Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Support System In Determining Final Evaluation Supervisor And Examiner With Best Worst Method Rudy Tandra; Heriyanto; Muhammad Diponegoro
Jurnal Mantik Vol. 6 No. 1 (2022): May: Manajemen, Teknologi Informatika dan Komunikasi (Mantik)
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/mantik.v6i2.2501

Abstract

Final evaluation is a scientific work that is a requirement for students of the Politeknik Negeri Pontianak (Polnep) Business Administration Major to obtain an academic degree. As the person in charge of a final evaluation, supervisors and examiners have an important role in ensuring students are able to create a qualified final evaluation. Therefore, the diversity of titles and fields of final evaluation proposed by students needs to be combined with lecturers who have synchronized scientific disciplines and experiences. The manual determination of supervisors and examiners has the opportunity to be affiliated with subjective factors. The support system, which can essentially be used as a guide, explanation and reinforcement of a decision, has the opportunity to eliminate subjective factors that arise during decision making. The design of the support system was carried out based on five criteria that were calculated with a multi-criteria decision-making method, namely the Best Worst Method (BWM). Based on the results of system testing with 40 lecturer data and 231 student final evaluation proposal data, the support system could recommend supervisors and examiners that were in accordance with the student’s proposed final evaluation field.
The Efforts of the Natural Resources Conservation Agency in Attracting Tourists in Kapuas Hulu Regency Heriyanto Heriyanto; Muhammad Adib Alfarisi; Melti Oktavianda
Enrichment : Journal of Management Vol. 12 No. 2 (2022): Management Science and Field
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.589 KB) | DOI: 10.35335/enrichment.v12i2.534

Abstract

This study is keen to determine the works of BKSDA (Natural Resources Conservation Agency) in promoting tourism as well as supporting and inhibiting aspects in the development of ecotourism in Danau Sentarum National Park. The study applied a descriptive-qualitative method. Based on the Presidential Regulation of the Republic of Indonesia No. 3 of 2012, Danau Sentarum National Park is designated as a centre for developing ecotourism and cultural tourism and has the potential to be developed as an ecotourism object. However, it has not yet developed properly to reach its desired local and international tourism potential. The research findings are as follows: (1) the supporting factors for the development of ecotourism in Danau Sentarum National Park are its natural landscape and fresh air, local government and communities sponsorship; (2) The inhibiting factors for the tourism object of Danau Sentarum National Park for becoming a prime destination for tourism are: the lack of facilities and poor infrastructure, difficulties in accessing the National Park due to its distance from the capital city of West Kalimantan Province, lack of talented human resources from both local communities and the personnel of BKSDA, and sources of staple materials and clean water are challenging to reach, and; (3) The works of BKSDA are to develop facilities and infrastructure, provide proper services to tourists, and improve accessibility. The study concludes that Danau Sentarum ecotourism is a prospective tourist attraction that must be managed more optimally, and it needs collaborative efforts between the local government and the surrounding communities.
Urgensi Penerapan E-Government Dalam Pelayanan Publik Heriyanto Heriyanto
Musamus Journal of Public Administration Vol 4 No 2 (2022): Musamus Journal of Public Administration
Publisher : Department of State Administration - Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mjpa.v4i2.4128

Abstract

Abstrak Diperlukan peningkatan dalam tata kelola pemerintahan yaitu dengan diterapkannya e-government dalam pelayanan publik. Penerapan e-government dalam birokrasi publik,agar memberikan kemudahan bagi pelayanan kepada masyarakat di segala bidang. Penelitian bertujuan untuk mengetahui, memahami dan menganalisis urgensi dari penerapan e-government dalam pelayanan publik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah (1) e-government adalah suatu proses sistem pemerintahan dengan memanfaatkan Informasi , komunikasi dan teknologi sebagai alat untuk memberikan kemudahan proses komunikasi dan transaksi (2) Untuk mengembangkan e-government, ada 4 fase yaitu: kehadiran , interaksi , transaksi dan transformasi(3) Manfaat dari penerapan e-government adalah terciptanya pemerintahan lebih transparan , berkurangnya praktik-praktik korupsi tata hubungan yang lebih ramping , peningkatan efisiensi pemerintahan di semua proses, tercipta efisiensi dalam skala ruang dan waktu, struktur dan organisasi informasi yang tersistematisasi , peningkatan manajemen sumber daya baik dari sisi peningkatan bidang kendali maupun sumber daya organisasinya sendiri. Kesimpulan dari penelitian ini adalah (1) Penerapan dan pemanfaatan e-government dalam pelayanan publik merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat; dan (2) e-government dalam pelayanan publik memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mendapatkan layanan yang berkaitan dengan berbagai keperluannya. Kata Kunci: Penerapan, e-government, pelayanan publik
SWOT Analysis in Facing the Quality 2024 Elections at the Regional General Election Commission of Kubu Raya Regency, West Kalimantan Heriyanto Heriyanto; Melti Oktavianda; Grace Kelly Hadiputri Sihombing
LEGAL BRIEF Vol. 11 No. 4 (2022): October: Law Science and Field
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.269 KB)

Abstract

This study aimed to identify internal and external factors at the Kubu Raya Regional General Election Commission and what strategies the Kubu Raya Regional General Election Commission took to prepare for the 2024 simultaneous elections. The research method used was the qualitative method. The study results indicate that as a government institution carrying out its primary duties and functions, the General Election Commission of Kubu Raya Regency is influenced by internal and external conditions. Internal conditions include Institutional, Human Resources, Leadership, Planning and Budgeting, facilities and infrastructure, as well as commitments built. Meanwhile, from the external aspect, it is influenced by the presence of stakeholders in the political field, the condition of the general public and related regulations and the strategies carried out by the arrangement of programs and activities of each work unit; Implementing employee arrangements in accordance with job analysis and employee workload analysis; Increasing the quality and quantity of HR of the General Election Commission of Kubu Raya Regency; Availability of an integrated performance management system; Optimizing the monitoring system and internal control over budget management; Implementation of activities under standard operating procedures (SOP); Availability and implementation of public service standards and notices; Availability of electoral logistics distribution maps; Improvement of modern office facilities and infrastructure; Optimizing the use of information technology; and Availability of an adequate budget ceiling.
Implementasi Program Desa Mandiri Di Desa Sebunga, Kabupaten Sambas Kalimantan Barat Debbie Yuari Siallagan; Heri Yanto; M. Awaluddin
Journal of Government and Politics (JGOP) Vol 4, No 1 (2022): JULI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jgop.v4i1.8746

Abstract

Kemandirian desa merupakan kunci sukses untuk membangun ekonomi desa dalam mewujudkan program desa mandiri dan sejahtera dan mengimplementasikan UU desa secara konsisten. Strategi yang diperlukan untuk mewujudkan Desa Mandiri Sejahtera antara lain: Keterlibatan aktif kaum muda di setiap proses pembangunan desa, dukungan dan pengelolaan dana desa yang benar-benar transparan dan optimal, desa harus memiliki program jangka panjang desa sejahtera dan mandiri, desa harus memiliki peluang dan potensi usaha, kepala desa harus memiliki figur yang mumpuni dan bertalenta, desa didukung infrastruktur penunjang yang memadai, pengelolaan bumdesa yang optimal dan bermanfaat bagi warga desa. Tujuan dari penelitian ini ialah mengetahui implementasi program Desa Mandiri di Desa Sebunga Kabupaten Sambas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumberdaya manusia di Desa sebunga sangat kurang dikarenakan tidak memiliki dokter dan perawat, dimana tenaga kesehatan disuatu desa sangatlah penting untuk dimiliki dikarenakan mempengaruhi kualitas kesehatan masyarakat di suatu desa. Karakteristik agen pelaksana dalam kebijakan ini baik, agen pelaksananya ialah kepala desa dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Sikap/kecenderungan agen pelaksana kurang baik masih banyak orang-orang yang terlibat belum memahami tugas dan fungsinya sehingga kurang patuh terhadap kebijakan. komunikasi pemerintah desa juga secara rutin mengadakan musyawarah dengan RT/RW maupun masyarakat dalam hal pembangunan desa, seperti membuat jadwal rutin keamanan siskamling dan secara bersama-sama berpartisipasi aktif dalam Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Nilai IKS dan IKE  masih belum sempurna yaitu menunjukkan belum berhasilnya program desa mandiri di desa sebunga dikarenakan masih banyak indikator-indikator penilaian yang belum terpenuhi, pemerintah desa, masyarakat desa dan bantuan pemerintah daerah harus secara bergotong royong membangun desa dan melengkapi semua sarana dan prasarana pendukung untuk mewujudkan program desa mandiri yang sesungguhnya. 
Dinasti Politik Pada Pilkada Di Indonesia Dalam Perspektif Demokrasi Heriyanto Heriyanto
Journal of Government and Politics (JGOP) Vol 4, No 1 (2022): JULI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jgop.v4i1.7778

Abstract

Melatarbelakangi penelitian ini adalah Fenomena Dinasti politik tumbuh subur dan meningkat dalam perkembangan percaturan politik di Indonesia. Dinasti politik tersebar dari dunia perpolitikan pada tingkat lokal maupun pusat sehingga menimbulkan  adanya ketidaksetaraan dalam distribusi kekuasaan politik padahal  di Negara demokrasi sejatinya harus membuka kran politik seluas mungkin untuk memastikan rakyat terlibat aktif dalam proses politik .Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami dan menganalisis konteks dinasti politik dalam pemilihan kepala daerah di Indonesia dari sudut pandang demokrasi . Metode kualitatif digunakan dalam melakukan penelitian ini. Dari hasil penelitian ini di jabarkan sebagai berikut , Praktik dinasti politik  telah berlangsung lama di Indonesia sejak orde baru sampai dengan reformasi , dampak adanya praktik politik dinasti dapat menghambat proses demokrasi yang sehat  dan para  kandidat yang memenuhi syarat untuk terjun ke dunia politik hanya terbatas pada orang orang yang memiliki hubungan kekeluargaan dengan orang yang sedang berkuasa sehingga hal ini telah merusak tatanan demokrasi ,  Dinasti politik pada saat pilkada pecah dimana-mana dengan tujuan mengamankan kekuasaan dan sumber daya serta memperoleh keuntungan politik dan ekonomi bagi keluarga besar yang menjadi anggotanya    
MEMBANGKITKAN MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA SAAT PEMBELAJARAN SECARA VIRTUAL PADA MASA PANDEMI COVID 19 Muhammad Adib Alfarisi; Heriyanto
JOEL: Journal of Educational and Language Research Vol. 1 No. 2: September 2021
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.102 KB)

Abstract

People worldwide were shocked by the emergence of the novel Covid-19 virus in early 2020, which first appeared in Wuhan City, the capital of Hubei Province, China. On March 1, 2020, the Minister of Health of the Republic of Indonesia finally reported that the Covid-19 virus had infiltrated Indonesia and infected its citizens. In efforts to overcome and reduce the spread of this dangerous virus, the Indonesian government has required restrictions on activities outside the home. The public has also been obliged to avoid crowds to avoid the spread. In addition, the Indonesian Ministry of Education and Culture also instructs that the learning system must be performed virtually. Online learning has been carried out by utilizing internet technology so that there are no face-to-face meetings between lecturers and students. However, in its implementation, some problems can interfere with the learning process virtually, especially concerning students the lack of learning motivation when carrying out online learning. This research is qualitative research that describes efforts to generate student learning motivation during virtual learning during the Covid-19 pandemic. Motivation to learn is the most crucial factor so that students can receive all learning effectively and efficiently. Therefore, the right stimulants are necessitated in order to arouse their motivation to learn. The research findings indicate what educators should do to increase student learning motivation online is to improve the ability of lecturers, determine appropriate and effective methods, optimize the use of facilities, select appropriate media and conduct periodic evaluations of learning.
Pelatihan Pemilih Pemula dalam Rangka Memberikan Pendidikan Politik dan Sosialisasi Pemilu Untuk Peningkatan Partisipasi Mahasiswa pada Gelaran Pemilu Serentak Tahun 2024 di Kota Pontianak Heriyanto Heriyanto; Utin Nina Hermina; Desvira Zain; Sunarsih Sunarsih; Syariefah Novieyana; Nurmala Nurmala; Era Prestoroika
Jurnal Pengabdian Dharma Laksana Vol 5, No 2 (2023): JPDL (Jurnal Pengabdian Dharma Laksana)
Publisher : LPPM Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/j.pdl.v5i2.28092

Abstract

Para pemilih pemula tentang politik serta minimnya pemahaman pemuda tentang fungsi pemilu yang berdampak rendahnya partisipasi pemilih pemula di kota Pontianak pada pemilu 2019 sehingga ini perlu respon cepat dan solusi yang tepat, maka hal yang menjadi prioritas dalam program kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat adalah dengan memberikan pelatihan dan penyuluhan berbasis pendidikan politik yang bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengertian yang lebih tepat kepada kalangan pemilih pemula mengenai pentingnya mereka untuk melek politik dan berperan aktif di dalamnya. Kegiatan ini  diselenggarakan dengan  bekerjasama dengan KPUD Pontianak pada  tanggal 29 Juni 2022 yang diikuti oleh 30 peserta  calon pemilu pemula dikota Pontianak  . Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan PKM disimpulkan  bahwa adanya peningkatan partisipasi, pengetahuan, pemahaman dan kesadaran berpolitik yang signifikan pada calon pemilih pemula dikota Pontianak sesuai hasil pengamatan dan survey terakhir setelah pelatihan  para peserta menyatakan tertarik untuk berpolitik praktis dan akan berpartisipasi dalam gelaran pemilu 2024 sehingga tujuan dari pelatihan ini tercapai.
Sportainment And Sport Tourism Strategy In The Development Of Indonesian Tourism During The 2023 U-17 World Cup Event Arief Nuryana; Didik Cahyono; M. Torero Rigel Centeury; Tono Mahmudin; Heriyanto Heriyanto
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i6.6316

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) strategi sportainment; (2) strategi sport tourism dalam pengembangan pariwisata indonesia saat Event Piala Dunia U-17 2023; dan (3) potensi pengembangan pariwisata berkelanjutan di lokasi penyelenggaraan Piala Dunia U-17 2023. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif-deskriptif. Teknik analisis data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini antara lain menyajikan data, reduksi data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Media massa bersedia mempromosikan Piala Dunia U-17 tahun 2023 di Indonesia sebagai event olahraga yang berkualitas tinggi karena event tersebut mempunyai nilai jual yang tinggi pula; (2) konsep sport tourism dipakai sebagai penyegaran strategi promosi untuk menarik wisatawan agar tidak hanya berkunjung untuk menikmati event Piala Dunia U-17 tetapi juga menikmati berbagai destinasi wisata di sekitar stadion; (3) Kehadiran event bertaraf dunia di empat kota, yakni Jakarta, Bandung, Solo, dan Surabaya, tentunya memberikan multiplier effect yang besar utamanya terhadap sector pariwisata dan ekonomi kreatif.
The Relationship between Village Government and Community in Village Development in Mungguk Bantok, Indonesia Adib, Muhammad Adib Alfarisi; Heriyanto
NeoRespublica : Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol. 5 No. 2 (2024): Edisi Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan, FISIP - Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/neores.v5i2.201

Abstract

This article explores the relationship between the village government and the community in organizing community participation in a collaborative model in Mungguk Bantok Village, Sintang, Indonesia.  This is a qualitative study that uses a normative-juridical approach. The results of this study found that the correlation between the Mungguk Bantok Village Government and the community that organizes participation is still not well systemized and patterned, so it requires more optimal collaboration between the village government and the community in developing the village so that village development can be achieved. The authors found efforts to develop the village with cooperative, participatory, emancipative, transparent, responsible, and sustainable development. With this, the authors argue that the relationship model can increase the spirit of villagers who work together, so that the village government and the community are intertwined with good governance, of course this existence raises the term good government as one of the efforts of community togetherness supported by various elements of society, communities, organizations as a form of jointly building villages in collaboration.