Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

ANALISIS POTENSI AIR TANAH DALAM RANGKA PENGEMBANGAN PEMANFATAN AIR DI DUSUN SAMRI KECAMATAN MOYO HILIR Najimuddin, Didin; Padusung, Padusung; Purnama, Ady; Juliana, Syahida
Jurnal SainTekA Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal SainTekA
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/sainteka.v4i1.1137

Abstract

Desa poto merupakan salah satu desa yang berada di kecamatan moyo hilir dengan luas 1367 km2 dengan populasi penduduk sebanyak 3.519 jiwa. Desa ini terbagi dalam 4 dusun yaitu Dusun Poto, Dusun Bekat, Dusun Tengke dan Dusun Samri. Akses jalan dari kabupaten ke desa sasaran jalan aspal dengan kondisi yang baik dan di sepanjang jalan desa merupakan variasi yaitu ada desa, sawah dan gunung. Keseharian masyarakat Desa Poto bekerja sebagai petani, tukang bangunan, buruh tani, berkebun, beternak serta berdagang dan lain lain. Kelompok tani kuang belo tidak sejalan dengan fungsinya karena orong ini merupakan sawah tadah hujan yang dimana air irigasinya hanya mengandalkan dari air hujan saja, sehingga pada saat musim kemarau areal sawah tidak dapat ditanami karena kurangnya ketersediaan air. Tujuan penelitian berapa besar debit air sumur bor di lokasi Kelompok Tani Kuang Belo Orong Samri Kecamatan Moyo Hilir. Areal persawahan yang diairi terletak pada punggung (belakang) jaringan irigasi teknis namun air irigasi belum dapat menjangkau seluruh areal persawahan karena elevasi sawah lebih tinggi dibanding elevasi saluran. Jumlah air yang dibutuhkan untuk satu kali panen sebesar 22.809.600 m3/satu kali panen. Luas lahan sawah yang adalah 42 Ha (padi dan kacang hijau) dan waktu yang dibutuhkan operasional pompa untuk mengaliri persawahan sebanyak 23 jam 45 menit/hari dengan kapasitas pompa 8000 (ltr/jam)
EVALUASI SISTEM PEMBERIAN AIR IRIGASI LAHAN PERTANIAN PADA SALURAN PRIMER ORONG BUDI JAWA DESA LOPOK BERU Najimuddin, Didin; Nuraini, Eni; Maulana Saputra, Bagus
Jurnal SainTekA Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal SainTekA
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/sainteka.v4i2.1232

Abstract

Kendala dalam mengembangkan pertanian di Indonesia khususnya di pulau Sumbawa diantaranya terbatasnya ketersediaan air di musim kemarau dan terjadinya luapan di musim penghujan. Untuk menghindari hal tersebut, perlu dilakukan penanganan dini terutama di Daerah Aliran Sungai (DAS) dengan cara reboisasi, konservasi dan pembangunan bendung. Irigasi merupakan prasarana untuk meningkatkan intensitas panen per tahun. Analisa data dengan mencari debit saluran dan kebutuhan air untuk penyiapan lahan dan konsumtif tanaman. Berdasarkan hasil analisis system air yang ada sekarang di daerah irigasi bendungan Lopok Kecamatan Lopok Kabupaten Sumbawa tidak bisa mencukupi kebutuhan air petani. Hal ini terbukti dari debit saluran sekunder yang ada hanya sebesar 0,374 ltr/dtik/Ha sedangkan kebutuhan air irigasi sebesar 0,41 ltr/dtk/Ha jadi debit saluran lebih kecil dari kebutuhan air irigasi.
DEBIT BANJIR RENCANA BENDUNG BRANG RURIS BAWAH DENGAN METODE HIDROGRAF SATUAN SINTETIS NAKAYASU Purnama, Ady; Najimuddin, Didin; Safitri, Hardianti Indah
Jurnal SainTekA Vol. 5 No. 3 (2024): Jurnal SainTekA
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/sainteka.v5i3.1713

Abstract

Kecamatan Alas Barat merupakan kecamatan paling barat yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Sumbawa Barat. Sebagian besar masyarakat di Kecamatan Alas Barat berprofesi sebagai petani dan pekebun. Mereka memanfaatkan fungsi dari bendung untuk pengairan lahan persawahan, terutama Daerah Irigasi Tiu Bulu. Namun sebagian lahan sudah mengalami penurunan kinerja karena kekurangan suplai air terutama pada musim kemarau. Hal tersebut disebabkan karena Bendung Brang Ruris Bawah yang mengalami kerusakan. Sudah beberapa kali dilakukan perbaikan pada bndung, namun masih saja terjadi kerusakan dihampir seluruh bagian penyusun bendung. Oleh karena kondisi bendung yang mengalami kerusakan, maka diperlukan analisis terhadap bendung terutama analisis debit banjir rencana pada kala ulang tertentu yang nantinya akan digunakan sebagai acuan dalam melakukan perencanaan atau perbaikan di Bendung Brang Ruris Bawah, mengingat debit banjir yang terjadi sudah melebihi kapasitas. Metode yang digunakan untuk mnganalisis debit banjir rencana yaitu Metode Hidrograf Satuan Sintetis Nakayasu dengan data curah hujan yang digunakan di Stasiun Hujan Alas Barat yakni 10 tahun (dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2022). Hasil analisis pada Bendung Brang Ruris Bawah didapat Q5th=295,040 m3/det, Q10th=333,153 m3/det, Q25th=371,921 m3/det, Q50th=394,780 m3/det dan Q100th=413,320 m3/det. Dan hasil analisis terhadap stabilitas bendung pada kala ulang 5, 10, 25, 50 dan 100 tahun baik dilihat dari tingkat keamanan terhadap guling, geser dan daya dukung tanah secara keseluruhan konstruksi bendung berada pada kondisi aman.
TINGKAT KEHILANGAN DEBIT AIR PADA SALURAN PRIMER JARINGAN IRIGASI BENDUNGAN PLARA KECAMATAN LUNYUK Najimuddin, Didin; Padusung, Padusung; Nuraini, Eni; Hikmah, Nurul
Jurnal SainTekA Vol. 5 No. 3 (2024): Jurnal SainTekA
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/sainteka.v5i3.1715

Abstract

Salah satu masalah yang sering terjadi pada saluran Bendungan Plara adalah hilangnya air pada saluran irigasi. Kehilangan air merupakan secara terus menerus mengalir dari hulu menuju hilir aliran air ini merupakan aliran dari air sunga melalui tubuh bendungan. Permebilitas tanah juga merupakan faktor kehilangan air yang meresap ke dalam tanah, koefisien permebilitas tergantung pada ukuran rata-rata pori yang dipengaruhi oleh distribusi ukuran partikel dan struktur tanah. Jika perneabilitas yang terjadi terlalu besar akan mengakibatkan terganggunya pengoperasian jaringan irigasi. Metode pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menghitung Permeabilitas pada kedalaman 1 meter kadar air adalah 8,19 % dengan nilai koefesien permeabilitas rata-rata 0,00546 m/dtk, Pada kedalaman 2 meter kadar air adalah 12,29% dengan nilai koefesien permeabilitas rata-rata 0,00544 m/dtk dan Pada kedalaman 3 meter kadar air adalah 14,01%.Kehilangan air pada Saluran Irigasi Primer Lunyuk tidak hanya disebabkan oleh rembesan dan evaporasi tetapi juga disebabkan oleh adanya sampah yang masuk ke dalam saluran serta dinding saluran yang mengalami kerusakan. Hal ini yang menyebabkan adanya penurunan kecepatan aliran dan penurunan debit air pada Saluran Irigasi Primer Lunyuk. Jaringan irigasi pada Saluran Irigasi Primer Lunyuk dengan panjang 982 m mengalami kehilangan debit air sebanyak 0.1344 m3/detik, kehilangan air pada saluran ini diakibatkan oleh terjadinya rembesan sebesar 0.00373 m3/detik dan evaporasi sebesar 0.00000021991 m3/detik. Sedangkan jaringan irigasi pada Saluran Irigasi Primer Lunyuk dengan panjang 601 m mengalami kehilangan debit air sebanyak 0.1296 m3/detik
ANALISIS KEBUTUHAN AIR BENDUNGAN BATU BULAN AKIBAT PENGERUKAN SEDIMENTASI Najimuddin, Didin; Satriawansyah, Tri; Ilfiani , Pratiwi Dian; Purwanto, Sugeng
Jurnal SainTekA Vol. 5 No. 3 (2024): Jurnal SainTekA
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/sainteka.v5i3.1726

Abstract

Bendungan Batu Bulan adalah bendungan yang terletak di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Bendungan ini dibangun pada alur pertemuan Sungai Lito dan Sungai Sebasang di Desa Maman, Kecamatan Moyo Hulu. Adapun Kendala dalam mengembangkan pertanian di Sumbawa Besar khususnya di Kecamatan Moyo Hilir diantaranya terbatasnya ketersediaan air di musim kemarau dan terjadi luapan di musim hujan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui volume sedimen, debit aliran, debit minimal, debit maksimal, debit andalan , dan debit rata-rata. Metode pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. Hasil analisis peneitian menunjukkan bahwa debit air yang keluar pada Saluran Primer Irigasi Batu Bulan sebelum pengerukan sebesar . Sedangkan debit aliran yang keluar setelah pengerukan sebesar . Hasil perhitungan debit andalan pada bulan januari sebesar . Hasil perhitungan debit rata-rata pada saluran irigasi primer batu bulan sebesar . Hasil perhitungan volume sedimen yang berada di STA 0+000 s/d STA 0+300 adalah sebesar . Hal ini menunjukkan bahwa volume tampungan bisa menambahkan suplay air akibat pengerukan sedimentasi.
PERENCANAAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) KOMUNAL DESA BOAK KECAMATAN UNTER IWES Zulkarnaen, Zulkarnaen; Najimuddin, Didin; Nuraini, Eni; sahabuddin, kurniawan
Jurnal SainTekA Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal SainTekA
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/sainteka.v6i1.1916

Abstract

Rencana pembangunan IPAL di Dusun Boak B bertujuan untuk mengatasi pencemaran lingkungan akibat limbah rumah tangga dan memberikan solusi terkait cara penanganan limbah rumah tangga yang sesuai dengan SNI 8455 : 2017 tentang pengolahan air limbah rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rencana dimensi IPAL Komunal dan pemanfaatan berkelanjutan di Desa Boak untuk 10 Tahun ke depan dan pemanfaatn berkelanjutan di Desa Boak sesuai dengan SNI 8455 : 2017. sehingga persoalan pencemaran lingkungan khususnya limbah di Desa Boak bisa teratasi dan terselesaikan secara tepat. Berdasarkan hasil penelitian bahwa volume Reaktor total yaitu 26,96 m3. Ditetapkan kedalaman air dalam kompartemen = 2 m, jadi volume kompartemen yaitu 2 m3. Untuk jumlah kompartemen 13 kompartemen dan tinggi ambang bebas 0,4 m, maka tinggi kompartemen 2,4 m. Sedangkan untuk biaya pembangunan IPAL Desa yaitu sebesar Rp. 518.497.000,00 (Lima Ratus Delapan Belas Juta Empat Ratus Sembilan Puluh Tujuh Ribu Rupiah).
EVALUASI PENGELOLAAN IPAL KOMUNAL DI KABUPATEN SUMBAWA BARAT Najimuddin, Didin; Purnama, Ady; Satriawansyah, Tri; Purwansyah, Ade
Jurnal SainTekA Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal SainTekA
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/sainteka.v6i1.1917

Abstract

Masalah air limbah di kabupaten Sumbawa barat menjadi isu strategis dalam pembangunan berkelanjutan ,pembuangan limbah cair secara alamiah ke sungai dianggap berhasil dan tidak menimbulkan permasalahan,karena jumlah volume limbah cair tersebut masih kecil dibanding dengan debit air sungai .dengan meningkatnya volume air limbah .metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif .analisis deskriptif kualitatif yaitu metode penelitian yang memberi gambaran secara cermat mengenai individu atau kelompok tertentu tentang keadaan dan gejala yang terjadi. dalam penelitian ini,analisis secara deskriptif kualitatif dilakukan dengan cara melakukan observasi kondisi eksisting IPAL Komunal dilokasi penelitian dilakukan secara kontinyu dengan variasi debit 1,7 L/Menit dan 0,4 L/Menit dapat menurunkan karakteristik fisik dari warna keruh dan kekuning­ kuningan menjadi lebih jernih yang dapat menurunkan parameter BOD,COD TSS dan NO3.Hasil pemeriksaan pada pemeriksaan BOD dan TSS mampu menurunkan kadar BOD sebanyak 84,1%.
ANALISIS PENGELOAAN AIR BERSIH PADA PERUMAHAN BUKIT PERMATA RESIDENCE KECAMATAN SUMBAWA Nuraini, Eni; Najimuddin, Didin; Ilfiani, Pratiwi Dian; Sukmana, Akbar
Jurnal SainTekA Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal SainTekA
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/sainteka.v6i1.1918

Abstract

Air memiliki peran yang sangat strategis dan harus tetap tersedia dan lestari, sehingga mampu mendukung kehidupan dan pelaksanaan pembangunan di masa kini maupun di masa mendatang. Tanpa adanya air maka kehidupan tidak dapat berjalan normal. Maka dari itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem pengelolaan air bersih dan sistem pengelolaan air bersih memenuhi untuk 10 Tahun ke depan di Perumahan Bukit Permata Residence. Untuk mendapatkan data-data yang diperlukan menggunakan alat pengukur meteran, alat tulis, alat pengukur elevasi GPS, dan alat dokumentasi. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu Perumahan Bukit Permata Residence memiliki bak penampung (4 unit) yaitu 3 (tiga) unit kapasitas 5500 dan 1 (satu) unit kapasitas 5300 dengan kapasitas total 21,8 m3 tidak mampu memenuhi kebutuhan air bersih Perumahan Bukit Permata Residence, sehingga perlu dilakukan desain bak penampungan baru. Sistem pengelolaan air bersih Perumahan Bukit Permata memenuhi untuk 10 Tahun ke depan dengan jumlah penduduk yaitu 391 jiwa, dengan dilakukan desain bak penampungan baru. Untuk volume bak penampungan baru pada sistem pengelolaan air bersih Perumahan Bukit Permata Residence > kebutuhan air bersih 10 Tahun ke Depan (95,04 m3/hari > 42,491 m3/hari), sehingga sistem pengelolaan air bersih dengan merencanakan bak penampungan baru memenuhi kebutuhan air bersih Perumahan Bukit Permata Residence.
ANALISIS TINGKAT REMBESAN AIR PADA SALURAN SEKUNDER DAERAH IRIGASI DI ORONG REA DESA SEBEWE KECAMATAN MOYO UTARA Najimuddin, Didin; Zulkarnaen, Zulkarnaen; Purnama, Ady; Putri, Minsari Mega
Jurnal SainTekA Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal SainTekA
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/sainteka.v6i1.1920

Abstract

Irigasi merupakan kegiatan penyediaan dan pengaturan air untuk memenuhi kepentingan pertanian dengan memanfaatkan air yang berasal dari permukaan dan air tanah. Pengaturan pengairan bagi pertanian tidak hanya tertuju untuk penyedian air, tetapi juga untuk mengurangi berlimpahnya air hujan di daerah-daerah yang kelebihan air dengan maksud mencegah peluapan air dan kerusakan tanah. Adapun Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui besarnya kehilangan air di saluran sekunder di daerah irigasi Orong Rea, mengetahui faktor-faktor penyebab kehilangan air. mempelajari besarnya pengaruh kondisi saluran dan aliran terhadap kehilangan air pada saluran tiap luas bidang basah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode deskriptif untuk menemukan pengetahuan seluas-luasnya terhadap objek penelitian, dengan melakukan pengukuran langsung di lapangan dan metode survey. Parameter penelitiannya adalah debit inflow dan outflow, kehilangan air pada saluran (evaporasi, perkolasi), deskripsi jaringan irigasi. Hasil dari penelitian ini berdasarkan pengamatan di lapangan, di dapatkan kondisi dimana pada sepanjang saluran sekunder memiliki banyak retakan yang mengakibatkan terjadinya rembesan, dengan tingkat rembesan sebesar 29,5% dari total air yang masuk pada inflow/pangkal saluran irigasi.
STUDI KELAYAKAN INVESTASI PROYEK PERUMAHAN BUKIT PERMATA RESIDENCE DI KECAMATAN SUMBAWA Syahroni, Muhammad Nur; Satriawansyah, Tri; Najimuddin, Didin
Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jrktl.v8i1.2088

Abstract

Pertumbuhan sektor properti merupakan faktor penting dalam mendorong perekonomian daerah, namun ketimpangan antara permintaan dan penawaran rumah menjadi tantangan utama bagi pengembang. Pada proyek Perumahan Bukit Permata Residence, permintaan mencapai 355 unit sementara penawaran hanya 150 unit, sehingga perlu dilakukan analisis kelayakan investasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis kelayakan investasi dengan menggunakan indikator Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (BCR), dan Internal Rate of Return (IRR), serta melakukan analisis sensitivitas terhadap perubahan biaya dan pendapatan. Metode yang digunakan adalah analisis kuantitatif berdasarkan data pasar dan proyeksi keuangan proyek. Hasil dari penelitian ditemukan bahwa dengan tingkat suku bunga 15% per tahun diperoleh nilai Net Present Value (NPV) sebesar Rp 4.811.337.308,00 > 0, dan nilai Benefit Cost Ratio (BCR) sebesar 1,198 > 1. Nilai Internal Rate of Return (IRR) sangat besar sehingga dalam aspek finansial, Proyek Perumahan Bukit Permata Residence layak dilaksanakan. Dari analisis sensitivitas pada kondisi pendapatan tetap dan biaya naik 20% diperoleh nilai NPV sebesar Rp 3.180.342.297,00 > 0, BCR sebesar 1,123 > 1 dan IRR sangat besar, sehingga masih layak. Perhitungan NPV suku bunga 15% per tahun pada kondisi pendapatan tetap dan biaya naik 20% diketahui PWB total sebesar Rp29.061.063.199,00 dan PWC total sebesar Rp 25.880.720.902,00. Sehingga NPV yaitu Rp29.061.063.199,00 – Rp25.880.720.902,00 yaitu Rp3.180.342.297,00 > 0. Sehingga proyek masih menguntungkan/layak dilaksanakan.