Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Ketuban Pecah Dini (KPD) Sebagai Determinan Kejadian Asfiksia pada Bayi Baru Lahir Di RSUD Panembahan Senopati Bantul Deviana, Meli; Ria Dini, Agi Yulia; Rokhanawati, Dewi
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.795 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v6i6.3107

Abstract

Ketuban pecah dini merupakan masalah penting dalam obstetrik berkaitan dengan penyulit kelahiran dan terjadinya infeksi khorioamnionitis sampai sepsis yang meningkatkan morbiditas dan mortalitas perinatal dan menyebabkan infeksi ibu. Penelitian ini bertujuan mengetahui Ketuban Pecah Dini (KPD) sebagai faktor determinan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir di RSUD Panembahan Senopati Bantul DIY Tahun 2013. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, metode survei, dan pendekatan case control study (retrospektif). Teknik sampling menggunakan simpel random sampling dengan jumlah sampel 74 BBL, dibagi menjadi 37 kelompok kasus dan 37 kelompok kontrol. Analisa data menggunakan Chi Square dan Odss Ratio. Hasil penelitian kejadian asfiksia pada riwayat persalinan KPD 25 orang (64,6%), sedangkan bayi yang lahir tanpa asfiksia dengan riwayat Ketuban Pecah Dini (KPD) 10 orang (27 %). Dengan α = 5% diperoleh nilai p = 0,000 (ρ<0,05) dan nilai Odss Ratio 5,625>1. Hal ini dapat disimpulkan bahwa persalinan dengan riwayat Ketuban Pecah Dini (KPD) memiliki hubungan yang bermakna dengan kelahiran bayi dengan asfiksia. Besar risiko terjadinya asfiksia bayi baru lahir pada riwayat persalinan ketuban pecah dini adalah 5 (lima) kali lipat lebih besar dibandingkan pada bayi baru lahir dari ibu tanpa riwayat ketuban pecah dini. Oleh karenanya, perlu dilakukan persiapan perawatan atau asuhan bayi dengan asfiksia apabila ditemukan kasus KPD sehingga hal ini dapat berperan untuk mengurangi angka kematian bayi yang disebabkan oleh kejadian asfiksia bayi baru lahir.
Perbedaan Pendidikan Kesehatan Dengan Menggunakan Metode Ceramah Dan Audio Visual Terhadap Motivasi Menggunakan IUD Ria Dini, Agi Yulia
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.488 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v5i11.1730

Abstract

Masalah utama yang dihadapi Indonesia adalah masih tingginya pertumbuhan penduduk. Pemerintah terus berupaya melalui peningkatan penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Upaya pemerintah ini tidak berbanding lurus dengan rendahnya motivasi pengunaan metode kontrasepsi jangka panjang khususnya IUD. Tujuan peneliti adalah mengetahui perbedaan penggunaan metode ceramah dan audio visual terhadap motivasi menggunakan IUD pada calon aksptor KB di Wilayah kerja Puskesmas Wanasari Kabupaten Brebes. Studi yang digunakan adalah quasy experiment dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel mengunakan teknik proporsional random sampling sebanyak 24 calon akseptor KB. Hasil penelitian menggambarkan adanya perbedaan penggunaan metode ceramah dan metode audio visual (pvalue>α), dimana rata-rata metode audio visual (39,50) lebih besar dari rata-rata metode ceramah (35,33) yang berarti metode audio visual lebih meningkatkan motivasi menggunakan IUD dibandingkan metode ceramah. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan perlu adanya upaya dari bidan desa dalam memilih metode yang digunakan dalam memberikan pendidikan kesehatan sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai.
Pengaruh Aromaterapi Peppermint terhadap Hiperemesis Gravidarum pada Ibu Hamil Trimester 1 di PMB Bidan Iis Rosmalia Khasanah, Yosi Yusrotul; Dini, Agi Yulia Ria; Sari, Heni Puspa; Nurdiani, Siti; Rosmalia, Iis
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 15 No 4 (2023): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v15i4.1668

Abstract

Kehamilan merupakan kondisi fisiologis yang dapat diikuti proses patologis pada ibu hamil, dan akan muncul dengan seiringnya perubahan fisiologis diantaranya rasa mual dan muntah. Hiperemesis Gravidarum adalah gejala mual dan muntah secara berlebihan pada kehamilan, terjadi pada enam minggu setelah hari pertama haid, atau pada kehamilan trimester I. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian Aromaterapi Peppermint terhadap penurunan Hiperemesis Gravidarum di PMB Bidan Iis Rosmalia. Penelitian ini termasuk analitik observasional dengan desain penelitian One Group Pretest-Posttest Design. Teknik pengambilan menggunakan teknik purposive sampling, jumlah total sampel dalam penelitian yaitu ibu hamil trimester I berjumlah 15 orang. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner dengan Analisis data menggunakan uji Paired T test. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar tingkat mual muntah sebelum diberikan aromaterapi peppermint berada di tingkat sedang sebanyak 10 orang (66,7%) sedangkan setelah diberikan aromaterapi peppermint sebagian besar yang mengalami tingkat sedang menurun menjadi Tidak Muntah sebanyak 7 orang (46,7%). Hasil uji paired Sample test diperoleh nilai p value = 0,000 yang artinya ada pengaruh Pemberian Aromaterapi Peppermint terhadap penurunan Hiperemesis Gravidarum pada Ibu Hamil Trimester I di PMB Bidan Iis Rosmalia. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan atau ada pengaruh yang signifikan antara Pemberian Aromaterapi Peppermint dengan Penurunan Hiperemesis Gravidarum pada Ibu Hamil Trimester I di PMB Bidan Iis Rosmalia.
Pengaruh Metode Demonstrasi Terhadap Hasil Ketepatan Praktik Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) Pada Balita Stunting Usia 6-23 Bulan di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Hariang dan UPTD Puskesmas Buahdua Sumedang Dini, Agi Yulia Ria; K., Yosi Yusrotul; Ratnnawati, Dewi; Istiqomah, Warisatul
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 2 (2024): JUNI
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v16i2.1989

Abstract

Stunting merupakan kondisi dimana tinggi badan menurut umur berada di bawah minus 2 Standar Deviasi (<-2SD) dari standar median WHO pada anak berusia 0-59 bulan. Stunting akan berdampak pada proses kembang otak yang terganggu. Stunting salah satunya penyebabnya adalah pengetahuan ibu yang kurang dalam memberikan perawatan kebutuhan gizi pada anak. Cara meningkatkan pengetahuan ibu yaitu dengan metode demonstrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode demontrasi terhadap hasil ketepatan praktik pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) pada balita stunting usia 6-23 bulan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Hariang dan UPTD Puskesmas Buahdua Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-Eksperimen, one grup pretest post test design. Populasi yang digunakan seluruh balita stunting sejumlah 85 orang yang memenuhi kriteria inklusi inklusi. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel yaitu seluruh sasaran balita stunting 6-23 bulan sebanyak 30 orang.Teknik analisis data yang digunakan adalah uji wilcoxon melalui program spss. Pada taraf signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian ini menunjukan adanya pengaruh metode demonstrasi terhadap hasil ketepatan praktik pemberian MPASI pada balita stunting 6-23 bulan. Dari hasil penelitian ini diharapkan ada peningkatan status gizi balita dan adanya penurunan stunting
Hubungan antara Tingkat Pengetahuan dan Status Pekerjaan dengan Kegagalan ASI Eksklusif di UPTD Puskesmas Rancabango Kabupaten Subang Nurdiyana, Siti; Khasanah, Yosi Yusrotul; Puspasari, Heny; Dini, Agi Yulia Ria; Aeni, Rika
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 2 (2024): JUNI
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v16i2.2007

Abstract

ASI Eksklusif adalah pemberian ASI kepada bayi tanpa makanan dan minuman pendamping yang dimulai sejak bayi baru lahir sampai dengan usia 6 bulan. Pemberian ASI eksklusif sangatlah penting, namun di Indonesia angka kesadaran tersebut masih sangat rendah terkhususnya di Kabupaten Subang. Rendahnya cakupan ASI eksklusif disebabkan oleh berbagai faktor, yaitu: 1) Kurangnya pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif, 2) Aktivitas ibu yang menghambat pemberian ASI Eksklusif. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan pekerjaan ibu dengan kegagalan Asi Eksklusif di UPTD Puskesmas Rancabango Kabupaten Subang. Metode penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh ibu yang mempunyai bayi berumur 7 – 12 bulan periode bulan September – November 2023 di UPTD Puskesmas Rancabango Kabupaten Subang sebanyak 106 bayi. Teknik pengambilan sampel dengan accidental sampling yaitu berjumlah 35 orang. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi – Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kegagalan ASI Eksklusif (p = 0,037 < α = 0,05). Terdapat hubungan antara status pekerjaan dengan kegagalan ASI Eksklusif (p = 0,026 < α = 0,05). Disarankan kepada Petugas kesehatan mengadakan penyuluhan tentang ASI dengan membentuk kelas busui (ibu menyusui) dan menyebarkan leaflet atau brosur tentang ASI eksklusif yang dapat dicerna dengan baik dan tidak mempromosikan susu formula.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENANAMAN TOGA SEBAGAI UPAYA SEHAT DENGAN HERBAL ASLI INDONESIA Ria Dini, Agi Yulia; Ela Rohaeni; Nadia Putri Mahendra; Diana Nopita
Health Care : Journal of Community Service Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/healthcare.v2i1.11

Abstract

Tanaman obat keluarga (TOGA) merupakan tumbuhan yang ditanam oleh keluarga di sekitar lingkungan rumah yang mempunyai khasiat penyembuhan sebagai apotek hidup yang dimanfaatkan oleh keluarga secara sederhana dan budidaya tanaman yang berkhasiat sebagai obat dalam rangka memenuhi kebutuhan keluarga akan obat-obatan. Pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) yang dikenal juga dengan nama apotek hidup merupakan beberapa jenis tanaman obat pilihan yang dapat ditanam disekitar lingkungan rumah. Tanaman obat keluarga yang dipilih biasanya tanaman yang dapat digunakan untuk pertolongan pertama atau obat-obatan ringan seperti demam dan batuk termasuk masalah Kesehatan reproduksi seperti dismenor dan keputihan. Program pemberdayaan Masyarakat dalam upaya sehat dengan penanaman tanaman herbal asli Indonesia ini terdiri dari beberapa kegiatan seperti pemberian edukasi dan melakukan penanaman bersama tanamaan obat keluarga. Keberhasilan dari kegiatan ini dari hasil pre-post test, hasil pre test menunjukan lebih dari setengah warga peserta penyuluhan memiliki pengetahuan kurang terkait TOGA yaitu sebesar 88,2%. Setelah diberikan penyuluhan dan dilakukan post-test didapatkan pengetahuan Masyarakat tentang TOGA menjadi 100% serta dilakukan penanaman bersama tanaman TOGA berupa tanaman-tanaman herbal asli Indonesia.
Pemanfaatan Bunga Telang Sebagai Minuman Sehat Pada Remaja Di Desa Mayung Ria Dini, Agi Yulia; Khasanah, Yosi Yusrotul; Puspasari, Heny; Nurdiyana, Siti; Setiawati, Fitri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 8, No 3 (2025): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v8i3.8693

Abstract

Permulaan masa remaja terjadi saat perubahan fisik yang cepat, ditandai pertambahan tinggi dan berat badan yang signifikan, perubahan bentuk tubuh, dan perkembangan ciri seksual seperti pembesaran pinggang dan buah dada, tumbuhnya kumis dan dalamnya suara. Masa pertumbuhan yang dialami remaja, aktivitas fisik dan aktivitas otak yang tinggi harus diimbangi dengan konsumsi makanan yang cukup dan bergizi. Dampak negatif dari masalah gizi remaja diantaranya penurunan kesehatan fisik, penurunan konsentrasi belajar. Tanaman telang dikenali sebagai tumbuhan merambat yang sering ditemukan tumbuh secara liar, memiliki potensi farmakologi luas. Manfaat bunga telang diantaranya sebagai antioksidan, antibiotik, anti peradangan dan anti nyeri, antiparasit dan antisida, antidiabetes, antikanker, antihistamin immunomodulator, dan potensi berperan dalam susunan syaraf pusat. Tujuan dilaksanakan nya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman pada Masyarakat khususnya remaja terkait gizi seimbang dan pemanfaatan bunga telang sebagai minuman sehat bagi remaja. Metode yang dilakukan pada pelaksanaan pengabdian meliputi penyuluhan mengenai pentingnya gizi seimbang remaja dan pemanfaatan bunga telang. Hasil dari adanya program ini berupa pemahaman dan meningkatnya pengetahuan remaja mengenai pentingnya gizi seimbang dan pemanfaatan bunga telang sebagai minuman sehat bagi remaja, serta masyarakat menjadi mengetahui cara pengolahan bunga telang.
The Relationship Between Knowledge of Postpartum Mothers About Perineal Wound Treatment With Perineal Wound Healing Khasanah, Yosi Yusrotul; Ria Dini, Agi Yulia; Ade Saputri, Wahyuni
Indonesian Health Journal Vol. 1 No. 1 (2022): Indonesian Health Journal
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/ihj.v1i1.9

Abstract

Postpartum infection still plays a role as the leading cause of maternal death, especially in developing countries such as Indonesia, this problem occurs as a result of midwifery services that are still far from perfect. As a result of improper perineal care, the perineum is affected by lochia and moist conditions that will significantly support the proliferation of bacteria that can cause infection in the perineum. Infection not only inhibits the wound healing process but can also cause damage to the supporting cell tissue, increasing the size of the wound itself, both in length and depth of the wound. Perineal wound care aims to prevent infection, increase comfort, and accelerate healing. Those who have episiotomy or laceration wounds need to have sufficient knowledge about perineal wound care because these factors significantly affect the healing process of the perineal wound. The knowledge of postpartum mothers about poor perineal wound care can be a factor that causes germs and bacteria to appear. This study aimed to determine the relationship between postpartum mothers' knowledge of perineal wound care and perineal wound healing. This research uses a descriptive correlation with a quantitative approach to the point of sampling technique using total sampling with 16 respondents. How to collect data using a questionnaire. Data analysis used the chi-square test to test the relationship between two variables. There is a relationship between postpartum mothers' knowledge about perineal wound care and perineal wound healing, with a significant value of 0.005 (p-value <0.05). There is a relationship between postpartum mothers' knowledge of perineal wound care and perineal wound healing
HUBUNGAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG PENDEWASAAN USIA PERKAWINAN TERHADAP RISIKO PERNIKAHAN USIA DINI Agi Yulia Ria Dini; Vina Febriani Nurhelita
Jurnal Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v11i1.197

Abstract

ABSTRAKPernikahan dini merupakan pernikahan yang dilakukan oleh salah satu pasangan yang memiliki usia dibawah umur 17 tahun. Pernikahan belum cukup umur ini marak terjadi di Indonesia, baik di desa maupun kota. Fenomena pernikahan dini di wilayah Ciayumajakuning berkontribusi sebesar 44,67% terhadap persentase perempuan yang pernah kawin usia dibawah 18 tahun di Jawa Barat. Perempuan yang menikah di usia dini berisiko kematian lebih tinggi akibat komplikasi saat kehamilan dan melahirkan dibandingkan perempuan dewasa. Tujuan peneliti adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan remaja putri tentang pendewasaan usia perkawinan terhadap resiko pernikahan usia dini di SMPN 9 Kota Cirebon Tahun 2019. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan metode cross sectional, populasi pada penelitian adalah remaja putri kelas 8 SMPN 9 Kota Cirebon dengan teknik accidental sampling didapatkan sampel sebanyak 32 remaja putri.Instrumen penelitian ini adalah kuesioner tertutup. Hasil analisa univariat menunjukkan bahwa pengetahuan remaja putri tentang pendewasaan usia perkawinan dengan frekuensi terbanyak adalah kategori cukup (50%) dan tingkat risiko pernikahan usia dini pada remaja putri terbanyak adalah pada kategori cukup (40,6%) .  Hasil analisa bivariat menggambarkan adanya hubungan yang berarti ( p value < α) antara pengetahuan remaja putri tentang Pendewasaan Usia Perkawinan terhadap  risiko Pernikahan Usia Dini di SMPN 9 Kota Cirebon.Kata Kunci : Pengetahuan, Pendewasaan Usia Perkawinan, Pernikahan Usia Dini   ABSTRACTEarly age marriage is a marriage conducted by one of the couples who have under 17 years of age. Early age marriage often occurs in Indonesia, not only in rural but also in cities. The phenomenon of early marriage in the Ciayumajakuning region contributed 44.67% to the percentage of women who had married under the age of 18 in West Java . Young lady who married at an early age the risk of death is higher as a result of complications during pregnancy and childbirth than adult women . The researcher's aim is to determine the relationship of adolescent girls' knowledge about the age of marital maturity to the risk of early age marriage  at SMPN 9 Cirebon City 2019. This research uses quantitative descriptive design with cross sectional method, the population in this study was the 8th grade teenage girls of SMPN 9 Cirebon City with an accidental sampling technique obtained a sample of 32 teenage girls. The research instrument was a closed questionnaire. Univariate analysis results show that the knowledge of young women about the age of marriage with the highest frequency is moderatecategory (50%) and the level of risk of early marriage in young girls is in the moderate category (40.6%). Bivariat analysis results show that there is a significant relationship (p value <α ) between the knowledge of teenage girls about marital maturity to the risk of early age Marriage at SMPN 9 Cirebon City.Keywords: Knowledge, Maturing Age of Marriage, Early Age Marriage