Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

ETIKA BERPRILAKU PADA REMAJA Zega, Windy Sapta Handayani; Paula, Veronica; Ayu Florensa, Maria Veronika; Yoche Arkianti, Maria Maxmila; Melyany, Feby Bexty
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.1962

Abstract

Sekolah adalah lembaga pendidikan tempat mencetak individu yang berilmu pengetahuan dan berkumpulnnya orang-orang yang memiliki kepentingan dengan pendidikan dan sarana interaksi individu dengan individu, dan individu dengan kelompok. Peran sekolah mampu membantu potensi manusiawi, eksplorasi individu dan mengenal pertumbuhan serta perkembangan yang dimiliki peserta didik mulai dari fase anak usia dini memasuki Sekolah Dasar (SD), kemudian remaja yang memasuki Sekolah Menengah Pertama (SMP) maupun Sekolah Menengah Akhir (SMA) agar mampu menjalankan tugas-tugas kehidupan sebagai manusia, baik secara individual maupun sebagai anggota masyarakat. Kesempatan ini jauh lebih banyak ketika siswa tinggal di sekolah berasrama. Dalam masa perkembangan, remaja juga memiliki permasalahan sendiri terkait dengan pergaulan di lingkup asrama. Sehingga pentingnya penyesuaian diri antara satu dengan yang lainnya. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah berdasarkan hasil wawancara dengan pihak pengelola asrama di SMP Marsudirini Bogor, siswa dan siswi belum mendapatkan edukasi tentang bagaimana etika berperilaku pada remaja sehingga edukasi dilakukan untuk mempersiapkan remaja sukses beradaptasi di lingkungan asrama. Kegiatan ini terdiri dari pemaparan materi, pelaksanaan pre-test dan post-test, serta demonstrasi. Hasil yang didapatkan adalah terdapat peningkatan nilai post-test sebesar 48.2% apabila dibandingkan dengan nilai rerata pre-test 36.7%. Oleh karena itu kegiatan ini dapat menjadi edukasi yang baik kepada pihak asrama. Rekomendasi keberlanjutan program tentang kesadaran remaja yang tinggal diasrama etika dalam berperilaku dan keterlibatan orang tua dalam perkembangan remaja bersama dengan pihak asrama. Kata Kunci: Asrama, Kesehatan mental, Remaja, Sekolah
PEKERJA SEHAT PRODUKTIVITAS KERJA MENINGKAT: EDUKASI PANDUAN ERGONOMI KEPADA KARYAWAN Manihuruk, Gracia Aktri Margareth; Theresia, Theresia; Yoche, Maria Maxmila; Ompusunggu, Fransiska; Togatorop, Lina Berliana; Dopong, Fernaldi; Putra Rahawarin, Varel Hizkia
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 6 No. 3 (2022): DECEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v6i3.6234

Abstract

Ergonomi bermanfaat untuk meningkatkan keselamatan kerja dan produktivitas karyawan. Pekerjaan yang tidak dilakukan sesuai prinsip ergonomi akan menimbulkan berbagai masalah kesehatan yang akan merugikan pekerja dan organisasi. Edukasi program ergonomi dinilai efektif dalam mengurangi masalah kesehatan akibat pekerjaan terutama di bidang konstruksi sehingga hal ini diharapkan menciptakan perilaku serta budaya kerja yang aman. Pekerja di warehouse dan di kantor berisiko mengalami gangguan otot, sendi, dan tulang akibat pola gerak yang tidak ergonomis. Para pekerja yang belum pernah menerima edukasi panduan ergonomi dan skrining kesehatan serta K3 yang belum terselenggara menjadi perhatian bagi tim PKM. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengetahui status kesehatan dan meningkatkan pengetahuan para pekerja mengenai ergonomi di lingkungan kerja. Kegiatan edukasi panduan ergonomi terdiri dari pemaparan materi, demonstrasi, pemberian poster, pelaksanaan pre-test dan post-test, serta pemeriksaan kesehatan. Hasil yang didapatkan adalah terjadi peningkatan nilai rerata post-test sebesar 2.74 apabila dibandingkan dengan nilai rerata pre-test. Selain itu, setelah edukasi terjadi peningkatan nilai minimum dari 25 pada pre-test menjadi 50 pada post-test. Sebagian besar peserta pemeriksaan kesehatan berada dalam kategori obesitas (47%). Hal ini menjadi masukan serta bahan pertimbangan bagi mitra dalam pengambilan keputusan untuk keselamatan karyawan dan efisiensi perusahaan.    
Pendekatan Intervensi CERDIK Dalam Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Melalui Skrining Kesehatan dan Edukasi CERDIK Rumambi, Magda Fiske; Belet Lydia Ingrit; Maria Maxmila Yoche Arkianti; Santa Maya Pramusita; Komilie Situmorang
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 8 No 1 (2026): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v8i1.1676

Abstract

Penyakit tidak menular atau PTM merupakan permasalahan kompleks yang terjadi dimasyarakat termasuk di lingkungan padat penduduk seperti diperkotaan. PTM juga meningkat pada usia produktif dan beresiko tinggi menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan baik. Edukasi kesehatan dan pemeriksaan kesehatan merupakan salah satu tindakan pencegahan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan, deteksi dini penyakit, dan pencegahan komplikasi bagi masyarakat agar lebih sehat dan produktif melalui perilaku CERDIK. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan dan pengendalian PTM melalui perilaku CERDIK. Kegiatan dilaksanakan di RW 05 Kelurahan Rawamangun, Jakarta Timur, dalam dua sesi. Sesi 1 melibatkan 81 peserta dengan edukasi kesehatan dan pemeriksaan tanda vital, gula darah sewaktu, kolesterol, dan asam urat. Sesi 2 diikuti 28 kader Posbindu dengan fokus penguatan kapasitas melalui ceramah, diskusi interaktif, dan permainan. Desain penelitian yang digunakan adalah One-Group Pre–Post Design, dengan pengukuran pengetahuan kader melalui pre-test dan post-test.Hasil kegiatan PkM melalui pemeriksaaan kesehatan menunjukkan sebagian besar peserta mengalami peningkatan asam urat dan kolesterol berdasarkan borderline yang direkomendasikan dan berdasarkan kegiatan edukasi yang dilakukan menunjukkan peningkatan pengetahuan kader yang di tunjukkkan melalui nilai rerata pada pre-post test sebesar 62,9 ± 67,9, hal ini dapat disimpulkan bahwa kegiatan edukasi kesehatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan kader, yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan rerata skor pengetahuan peserta mengenai PTM. Dan kegiatan direkomendasikan kepada pemerintah Di RW 05 untuk dilakukan secara berkelanjutan agar dapat memberikan edukasi yang sistematis, terukur, dan berkala sangat diperlukan untuk memperkuat peran kader sebagai ujung tombak pencegahan PTM di masyarakat.
Analisa Tingkat Kecemasan pada Tenaga Kesehatan pada Ruang Khusus Isolasi Covid 19 Veronica Paula; Maria Maxmila Yoche Arkianti; Kinanthi Lebdawicaksaputri
Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia Vol 12 No 01 (2022): Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia (JIIKI) Volume 12 Number 01 March 2022
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.052 KB) | DOI: 10.33221/jiiki.v12i01.1582

Abstract

Background: This research is a literature study. PICOT framework is used as strategy to find journals using the keywords “anxiety AND nurses AND COVID-19”. The data sources used are the e-resources database of Indonesian National Library, Pub-med, and Google Scholar in the form of articles or journals. Objectives: This study aims to identify the factors that influence the anxiety of healthcare workers especially nurses during the COVID-19 outbreak. Methods: Inclusion criteria of this study are national and international journals from various databases and related with the research variables namely “Anxiety” and “Nurses for COVID-19 Patients” with article publication time frame in the last 5 years (2016-2021). The exclusion criteria for this study were national and international journals from various databases and not related with research variables; no intervention is given; not about “Anxiety” and “Nurses for COVID-19 Patients”; and the publication time of the article is more than 5 years. Results: Three databases are used: 119 articles found in National Library database; 358 from PubMed; and 836 from Google Scholar. After being disqualified regarding the year of publication for the last 5 years as well as duplication of articles, 327 articles are obtained, and finally, 6 articles that meet the criteria. Conclusion: From the final 6 articles found, most of the healthcare workers experienced anxiety. So, from literature review of 6 research journals, it can be concluded that healthcare workers experienced anxiety when treating patients with COVID-19 which related to additional working hours and workload as well as insufficiency of personal protective equipment.
KUALITAS TIDUR MAHASISWA KEPERAWATAN TINGKAT DUA Desi Maranata Hutasoit; Inez Jane Mendrofa; Maria Maxmila Yoche Arkianti; Catharina Guinda Diannita
Jurnal Keperawatan Malang Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Keperawatan Malang (JKM)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STIKes Panti Waluya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36916/jkm.v9i1.263

Abstract

Background: Poor sleep quality can lead to cognitive impairment, difficulty concentrating, and various other health problems. Nursing students are one of those who have the potential to experience sleep quality problems. Purpose: To obtain an overview of the sleep quality of second-year nursing students at a private university in Western Indonesia. Methods: A descriptive quantitative approach was used in this study. The population of this study was second year nursing students at one of the private universities located in Western Indonesia with a total of 173 students and the sampling method was total sampling. The research instrument to measure sleep quality was the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire in Indonesian language. For this research data, univariate analysis was carried out using computerization. Results: The respondents were 87.9% female and 12.1% male, and it was found that 85 per cent of the respondents had poor sleep quality and 15 per cent had good sleep quality. Implication: In this study, most of the sophomores were female, and they had poor sleep quality. Students are advised to make a daily plan to improve their sleep quality and follow it regularly to fulfil their sleep needs. 
EFEKTIVITAS LIFE REVIEW THERAPY TERHADAP DEPRESI DAN KECEMASAN PADA LANSIA Veronica Paula; Maria Maxmila Yoche A; Shinta Yuliana Hasibuan; Maria Veronika Ayu Florensa; Bima Adi Saputra; Janwar Olang; Chryest Debby; Ira Dewi
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2634

Abstract

Lansia merupakan kelompok usia yang rentan menghadapi berbagai tantangan psikologis, seperti kesepian, kehilangan peran sosial, serta gejala depresi yang dapat menurunkan kualitas hidup mereka. Kondisi ini membutuhkan intervensi yang tidak hanya fokus pada aspek fisik, tetapi juga mendukung kesejahteraan psikologis. Life Review Therapy (LRT) merupakan salah satu pendekatan yang efektif dalam membantu lansia merefleksikan pengalaman hidup, menemukan makna baru, serta meningkatkan harga diri dan keterhubungan sosial. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis lansia melalui penerapan LRT secara terstruktur. Program dilaksanakan dengan melibatkan lansia yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Intervensi dilakukan dalam beberapa sesi yang mencakup eksplorasi pengalaman masa lalu, proses refleksi, hingga penyusunan narasi kehidupan yang bermakna. Selain itu, kegiatan penunjang seperti menebak lagu-lagu lawas dan bernyanyi bersama turut diberikan untuk membangun suasana positif dan memperkuat interaksi sosial. Evaluasi dilaksanakan dengan membandingkan kondisi psikologis peserta sebelum dan sesudah program menggunakan Mini Mental State Exam (MMSE). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam kesejahteraan psikologis lansia. Peserta melaporkan penurunan gejala depresi, peningkatan rasa percaya diri, serta terbentuknya keterhubungan sosial yang lebih baik. Temuan ini mengindikasikan bahwa LRT tidak hanya memberikan manfaat individual, tetapi juga berkontribusi pada terciptanya lingkungan yang lebih ramah lansia. Program ini direkomendasikan untuk diperluas di komunitas lain dengan melibatkan pelatihan bagi fasilitator lokal agar keberlanjutan kegiatan tetap terjaga dan memberikan dampak jangka panjang.
EDUKASI HIPERTENSI DAN LATIHAN SLOW DEEP BREATHING PADA LANSIA Maria Maxmila Yoche Arkianti; Catharina Guinda Diannita; Veronica Paula; Ballsy C. A. Pangkey; Suntoro Suntoro
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2650

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang masih memerlukan penanganan. Di wilayah Asia Tenggara, dua pertiga dari semua kematian disebabkan akibat penyakit tidak menular. Salah satu faktor risiko dari hipertensi adalah usia. Riwayat hipertensi dalam keluarga, usia di atas 65 tahun. Provinsi Kalimantan Selatan menduduki peringkat pertama dari provinsi-provinsi yang ada di Indonesia. Upaya untuk menurunkan tekanan darah dapat dilakukan secara farmakologi dan non farmakologi. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan membantu lansia dalam melakukan pencegahan penyakit tidak menular bagi dirinya sendiri maupun keluarga maupun komunitasnya serta mengatasi hipertensi tanpa obat-obatan. Metode pelaksanaan yaitu melalui edukasi kesehatan dan latihan dalam satu kali pertemuan. Hasil dari kegiatan ini, peserta mayoritas perempuan (68%), berusia antara 49-84 tahun, tekanan darah peserta rata-rata dalam klasifikasi hipertensi terisolasi,tekanan darah minimum peserta,berada dalam klasifikasi normal dan tekanan darah maksimun peserta berada pada klasifikasi hipertensi stage 2. Implikasi dari kegiatan ini, peserta menyadari terkait dengan pencegahan dan pengendalian terkait hipertensi. Peserta dapat melakukan latihan slow deep breathing secara mandiri dan teratur di rumah.
Social Support and Quality of Life Among Older Adults in South Kalimantan, Indonesia: A Cross-Sectional Study Catharina Guinda Diannita; Veronica Paula; Maria Maxmila Yoche Arkianti; Ballsy Cicilia Albertina Pangkey; Suntoro Suntoro; Shema Christy Noya Simamora
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : Institut Kesehatan Suaka Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v11i1.1089

Abstract

Globally, many countries are experiencing population ageing and will continue to do so over the next several decades, including Indonesia. As the world’s population ages, there will be a growing demand for health care services that improve the quality of life as well as longevity. In ageing populations, the desire to spend the most advanced years in a good self-assessed health condition has gained more relevance. To cope with the challenges arising from this trend, most older adults prefer to remain in their familiar environment in the community and live with some level of independence. The purpose of this study is to analyze the corelation between social support and quality of life among older adults. A cross-sectional study was conducted with 94 respondens aged 59 and above. Data were collected using validated instruments Medical Outcomes Study Social Support Survey (MOS-SSS) and World Health Organization Quality of Life–BREF (WHOQOL-BREF) Indonesian version. IBM SPSS 29.0 software was used for Spearman’s rank correlation test. The study results indicate that there is a significant correlation between social support and QoL. these results underscore the importance of interventions aimed at strengthening social networks, promoting family involvement, and fostering community empowerment as strategies to improve community quality of life.