Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kejadian Hipertensi Adiratna Sekar Siwi; Devi Irawan; Amin Susanto
Journal of Bionursing Vol 2 No 3 (2020): Journal of Bionursing
Publisher : Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.322 KB) | DOI: 10.20884/1.bion.2020.2.3.70

Abstract

Background: Hypertension is still a big challenge for health development in Indonesia because of the high prevalence rate of hypertension. Hypertension is usually not recognized by the public because the symptoms are unclear and resemble health complaints in general. Although not treatable, prevention and management can reduce the incidence of hypertension and the diseases that accompany it. Basic Health Research in 2018 showed that people with hypertension reached 34.1% of the total population of Indonesia. This literature review aims to analyze the factors that influence the incidence of hypertension. Method: This study uses a descriptive analysis method with a literature review approach. Sources of data use secondary data, namely in the form of books, scientific literature as well as from the results of research conducted by previous researchers related to the discussion of factors that influence the incidence of hypertension. The method of searching for articles or journals uses the keywords "Risk factors for hypertension" or "factors that influence hypertension". The inclusion criteria used were journal factors related to the incidence of hypertension which could be accessed in full text. The journal year used is limited to 2012-2020. Results: Literature analysis in 12 journals found that age, gender, obesity, heredity, stress, physical activity and lifestyle factors can influence the incidence of hypertension. Conclusion: There is a relationship between age, gender, obesity, heredity, stress factors, physical activity factors and lifestyle factors with the incidence of hypertension.
Gambaran Kekuatan Otot pada Lansia di Rojinhome Roku Jyu En (Oroku Hospital) Okinawa Jepang Deviana Indah Krisdayanti; Amin Susanto; Maria Paulina Irma Susanti
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1056.234 KB)

Abstract

Setiap orang mengalami proses penuaan. Proses penuaan mengakibatkan terjadinya perubahan anatomik dan fungsional dari organ-organ tubuh. Diantaranya perubahan pada sistem panca- Pinontoan, Marunduh, Wungow: Gambaran kekuatan otot pada lansia indra, gastro-intestinal, kardiovaskuler, respirasi, endokrinologi, hematologik, persendian, otot, tulang, dan lain-lain. Kekuatan merupakan unsur penting dalam tubuh manusia, kekuatan adalah komponen yang sangat penting guna meningkatakn kondisi fisik seseorang secara keseluruhan. Penelitian ini merupakan peneliltian deskriptif dengan rancangan potong lintang mengunakan jenis analisis yang digunakan, yakni analisis univariat. Lokasi dilakukan di Rojinhome Roku Jyu En (Oroku Hospital) Okinawa Jepang. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 30 lansia, terdiri dari 14 laki-laki dan 16 perempuan. Kekuatan otot pada lansia diukur pada gerakan fleksi siku, ekstensi siku, fleksi bahu, ekstensi bahu, abduksi bahu, fleksi lutut, ekstensi lutut serta dorsofleksi. Hasil karakteristik umur dan jenis kelamin sebagian besar responden adalah perempuan, dan banyak mayoritas dengan lansia yang masuk dalam kategori manula. Rata-rata lansia yang memiliki kekuatan otot lebih kuat adalah laki-laki dibandingkan dengan perempuan. Rata-rata lansia dengan kekuatan otot tertinggi masuk dalam kategori lansia muda, sedangkan paling lemah masuk dalam usia lansia tua.
Studi Kasus pada Pasien Pasca Operasi Orif Fraktur Tibia Terbuka Tn. S di Ruang Anggrek RSUD Dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga Pambajeng Wahyu Wijayanti; Rahmaya Nova Handayani; Amin Susanto
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.916 KB)

Abstract

Fraktur adalah gangguan komplit atau tak komplit pada kontinuitas struktur tulang dan didefinisikan sesuai dengan jenis dan keluasannya. Fraktur terjadi ketika tulang menjadi subjek tekanan yang lebih besar dari yang diserapnya. Nyeri pasca operasi merupakan hal yang fisiologis, namun hal ini sering menjadi ketakutan dan dikeluhkan oleh pasien setelah menjalani proses pembedahan. Sensasi nyeri akan terasa sebelum klien mengalami kesadaran penuh dan meningkat seiring dengan berkurangnya anastesi dalam tubuh. Adapun bentuk nyeri yang dialami oleh pasien pasca operasi adalah nyeri akut yang terjadi akibat luka operasi atau insisi. Berdasarkan survey data yang didapat dari RSUD dr. R. Goeteng Tareonadibrata Purbalingga tahun 2020 ada 413 kasus fraktur Masalah yang sering timbul pada penderita fraktur adalah nyeri, deformitas, pembengkakan, perubahan warna lokal pada kulit. Tujuan Penelitian ini adalah mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada klien fraktur terbuka yang mengalami gangguan nyeri akut. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan pemeriksaan fisik, serta studi dokumentasi. Asuhan keperawatan mengambil satu kasus dengan menggunakan format sesuai ketentuan yang berlaku. Berdasarkan pengkajian penelitian dengan pendekatan studi kasus pada Tn. S tidak ditemukan gejala infeksi berupa perubahan warna kulit pada area luka dan tidak mengeluarkan bau. Masalah keperawatan yang ditegakkan adalah nyeri akut. Tindakan yang dilakukan adalah terapi farmakologi dengan menggunakan analgesik dan terapi non farmakologi menggunakan terapi nafas dalam, terapi musik dan imajinasi terbimbing. Setelah tiga hari diberikan tindakan keperawatan terjadi peningkatan kondisi. Hasil yang didapat yaitu skala nyeri menurun, tidak ekspresi nyeri, dan dapat tidur dengan nyaman.
Efektivitas Terapi Sentuhan terhadap Penurunan Suhu Tubuh Anak Demam di Rumah Sakit Islam Banjarnegara Etika Dewi Cahyaningrum; Swasti Jamalina Ratnasari; Amin Susanto
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.805 KB)

Abstract

Masalah kesehatan anak merupakan salah satu masalah utama dalam bidang kesehatan yang saat ini terjadi di Indonesia. Demam pada anak merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum di jumpai pada anak. Menurunkan demam pada anak dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya dengan farmakologik dan secara fisik (non farmakologik) dimana salah satunya dapat dilakukan dengan terapi sentuhan. Penelitian dilaksanakan di Rumah Sakit Islam Banjarnegara. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan efektivitas terapi sentuhan terhadap penurunan suhu tubuh anak demam. Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasi experimen dengan pendekatan one group pretest-postest. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan accidental sampling. Sampel penelitian ini adalah anak demam di Rumah Sakit Islam Banjarnegara periode bulan Agustus 2021 yaitu sejumlah 15 responden. Jenis data dalam penelitian ini adalah data primer, yaitu suhu tubuh anak yang dicari menggunakan alat bantu termometer dan dicatat dalam lembar observasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat. Hasil analisis bivariat menunjukkan p-value 0.000 (≤0.05) sehingga dapat dinyatakan bahwa terapi sentuhan efektif menurunkan suhu tubuh anak demam
Kepatuhan Pelaksanaan Protokol Pencegahan Corona Virus Disease - 19 pada Tenaga Kesehatan di Ruang Poliklinik RST Wijayakusuma Purwokerto Ratna Dwi Rahayu; Indri Heri Susanti; Amin Susanto
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.795 KB)

Abstract

One of the infectious diseases with the highest cases in recent months is coronavirus disease-19 (Covid-19). Health workers who treat COVID-19 patients are a group with a very high risk of exposure. As the COVID-19 pandemic grows, countries are increasingly stepping up IPC measures, including mandatory wearing of face masks and hand washing in all public places. The purpose of the study was to determine compliance with the implementation of the covid 19 prevention protocol in health workers in the Polyclinic Room of RST Wijayakusuma Purwokerto. Descriptive research design with cross sectional time approach. The sample in this study were 66 health workers in the Polyclinic Room of RST Wijayakusuma with a total sampling technique. The research instrument used an observation sheet with data analysis using a frequency distribution. The results of the study show that all respondents comply with the implementation of the Covid 19 prevention protocol (100%). Health workers who comply with the implementation of the Covid 19 prevention protocol, most of the respondents are 21-30 years old (56.1%), most of them are female (71.2%), have a professional/specialist education level (66.7%), and have years of service. > 5 years (56.1%)
Hubungan Lama Puasa dengan Kejadian Post Anesthetic Shivering pada Pasien Pasca Spinal Anestesi di RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara Agus Riyanto; Amin Susanto; Arni Nur Rahmawati
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2022: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.773 KB) | DOI: 10.35960/snppkm.v2i1.1061

Abstract

Anestesi spinal merupakan salah satu teknik anestesi regional yang dihasilkan dengan menghambat saraf spinal di dalam ruang subaraknoid oleh zat-zat anestetik lokal. Menggigil pasca anestesi dapat membuat pasien tidak nyaman yang menyebabkan peningkatan rasa sakit di lokasi pembedahan. Setiap pasien spinal anestesi sebelum dilakukan tindakan pembedahan akan melakukan puasa. Kejadian shivering akan menimbulkan ketidaknyamanan bagi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama puasa dengan kejadian post anesthetic shivering pada pasien pasca spinal anestesi di RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara. Penelitian ini menggunakan korelasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampel dengan Total Sampling. Jumlah sampel sebanyak 50 responden. Penelitian menggunakan Observasi yang berisi tentang data pasca spinal anestesi yang meliputi umur, jenis kelamin, lama puasa, kejadian post anesthetic shivering. Hasil penelitian diperoleh Usia pasien pasca spinal anastesi paling banyak adalah pasien dengan kategori dewasa awal sejumlah 36%, Jenis kelamin mayoritas adalah perempuan sejumlah 70%. Lama puasa pada pasien pasca spinal anastesi diperoleh hasil kategori lebih dari 6 jam sejumlah 60%. Kejadian shivering pada pasien pasca spinal anastesi diperoleh kejadian shivering sejumlah 44%. Terdapat hubungan lama puasa dengan kejadian post anesthetic shivering pada pasien pasca spinal anastesi di RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara dengan p-value 0,00 (<0,05).
Hubungan Tingkat Pengetahuan Perawat tentang Early Warning System dengan Pendokumentasian EWS di Rumah Sakit Hermina Purwokerto Umi ‘Aisyah; Tri Sumarni; Amin Susanto
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2022: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.922 KB) | DOI: 10.35960/snppkm.v2i1.1086

Abstract

Early Warning System (EWS) merupakan sistem penilaian peringatan dini untuk mengetahui lebih awal terjadinya perburukan kondisi pasien. Pengetahuan perawat tentang EWS akan meningkatkan kemampuan dalam mendeteksi perburukan pasien. Dokumentasi keperawatan menggambarkan seberapa kompeten perawat melakukan tindakan keperawatan dan tentunya menunjukkan efektivitas keperawatan itu sendiri. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan perawat tentang EWS dengan pendokumentasian EWS di Rumah Sakit Hermina Purwokerto. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan studi korelasional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah 58 responden. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan perawat tentang EWS dan lembar observasi pendokumentasian EWS. Hasil penelitian meggambarkan mayoritas tingkat pengetahuan perawat di Rumah Sakit Hermina Purwokerto berada pada tingkat baik sebanyak 26 responden (44, 8%) dan sebagian besar telah melakukan pendokumentasian EWS dengan sesuai sebanyak 46 responden (79,3 %). Analisis menggunakan uji spearman rank didapatkan hasil p value sebesar 0,006 (p <0,05), yang artinya terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan perawat dengan pendokumentasian EWS di Rumah Sakit Hermina Purwokerto.
Hubungan Indeks Massa Tubuh Dengan Waktu Pulih Sadar Pada Pasien Pasca General Anestesi Di Rsud Dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga Barus, Gabriel Christian; Amin Susanto; Siti Haniyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu faktor yang mempengaruhi waktu pulih sadar pasien pasca anestesi umum yaitu obesitas. Obat-obatan anestesi yang diberikan dihitung berdasarkan berat badan pasien. Pada pasien obesitas, dosis pemberian obat-obatan anestesi menjadi lebih tinggi dan berlanjut sampai operasi. Semakin banyak dosis obat-obatan anestesi yang diberikan pada pasien obesitas memiliki lemak yang berlebih yang dapat menyebabkan proses ekskresi semakin lama. Hal ini menyebabkan waktu pulih sadar pasien pasca anestesi umum menjadi tertunda. Mengetahui hubungan indeks massa tubuh dengan waktu pulih sadar pada pasien pasca anestesi di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian observasional analitik. Sampel pada penelitian ini meliputi 88 responden pasca anestesi dengan teknik sample purposive sampling dan tes yang digunakan adalah uji sparman rank. Hasil penelitian ini didapatkan responden yang mengalami kejadian waktu pulih sadar tertunda sebanyak 31 responden (35,23%} dan proporsi paling banyak terjadi pada indeks massa tubuh lebih dengan 20 responden (22,73%}. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan adanya hubungan indeks massa tubuh dengan waktu pulih sadar dengan nilai korelasi 0,628 yang artinya ada hubungan yang kuat dan signifikan dengan hasil 0.000 dengan p value  ≤ (0,05)  yang dinyatakan signifikan atau terdapat hubungan antara indeks massa tubuh dengan waktu pulih sadar.
Hubungan Lama Operasi Dengan Kejadian Shivering Pasca Anestesi Spinal Di RSUD Brebes Alfaruqi Shilahul Aziz; Amin Susanto; Martyarini Budi S
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menggigil merupakan suatu sindrom yang ditandai dengan peningkatan aktivitas otot yang sering terjadi selama anestesi, khususnya anestesi spinal pada pasien bedah. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah menggigil pasca anestesia spinal di ruang pemulihan RSUD Brebes berhubungan dengan lamanya operasi. Penelitian kuantitatif observasional analitik digunakan dalam penelitian ini. Purposive sampling digunakan untuk memilih 50 responden sebagai sampel penelitian ini. Hasil penelitian ini didapatkan responden yang mengalami shivering sebanyak 29 responden (58%), proporsi paling banyak yang mengalami shivering yaitu shivering derajat 3 sebanyak 11 responden (22%) dan proporsi paling sedikit yaitu shivering derajat 1 sebanyak 8 responden (16%). Sedangkan yang tidak mengalami shivering sebanyak 21 responden (42%). Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa di ruang pemulihan RSUD Brebes, kejadian menggigil setelah anestesi spinal berkorelasi dengan lamanya prosedur pembedahan, dengan nilai signifikansi 0,001 dan nilai p ≤(0,05), keduanya dianggap signifikan.
GAMBARAN KEJADIAN POST OPERATIVE NAUSEA AND VOMITING (PONV) PADA PASIEN POST OPERASI TUMOR MAMAE DENGAN GENERAL ANESTESI DI RUMAH SAKIT TNI AU dr. M. SALAMUN BANDUNG Arif Yanuar Pratama; Amin Susanto; Septian Mixrova Sebayang
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 3 No. 6: Februari 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Post Operative Nausea and Vomiting (PONV) merupakan salah satu komplikasi anestesi yang dikaitkan dengan berbagai faktor. Pasien yang mengalami mual muntah post operasi memiliki kualitas pemulihan yang lebih buruk sehingga menyebabkan penundaan pemulangan pasien dari rumah sakit yang akan menigkatkan biaya perawatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kejadian Post Operative Nausea and Vomiting (PONV) post operasi dengan general anestesi di Rumah Sakit TNI AU dr. M. Salamun Bandung. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengumpulkan informasi mengenai status suatu gejala yang ada pada saat penelitian dilakukan. Adapun desain penelitian dalam penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional. Sampel penelitian ini adalah pasien yang menjalani tindakan anestesi umum dengan teknik sampling consecutive sampling yaitu sebanyak 69 pasien. Kuisioner mencakup penilaian mual muntah dengan menggunakan kuisioner wengritrzky. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian didapatkan kejadian terjadinya PONV sebanyak 8 responden (11,6%), kejadian terjadinya PONV pada kategori umur 46-55 tahun sebanyak 3 responden (37,5%) dan usia 56-65 tahun sebanyak 2 responden (25%). Kejadian terjadinya PONV berdasarkan jenis kelamin perempuan dengan diagnosa tumor mamae yaitu sebanyak 8 responden. Kejadian terjadinya PONV yang tidak memiliki riwayat merokok yaitu sebanyak 7 responden (87,5%).