Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

EDUKASI SINDROM METABOLIK SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PENGETAHUAN GURU SEKOLAH DI DESA KANREAPIA KABUPATEN GOWA Haerana, Bs. Titi; Wijaya, Dian Rezki; Nildawati, Nildawati; Bujawati, Emmi; Sadarang, Rimawati Aulia Insani; Nurhidayat, Nurhidayat; Ansyar, Dian Ihwana
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v5i1.1698

Abstract

Peningkatan kesadaran, edukasi tentang gaya hidup sehat, dan dukungan kesehatan berupa deteksi dini merupakan langkah untuk mencegah, mengendalikan dan mengontrol sindrom metabolik. Tujuan pengabdian ini memberikan edukasi sindrom metabolik sebagai upaya meningkatkan pengetahuan Guru Sekolah di Desa Kanreapia Kabupaten Gowa. Metode pengabdian dengan pendekatan service learning. Pengabdian diberikan kepada Guru Sekolah di Desa Kanreapia sebanyak 30 peserta. Tahapan terdiri dari penilaian pre-test, pemberian edukasi menggunakan media power point dan poster sindrom metabolic, dan diakhiri dengan penilaian post-test. Evaluasi dilakukan dengan menguji perbedaan skor pengetahuan ­pre-test dan post-test dengan paired t test. Hasil pengabdian menunjukkan terdapat perbedaan rata-rata skor pengetahuan pre-test (mean = 12.5) dengan skor pengetahuan post-test (mean=14.1) secara signifikan (p-value 0.005). Kesimpulan adalah kegiatan edukasi sindrom metabolik ini memiliki pengaruh dalam meningkatkan pengetahuan guru sekolah tentang sindrom metabolik. Saran perlu peningkatan akses pengetahuan sindrom metabolik dengan edukasi dari pihak puskesmas.
Optimalisasi Poskestren Melalui Pelatihan kader Santri Sehat di Pondok Pesantren Abnaul Amir Wijaya, Dian Rezki; Arranury, Zil Fadhilah; Ibrahim, Hasbi; Syahrir, Sukfitrianty
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 8, No 2 (2025): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v8i2.8440

Abstract

Pondok pesantren sebagai Lembaga Pendidikan Islam di Indonesia memiliki peran penting dalam mendukung program kesehatan, khususnya dalam mempromosikan pentingnyakesehatan dan kebersihan dalam kehidupan sehari-hari. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan peran serta aktif warga pondok pesantren dalam penyelenggaraan upayaKesehatan dan revitalisasi poskestren melalui optimalisasi Poskestren. Pengabdian dilakukan menggunakan pendekatan PAR (Partisipatory Action Research) melalui pelatihan danpendampingan kepada kader santri sehat dengan metode ceramah, diskusi, dan praktek langsung penggunaan alat kesehatan, serta revitalisasi poskestren di pondok pesantren Abnaul Amir Kab. Gowa. Hasil menunjukkan respon positif santri pondok pesantren dilihat dari keaktifan pada saat pelatihan, peningkatan pemahaman terkait masalah kesehatan dengan aktif dalam menjawab pertanyaan selama pelatihan, terbentuknya kader poskestren yang berjumlah 6 santri, serta revitalisasi Poskestren di pondok pesantren Abnaul Amir Kab. Gowa. Hal tersebut merupakan wujud investasi keberlanjutan program poskestren di pondokpesantren Abnaul Amir Kab. Gowa.
Educating adolescents to prevent cyberbullying: A service learning intervention in rural schools Wijaya, Dian Rezki; Kurniawan, Agil; Ramdhany, Nurfitraeny; Al-Azhar, Nurul Afisyah; Rauf, Rhosika Amaliah
SAMATA JOURNAL OF PUBLIC HEALTH SCIENCE Volume 4, Issue 2, March-August 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/sociality.v4i2.55539

Abstract

The increasing use of social media among adolescents has been linked to a rise in cyberbullying, yet many remain unaware of its forms, signs, and psychological impacts. Previous studies have often lacked targeted, community-based interventions for prevention in rural areas. This study aimed to evaluate the effectiveness of a cyberbullying prevention education program using a service learning approach. The intervention involved lectures, posters, and group discussions and was implemented among 30 adolescents in a rural setting. Pre- and post-test assessments measured participants’ knowledge of cyberbullying. Results indicated a statistically significant improvement in knowledge, with a p-value of 0.000. These findings suggest that structured educational interventions can enhance adolescent awareness and potentially reduce cyberbullying behaviors. The study underscores the importance of involving parents and teachers in monitoring digital behavior and supporting adolescents through continuous education. The service learning model proves effective in fostering youth engagement while addressing pertinent social issues in rural communities.
Overview of Covid-19 Patient Mortality in Gowa Regency in 2021 Wijaya, Dian Rezki; Bujawati, Emmi
Unihealth Community Research Vol 1 No 2 (2025): March-August
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ucr.v1i2.59792

Abstract

The Covid-19 Case Fatality Rate in the World is 2.07% and Indonesia is 3.31% as of 7 September 2021. There are 2,129 people who died from Covid-19 in South Sulawesi Province with Gowa Regency ranking 2nd with the highest number of cases. This study aims to provide an overview of the mortality of Covid-19 patients in Gowa Regency in 2020.  This quantitative type of research with a descriptive design uses Secondary Data Analysis (ADS). The population is 51 people with the sampling technique using total sampling. variables in this study include age, gender, and place of residence. The results obtained are cases of death due to Covid-19 are dominant in men (64.7%), elderly people with an age range of 46-55 years (33.3%), and domiciled in Somba Opu District (54.9%). %). Further research can be done using more complex variables. Researchers recommend to the local government to maximize care for patients who are male and elderly. In addition, tighten the mobility of people in densely populated areas so that the death rate does not increase.
PENYULUHAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI SD NEGERI SAMATA Wijaya, Dian Rezki; Sukfitrianty Syahrir; Afifah Zafira; Dhea Adhelia; Farah Jilan Nasywa
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT YAMASI Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Yamasi
Publisher : Akademi Farmasi Yamasi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59060/1zrkr892

Abstract

Pendidikan usia dini adalah fondasi penting dalam membentuk karakter dan kebiasaan seseorang. Salah satu aspek krusial yang perlu ditanamkan sejak dini adalah perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Anak sekolah dasar berada pada fase tumbuh kembang yang sangat aktif, di mana mereka mulai meniru, memahami, dan membangun kebiasaan sehari-hari yang kelak dibawa hingga dewasa. Oleh karena itu, penting untuk memberikan pemahaman tentang nilai-nilai PHBS sejak dini melalui program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini yaitu meningkatkan pengetahuan siswa  terkait  Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui kegiatan penyuluhan. Metode yang digunakan dalam penyuluhan ini menggunakan metode ceramah  dengan pemutaran video animasi, diskusi serta pemberian pre-test dan post-test untuk mengevaluasi hasil dari penyuluhan yang dilakukan. Kegiatan yang dilakukan berjalan dengan lancar serta siswa sangat aktif dan antusias selama kegiatan berlangsung. Hasil dari pengukuran menggunakan pre-test dan post-tes menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan responden terkait PHBS sebelum dilakukannya penyuluhan dan setelah dilakukannya penyuluhan yaitu terjadi peningkatan pengetahuan PHBS pada siswa SD Negeri Samata. Diharapkan siswa dapat mempraktikkan langsung cara mencuci tangan yang benar, menggosok gigi dan kebiasaan hidup bersih lainnya serta melibatkan guru dan orang tua untuk memperkuat pesan PHBS agar kebiasaan tersebut tidak hanya berlangsung di sekolah saja tetapi juga di rumah. 
Peningkatan Kesadaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Pondok Pesantren Abnaul Amir Kabupaten Gowa: Increasing Awareness of Clean and Healthy Living Behavior at the Abnaul Amir Islamic Boarding School, Gowa Regency Arranury, Zil Fadhilah; Wijaya, Dian Rezki; Yusmaniar, Wilda; Bahsur, Muh Nur Ichsan
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2024): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v9i1.5892

Abstract

Islamic boarding schools, as Islamic educational institutions in Indonesia, are important in supporting health programs, especially in promoting health and cleanliness in everyday life. This service aims to increase the knowledge and awareness of Islamic boarding school students about PHBS. The service uses the SL (Service Learning) approach through counseling on Clean and Healthy Living Behavior at the Abnaul Amir Islamic boarding school, Kab. Gowa. The results of this service activity show a positive response from Islamic boarding school students, as seen from their activeness during counseling and increased understanding regarding PHBS after the counseling. Abnaul Amir Islamic boarding school students have a good understanding of PHBS, so they are expected to be able to keep themselves and their environment clean and healthy independently.
Empowering Waste Management by Establishing a Waste Corner to Become a Healthy School: Pemberdayaan Pengelolaan Sampah dengan Pembentukan Pojok Sampah Guna Menjadi Sekolah Sehat Jayadi, Yusma Indah; Maharani, Widia; Nurlita, Nurlita; Wijaya, Dian Rezki
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.mattawang1391

Abstract

Waste is often defined as goods or materials that are considered useless so that they never get good management through the recycling process. Human quality is a major issue and has an important role in management efforts. Empowerment programs in the environment school as a source of environmental learning through waste management is one of the efforts that can be given to students to increase environmental awareness. This empowerment program aims to increase the knowledge and awareness of the school community in waste management correctly and properly. This Empowerment Program was conducted at SJHS 8 Makassar by making waste corner and forming waste corner cadres through the approach of Participatory Learning and Action (PAL). This program involved 15 students who became cadres of the waste corner and 45 students who were given education by the waste corner cadres. As a result of this empowerment, a waste corner was formed and 15 waste corner cadres were selected. Giving training to waste corner cadres was considered effective because there was an increase in knowledge before and after the training, from 12.67 to 18.87. Besides that, education by waste corner cadres to 45 students of SJHS 8 Makassar showed an increase in knowledge, from 13.22 to 17.91. The result of the paired t-test showed a significance value of p = 0.000 (p < 0.05) so it could be concluded that there is a different level of knowledge of cadres and students before and after training/education on waste management. Community empowerment through the establishment of waste corners and waste corner cadres as well as providing training/education related to waste management has a significant effect on the level of knowledge about waste management. Therefore, it is necessary to provide continuous socialization to increase the interest and participation of the school community in waste management. Abstrak Sampah sering kali diartikan sebagai barang atau material yang dianggap tidak berguna sehingga tidak pernah mendapatkan pengelolaan yang baik melalui proses daur ulang. Kualitas manusia menjadi isu utama dan memiliki peran penting dalam upaya pengelolaannya. Program pemberdayaan di lingkungan sekolah sebagai sumber belajar lingkungan melalui pengelolaan sampah merupakan salah satu upaya yang dapat diberikan kepada siswa untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Program pemberdayaan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam pengelolaan sampah dengan baik dan benar. Program Pemberdayaan ini dilakukan di SJHS 8 Makassar dengan membuat pojok sampah dan membentuk kader-kader pojok sampah melalui pendekatan Participatory Learning and Action (PAL). Program ini melibatkan 15 siswa yang menjadi kader pojok sampah dan 45 siswa yang diberikan edukasi oleh kader pojok sampah. Hasil dari pemberdayaan ini adalah terbentuknya pojok sampah dan terpilihnya 15 orang kader pojok sampah. Pemberian pelatihan kepada kader pojok sampah dinilai efektif karena terjadi peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah pelatihan, yaitu dari 12,67 menjadi 18,87. Selain itu, edukasi yang dilakukan oleh kader pojok sampah kepada 45 siswa SJHS 8 Makassar menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dari 13,22 menjadi 17,91. Hasil uji t berpasangan menunjukkan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan tingkat pengetahuan kader dan siswa sebelum dan sesudah pelatihan/edukasi pengelolaan sampah. Pemberdayaan masyarakat melalui pembentukan pojok sampah dan kader pojok sampah serta pemberian pelatihan/edukasi terkait pengelolaan sampah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap tingkat pengetahuan tentang pengelolaan sampah. Oleh karena itu, perlu dilakukan sosialisasi secara terus menerus untuk meningkatkan minat dan partisipasi warga sekolah dalam pengelolaan sampah.
Education For Healthy Latrine In Kampala Hamlets, Limapoccoe Village, Maros Regency Wijaya, Dian Rezki
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 2 (2023): Volume 14 Nomor 2 (2023)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v14i2.667

Abstract

Permanent healthy latrines are latrines that already use a goose-neck construction and are located inside the house. In 2020, 72.3% of Indonesian families have used permanent healthy latrines. The remaining 18.5% use semi-permanent healthy latrines and 9.2% use sharing/communal latrines. This research uses quantitative research with purposive sampling technique. This study uses quasi-experimental designs with a one-group pretest-posttest. The research population is the population living in Kampala Hamlets, Limapoccoe Village. Respondents in this study amounted to 30 respondents. The variables seen in this study are Knowledge and Attitudes Regarding the Healthy Latrine. This research was conducted in December 2021. Data processing was carried out in a descriptive analytic manner with the Wilcoxon test. The results of the research conducted on the level of community knowledge in the Kampala hamlet regarding healthy latrine there was a significant difference (p value 0.00) in the knowledge, attitudes and actions of the community before and after the counseling was carried out. It is necessary to have an integrated counseling program carried out by the puskesmas, posyandu cadres, and Kampala village government so that there is an increase in knowledge, attitudes and actions of healthy latrine.