Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) BERBASIS CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) TINGKAT PENDIDIKAN DASAR Yesi Febriani; Ratih Purnama Pertiwi; Supangat
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.34084

Abstract

Penelitian ini tujuannya untuk mengembangkan LKPD berbasis pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) pada tingkat sekolah dasar, menguji validitas LKPD, mengevaluasi kelayakan produk dengan tanggapan siswa serta guru terhadap LKPD, serta mengukur efektivitas produk LKPD berbasis CTL pada mata pelajaran IPA, terkhusus fotosintesis, untuk siswa kelas IV sekolah dasar. Penelitian ini menerapkan metode Penelitian dan Pengembangan (R&D) dengan model ADDIE, yang meliputi lima tahap utama: Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, serta Evaluasi. Hasil memberitahukan jika LKPD yang dikembangkan mencukupi kriteria validitas, dengan persentase 91,6% dari ahli materi serta 94,9% dari ahli media, keduanya diklasifikasikan sebagai “Sangatlah Valid”. Selain itu, LKPD mendapat tanggapan positif dari murid dalam uji coba ukuran kecil senilai 89,7% serta dalam uji coba ukuran besar senilai 91,7%, serta tanggapan dari guru senilai 91,6%, yang semuanya diklasifikasikan sebagai “Sangatlah Praktis”. Selain itu, analisis hasil pretest serta posttest memakai perhitungan N-Gain menghasilkan skor 0,73, yang masuk pada kategori “Tinggi”, serta persentase 73%, yang diklasifikasikan sebagai “Cukup Efektif”. Dengan demikian, bisa menyimpulkan jika LKPD berbasis CTL yang dikembangkan sudah mencukupi standar validitas, kepraktisan, serta efektivitas, hingganya layak dipakai sebagai bahan ajar dalam tahapan pembelajaran IPA di kelas IV Sekolah Dasar, terkhusus pada materi fotosintesis.
indonesia Analisa Bentuk Komunikasi Dan Standar Bahasa Inggris SMCP Dalam Dunia Maritim Untuk Menunjang Keselamatan Pelayaran Internasional Di MT. Tonda Source Abyan, Arya Nabil; Supangat; Kuncowati
Zona Laut : Jurnal Inovasi Sains Dan Teknologi Kelautan Volume 6, Number 3, November 2025 Edition
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Effective communication and structured language standards are key elements in ensuring the safety of international shipping. This article discusses the process between ships and related parties, such as control vessels, as well as between on the high seas, with a focus on the importance of using STANDARD MARITIME COMMUNICATION PHRASES (SMCP) developed by the INTERNATIONAL MARITIME ORGANIZATION (IMO). SMCP is designed to reduce misunderstandings in emergency and operational situations. This study explores the implementation of SMCP in various scenarios, such as port maneuvers, communication in bad weather, and emergency evacuation, using case studies and simulations. The results of the analysis indicate that obstacles such as cultural differences, accents, and training incompatibilities can affect communication effectiveness. Thus, recommendations are given to improve seafarer training and the integration of modern communication technology to support global shipping safety. The research framework is that all ship operational activities have a very important thing, especially the operation of communication and navigation equipment on board, so it is necessary to conduct an analysis in this study. One effort to improve the understanding of ship watch officers about the operation of communication and navigation equipment above is to conduct routine checks and evaluations of the training. so that the watch officers can understand the importance of safety when sailing on the high seas.
High rate of multidrug-resistant Escherichia coli isolated from ready to eat: crispy fried chicken in Jember: a real threat to human health Suswati, Enny; Supangat
BKM Public Health and Community Medicine The 12th UGM Public Health Symposium
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Purpose: This study was conducted to assess prevalence and antibiotic resistance profile of E. coli from ready-to-eat crispy fried chicken (CFC) in Jember city, Indonesia. Methods: This cross-sectional study was conducted from November 2020 to April 2021 by collecting a total of 81 CFC samples from 27 food stalls in campus area using a simple random sampling method. Isolation and determination of E. coli use were performed by conventional culture method and an antibiotic susceptibility test was conducted by using Kirby Bauer disk diffusion method on the Mueller–Hinton agar. Result: Out of 81 CFC samples, 77 (95.06%) were positive for E. coli. High E. coli drug resistance was observed on ampicillin, amoxicillin, (100%) followed by cefixime (98.72%), erythromycin (97.59%), sulfamethoxazole (93.59%), azithromycin (83.33%), cefotaxime (78.28%), chloramphenicol (75.64%), and cefixime (74.36%). On the other hand, there was the highest susceptibility for ciprofloxacin (64.10%). Multidrug resistance was also found in 76/77 (98.70%) of the isolates. MAR index was 0.4-1. Conclusion: The resistance pattern CfmCroAmlAmpAzmCtxSxtCE was the most common among the E. coli isolates, with 17 showing it. The multiple antibiotic index (MAR index) ranged from 0.4 to 1. Hygienic measures should be rigorously implemented, and monitoring resistance of E. coli is required to reduce the risks related to the emergence of multi-resistant bacteria.
ANALISIS KERUSAKAN TUTUP PALKA TERHADAP KONTRUKSI RUANG MUAT KAPAL PADA MV ORIENTAL JADE Tri Budianto; Supangat; Kuncowati
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM Vol. 26 No. 1 (2025): September
Publisher : UNIMAR AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33556/jstm.v26i1.452

Abstract

Penelitian ini berjudul “Analisis kerusakan tutup palka terhadap kontruksi ruang muat kapal pada MV Oriental Jade”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab kerusakan tutup palka dan dampaknya terhadap konstruksi ruang muat kapal pada MV Oriental Jade. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus, melalui observasi langsung, wawancara dengan awak kapal, serta dokumentasi kondisi fisik di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan tutup palka disebabkan oleh beberapa faktor utama, yaitu: korosi berat pada permukaan pelat baja, penggunaan rubber seal yang telah melebihi usia pakai, beban muatan yang melebihi batas kekuatan struktur, serta kurangnya sistem perawatan yang terstruktur dan hanya bergantung pada Planned Maintenance System (PMS) tanpa inspeksi aktual secara visual. Dampak dari kerusakan tersebut meliputi korosi pada lantai (tank top), dinding palka, serta dudukan container, yang berakibat pada terganggunya kelancaran operasional kapal. Penelitian ini merekomendasikan penerapan inspeksi visual berkala, penggantian rubber seal, pelapisan ulang cat anti-korosi, serta pengawasan terhadap distribusi beban muatan sebagai upaya dalam menjaga fungsi tutup palka dan keselamatan konstruksi ruang muat kapal. Kata kunci: tutup palka, ruang muat,kontruksi kapal
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) BERBASIS CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) TINGKAT PENDIDIKAN DASAR Yesi Febriani; Ratih Purnama Pertiwi; Supangat
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.34084

Abstract

Penelitian ini tujuannya untuk mengembangkan LKPD berbasis pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) pada tingkat sekolah dasar, menguji validitas LKPD, mengevaluasi kelayakan produk dengan tanggapan siswa serta guru terhadap LKPD, serta mengukur efektivitas produk LKPD berbasis CTL pada mata pelajaran IPA, terkhusus fotosintesis, untuk siswa kelas IV sekolah dasar. Penelitian ini menerapkan metode Penelitian dan Pengembangan (R&D) dengan model ADDIE, yang meliputi lima tahap utama: Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, serta Evaluasi. Hasil memberitahukan jika LKPD yang dikembangkan mencukupi kriteria validitas, dengan persentase 91,6% dari ahli materi serta 94,9% dari ahli media, keduanya diklasifikasikan sebagai “Sangatlah Valid”. Selain itu, LKPD mendapat tanggapan positif dari murid dalam uji coba ukuran kecil senilai 89,7% serta dalam uji coba ukuran besar senilai 91,7%, serta tanggapan dari guru senilai 91,6%, yang semuanya diklasifikasikan sebagai “Sangatlah Praktis”. Selain itu, analisis hasil pretest serta posttest memakai perhitungan N-Gain menghasilkan skor 0,73, yang masuk pada kategori “Tinggi”, serta persentase 73%, yang diklasifikasikan sebagai “Cukup Efektif”. Dengan demikian, bisa menyimpulkan jika LKPD berbasis CTL yang dikembangkan sudah mencukupi standar validitas, kepraktisan, serta efektivitas, hingganya layak dipakai sebagai bahan ajar dalam tahapan pembelajaran IPA di kelas IV Sekolah Dasar, terkhusus pada materi fotosintesis.
MODEL OF IMPROVING SEAFARERS' COMPETENCE TO REDUCE TURNOVER IN THE MARITIME INDUSTRY Marsudi, Sugeng; Awwalin, Rodlitul; Supangat; Nasihah, Ainun
IJMEA Journal Kedokteran Gigi Vol 2 No 1 (2025): March 2025
Publisher : Department of Marine Engineering, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/ijmea.v2i1.377

Abstract

This study aims to develop an effective seafarer competency improvement model in reducing turnover rates in the Indonesian maritime industry. The research method used is a mixed-method with a quantitative and qualitative descriptive approach. Data collection was carried out through questionnaires, interviews, and documentation studies of 150 seafarers from five national shipping companies. The Technology Readiness Level (TRL) of the proposed model was evaluated at TRL 7, indicating that this model has been tested in a limited operational environment with adequate results. The results showed that 65% of seafarers felt they did not receive adequate competency-based training, while 48% of them indicated a desire to change jobs shortly. The competency improvement model, designed based on digital technology and simulation-based training, succeeded in increasing the average competency score of seafarers from 68% to 85% within six months. In addition, the turnover rate of the company that became the pilot project for this model decreased from 22% to 14%. This study offers a state-of-the-art in the form of an integration of competency-based approaches with digital technology, different from previous studies that focused on conventional interventions. The novelty of this study lies in the use of a digital-based model that combines continuous evaluation and adaptive training programs that are tailored to the needs of individual seafarers. This model is expected to be a strategic solution to increase seafarer retention in the maritime industry while strengthening the competitiveness of the Indonesian workforce in the international market.
Peningkatan Efektivitas Program Pelatihan Maritim terhadap Kinerja Awak Kapal di MT Pearl Kaja Iswanto, Rudi; Kuncowati; Supangat
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 2 (2025): (Desember) Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : CV Insan Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57248/jishum.v4i2.776

Abstract

Penelitian ini membahas pentingnya pelatihan dan sertifikasi maritim sebagai bagian integral dari pengelolaan sumber daya manusia di sektor pelayaran, khususnya dalam menjamin kinerja dan keselamatan operasional awak kapal tanker. Pelatihan dan sertifikasi maritim merupakan instrumen utama dalam memastikan bahwa awak kapal memiliki kompetensi teknis, pengetahuan keselamatan, serta sikap profesional yang sesuai dengan standar nasional maupun internasional, seperti STCW. Dalam konteks operasional kapal tanker, risiko kecelakaan kerja dan pencemaran lingkungan sangat tinggi sehingga kesiapan awak kapal menjadi faktor krusial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan dan sertifikasi maritim terhadap kinerja serta keselamatan operasional awak kapal di MT Pearl Kaja. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah sejauh mana pelatihan maritim berkontribusi terhadap peningkatan kinerja awak kapal, bagaimana dampak sertifikasi maritim terhadap kesadaran keselamatan kerja, serta faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas pelaksanaan kedua program tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui survei dan wawancara kepada awak kapal yang telah mengikuti pelatihan dan sertifikasi tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan yang komprehensif berdampak signifikan terhadap peningkatan keterampilan teknis, disiplin kerja, dan kesiapsiagaan awak kapal dalam menghadapi situasi darurat. Sertifikasi maritim yang diakui secara internasional juga terbukti meningkatkan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan, sehingga mampu menurunkan potensi risiko kecelakaan di laut. Oleh karena itu, perusahaan pelayaran disarankan untuk meningkatkan frekuensi pelatihan, menerapkan metode simulasi praktik nyata, serta melakukan pemantauan dan evaluasi berkelanjutan guna memastikan efektivitas program pelatihan dan sertifikasi. .
Legal Protection in Sharia Securities-Based Crowdfunding: A Normative Review of Dual Regulation Noor, Afif; Ghofur, Abdul; Supangat; Fittria, Anis
Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam Vol. 19 No. 2 (2025)
Publisher : Sharia Faculty of State Islamic University of Prof. K.H. Saifuddin Zuhri, Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/mnh.v19i2.14749

Abstract

Sharia Securities-based crowdfunding (Sharia SBC) has emerged as a novel financial innovation that integrates Islamic principles with financial technology, expanding investment access in Indonesia. However, this development has also created significant regulatory gaps and legal risks related to data protection, Sharia compliance, information asymmetry, and weak dispute resolution mechanisms. This study examines the adequacy of Indonesia’s dual regulatory model, the Financial Services Authority (OJK) and the National Sharia Council (DSN-MUI), in protecting investors and ensuring Sharia compliance in SBC. Using normative legal methods combined with comparative and policy-oriented approaches, the study identifies the lack of binding force in DSN-MUI fatwas, the limited role of the Sharia Supervisory Board, and weak enforcement of data security and disclosure standards. Comparative studies from Malaysia and Bahrain suggest that integrating Sharia audits and a centralized dispute resolution mechanism can strengthen legal certainty. These findings underscore the need for regulatory reforms to render DSN-MUI fatwas legally binding, establish a Sharia arbitration body, and mandate annual Sharia compliance audits for SBC operators. These recommendations aim to improve legal certainty, investor protection, and the integrity of Shariabased financial technology in Indonesia.
Enhancing Seafarers’ Self-Awareness and Emergency Decisions through Bridge Simulator Training Supangat; Sriantini, Ari
Maritime Park: Journal of Maritime Technology and Society Volume 5, Issue 1, 2026
Publisher : Department of Ocean Engineering, Faculty of Engineering, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/mp.vi.48844

Abstract

This study examines the association between Bridge Simulator training, seafarers’ self-awareness, and emergency decision-making performance. A quantitative correlational design was employed involving 105 active seafarers who had participated in certified bridge simulator training. Data were collected using a structured questionnaire measuring perceived training quality, self-awareness, and emergency decision-making performance. Spearman’s rho correlation analysis revealed a strong positive association between Bridge Simulator training and self-awareness (ρ = 0.764), as well as between Bridge Simulator training and emergency decision-making performance (ρ = 0.744). These findings indicate that higher perceived quality of simulator training is associated with higher levels of self-awareness and decision-making performance in emergency contexts. The study contributes empirical evidence on the psychological and cognitive dimensions associated with simulator-based maritime training and highlights implications for maritime education and safety training.
HUBUNGAN DOSIS NEEM GUM TERHADAP KADAR γ-GLUTAMYLCYSTEINYLGLYCINE (GSH) HEPAR TIKUS WISTAR YANG DIEKSPOS DURSBAN Muhammad Hanif Ar Robbani; Cholis Abrori; Elly Nurus Sakinah; Yuli Hermansyah; Supangat; Pipiet Wulandari
Majalah Kesehatan Vol. 0 No. 00 (2026): Article in Press
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stres oksidatif akibat klorpirifos, yang merupakan zat aktif dari pestisida Dursban, menyebabkan menurunkan produksi γ-glutamylcysteinylglycine atau glutation (GSH) sebuah antioksidan alami yang diproduksi hepar. Neem  gum  dipercaya dapat digunakan sebagai antioksidan protektif untuk meningkatkan produksi GSH. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dosis neem gum dengan kadar GSH hepar tikus Wistar yang diekspos Dursban. Tikus Wistar dibagi menjadi 5 kelompok (pemberian Dursban 5 mg/kg + neem  gum  0 g/kgBB; 1,875 g/kgBB; 3,75 g/kgBB; 7,5 g/kgBB, dan 15 g/kgBB). Perlakukan diberikan selama 28 hari. Pengukuran kadar GSH hepar menggunakan metode Ellman yang dimodifikasi. Hasil menunjukkan bahwa terdapat tren peningkatan kadar GSH hepar seiring dengan peningkatan dosis neem  gum . Hasil uji regresi menunjukkan adanya hubungan antara dosis neem  gum  dengan kadar GSH hepar (R2 = 0,957) dan uji korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan positif kuat (R = 0,609, p = 0,007). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan positif antara dosis neem  gum  terhadap kadar GSH hepar tikus wistar yang diekspos Dursban. Peningkatan dosis neem  akan meningkatkan kadar GSH hepar dengan hubungan persamaan kuadratik.