Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Inovasi Olahan Ikan Patin sebagai Upaya Diversifikasi Pangan dan Peningkatan Literasi Gizi di Desa Sirah Pulau Padang Saputri, Wulandari Saputri; Nuraini, Nita; Angraini, Erni; Astriani, Meli; Priyambodo, Panggih
Suluh Abdi Vol 7, No 1 (2025): SULUH ABDI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sa.v7i1.9864

Abstract

Permasalahan konsumsi pangan bergizi di masyarakat pedesaan sering kali disebabkan oleh minimnya literasi gizi serta keterbatasan pengetahuan dalam mengolah bahan pangan lokal. Desa Sirah Pulau Padang, yang memiliki potensi besar dalam budidaya ikan patin (Pangasius sp.), masih belum mengoptimalkan komoditas ini sebagai konsumsi rumah tangga. Masyarakat lebih cenderung menjual hasil budidaya ketimbang memanfaatkannya untuk kebutuhan gizi keluarga. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, tentang nilai gizi ikan patin sekaligus membekali mereka dengan keterampilan mengolah ikan menjadi produk olahan bernilai tambah, yaitu nugget ikan patin. Metode kegiatan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif melalui penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung (learning by doing). Materi mencakup pengenalan kandungan gizi ikan patin, seperti protein dan omega-3, serta teknik pengolahan nugget dari tahap persiapan hingga penggorengan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terhadap manfaat ikan patin serta keterampilan dalam proses pengolahan. Peserta menyatakan antusiasme dan mengakui manfaat kegiatan dalam membuka peluang usaha baru serta menyediakan pangan bergizi untuk keluarga. Kegiatan ini terbukti mampu meningkatkan literasi gizi, memperkuat ketahanan pangan keluarga, serta memberdayakan peran perempuan dalam pembangunan desa melalui pemanfaatan sumber daya lokal.
Optimizing the Function of Palembang City Forest as a Natural Laboratory Angraini, Erni; Auliandari, Lia; Dewiyeti, Susi
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 12, No 2: October 2023
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v12i2.16531

Abstract

Urban forest is one of the public open spaces with a minimum area of 2,500 m2(0.25 hectares) which has various functions, both ecological, social and cultural, economic, and aesthetic functions. Each urban forest has its own potential and function. The urban forest in Palembang has not been used optimally in accordance with its function, especially as a learning space (natural laboratory). This research aims to optimize the function of urban forests in Palembang so that they can be used as natural laboratories in Plant Ecology courses. The method in this study uses a qualitative approach with applied research. Data collection techniques include (triangulation techniques), including: observation on 6 urban forests in Palembang: Punti Kayu Natural Tourism Park Forest, Bukit Siguntang Forest, Bumi Perkemahan Pramuka Gandus City Forest, Forest Area of Sri Mulyono Herlambang Palembang Air Base, OPI Retention Pool Area, and Jakabaring Stadium Area; Interview; and documentation. Based on the results of field observations and interviews with the six urban forests in Palembang, they have various functions including ecological, social and cultural functions, as well as aesthetics. Urban forests that have low biodiversity are the Gandus Scout Campground City Forest and the OPI Retention Pond Area Forest. The Urban Forest of the OPI Retention Pool Area and the City Forest of the Gandus Scout Camping Ground have no potential to be used as natural laboratories, especially in the Ecology course on vegetation analysis material. There needs to be good cooperation from the government, the industrial world, and the community to optimize the function of urban forests.
PENDAMPINGAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MAHASISWA DALAM MENINGKATKAN KESADARAN MASYARAKAT TERHADAP KEBERSIHAN RAWA DESA BURAI Sumah, Astrid Sri Wahyuni; Genisa, Marlina Ummas; Saputri, Wulandari; Astriani, Meli; Nuraini, Nita; Angraini, Erni; Hidayat, Saleh; Wardhani, Sri; Sidik, Bagas Rasid; Helida, Asvic
JP2N : Jurnal Pengembangan Dan Pengabdian Nusantara Vol. 1 No. 3 (2024): JP2N: Mei - Agustus 2024
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/rr9tw768

Abstract

Kemampuan berbicara merupakan salah satu dari empat keterampilan berbahasa. Berbicara merupakan keterampilan produktif dalam artian pembicara menghasilkan bunyi bahasa dan komunikasi dalam dua arah. Pembicara dan pendengar dapat menegosiasikan arti dari apa yang mereka katakan. Era industri 4.0, kemampuan berbicara dan mengemukakan sebuah masalah di depan umum sangat penting karena informasi yang didapatkan tidak lagi terbatas. Oleh karena itu, untuk menghindari kesalahpahaman terhadap isi informasi, diperlukan kemampuan berbicara di depan umum. Kemampuan tersebut membantu seseorang untuk mencari dan memahami informasi dengan benar. Selain itu, kemampuan berbicara di depan umum juga mengajarkan cara meyakinkan orang lain untuk mendapatkan informasi yang benar dan berguna untuk yang membutuhkan. Tulisan ini membahas tentang keterampilan berbicara mahasiswa di depan masyarakat Desa Burai mengenai pengelolaan sampah di daerah rawa. Para mahasiswa didorong untuk melatih kemampuan berbicara mereka dengan topik permasalahan mengenai pembuangan sampah masyarakat di daerah rawa melalui teknik wawancara. Metode kegiatan dimulai dari kegiatan pendampingan oleh dosen pendamping dimulai dengan pendahuluan, pemberian materi, dan evaluasi kegiatan. Hasil yang didapatkan bahwa mahasiswa dapat meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum dengan rasa percaya diri dan termotivasi, tanpa harus takut mengemukakan pendapat atau butir pertanyaan yang dapat menyinggung masyarakat. Kata kunci: Desa Burai, kemampuan berbicara, rawa, wawancara
Exploration of Understorey Vegetation's Beauty: Supporting Tourism Potential of Bukit Siguntang, Palembang Auliandari, Lia; Lensari, Delfy; Angraini, Erni
Journal of Indonesian Tourism and Development Studies Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : Graduate School, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jitode.2019.07.02.04

Abstract

Bukit Siguntang Forest, an urban forest on a hill filled by trees that are believed to be a tomb complex of Malay kings. As an ecosystem, Bukit Siguntang Forest also consists of various understorey. Because of the tourist location, the understorey of Bukit Siguntang Forest tends to be easier to encounter cleaning which is considered as weed and disturbs beauty. The study purpose was to explore the aesthetic potential of the understorey vegetation of Bukit Siguntang Forest. The study method used vegetation analysis with the plot measuring 2m x 2m, which was followed by species identification. The results showed that the understorey identified as dominating species with aesthetic potential were Asystasia gangetica, Bidens pilosa, Borreria laevis, Drymaria cordata, and Mimosa pudica. The understorey which is included in herbs and shrubs had beautiful flowers, unique leaf shapes, and attractive colors. These plants provide the beauty of their parts so that they can be applied to form a flower bed, green coverage and refreshing scenery. However, the growth of understorey also needs to be controlled. That is because understorey can grow rapidly, so that will be growing too densely and messy planting mode.Keywords: aesthetic function, Bukit Siguntang, tourism, understorey vegetation.
Peningkatan Kompetensi Guru melalui Sosialisasi Pemanfaatan Augmented Reality dalam Pembelajaran Anjelia, Bella; Sari, Lilia Krisna; Sherly, Adis; Saputri, Wulandari; Astriani, Meli; Hidayat, Saleh; Wardhani, Sri; Genisa, Marlina Ummas; Summah, Astrid Sri Wahyuni; Nuraini, Nita; Angraini, Erni; Priyambodo, Panggih
Abdimas Mandalika Vol 5, No 3 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i3.38663

Abstract

Abstract:  This community service activity aimed to improve the competence of teachers at SMAN 9 OKU in utilizing Augmented Reality (AR) technology as an innovative learning medium. The partner institution faced challenges related to the limited knowledge and skills of teachers in integrating digital technology, particularly AR, into classroom learning. Therefore, a socialization and training program on the use of AR in learning was conducted for teachers. The activity was implemented through several stages, including the presentation of materials on the basic concepts of Augmented Reality, demonstrations of AR applications in learning, and hands-on practice sessions involving participants. The evaluation of the activity was carried out using pretest and posttest questionnaires administered to seven participating teachers to identify changes in their level of understanding after the training. The results indicated an improvement in participants’ understanding across all measured indicators. The initial pretest scores ranged from approximately 14 to 57, while the posttest results showed significant improvement, with most indicators reaching a score of 100. These findings indicate that the socialization and training on the use of AR were effective in enhancing teachers’ knowledge and skills in utilizing AR technology to support more interactive and visual learning processes.Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru SMA Negeri 9 OKU dalam memanfaatkan teknologi Augmented Reality (AR) sebagai media pembelajaran yang inovatif. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah masih terbatasnya pengetahuan dan keterampilan guru dalam mengintegrasikan teknologi digital, khususnya AR, ke dalam proses pembelajaran di kelas. Oleh karena itu, dilakukan kegiatan sosialisasi dan pelatihan penggunaan AR bagi para guru. Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu penyampaian materi mengenai konsep dasar Augmented Reality, demonstrasi penggunaan aplikasi AR dalam pembelajaran, serta praktik langsung oleh peserta. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pemberian angket pretest dan posttest kepada tujuh guru peserta kegiatan untuk mengetahui perubahan tingkat pemahaman setelah mengikuti pelatihan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta pada seluruh indikator yang diukur. Nilai awal peserta berada pada rentang sekitar 14 hingga 57 pada hasil pretest, sedangkan hasil posttest menunjukkan peningkatan yang signifikan dengan sebagian besar indikator mencapai nilai 100. Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi dan pelatihan penggunaan AR mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam memanfaatkan teknologi AR sebagai media pembelajaran yang lebih interaktif dan visual.        
PROFIL KREATIVITAS MAHASISWA DALAM MERANCANG MODUL AJAR BERBASIS SUSTAINABILITY EDUCATION Antika, Rindi Novitri; Wijayanti, Tutik Fitri; Angraini, Erni
LENSA (Lentera Sains): Jurnal Pendidikan IPA Vol. 16 No. 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Faculty of Teaching and Education, University of Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/lensa.v16i1.857

Abstract

Kreativitas adalah keterampilan yang penting di era disruptif yang penuh tantangan perubahan iklim dan lingkungan. Perubahan lingkungan dan iklim tentunya karena dipengaruhi oleh aktivitas manusia dari berbagai sektor kehidupan sehingga menuntut manusia untuk turut mengambil langkah dalam memelihara keberlanjutan hidup demi generasi mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk melihat profil kreativitas mahasiswa dalam merancang modul ajar berbasis sustainability education. Metode penelitian yang digunakan berupa penelitian deskriptif kuantitatif dengan subjek yaitu mahasiswa prodi pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Palembang yang sedang menempuh mata kuliah Perencanaan Pembelajaran Biologi. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen penilaian kreativitas modul ajar berbasis sustainability education yang dikembangkan oleh Wijayanti, et al (2024), dengan teknik analisis data menggunakan teknik frekuensi dan persentase. Hasil yang diperoleh adalah kreativitas mahasiswa berkategori kurang baik sebesar 39,80%; cukup baik sebesar 40,82%; dan baik sebesar 18,37%. Hal ini dapat disimpulkan bahwa kreativitas mahasiswa masih rendah dalam merancang modul ajar berbasis sustainability education.
The Effect of the QASEE (Questioning, Answering, Sharing, Extending, and Evaluating) Learning Model on Students’ Metacognitive Skill in Nervous System Learning Wijayani , Walia; Angraini, Erni; Saputri , Wulandari
BIOEDUSCIENCE Vol 10 No 1 (2026): BIOEDUSCIENCE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jbes/21345

Abstract

Background: Metacognitive skills are important in biology learning because they help students plan, monitor, and evaluate their own thinking processes. However, these skills are often not optimally developed in conventional classrooms. Methods: This study used a quasi-experimental, nonequivalent control group pretest-posttest design to examine the effect of the QASEE learning model on students’ metacognitive skills in learning about the nervous system. The participants were Grade XI students at SMA Aisyiyah 1 Palembang, comprising 20 students in the experimental class and 16 in the control class. Data were collected using essay tests integrated with a metacognitive assessment rubric and analyzed using paired and independent t-tests. Results: Both classes improved, but the experimental class taught using the QASEE model achieved higher posttest metacognitive scores than the control class. The paired t-test showed significant improvement in both groups (p < 0.05), and the independent t-test showed a significant difference between the posttest scores of the experimental and control classes (p < 0.05). Conclusions: The QASEE learning model outperformed conventional learning in supporting students’ metacognitive skills for learning about the nervous system. This model has the potential to serve as an alternative biology learning strategy that encourages more active and reflective thinking.