Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Journal of Political Issues

Relasi Antara Politik Identitas Terhadap Proteksi Perdagangan dibawah Pemerintahan Donald Trump Setiawan, M. Chairil Akbar; Ginting, Garcia Krisnando Nathanael; Ilmar, Anwar
Journal of Political Issues Vol 2 No 1 (2020): Journal of Political Issues
Publisher : Jurusan Ilmu Politik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jpi.v2i1.32

Abstract

This article seeks to explain the change in US foreign policy in the economy under Donald Trump's administration since 2017. The analysis will be based on the relationship between Identity Politics and Protectionist policies pursued by Trump. Trump's economic policy orientation shows a significant shift compared to some previous governments. The author will use a Qualitative method with the Explanatory analysis model. Protectionism approach becomes Trump's main platform, which is manifested in rejection of the framework of cooperation in the Trans Pacific Partnership (TPP), renegotiation of economic agreements with Canada and Mexico,or the recent tension of having Trade War against China since 2018. Nationalism sentiment, vigilance on the part of foreigners, or the reification of the identity of the United States are considered to be the main elements that have caused Trump to turn away from the global regime of Neoliberalism. The author wants to examine the relationship between Identity Politics and Trump's economic-political platform. The rise of Identity Politics is not a main cause toward Protectionism in the United States. Trump merely harnessed the failure of neoliberal policies from previous administrations by using the rhetoric of nationalism and identity politic.
Implementasi Sendai Framework Terhadap Respons Bencana Alam Di Filipina Tahun 2016-2020 Asadel, Safira Tasya; Kurniawan, Andi; Setiawan, M. Chairil Akbar
Journal of Political Issues Vol 3 No 2 (2022): Journal of Political Issues
Publisher : Jurusan Ilmu Politik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jpi.v3i2.70

Abstract

Tidak dapat dipungkiri, bencana dapat menjadi ancaman besar baik di bidang ekonomi, sosial, politik, dan lain-lain bagi wilayah terdampak. Berawal dari berbagai bencana besar yang terjadi salah satunya Tsunami di Aceh tahun 2004, lahirlah sebuah kerangka kerjasama antar negara yang berisi strategi dan pendekatan sistematis untuk mengurangi kerentanan dan risiko bahaya yang bernama Hyogo Framework of Action (HFA) yang diadopsi di tahun 2005-2015. Karena keberhasilannya di beberapa hal, berbagai negara sepakat untuk melanjutkan kerjasama ini yang bernama Sendai Framework for Disaster Risk Reduction (SFDRR) yang diadopsi di tahun 2015-2030. Filipina sebagai negara yang rentan akan bencana seperti angin topan karena berlokasi di Cincin Api Pasifik turut serta dalam meratifikasi kerjasama tersebut secara sukarela. Salah satu bentuk komitmen dari Filipina adalah melaksanakan program Build Back Better dan melaksanakan kolaborasi baik dengan aktor nasional maupun internasional. Melalui penelitian ini peneliti ingin melihat bagaimana SFDRR dapat membantu Filipina sebagai negara rentan bencana mengembangkan manajemen bencananya khususnya di dalam tanggap darurat bencana
Dampak Strategi Offshore Outsourcing Dalam Bisnis Fast Fashion Terhadap Degradasi Lingkungan di Bangladesh Nugraha, Trisha Caicartica Lovinta; Setiawan, M. Chairil Akbar; Putri, Sindy Yulia
Journal of Political Issues Vol 5 No 1 (2023): Journal of Political Issues
Publisher : Jurusan Ilmu Politik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jpi.v5i1.132

Abstract

Berkat pengaruhnya yang besar terhadap konsumen di seluruh dunia, fast fashion mungkin adalah istilah yang sangat akrab bagi banyak orang. Meskipun populer, fast fashion juga dikenal sebagai model bisnis yang memiliki rantai pasokan yang sangat rumit. Karena proses rantai pasokan yang kompleks itu, mereka diketahui melakukan praktik yang tidak etis terhadap para pekerjanya dan juga lingkungan. Sayangnya, sebagai satu negara pemasok fast fashion terbesar di dunia, Bangladesh tampaknya tidak keberatan dengan sifat destruktif fast fashion dan menutup mata terhadap dampak yang diciptakan oleh industry tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memberikan penjelasan tentang bagaimana dinamika offshore outsourcing dalam rantai pasokan fast fashion menyebabkan penurunan kualitas lingkungan Bangladesh melalui sektor pakaian jadi dan bagaimana pemerintah terlibat dalam kasus ini di bawah pengaruh neoliberal menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus. Hasilnya, peneliti menemukan bahwa strategi offshore outsourcing dalam bisnis fast fashion menyebabkan banyak dampak buruk terhadap lingkungan seperti kontaminasi air, polusi udara, dan penumpukan limbah padat di atas permukaan tanah.