Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Penggunaan Deiksis Dalam Novel Susah Sinyal Karya Ernest Prakasa dan Ika Natassa Juliandiny, Dinda Femas; Sudika, I Nyoman; Jafar, Syamsinas
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v10i3.9408

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk dan penggunaan deiksis dalam novel Susah Sinyal karya Ernest Prakasa dan Ika Natassa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini yaitu dialog-dialog dalam novel Susah Sinyal karya Ernest Prakasa dan Ika Natassa yang dimuat dalam tabel sesuai dengan jenis deiksis. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode simak dengan teknik catat. Metode analisis data menggunakan metode padan intralingual dan metode padan ekstralingual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk dan penggunaan deiksis dalam novel Susah Sinyal karya Ernest Prakasa dan Ika Natassa terdapat tiga jenis deiksis yang ditemukan, yaitu bentuk deiksis pronomina persona, deiksis tempat/ruang, dan deiksis waktu. Deiksis pronomina persona terbagi menjadi tiga yaitu deiksis pronomina persona pertama tunggal bentuk gue, saya, dan aku, pronomina persona jamak bentuk kami, dan kita. Pada deiksis pronomina persona kedua tunggal ditemukan bentuk kamu, lo, kau, dan anda, deiksis pronomina persona kedua jamak bentuk kalian, sedangkan deiksis pronomina persona ketiga tunggal bentuk dia, dan beliau, terakhir deiksis pronomina persona ketiga jamak bentuk mereka. Bentuk deiksis ruang/tempat terjangkau ditemukan bentuk di sini, sedangkan bentuk deiksis tempat/ruang tak terjangkau meliputi di sana, dan di situ. Adapun bentuk deiksis waktu terbagi atas deiksis waktu lampau, waktu kini, dan waktu mendatang. Deiksis waktu lampau ditemukan bentuk kemarin, tadi, dan dulu. Bentuk deiksis waktu kini yaitu sekarang, dan hari ini. Terakhir bentuk deiksis waktu yang akan datang meliputi nanti, besok, dan lusa.
Potential Words in Indonesian Language: : A Study of Generative Morphology Sirulhaq, Ahmad; Sukri, Sukri; Jafar, Syamsinas; Burhanuddin, Burhanuddin
Lingua Cultura Vol. 16 No. 2 (2022): Lingua Cultura
Publisher : Bina Nusantara University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21512/lc.v16i2.8674

Abstract

The research aimed to identify potential words in the Indonesian language and sought to explain why these words were not included in Indonesian vocabulary lists or were difficult to realize in natural conversations. In order to achieve these goals, data were collected using introspection, documentation, and interview methods. Furthermore, the collected data were analyzed using a generative morphology approach, mainly related to concepts of potential words. According to the approach, each language has (1) a List of Morphemes (LM), (2) Word Formation Rules (WFR), and (3) a Filter (F). WFR stated that every language was capable of producing new potential words, yet not all those potential words could easily pass through the filter to enter the lexicon of actual words used in real life. The potential words discussed in the research were restricted to those showing morpho-syntactic interconnection among Indonesian affixes. The results indicate that numerous potential words in the Indonesian language are constructed out of such affixal interconnection. However, the potential words do not surface in the lexicon for two reasons: first, because the words fail to compete with others that compensate for their absence; second, because the words are difficult to manifest due to their low frequency in everyday speech.
Pelatihan Penulisan Naskah Lakon pada Komunitas Teater di Kota Mataram: Training in Playwriting for Theater Communities in Mataram City Indonesia Khairussibyan, Muh.; Jafar, Syamsinas; Intiana, Siti Rohana Hariana; Susanti, Pipit Aprilia
DARMADIKSANI Vol 5 No 1 (2025): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i1.7143

Abstract

Kesenian teater di NTB khususnya di Mataram kekurangan penulis naskah lakon yang andal. Persoalan minimnya naskah berkualitas tersebut perlu diikhtiarkan solusinya. Salah satu solusinya adalah dengan mengadakan pelatihan penulisan naskah lakon bagi komunitas teater di kota Mataram. Pengabdian berupa pelatihan ini bisa meningkatkan keterampilan para anggota komunitas teater di kota Mataram. Kegiatan pelatihan dilaksanakan dalam tiga tahap yakni tahap penyajian materi teoretis tentang drama realis, struktur drama, tahapan penulisan naskah lakon/drama, teknik pengembangan ide, dan lain-lain. Tahapan kedua adalah pemberian contoh berdasarkan pengalaman pemateri dan naskah yang pernah ditulis pemateri. Tahapan ketiga adalah praktik penentuan ide cerita dan penulisan outline cerita yang akan dikembangkan menjadi naskah lakon. Pada akhir pelatihan disediakan waktu refleksi dan tanya jawab.  The development of theater arts in West Nusa Tenggara (NTB), particularly in Mataram city, is facing a creative drought due to the scarcity of capable play scriptwriters. This absence of strong narrative voices is longing for compelling stories. To solve this, a targeted training program in playwriting was initiated for members of the theater communities in Mataram city. This community service aimed to nurture new talents and sharpen the creative pens of emerging writers. The training was conducted in three phases. The first phase focused on delivering theoretical material, including concepts of realist drama, the structural components of a play, stages of script development, and techniques for generating and refining story ideas. In the second phase, participants were introduced to practical examples drawn from the trainer’s professional experiences and previously written scripts. The third phase involved hands-on practice, where participants were guided in developing story ideas and drafting a structured outline to be expanded into a full play script. The training concluded with a reflection session and a question-and-answer segment, allowing participants to consolidate their learning and clarify any remaining doubts.
Pelatihan Metodologi Penelitian Sosiolinguistik pada Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram Jafar, Syamsinas; Qodri, Muh. Syahrul; Nuri Nazir, Yuniar; Khairussibyan, Muh.
DARMADIKSANI Vol 1 No 2 (2021): Edisi Desember
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v1i2.559

Abstract

ABSTRAK Pengabdian pada masyarakat yang berjudul “Pelatihan Metode Penelitian Sosiolingustik pada Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Unram” ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Unram khususnya yang berada di tingkat akhir masih membutuhkan bimbingan dan tambahan pemahaman terkait metode penelitian sosiolinguistik. Berdasarkan pengalaman membimbing mahasiswa menulis skripsi, pada umumnya mahasiswa terhambat pada metode penelitian sosiolinguistik yang kurang dikuasai. Hal ini disebabkan mata kuliah Sosiolinguistik yang diikuti mahasiswa hanya berjumlah 2 SKS yang hanya mengenalkan materi teoritis, sedangkan materi praktik yang bersifat metodologis dalam penelitian sosiolinguistik belum mencukupi dengan jumlah SKS tersebut. Untuk mmenuhi kebutuhan tersebut, telah diadakan program pengabdian sebagai salah satu solusi dalam memenuhi kebutuhan tersebut berupa kegiatan pelatihan. Metode pelaksanaan pengabdian telah dilakukan secara daring/virtual dengan memanfaatkan Google Meet dan grup WA. Pelaksanaan pelatihan dilaksanakan tiga tahap yang terdiri atas satu tahap penyampaian materi konseptual dan dua tahap penyampaian materi keterampilan aplikatif. Pelaksanaan pelatihan ini cukup berhasil karena telah memenuhi tujuan dan target luaran pengabdian masyarakat yang telah direncanakan sebelumnya. Hal ini terlihat pada hasil pelatihan melalui evaluasi dan refleksi yang telah dilaksanakan. Hasil evaluasi pada penyajian materi dan refleksi memperoleh tanggapan positif dari para peserta pelatihan. Evaluasi melalui hasil pengisian angket menunjukkan bahwa sebagian besar peserta sangat mengerti dan mengerti pada pemahaman materi pelatihan. Demikian pula pada sesi refleksi, peserta menyatakan pelatihan metodologi penelitian sosiolinguistik sangat bermanfaat membantu untuk merencanakan penelitian skripsi dan sangat setuju untuk dilakukan pelatihan sejenis dan berkelanjutan. ABSTRACT This community service is entitled "Sociolinguistic Research Methods Training for Students of the Indonesian Language and Literature Education Study Program of FKIP University of Mataram" was carried out with the consideration that students of the Indonesian Language and Literature Education Study Program of FKIP University of Mataram, especially those at the final semesters still needed guidance and additional understanding related to research methods on sociolinguistics. Based on the authors’ experiences of supervising students in writing bachelor theses, it is evident that the students are generally hampered by research methods on sociolinguistics that they have not fully mastered. The main problem is, as the authors may assume, due to the lack of course credits allocated to Sociolinguistics course. With only 2 credits allocated, the course can only introduce some theoretical materials, while giving insufficient portion to the practical ones i.e. the methodological research materials on sociolinguistics. To cope with this, this community service program was carried out in he form of training as a solution to the problem. The training was delivered online via Google Meet and WA groups. It went through three stages that consisted of one stage of delivering conceptual material and two stages of delivering applied skills materials. The results show that this training has achieved the successful outcome as expected. The results of the evaluation on material presentation and reflection received positive responses from the training participants. The results of the questionnaires suggest that most of the participants have good understanding on the materials presented during the training. In addition, the result of reflection session suggests that most of the participants think the sociolinguistic research methodology training is very useful in helping them to plan and draft their thesis proposals and really look forward to similar and continuous trainings in the near future.
Pengenalan Honorifik (Sistem Penghormatan) Bahasa Sasak Sebagai Bahan Ajar Muatan Lokal Bahasa Sasak Pada Guru SD di Kelurahan Monjok Mataram Jafar, Syamsinas; Intiana, Siti Rohana Hariana; Wahidah, Baiq; Qodri, Muh. Syahrul; Chaer, Hasannudin
DARMADIKSANI Vol 3 No 2 (2023): Edisi Desember
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v3i2.3696

Abstract

ABSTRAK Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan berdasarkan identifikasi masalah guru-guru SD di lingkungan Monjok Mataram, minimnya pengetahuan tentang kebahasaan bahasa Sasak, sebagai salah satu bahan ajar muatan lokal dan kelangkaan silabus bahan ajar muatan lokal bahasa Sasak, sehingga pembelajaran muatan lokal bahasa Sasak diajarkan seadanya. Selain itu para guru SD belum memanfaatkan hasil-hasil penelitian bahasa Sasak yang dilakukan para akademisi, sebagai salah satu cara mengembangkan bahan ajar muatan lokal bahasa Sasak. Berdasarkan masalah-masalah tersebut, maka diperlukan kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan yang bertujuan para guru SD di lingkungan kelurahan Monjok Mataram dapat 1) memperoleh pengetahuan tentang bahasa Sasak dari hasil penelitian bahasa Sasak, khususnya tentang sistem honorifik (penghormatan) bahasa Sasak 2) mengembangkan bahan ajar materi muatan lokal bahasa Sasak berdasarkan pengetahuan yang diperolehnya, 3) menyusun silabus sederhana muatan lokal bahasa Sasak berdasarkan pengetahuan kebahasaan yang diperolehnya. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini melalui tiga tahap pelatihan, yaitu tahap pemaparan materi konseptual, penerapkan materi aplikatif, dan pelaksanakan evaluasi dan refkleksi untuk mengukur keterpahaman peserta pelatihan dan feedback kegiatan pelatihan. Pelaksanaan kegiatan pelatihan ini cukup berhasil karena telah memenuhi tujuan dan target luaran pengabdian masyarakat yang telah direncanakan. Hal ini terlihat pada hasil pelatihan melalui evaluasi dan refleksi. Hasil evaluasi penyajian materi dan refleksi menunjukkan tanggapan positif dari para peserta pelatihan, baik melalui diskusi, penugasan dan pengisian angket. Secara keseluruhan menunjukkan hasil yang memuaskan. Kat ABSTRACT This community service activity was carried out based on identifying the problems of elementary school teachers in the Monjok Mataram environment, the lack of knowledge about the Sasak language, as one of the local content teaching materials and the scarcity of the syllabus for local content teaching materials in the Sasak language, so that local content learning in the Sasak language is taught as is. Apart from that, elementary school teachers have not utilized the results of Sasak language research conducted by academics, as a way to develop teaching materials with local Sasak language content. Based on these problems, community service activities are needed in the form of training aimed at elementary school teachers in the Monjok Mataram sub-district environment being able to 1) gain knowledge about the Sasak language from the results of Sasak language research, especially about the Sasak language honorific (respect) system 2) develop materials teach local content material in the Sasak language based on the knowledge they have acquired, 3) prepare a simple syllabus for local content in the Sasak language based on the linguistic knowledge they have acquired. The method for implementing community service activities is through three stages of training, namely the stage of presenting conceptual material, applying applicable material, and carrying out evaluation and reflection to measure the understanding of training participants and feedback on training activities. The implementation of this training activity was quite successful because it met the planned goals and targets for community service outcomes. This can be seen in the training results through evaluation and reflection. The results of the evaluation of material presentation and reflection showed positive responses from the training participants, both through discussions, assignments and filling out questionnaires. Overall shows satisfactory results.
Pelatihan Make-Up Karakter Teater dan Film pada Komunitas Seni di Kota Mataram Khairussibyan, Muh.; Jafar, Syamsinas; Intiana, Siti Rohana Hariana; Murahim, Murahim; Ramdhani, Marlinda
DARMADIKSANI Vol 4 No 1 (2024): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v4i1.4837

Abstract

Dunia kesenian di NTB kekurangan sumber daya manusia yang mumpuni dalam bidang make-up karakter. Universitas Mataram sebagai lembaga pendidikan bisa berkontribusi dalam hal ini, salah satunya dengan mengadakan pelatihan-pelatihan kesenian termasuk pelatihan make-up karakter teater dan film pada anggota komunitas seni di kota Mataram. Pengabdian berupa pelatihan ini bisa memberikan keterampilan baru bagi anggota komunitas seni di kota Mataram. Keterampilan dalam bidang make-up teater dan film ini diharapkan diterapkan dalam pengembangan pariwisata di Lombok. Kegiatan pelatihan dilaksanakan dalam tiga tahap yakni tahap penyajian materi teoretis tentang make-up teater dan film serta kelengkapan dan bahan make-up yang sesuai. Tahap kedua adalah pemberian contoh praktik make-up teater dengan salah satu peserta sebagai objek make-up. Tahapan ketiga adalah praktik make-up oleh para peserta secara berpasangan dan pemilihan pasangan dengan make-up terbaik. Pada akhir pelatihan disediakan waktu refleksi dan tanya jawab. Pengabdian ini berhasil memberikan keterampilan dasar make-up karakter bagi para peserta yakni para anggota komunitas seni di kota Mataram.
Pelatihan Penulisan Naskah Lakon pada Komunitas Teater di Kota Mataram: Training in Playwriting for Theater Communities in Mataram City Indonesia Khairussibyan, Muh.; Jafar, Syamsinas; Intiana, Siti Rohana Hariana; Susanti, Pipit Aprilia
DARMADIKSANI Vol 5 No 1 (2025): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i1.7143

Abstract

Kesenian teater di NTB khususnya di Mataram kekurangan penulis naskah lakon yang andal. Persoalan minimnya naskah berkualitas tersebut perlu diikhtiarkan solusinya. Salah satu solusinya adalah dengan mengadakan pelatihan penulisan naskah lakon bagi komunitas teater di kota Mataram. Pengabdian berupa pelatihan ini bisa meningkatkan keterampilan para anggota komunitas teater di kota Mataram. Kegiatan pelatihan dilaksanakan dalam tiga tahap yakni tahap penyajian materi teoretis tentang drama realis, struktur drama, tahapan penulisan naskah lakon/drama, teknik pengembangan ide, dan lain-lain. Tahapan kedua adalah pemberian contoh berdasarkan pengalaman pemateri dan naskah yang pernah ditulis pemateri. Tahapan ketiga adalah praktik penentuan ide cerita dan penulisan outline cerita yang akan dikembangkan menjadi naskah lakon. Pada akhir pelatihan disediakan waktu refleksi dan tanya jawab.  The development of theater arts in West Nusa Tenggara (NTB), particularly in Mataram city, is facing a creative drought due to the scarcity of capable play scriptwriters. This absence of strong narrative voices is longing for compelling stories. To solve this, a targeted training program in playwriting was initiated for members of the theater communities in Mataram city. This community service aimed to nurture new talents and sharpen the creative pens of emerging writers. The training was conducted in three phases. The first phase focused on delivering theoretical material, including concepts of realist drama, the structural components of a play, stages of script development, and techniques for generating and refining story ideas. In the second phase, participants were introduced to practical examples drawn from the trainer’s professional experiences and previously written scripts. The third phase involved hands-on practice, where participants were guided in developing story ideas and drafting a structured outline to be expanded into a full play script. The training concluded with a reflection session and a question-and-answer segment, allowing participants to consolidate their learning and clarify any remaining doubts.
Anatomi Humor Drama Tradisional Rudat di Lombok Qodri, Muh. Syahrui; Khairussibyan, Muh.; Jafar, Syamsinas; Ramdhani, Marlinda
SULUK : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol. 6 No. 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/suluk.2024.6.2.112-127

Abstract

This research focuses on humor in the Rudat Temu Karya performance in southern East Lombok. Most previous studies only studied the story and value aspects of traditional Lombok drama performances, but failed to examine the aspect that is the main attraction for audiences, namely the humor aspect. Based on Berger's humor theory which divides humor techniques into four categories, namely language, logic, identity and action, this research examines the anatomical aspects of traditional Lombok drama humor which relate to the socio-cultural context of Lombok society. The data in this research was collected using interview and documentary methods. The results of this research show that the variations of techniques that are widely used are various humor techniques which include humor in language categories such as ridicule, theme and variations, insults, and puns (play on words). The most dominant technique used is the slapstick technique (rough jokes/jokes) which is included in the action category. Research on this aspect of humor shows that socio-cultural aspects influence the success of humor in rudat Temu Karya performances.
Asal Mula Bahasa Menurut Perspektif Dialektika Hegel: Pendekatan Filsafat Sejarah Chaer, Hasanuddin; Sirulhaq, Ahmad; Sukri, Sukri; Jafar, Syamsinas; Aswandikari, Aswandikari; Efendi, Mahmudi; Ashriany, Ratna Yulida; Khairussibyan, Muh.
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 7 No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v7i2.21991

Abstract

This article outlines a view of the origins of language according to Hegel's dialectical perspective. This stems from the author's understanding of Hegel's concept which states that the substance of the mind originates from the spirit. This article explains that history originates from a spirit that introduces itself through thought and intuition. In this context, the activity of speaking has higher value than the written word; and listening activities have higher meaning than reading activities. Therefore, intelligence-linguistics crosses historical and cultural periods, developing from the free movement and power of the mind. Researchers use four stages of the historical method, namely heuristics, verification, interpretation and historiography. This article uses Hegel's dialectical theory with a historical philosophy approach. This research aims to interpret Hegel's dialectical logic and philosophical ideas in understanding the emergence of language, as a linguistic interaction. The results of this research show that, by utilizing dialectical and intuitive logic, one can hear the intuitive phenomenon of the existence of language features such as utterances, words and abstract phonemes. On that basis, someone is able to explain and express verbal or linguistic expressions flexibly in a concrete discourse event. On this basis, someone is able to think epistemologically and linguistically.Artikel ini menguraikan pandangan tentang asal mula munculnya bahasa menurut perspektif dialektika Hegel. Hal ini bermula dari pemahaman penulis tentang konsep Hegel yang menyatakan bahwa substansi pikiran bersumber dari roh. Artikel ini menjelaskan bahwa sejarah bersumber dari roh yang mengenalkan dirinya melalui pikiran dan intuisi. Dalam konteks ini, aktivitas berbicara lebih tinggi nilainya daripada kata-kata yang tertulis; dan aktivitas mendengar lebih tinggi maknanya daripada aktivitas membaca. Oleh karena itu, inteligensi-linguistik melintasi periode sejarah dan budaya, yang berkembang dari gerakan dan kekuatan pikiran yang bebas. Peneliti menggunakan empat tahapan metode sejarah (historical method), yaitu heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Penelitian ini bertujuan menginterpretasikan logika dialektis Hegel dan ide-ide filosofisnya dalam memahami munculnya bahasa, sebagai suatu interaksi linguistik. Artikel ini menggunakan teori dialektika Hegel dengan pendekatan filsafat sejarah. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa, dengan memanfaatkan logika dialektis dan intuitif, seseorang dapat mendengarkan fenomena intuitif keberadaan fitur-fitur bahasa seperti ucapan, kata, dan fonem abstrak. Atas dasar itu, seseorang mampu menjelaskan dan mengekspresikan ungkapan verbal atau kebahasan secara fleksibel dalam suatu peristiwa wacana yang konkret. Atas dasar itu pula seseorang mampu berpikir secara epistemologis dan linguistik.
Pengenalan Pendidikan Karakter melalui Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Bahasa Sasak pada Guru-Guru Sekolah Dasar Jafar, Syamsinas; Syahbuddin; Nasaruddin; Kaharuddin; Yulida, Ratna
DARMADIKSANI Vol 1 No 1 (2021): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v1i1.91

Abstract

ABSTRAK Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan salah satu upaya lembaga Universitas Mataram, khususnya Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang berdampak untuk meningkatkan kualitas profesional guru. Para guru yang diberikan pelatihan adalah guru- guru pada jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD) yang mengajar di wilayah Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat. Pemilihan sasaran pelatihan guru-guru SD berdasarkan fakta bahwa para guru SD masih belum memahami tentang konsep pendidikan karakter. Pengenalan pendidikan karakter melalui nilai-nilai kearifan lokal dalam bahasa Sasak sangat dibutuhkan untuk kondisi masa sekarang. Hal ini dengan mempertimbangkan para guru yang pada umumnya berasal dari Sasak, belum sepenuhnya memahami secara teoritis dan pragmatis nilai-nilai kearifan lokal dalam bahasa Sasak yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran pendidikan karakter. Tujuan yang dicapai dalam pelatihan ini adalah memberikan penyuluhan tentang pendidikan karakter melalui nilai-nilai kearifan lokal bahasa Sasak kepada guru-guru SD di Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat. Secara khusus tujuan pelatihan ini adalah memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada guru-guru SD tentang hakikat dan konsep pendidikan karakter, hakikat dan konsep nilai-nilai kearifan lokal, nilai-nilai kearifan lokal dalam bahasa bahasa Sasak dan hubungannya dengan pembelajaran pendidikan karakter melalui pembelajaran muatan lokal dalam bahasa Sasak. Selain itu pelatihan ini bertujuan memberikan keterampilan tentang praktik pemodelan dalam pembelajaran pendidikan karakter yang berbasis pada nilai-nilai kearifan lokal bahasa Sasak melalui pembelajaran muatan lokal. Setelah melaksanakan pelatihan penyajian materi konseptual dan pelatihan pemodelan pembelajaran pendidikan karakter, menghasilkan output berupa keterampilan, guru dapat menerapkan pembelajaran pendidikan karakter berbasis nilai-nilai kearifan lokal melalui pembelajaran muatan lokal dalam bahasa Sasak. Melalui praktik pemodelan, para guru juga menyadari pentingnya menguasai semua komponen pembelajaran seperti, materi, media/strategi pembelajaran untuk pembelajaran pendidikan karakter melalui pembelajaran muatan lokal yang berbasis pada nilai-nilai kearifan lokal bahasa Sasak. Selain itu guru juga memperoleh wawasan, bahwa dalam bahasa Sasak banyak terungkap tentang nilai-nilai kearifan lokal yang dapat mendukung pembelajaran pendidikan karakter. ABSTRACT This community service activity is one of the efforts of the Mataram University institution, especially the Teacher Training and Education Faculty (FKIP) which has an impact on improving the professional quality of teachers. The teachers who are given training are teachers at the Elementary School (SD) education level who teach in the Gunung Sari District, West Lombok Regency. The selection of primary school teacher training targets is based on the fact that elementary school teachers still do not understand the concept of character education. The introduction of character education through the values ​​of local wisdom in the Sasak language is very much needed for today's conditions. This is due to the fact that teachers, who generally come from Sasak, do not fully understand theoretically and pragmatically the values ​​of local wisdom in the Sasak language which can be used in character education learning. The objective achieved in this training is to provide education about character education through the values ​​of local wisdom in the Sasak language to elementary school teachers in Gunung Sari District, West Lombok Regency. Specifically the aim of this training is to provide knowledge and understanding to elementary school teachers about the nature and concept of character education, the nature and concept of local wisdom values, local wisdom values ​​in the Sasak language and their relationship with character education learning through local content learning. in Sasak. In addition, this training aims to provide skills on modeling practices in character education learning based on the local wisdom values ​​of the Sasak language through learning local content. After carrying out training in presenting conceptual materials and training on modeling character education learning, producing output in the form of skills, teachers can apply character education learning based on local wisdom values ​​through learning local content in Sasak language. Through modeling practice, teachers also realize the importance of mastering all learning components such as materials, media / learning strategies for character education learning through learning local content based on the values ​​of local wisdom in the Sasak language. In addition, teachers also gain insight, that in the Sasak language, many values ​​are revealed about local wisdom that can support character education learning.