production

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53713/nhsj.v6i1.634

Abstract

Despite established guidelines, non-compliance with personal protective equipment (PPE) protocols remains a persistent challenge in healthcare settings, posing risks to occupational safety and infection prevention. This study examined factors associated with PPE use behavior among healthcare workers in inpatient units. An analytical cross-sectional study was conducted involving 260 healthcare workers. Data were collected via structured questionnaires and observational checklists. Associations between independent variables and PPE use behavior were assessed using chi-square tests. Inappropriate PPE use was observed in 60.8% of respondents. Bivariate analysis identified supervisory support (p = 0.011; OR = 2.315) and peer support (p < 0.001; OR = 4.470) as significant predictors of compliance. Conversely, age, education, knowledge, length of service, attitudes, comfort, and facility availability showed no significant association. Workplace social support, particularly from supervisors and colleagues, is a critical determinant of PPE compliance. Strategies to improve PPE adherence should prioritize strengthening organizational support systems rather than focusing solely on individual knowledge or resource availability.
Pengaruh Emotional Freedom Technique (EFT) sebagai Intervensi Psikologis terhadap Burnout Mahasiswa Keperawatan di Jawa Barat dan Banten: The Effect of Emotional Freedom Technique (EFT) as a Psychological Intervention on Burnout in Nursing Students in West Java and Banten Nenden Lesmana Wati; Dini Rachmaniah; Elfina Yulidar; Dwi Agung Riyanto
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v12i1.370

Abstract

Latar Belakang: Mahasiswa keperawatan merupakan kelompok yang rentan mengalami burnout akibat beban akademik, tuntutan praktik klinik, serta stres psikologis berkepanjangan. Emotional Freedom Technique (EFT) dikenal sebagai intervensi psikologis yang efektif dalam menurunkan tekanan emosional, namun bukti ilmiah mengenai pengaruhnya terhadap burnout pada mahasiswa keperawatan di Indonesia masih terbatas. Tujuan: Mengetahui pengaruh Emotional Freedom Technique (EFT) terhadap tingkat burnout pada mahasiswa keperawatan di Jawa Barat dan Banten. Metode: Penelitian ini menggunakan desain mixed method dengan quasi-experimental pretest–posttest control group. Sebanyak 60 mahasiswa keperawatan dipilih melalui purposive sampling dan dibagi menjadi kelompok intervensi (n=30) dan kelompok kontrol (n=30). Kelompok intervensi diberikan EFT sebanyak empat sesi, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan intervensi. Tingkat burnout diukur menggunakan Maslach Burnout Inventory–Student Survey (MBI-SS). Data kuantitatif dianalisis menggunakan paired t-test dan independent t-test, sedangkan data kualitatif dianalisis dengan thematic analysis. Hasil: Terdapat penurunan burnout yang signifikan pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol (p < 0,001). Kelompok intervensi mengalami penurunan skor burnout sebesar 15,44 poin, sedangkan kelompok kontrol tidak menunjukkan penurunan bermakna. Temuan kualitatif mendukung hasil ini, di mana mahasiswa melaporkan peningkatan ketenangan emosional, regulasi emosi, motivasi belajar, dan kemampuan coping.   Kesimpulan: Emotional Freedom Technique (EFT) terbukti efektif dalam menurunkan burnout pada mahasiswa keperawatan dan direkomendasikan sebagai intervensi promotif–preventif kesehatan mental di institusi pendidikan keperawatan. Disarankan penelitian selanjutnya menggunakan jumlah sampel lebih besar dan durasi intervensi lebih panjang. Background: Nursing students are highly vulnerable to burnout due to academic workload, clinical practice demands, and prolonged psychological stress. Emotional Freedom Technique (EFT) is recognized as an effective psychophysiological intervention to reduce emotional distress; however, empirical evidence regarding its effect on burnout among Indonesian nursing students remains limited. Objective: To analyze the effect of Emotional Freedom Technique (EFT) on burnout levels among nursing students in West Java and Banten. Methods: This study employed a mixed-method experimental design with a quasi-experimental pretest–posttest control group. A total of 60 nursing students were selected using purposive sampling and divided into an intervention group (n=30) and control group (n=30). The intervention group received four EFT sessions, while the control group received no intervention. Burnout was measured using the Maslach Burnout Inventory–Student Survey (MBI-SS). Quantitative data were analyzed using paired t-test and independent t-test, while qualitative data were analyzed using thematic analysis. Results: The study demonstrated a significant reduction in burnout levels in the intervention group compared with the control group (p < 0.001). The intervention group showed a mean decrease of 15.44 points, while the control group showed no significant reduction. Qualitative findings revealed improvements in emotional regulation, psychological calmness, academic motivation, and coping strategies among participants receiving EFT. Conclusion: Emotional Freedom Technique (EFT) is proven effective in reducing burnout among nursing students and can be recommended as a promotive–preventive mental health intervention in nursing education institutions. Further research is suggested with a larger sample size and longer intervention duration.
Pemberdayaan Keluarga untuk Meningkatkan Pengetahuan tentang ASI Eksklusif di Desa Cigelam: Pengabdian Etty Nurkhayati; Annisa Nurhayati Hidayat; Susi Irianti; Dini Rachmaniah; Elfina Yulidar
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7742

Abstract

Pemberian ASI eksklusif memerlukan dukungan keluarga karena keputusan dan praktik menyusui berlangsung dalam lingkungan rumah tangga. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan keluarga mengenai ASI eksklusif melalui edukasi dan pembentukan keluarga pendamping ASI. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan pemberdayaan keluarga yang mencakup tahap persiapan, edukasi, pendampingan, evaluasi, dan pelaporan. Materi meliputi konsep ASI eksklusif, klasifikasi ASI, fisiologi laktasi, dukungan keluarga, serta peran keluarga pendamping ASI. Evaluasi pengetahuan dilakukan secara deskriptif menggunakan pretest dan posttest pada 50 peserta. Sebelum edukasi, 20 peserta (40%) dikategorikan memahami materi dan 30 peserta (60%) belum memahami. Setelah edukasi, jumlah peserta yang memahami meningkat menjadi 40 orang (80%), sedangkan yang belum memahami menurun menjadi 10 orang (20%). Seluruh sasaran yang tercatat mengikuti rangkaian kegiatan dan peserta menunjukkan respons positif selama penyuluhan dan pendampingan. Hasil tersebut menunjukkan peningkatan proporsi pemahaman sebesar 40 poin persentase setelah intervensi edukasi. Pemberdayaan keluarga melalui edukasi terstruktur dan pendampingan berpotensi menjadi strategi promotif untuk memperkuat dukungan keluarga terhadap keberhasilan ASI eksklusif. Keberlanjutan kegiatan perlu diarahkan pada pendampingan keluarga secara berkala dan integrasi dengan pelayanan kesehatan setempat.