Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pendidikan Akhlak Anak Kepada Orang Tua dalam Perspektif Al-Quran Al Faruq, Ridho Azzam; Kumaidi, Muhamad; Alghifari, Abuzar; Febriani, Evi
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 5 Issue 3 November 2024
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v5i3.2161

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pendidikan akhlak anak kepada orang tua dalam perspektif Al-Quran. Pendidikan akhlak merupakan bagian integral dari pembentukan karakter dan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Al-Quran, sebagai sumber utama ajaran Islam, memberikan panduan yang komprehensif mengenai hubungan antara anak dan orang tua, termasuk bagaimana anak harus berperilaku terhadap orang tua mereka. Studi ini menggunakan metode analisis-deskriptif dengan jenis penelitian kepustakaan yang di dalamnya memuat analisa terhadap problematika pendidikan anak, orang tua serta konsep pendidikan anak yang terkandung dalam al-Quran dan Hadist. Hasil analisis menunjukkan bahwa Al-Quran menekankan pentingnya sikap hormat, kasih sayang, dan bakti kepada orang tua, serta memperingatkan tentang bahaya durhaka kepada orang tua. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya mendidik anak sejak dini tentang nilai-nilai moral dan etika yang diajarkan dalam Islam, agar mereka dapat tumbuh menjadi individu yang berakhlak mulia dan bertanggung jawab. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pendidikan akhlak anak kepada orang tua dalam perspektif Al-Quran merupakan aspek penting yang harus diperhatikan oleh setiap keluarga Muslim dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia dan berbakti kepada orang tua.
Analisis Retorika dalam Tafsir Shafwah Al-Tafasir Terhadap Surah Al-Bayyinah Fuad Salim; Abuzar Alghifari; Beko Hendro
JOM Vol 5 No 2 (2024): Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences, June, 2024
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/ijhass.v5i2.5332

Abstract

One of the main characteristics of the Qur'an is its captivating and impactful language that communicates its messages deeply to the listeners' souls. To explore and elucidate this dimension, scholars utilize a discipline known as the Science of Rhetoric (Ilmu Balaghah). Therefore, the author is interested in exploring the message of Surah Al-Bayyinah through the lens of Ilmu Balaghah to uncover the beauty and depth of meaning it contains. Consequently, this research will focus on two aspects: firstly, identifying the rhetorical styles present in Surah Al-Bayyinah; secondly, examining the implications of employing rhetorical styles in interpreting Surah Al-Bayyinah. Furthermore, this study is a literature review (library research) using a qualitative method. The research findings indicate that: 1) Surah Al-Bayyinah contains various rhetorical styles. Ash-Shabuni in his book "Shafwah al-Tafasir" delineates the rhetorical elements in Surah Al-Bayyinah, identifying at least five elements, namely: Ijmal tsumma tafshil, Ath-Thibaq, Muqobalah, Isti'arah tashrihiyyah, Tawafiq al fawashil; 2) The implications of the rhetorical dimension in interpreting Surah Al-Bayyinah have an influence and impact on the conveyed meaning. Each verse containing rhetorical elements in Surah Al-Bayyinah implies the interpreted meaning, and rhetoric serves as a tool to facilitate understanding the hidden meanings behind each of its verses.
ETIKA PERTEMANAN DALAM AL-QUR’AN( Studi Komparatif Antara Tafsir Karimir Rahman dan Al-Misbah ) Fajri Pakeh, Dwiq; Ahmad Isnaeni; Abuzar Alghifari
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 26 No 2 (2025): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v26i2.27980

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemikiran As Sa’di dan Qurais Shihabdalam menafsirkan ayat etika pertemanan dalam Al-Qur’an. Jenis penelitian adalah penelitianlibrary research. penulis menggunakan metode pendekatan muqarrin (perbandingan).Berdasarkan kajian analisis terhadap kedua mufassir secara garis besar dapat disimpulkandiantaranya Quraish Shihab mengemukakan bahwa, etika pertemanan adalah menghindaripertemanan atas dasar kepentingan duniawi dan saling memberi manfaat. Sedangkan menurutAs Sa’di etika dalam pertemanan tidak hanya sebatas pada pertemanan yang didasarkankepentingan duniawi atau saling memberi manfaat saja akan tetapi, pertemanan yangmenjauhkan diri dari kekufuran, pendustaan, kemusyrikan dan kemaksiatan kepada Allah.Kedua tafsir ini merupakan tafsir kontemporer, akan tetapi terdapat beberapa perbedaan cirikhas dalam penafsirannya. Misalnya tafsir al-Misbah kandungan pembahasan ayatnya menitikberatkan kepada masalah-masalah sosial. Adapun salah satu ciri khas tafsir ini adalahkonsistensinya dalam mengurai kalimat-kalimat dalam setiap ayat al-Qur’an. Sedangkan kitabtafsir As Sa’di menghindari kalimat-kalimat sisipan yang bertele-tele, memiliki gaya bahasayang sederhana dan jelas. Tafsir ini juga menghindari penyebutan perselisihan pendapat dantakwil.
Lies in the Qur'an: Analysis of the Words Kādzib, 'Ifk, Zūr, Bāṭil, in the Tafsir Al-Tahrir Wa Al-Tanwir by Ibn 'Asyur Pratiwi, Azzahra Rania; Hakiki, Kiki Muhamad; Alghifari, Abuzar; Muttaqin, Ahmad
Mauriduna : Journal of Islamic Studies Vol. 7 No. 1 (2026): Mauriduna : Journal of Islamic Studies, February 2026
Publisher : Institut Muslim Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v7i1.47

Abstract

This research is predicated on the sociological necessity of understanding the various forms of lies that are still taken seriously by society. It seeks to critically examine the semantic interpretations of the terms Kādzib, 'Ifk, Zūr, Bāṭil as articulated in the Tafsir al-Tahrir wa al-Tanwir by Ibnu 'Asyur. The research formulationis structured around two primary objects: 1) how ibn Asyur interprets the terms Kādzib, 'Ifk, Zūr, Bāṭil, and 2) how the hadith concerning the permissibility of lying is relavant to these meanings. Adopting a qualitative, library-based methodology, this study employs a thematic analysis method (maudhu'i). The primary source materials is Tafsir al-Taḥrīr wa al-Tanwīr by Ibn ‘Āshūr, supplemented by  a secondary source of relevant scholarly journals, monographs and theological treatises. The findings indicate that while these terms are oftern categorized under the broad umbrella of falsehood, each term has a distinct meaning depending on its context. According to Ibn 'Asyur, 1) Kādzib refers to act of deception. 2) 'ifk denotes major accusations or slander. 3) zūr refers to the distortion of information or testimonies that deviate from empirical reality. 4) bāṭil refers to any form of falsehood or something that lacks a foundation of truth. The Hadith that permits lying in three situations warfare, conflict resolutions, and the preservation of marital harmony. The study concludes that such exceptions do not constitute condemned mendacity, rather they serve as instruments of  maqāṣid al-syarī'ah to maintain social equilibrium and communal benefit. The scholarly contribution of this study lies in its systematic analysis of the varying gradations of lying through the lens of Ibn 'Asyur perspective. It offers significant insights into the development of thematic exegesis and provides a framework for the construction of social ethics, asserting that the morality of an utterance is intrinsically linked to its contextual purpose and its alignment with the preservation of public interest.
Kajian Tafsir Berbasis Surah: Analisis Struktur dan Historisitas Surah Al-Anbiya’ Ilham, Muhammad Ilham Saputra; Masruchin, Masruchin; Alghifari, Abuzar
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 16 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v16i1.1070

Abstract

Artikel ini mengkaji struktur dan historisitas surah al-Anbiya’ melalui pendekatan tafsir maudhu’i (tematik berbasis surah) dan historis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali struktur naratif dan konteks sosio-historis pewahyuan yang melatarbelakangi surah al-Anbiya’ serta mengungkap pesan-pesan tematik utamanya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang mengambil data dari sumber kepustakaan (library research) dan dengan analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa surah al-Anbya’ sebagai golongan surah Makkiyah memiliki tema sentral yaitu penegasan akidah (tauhid), kenabian serta peringatan tentang hari kiamat dan kebangkitan. Struktur Surah Al-Anbiya’ tersusun secara sistematis dengan struktur naratif yang logis dan progresif:  Dimulai peringatan keras tentang hari kiamat, dilanjutkan dengan dalil rasional tentang kekuasaan Allah, kemudian pembahasan tentang kematian, kisah-kisah nabi terdahulu sebagai bukti historis dan legitimasi kerasulan, dan ditutup dengan seruan pada persatuan dalam tauhid. Dari aspek historis, surah ini turun di tengah kondisi masyarakat Mekkah yang berada dalam kesyirikan, penolakan terhadap kenabian, serta pengingkaran terhadap hari kebangkitan. Asbabun nuzul dari beberapa ayat kunci memperkuat konteks penurunan wahyu yang relevan dengan tantangan dakwah Nabi Muhammad SAW. Surah ini memperlihatkan kesinambungan pesan dakwah dari para Nabi sebelumnya hingga Nabi Muhammad SAW, serta mengajak manusia kembali pada ajaran murni Islam. Penelitian ini membuktikan bahwa Surah Al-Anbiya’ memiliki kesatuan tematik dan retorika yang kuat, sekaligus menunjukkan respons wahyu terhadap realitas masyarakatnya.