Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Hubungan Indeks Massa Tubuh Dengan Waktu Pulih Sadar Pada Pasien Pasca General Anestesi Di Rsud Dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga Barus, Gabriel Christian; Amin Susanto; Siti Haniyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu faktor yang mempengaruhi waktu pulih sadar pasien pasca anestesi umum yaitu obesitas. Obat-obatan anestesi yang diberikan dihitung berdasarkan berat badan pasien. Pada pasien obesitas, dosis pemberian obat-obatan anestesi menjadi lebih tinggi dan berlanjut sampai operasi. Semakin banyak dosis obat-obatan anestesi yang diberikan pada pasien obesitas memiliki lemak yang berlebih yang dapat menyebabkan proses ekskresi semakin lama. Hal ini menyebabkan waktu pulih sadar pasien pasca anestesi umum menjadi tertunda. Mengetahui hubungan indeks massa tubuh dengan waktu pulih sadar pada pasien pasca anestesi di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian observasional analitik. Sampel pada penelitian ini meliputi 88 responden pasca anestesi dengan teknik sample purposive sampling dan tes yang digunakan adalah uji sparman rank. Hasil penelitian ini didapatkan responden yang mengalami kejadian waktu pulih sadar tertunda sebanyak 31 responden (35,23%} dan proporsi paling banyak terjadi pada indeks massa tubuh lebih dengan 20 responden (22,73%}. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan adanya hubungan indeks massa tubuh dengan waktu pulih sadar dengan nilai korelasi 0,628 yang artinya ada hubungan yang kuat dan signifikan dengan hasil 0.000 dengan p value  ≤ (0,05)  yang dinyatakan signifikan atau terdapat hubungan antara indeks massa tubuh dengan waktu pulih sadar.
Hubungan Lama Operasi Dengan Kejadian Shivering Pasca Anestesi Spinal Di RSUD Brebes Alfaruqi Shilahul Aziz; Amin Susanto; Martyarini Budi S
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menggigil merupakan suatu sindrom yang ditandai dengan peningkatan aktivitas otot yang sering terjadi selama anestesi, khususnya anestesi spinal pada pasien bedah. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah menggigil pasca anestesia spinal di ruang pemulihan RSUD Brebes berhubungan dengan lamanya operasi. Penelitian kuantitatif observasional analitik digunakan dalam penelitian ini. Purposive sampling digunakan untuk memilih 50 responden sebagai sampel penelitian ini. Hasil penelitian ini didapatkan responden yang mengalami shivering sebanyak 29 responden (58%), proporsi paling banyak yang mengalami shivering yaitu shivering derajat 3 sebanyak 11 responden (22%) dan proporsi paling sedikit yaitu shivering derajat 1 sebanyak 8 responden (16%). Sedangkan yang tidak mengalami shivering sebanyak 21 responden (42%). Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa di ruang pemulihan RSUD Brebes, kejadian menggigil setelah anestesi spinal berkorelasi dengan lamanya prosedur pembedahan, dengan nilai signifikansi 0,001 dan nilai p ≤(0,05), keduanya dianggap signifikan.
GAMBARAN KEJADIAN POST OPERATIVE NAUSEA AND VOMITING (PONV) PADA PASIEN POST OPERASI TUMOR MAMAE DENGAN GENERAL ANESTESI DI RUMAH SAKIT TNI AU dr. M. SALAMUN BANDUNG Arif Yanuar Pratama; Amin Susanto; Septian Mixrova Sebayang
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 3 No. 6: Februari 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Post Operative Nausea and Vomiting (PONV) merupakan salah satu komplikasi anestesi yang dikaitkan dengan berbagai faktor. Pasien yang mengalami mual muntah post operasi memiliki kualitas pemulihan yang lebih buruk sehingga menyebabkan penundaan pemulangan pasien dari rumah sakit yang akan menigkatkan biaya perawatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kejadian Post Operative Nausea and Vomiting (PONV) post operasi dengan general anestesi di Rumah Sakit TNI AU dr. M. Salamun Bandung. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengumpulkan informasi mengenai status suatu gejala yang ada pada saat penelitian dilakukan. Adapun desain penelitian dalam penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional. Sampel penelitian ini adalah pasien yang menjalani tindakan anestesi umum dengan teknik sampling consecutive sampling yaitu sebanyak 69 pasien. Kuisioner mencakup penilaian mual muntah dengan menggunakan kuisioner wengritrzky. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian didapatkan kejadian terjadinya PONV sebanyak 8 responden (11,6%), kejadian terjadinya PONV pada kategori umur 46-55 tahun sebanyak 3 responden (37,5%) dan usia 56-65 tahun sebanyak 2 responden (25%). Kejadian terjadinya PONV berdasarkan jenis kelamin perempuan dengan diagnosa tumor mamae yaitu sebanyak 8 responden. Kejadian terjadinya PONV yang tidak memiliki riwayat merokok yaitu sebanyak 7 responden (87,5%).
GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN PRA GENERAL ANESTESI PASIEN AMBULATORY PADA TINDAKAN ENDOSKOPI DI RSUD Dr SOETOMO SURABAYA Kurniawan Ariesyono; Amin Susanto; Ema Wahyu Ningrum
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 3 No. 7: Maret 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementation Comprehensive examination is the first and last step in ambulatory anesthesia. Objectives for the overall research At Dr. Soetomo Hospital Surabaya, ambulatory individuals underwent action endoscopy under general anesthesia in order to determine the characteristics of age, gender, and education. Examine This study type is descriptive in nature. 63 people in a sample had ambulatory endoscopy for examination while under general anesthesia. Consecutive sampling is a non-probability sampling device used in data collecting. analysis with a univariate analysis. Analysis and discussion findings may be removed. In summary The respondents' characteristics included a majority age of 46 to 70 years, a level of concern light for those aged 53 to 70 years, and a level of worry heavy for those aged 18 to 35 years (20.6%). The level of anxiety category weight was 52.4 percent. Male gender _ (58.7%) with degree of concern
Hubungan Perilaku Caring Penata Anestesi dengan Tingkat Kecemasan Pasien Pra Operasi : The Relationship between Caring Behavior of Anesthesia Nurses and Praoperative Anxiety Levels in Patients Yoisangadji, Nurul Kharisma; Roro Lintang Suryani; Amin Susanto
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.212

Abstract

Pendahuluan: Sikap caring penata anestesi pada pasien sangat penting dilakukan sehingga pasien akan merasa diperhatikan, merasa aman dari situasi yang mengancam atau situasi yang dapat menyebabkan stress. Kondisi pra operasi dapat meningkatkan kecemasan pasien dan sikap caring dari seorang penata anestesi ini dapat memberi rasa nyaman dan membantu pasien dalam meningkatkan perasaan percaya atas tindakan operasi yang akan dilakukan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan perilaku caring penata anestesi dengan tingkat kecemasan pasien pra operasi di RSUD Labuang Baji Sulsel. Metode: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien  yang akan dilakukan operasi  di RSUD Labuang Baji Sulawesi Selatan yang berjumlah 92 responden, teknik pengambilan sampel purposive sampling. Penelitian ini menggunakan kuisioner sebagai instrumen pengumpulan data. Hasil: analisis univariat variabel pelayanan caring paling banyak adalah penata anestesi selalu caring sebanyak 41 orang (44,6%), tingkat kecemasan paling banyak adalah cemas ringan sebanyak 55 orang (59,8%), dan hasil uji chi square exact didapatkan nilai p=0,000 (p<α=0.05) Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara pelayanan caring penata anestesi dengan tingkat kecemasan pasien pra operasi.